82567 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan Dengan Peran Perawat Dalam Pencegahan Hipostatik Pneumonia Pada Pasien Cidera Otak Berat Di Instalasi Rawat Inap Rsud Dr. Soebandi Jember
Hipostatik• pneumonia merupakan salah satu komplikasi pada sistem respirasi yang terjadi pada kasus cidera otak bernt, peran perawat daJam upaya pencegahan hipostarik pneumonia sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat, hipostatik pnerunonia dapat dicegah dengan fisikal terapi dada. Penelitian ini bertujuan lUltuk mengidentifikasi pengetahuan dan peran perawat daIam upaya pencegahan hipostatik pneumonia pada pasien cidera otak herat serta menganalisa bubungan antara kedua variabel tersebut. Desain penelitian analitik dengan pendekatan studi korelasi, populasinya adalah perawat yaug ada di Instalasi Rawat Inap RSUD dr. Soebaudi Jember, sampel 30 perawat yang sesuai dengan kriteria inldusi., meuggunakau metode purposive sampling. Pengumpulan data uotuk mengetabui tingkat peugetabuan perawat menggunakan kuesioner dengan test obyektif multiple choice dan tingkat peran perawat dilakukakan observasi laugsnng pada responden, untuk menganaJisa hubWlgan kedua variabel menggunakan uji statistik "speannan s rho" dengan signifikau u'; 0,05. Hasil peuolitian ini adalab tingkat per,getabuan responden sebagian besar adalah cukup 70%, dan peran perawat sebagiau besar dengan kritena cukup 73,30/0, sedangkan bubungan autara kedua variabel tersebut didapatkan hasil yang signifikan p ~ 0,00 berarti ada hubungan antara peugetabuan dengan peran perawat dalam upaya peucegaban bipostatik pneumonia pada pasien cidera otak berat, dengan koefisien korelasi antara kedua variabel adalah r ~ 0,663 berarti derajat bubungan variabel pengetabuan dengan peran perawat dalam upaya peucegaban bipostatik pneumonia pada pasien cidera otak berat adalah kuat
Pengaruh Pemberian Orientasi Ruangan Sesuai Sop Penerimaan Pasien Baru Terhadap Tingkat Kecemasan Suami/Istri Penderita Stroke
Treatment of family members in hospitals who are suffering from stroke
will cause anxiety for the whole family since the occurrence of stroke may change
the life of the couples, families and other loved ones. Hospitalization is a new
situation that is not comfortable for clients and families. Such feeling results from
the presence of many new stressors that are faced simultaneously, such a strange
environment. The purpose of this study was to explain the effect of room
orientation based on to SOP of the admission of new patients on the level of
anxiety of husbands/wives of stroke patients fIrStly treated at Medical Ward,
Seruni Room, Dr. Soetomo Hospital.
This study used pre-experimental design. Population was husbands/wives
who waited for stroke patients at Seruni Room, during this study. Total sample
was 2 I patients selected with purposive sampling. The independent variable was
room orientation of the according to SOP of new patients admission. The
dependent variable was the level of anxiety of the spouses of stroke patients. Data
were collected with a structured interview with anxiety measuring using HARS,
and analyzed with Wilcoxon signed rank test with a < 0,05.
The result of statistical Wilcoxon signed rank test showed significant value
p = 0,00. This means the probability had a < 0,05 indicating the effect of room
orientation according to SOP of new patients admission on the level of anxiety of
spouses of stroke patients who for the first time treated at Medical Ward, Seruni
Room, Dr. Soetomo Hospital Surabaya.
It can be concluded that the decrease in the level of anxiety of the spouses
of stroke patients admitted for the first time is due to the independent action of the
nurse at the time when the patients is admitted by giving room orientation
according to the SOP of new patient admission to the family (husbands/wives) of
patients in appropriate ways
Pengaruh Senam Nifas Terhadap Percepatan Turunnya Fundus Uteri Pada Hari Pertama Pasca Salin Di RB II RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Kesehatan ibu setelah melahirkan merupakan hal yang penting dalam masa nifas. Keadaan ini dipengaruhi karena telah tetjadi perubahan fisik dan psikis selama masa kehamilan dan saat persalinan. Salah satu cara supaya tetap sehat dan dapat mengalami pemulihan lebih baik adalah dengan melaksanakan senam nifas. Beranjak dari uraian diatas, maka peneliti mengadakan penelitian tentang "Pengaruh Senam Nifas Terhadap Percepatan Turunnya Fundus Uteri Pada Hari Pertama Pasca Salin di RB II RSUD Dr. Soetomo Surabaya". Tujuan penelitian ini adalah untuk: mengkaji apakah ada hubungan antara usia, paritas, tingkat pendidikan ibu, la'ma senam nifas dengan percepatan turunnya fundus uteri. Desain yang digunakan adalah “quasi experimental". Sampel diambil dari ibu-ibu pasca salin yang dirawat di RB II RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Besar sampel 30 subyek. Pemilihan sampel dilakukan dengan non probability sampling tipe accidental sampling. Pengolahan data menggunakan analisis ChiSquare dengan tingkat kemaknaan dirancangp ~ 0,1 . Dari analisis uji Chi-Square didapatkan, fak'1or yang mempunyai pengaruh bermakna terhadap percepatan turunnya fundus uteri pada hari pertama pasca salin adalah (1) usia ibu (p = 0,073) dan (2) paritas ibu (p = 0.031). Lama senam nifas dengan waktu 25-30 menit mempunyai pengaruh baik terhadap percepatan turuimya fundus uteri. Sedangkan tingkat pendidikan ibu tidak mempunyui pengaruh bermakana terhadap rurunnya iundus uteri (p = 0,532). Sehingga dapat disimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi percepatan turunnya fundus uteri pada hari pertama pasca salin adalah (1) usia ibu, (2) paritas ibu dan (3) lama senam nifas
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Motif Asi Dengan Upaya Pencegahan Komplikasi Pada Klien Hipertensi Di Poli Kardiologi Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo Surabaya
The effort to prevent complications in hypertensive clients remains unsatisfactory. It may affected by several factors, such as knowledge and motivation. Lack of knowledge and motivation may be caused from lack of information of hypertension and resulting complications and on the efforts to prevent these unexpected effects. The objective of this study was to reveal correlation between level of knowledge and motivation with the effort to prevent compilations in hypertensive clients at Cardiology Outpatient Clinic, Dr. Soetomo Hospital, Surabaya. This study used cross-sectional design. Population was all clients admitted with primary (essential) hypertention at Cardiology Outpatient Clinic, Dr. Soetomo Hospital, Surabaya. Samples consisted of 32 individuals, enrolled based of inclusive criteria. The independent variables were knowledge and motivation. The dependent variable was the effort to prevent complications. Data were collected using questionnaire and observation. Data were analyzed by mean of Spearman's Rank Test with significance level of 0.05. Results showed correlations between level of knowledge and the effort to prevent complications (p = 0.036). A strong correlation was also found between motivation and the effort to prevent complications (p = 0.000). In conclusion, high level of knowledge, as well as strong motivation, has correlation to high effort in preventing compilations. Further studies should observe the effect to attitude and motivation with diet compliance for the prevention of complications in hypertensive clients
Hubungan Antara Pengetahuan Klien Tentang Hipertensi Dan Upaya Pencegahan Komplikasi Hipertensi (Penelitian Cross Sectional Di Puskesmas Baruharjo Trenggalek)
Efforts to prevent complications of hypertension are the clients' activities intended to prevent the occurrence of complications that may result in the severity of hypertension. One factor affecting these efforts is the client's knowledge on hypertension. The aim of this study was to disclose relations between the variable of client's knowledge of hypertension as independent variable and efforts to prevent complications as dependent variable.
Design used in this study was cross-sectionai. Popul.ation was hypertensive clients admitted to Baruharjo Community Health Center, Trenggalek. Samples were taken using purposive sampling, by which this study enrolled 30 hypertensive patients who met the inclusion criteria and admitted to Baruharjo Community Health Center, Trenggalek, from 1 to 30 November 2002. Relations between both variables were examined by means of Spearrnan correlations analysis.
Data processing and analysis showed that client's knowledge on hypertension in Baruharjo Community Health Center, Trenggalek, in 2002 was reliable, and the efforts to prevent complications of hypertension was also found to be remarkable. A slight positive relation was found between client's knowledge on hypertension and the efforts to prevent complications (rho = 0.405). In this setting, nurse, as a health educator, plays an important role to introduce health behavior by considering other affecting factors, such as occupation and health service. Other researchers who want to investigate similar subject should involve these factors in their studies
Hubungan Perilaku Caring Perawat terhadap Kepuasaan Ibu Pasien pad Pelayanan Asuhan Keperawatan Di IRNA Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan hasil yang didapatkan Maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Sebagian besar ibu pasien menilai perllaku caring perawat poli IRNA Anak RSUD. Dr. Soetomo Surabaya berada dalam kategori baik.
2. Sebagian besar ibu pasien mem.punyai tingkat kepuasan pada pelayanan asuhan keperawatan di IRNA Anak RSUD. Dr. Soetomo Surabaya berada dalam ketegori baik.
3. Perilaku caring perawat mempunysi hubungan dengan kepuasan ibu pasieo pada pelayanan asnbau keperawatan di IRNA Anak RSUD. Dr.Soetomo Surabaya. Semakin baik perilaku caring yang diberikan oleh
perawat, maka pelayan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien dapat diterima oleh ibu pasien, sebingga kepuasan ibu pasieu dapat meningka
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan Kotamadya Denpasar Bali
as subJecl) were female and head of the family (93,5%) were male. The elderlyand the family were mostly (83,~-ll) Hindu.The rate of family support was good (75,8%),and the level of depression inthe elderly was 6 I ) 0·o indicating no depression. Result of analysis of correlationhetween family support and level of depression in elderly using chi square testrevealed p=O,OOO.In nmdusion.family support has significant influence on level of depressionin elderlY who live \\ith the famihc. c
Pengaruh Pemberian Konsentrat Protein Tinggi Dan Periode Laktasi Terhadap Produksi Susu Dan Konsumsi Bahan Dring Kambing Peranakan Etawa
Tujuan penelitian ini adaJah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pemberian konsentrat protein tinggi dan periode laktasi terhadap produksi susu dan konsumsi bahan kering kambing perah peranakan etawa. Hewan coba yang digunakan daJam penelitian ini adalah kambing perah peranakan etawa periode laktasi I dan peri ode laktasi II sebanyak 16 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola FaktoriaJ 2 x 2 sehingga ada empat perlakuan, masing-masing perlakuan ada empat ulangan sehingga ada 16 sampel. Faktor yang diujikan ada dua yaitu factor pertama adaJah pakan (P) dan faktor kedua adaJah periode laktasi (L). Faktor
pakan ada dua taraf terdiri dari konsentrat komersial dengan kandungan protein 15,31% sebagai pakan kontrol (PO) dan konsentrat protein tinggi dengan kandungan protein 20,78% sebagai pakan perlakuan (Pl). Periode laktasi ada dua taraf terdiri dari periode laktasi I dan periode laktasi II. Total pakan yang diberikan adaJah 3,5 kg terdiri dari 3 kg hijauan dan konsentrat 0,5 kg.
Peubah yang diamati meliputi produksi susu dan konsumsi bahan kering. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F 5%, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%.
Hasil yang didapat menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara konsentrat protein tinggi dan periode laktasi terhadap produksi susu tetapi konsentrat protein tinggi berpengaruh terhadap produksi susu. Produksi susu pada pakan konsentrat protein tinggi (P I) lebih tinggi dan berbeda sangat nyata
(P<0,01) dibandingkan pakan konsentrat komersiaJ (PO). Tidak terdapat interaksi antara konsentrat protein tinggi dan periode laktasi terbadap konsumsi bahan kering tetapi periode laktasi berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering. Konsumsi bahan kering pada periode laktasi II lebih tinggi secara nyata (p<0,05) dibandingkan periode laktasi I.
Pengaruh Dosis Infeksi Larva (L2) Toxocara Cati Terhadap Gambaran Histopatologi Hati Ayam Petelur
The objective of this study is to find out histopathologic of layer's liver which
infected with embryonated eggs of Toxocara cati using different dose. First step,
collected mature T. cati larvae, then incubated in incubator with 3rc for three days
to produce eggs. The eggs were stored in petri dish containing PBS for 28 days to
produce second stage-larvae in the five treated with doses 0, 10, 100, 1000 dan 3000.
The chickens were necropsied at 28 day post infection to take the liver to be made as
histopathologic preparations. Histopathologic showed the presence of organ damage in the form of necrosis and inflammation. ANOVA test results showed a significant difference between PO, P 1, P2, P3 and P4 (p<O.OS) for necrosis and for inflammation
Hubungan Rawat Gabung Dan Kemandirian Ibu Dalam Menyusui Bayinya Dl Ruang Bersalin II RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi, karena mengandung bahan-bahan tertentuyang tidak dapat ditemukan di yang lain. Untuk memenuhi item tersebut, bunda harus mempunyai kemampuan yaitutentang "Rooming In". Artinya ibu dan bayi tinggal bersama dalam satu kamar agar ibuselalu menghubungi bayinya setiap saat.Sehubungan dengan hal tersebut penulis melakukan Penelitian di Ruang Lahir II RSUDDr. Soetomo Surabaya untuk mengetahui hubungan Rooming In dankemampuan ibu dalam memberikan ASI kepada bayinya.Penelitian ini merupakan Penelitian Crossectional dengan menggunakan Variabel IndependenBantuan emosional, penggunaan ASI, Penjelasan Kesehatan. Untuk mendapatkan sampel digunakanpurporaive sampling, yaitu memilih sampel yang mewakili karakteristik populasidiketahui sebelumnya, kemudian data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan catatan observasi. ItuData dianalisis menggunakan Chi Square dengan signifikansi P < 0,5.Hasil penelitian perlu bantuan emosional P = 0,0042, penggunaan ASI P =0,01470, penjelasan kesehatan P = 0,01952. Jadi, ho ditolak. Sarana 1shubungan Rooming In dengan kemampuan ibu dalam memberikan ASI pada bayinya