Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Beberapa Masalah dalam Pengendalian Penyakit Newcastle Disease di Indonesia dan Penyelesaiannya

    Get PDF
    Skripsi ini memb a has beberapa masalah dalam pengendalian penyakit Ne wca stle Diseas e di Indonesia antara lain: kead aan iklim, burung-burung liar yang dengan mud ah keluar masuk ~tar pulau, masih banyak nya ma syara kat yang beternak ayam secara liar (di pedesaan), b e lum terorganisernya pelaksanaan vaksinasi di pedesaan, penyedian vaksin y.mg sangat terbata s, sering terdengar kasus-kasus adanya wa b a h penyakit ini di perusahaan perterna kan unggas walaupun vaks ina s i s ud a h dijalankan secara inte nsif dan a danya l a pora n tentang beredarnya vaksinvaksin dibawah standard optimal potensi. Dalam skripsi ini juga dibahas usaha-us a ha penyelesai.n mas a lah-masalah di at2s. Untuk peternakan di pedesaan, perlu diadakan efektifitds dal..m penggunaan vaksin yang jumlah nya sangat terbata s, juga perludiadakan pengorganisasian dalam memjalankan -program vaksinasi. Untuk perusahaan peternakan ungga s perlu diadakan penyampaian imformasi dalam bentuk hasil-hasil penelitian yang menunjang program vaksinasi. Disa mping itu perlu pengawasan peredaran vaksin, sehingga tidak ditemukan l agi vaksin dibawah standa rd optimal potensi. Sedang kan usaha untuk membebaskan penyakit ini p e rlu dilakukan : peningkatan jumlah vaks in sesuai dengan populasi unggas .nya (khusus ayam kampung), memperketat peraturan ten tang keluar masuk nya burung-burung liar baik antar pulau maupun lalulintas Internasional dan dalam kondisi yang memungkinkan dibuat peraturan pelarangan penggunaan v a ksin aktif

    Masalah Infestasi Caplak Rhipicephalus Sanguineus (Latreille) pada Anjing

    Get PDF
    Caplak ini ter go long c a plak berumah tiga dan induk semang utamanya adalah anjinG , t etapi secara insidentil stadium larva dan nirnfanya dapat pula rn enyerang he wan lai nnya dan manusia . Daur hi d up capla k ini sangat bervariasi, tergant l.lll g pada suhu d an kelembab an , yang terpendek berlangsung se - lama kur ang lebih 2 . 2 bulan dan yang terpanjang berlang - sung s ela rna ku1:·ang leoih 7 j ulan . Caplak beti na dewasa yang ak an b ert el ur, akan w8nc ari te mp at perlind ungannya d i tanah. Jumlah telur tersedikit yang dihasilkan 1 00 butir dan yang terbanyak d apat mencapa i jumlah 5414 butir. Ca p lak betina akan mati beberapa hari kemud ian s etelah menge luarkan telurnya yang terakhir , s edangkan caplak jan tannya akan mati menGe ring menempe l pada tubuh i nduk se - mang setelah sebelurnnya berkopulasi dengan caplak betina di permuka an tubuh induk semang . P eranan caplak ini dalam kesehatan anjing amat pen - ting , karena s e lain sebaga i ektoparasit p enghisap d arah , ia juga berti ndak s e ba ga i v ektor pen ya k i t yaitu ehr lich i os i s , k'i a r seilles fever , spotted• f e v e r group , Q f e ver , babes i osi s , Cr i me an haemor rha gic fever d a n anap l asmosis . Penan ggul angan terha dap c ap l ak ini d apat dilakuk an • denga n dua cara yoitu sec a r a k i mi awi d eng an mengguna k an pestis i d a dan sani tasi lin gk un gan . Penang gu l an6 a n ini tid ak efekt i f jika h a nya d ila k ukan s e ka li saja , karen a r e - i nfestas i c a pl ak i n i se lalu s a ja terjad i sewaktu- wa ktu

    Pemberian Whole Cell Vaccine dan Lipopolisakarida untuk Meningkatkan Titer Antibodi Dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Terhadap Vibrio alginolyticus

    Get PDF
    Hean kerapu macan (Epinephelus fascogultaJus) merupakan salah satu jenis ikan taut yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kendala yang sering dihadapi pada usaha budidaya ikan kerapu macan adalah munculnya penyakit. Penyakit yang sering menyerang ikan kerapu macan adalah penyakit vibriosis yang disebabkan oleh bakteri Vibrio olginolyticus. Penyakit yang disebabkan Vibrio olginolyticus dapat meningkatkan mortalitas ikan kerapu macan mencapai 80 - 90 %. Penanggulangan penyakit vibriosis dapat dilakukan dengan cara vaksinasi. V aksinasi merupakan cara yang tepat untuk merangsang pembentukan antibodi. Whole cell vaccine (WCV) dan lipopolisakarida (LPS) diharapkan mampu merangsang pembentukan antibodi sehingga tingkat kelangsungan hidup atau survival rate (SR) ikan kerapu macan meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan (I) Apakah pemberian WCV dapat meningkatkan titer antibodi dan tingkat kelangsungan hidup ikan kerapu macan yang diinfeksi Vibrio olginolyticus. (2) Apakah pemberian LPS dapat meningkatkan titer antibodi dan tingkat kelangsungan hidup ikan kerapu macan yang diinfeksi Vibrio olginolyticus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titer antibodi dan tingkat kelangsungan hidup ikan kerapu macan setelah divaksin dengan WCV dan LPS terhadap infeksi Vibrio alginolyticus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Parameter yang diamati adalah titer antibodi dan SR ikan kerapu macan terhadap Vibrio alginolyticus. Hasil penelitian menunjukkan titer antibodi dan SR ikan kerapu macan yang divaksin mengalami peningkatan dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan dengan WCV titer antibodinya meningkat dari 32 menjadi 512. Perlakuan dengan LPS titer antibodinya meningkat dari 32 menjadi 256. SR ikan kerapu macan meningkat setelah diuji tantang dengan Vibrio olginolyticus. Perlakuan denga

    TEKNIK PEMBESARAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis spp.) PADA KOLAM AIR PAYAU DI BALAI PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) BANGIL KABUPATEN PASURUAN PROPINSI JAWA TIMUR

    Get PDF
    Ikan nila merupakan salah satu komoditas perikanan tawar yang memiliki prospek yang luas. Ikan nila mulai dikembangkan sejak tahun 1981. Ikan nila merupakan salah satu komoditas perikanan yang bemilai ekonomis tinggi, sehingga mulai dibudidayakan di perairan payau. Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk mempelajari, memahami dan melaksanakan secara langsung serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam teknik pembesaran ikan nila merah pada kolam air payau. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Balai Pengembangan Budidaya Air Payau (BPBAP) Bangil Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur pada tanggal 31 Juli sampai dengan 30 Agustus 2006. Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, wawancara dan studi pustaka. Pemeliharaan ikan nila merah (Oreochromis spp.) di Balai Pengembangan Budidaya Air Payau (BPBAP) Bangil menggunakan kolam semen dengan dasar tanah berbentuk persegi panjang dan ukuran luas 1000 m2 yang dilengkapi dengan pintu pemasukan dan pengeluaran air. Pembesaran ikan nila merah meliputi persiapan kolam, yaitu pengeringan, pengapuran, pemupukan dan pemasukan air, penebaran benih, pembesaran yang meliputi manajemen kualitas air dan manajemen pakan, pemanenan dan pemasaran. Kandungan oksigen terlarut dalam air diupayakan lebih dari 3 ppm dengan cara pergantian air. Pengukuran kualitas air pada kolam pembesaran ikan nila merah pada pagi hari jam 07.00 WIB yaitu kandungan oksigen terlarut 8,7 ppm, pH air 7,8, suhu air 27,5 °C dan salinitas 20 ppt. Hasil pengukuran pada siang hari jam 12.00 WIB yaitu kandungan oksigen terlarut 5,5 ppm, pH air 7,9, suhu air 30,5 °C dan salinitas 20 ppt. Sumber air diperoleh dari muara sungai dan air sumur sebagai sumber air tawar. Pengisian air ke dalam kolam pemeliharaan sampai ketinggian 1 meter. Pembesaran dilakukan secara monokultur dalam perairan payau. Pakan yang diberikan selama pembesaran ikan nila merah (Oreochrornis spp.) berupa tumbuhan air (hydrilla). Kematian ikan nila merah sering disebabkan oleh hama, berupa ular dan ucrit (larva dari kumbang air). Daerah pemasaran ikan nila merah yaitu daerah Pasuruan dan sekitar Surabaya

    MANAJEMEN PEMELIHARAAN LARVA BANDENG (Chanos chanos Forskal) DI BALAI BUDIDAYA AIR PAYAU KABUPATEN SITUBONDO PROPINSI JAWA TIMUR

    Get PDF
    Bandeng (Chanos chanos Forskal) merupakan ikan ekonomis penting karena selain mempunyai nilai gizi tinggi, harganya juga relatif murah sehingga masih sangat berprospek untuk jangka waktu mendatang. Terbatasnya jumlah nener di alam dan rnelonjaknya permintaan nener — akhir ini menyebabkan beberapa panti pembenihan mengadakan kegiatan pemeliharaan larva bandeng sebagai upaya untuk memenuhi permintaan akan nener. Tujuan dari praktek kerja lapang ini adalah untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan kerja tentang manajemen pemeliharaan larva bandeng serta mengetahui hambatan atau permasalahan dalam manajemen pemeliharaan larva bandeng. Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, wawancara dan studi pustaka. Usaha pemeliharaan larva bandeng di BBAP Situbondo merupakan milik pemerintah dibawah Departemen Kelautan dan Perikanan. Sumber air untuk usaha ini diperoleh dari air laut yang diambil dengan menggunakan pompa berkapasitas 15 HP dan 7,5 HP yang dihubungkan dengan pipa paralon berjarak 200 300 m dari garis pantai. Air laut yang digunakan mempunyai kisaran suhu 28 32 °C, salinitas 31 — 34 ppt, pH 7,8 8,3 dan DO > 5 ppm. Kegiatan pemeliharaan larva dimulai dengan penebaran telur pada bak pemeliharaan. Kepadatan telur yang ditebar adalah 15 — 20 butir/liter dengan Hatching Rate 60 — 75 %. Telur yang ditebar akan menetas dalam waktu 24 — 36 jam setelah pemijahan. Larva yang baru menetas dibekali cadangan makanan berupa kuning telur (egg yolk). Larva mulai diberi pakan alarni berupa Rotifera dan Chlorella sp. setelah berumur 2 hari dan pakan buatan berupa pellet MB setelah berumur 10 hari. Pengamatan pertumbuhan dilakukan secara rutin untuk mengetahui kondisi larva setiap saat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setelah pemberian pakan buatan, pertumbuhan panjang larva mengalami peningkatan. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan penyiponan pada dasar bak dan pergantian air. Selama Praktek Kerja Lapang tidak ditemukan adanya penyakit yang menyerang larva bandeng, baik yang disebabkan oleh jamur, parasit, bakteri maupun virus. Pemanenan dilakukan dengan cara menurunkan air dalam bak pemeliharaan sampai ketinggian 25 cm dari dasar bak, selanjutnya Iarva dapat dipanen dengan menggunakan jaring krikit Pemasaran larva bandeng hanya terbatas pada pasar lokal yaitu di daerah seperti Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Pasuruan

    THE RELATIONSHIP BETWEEN THE SCORES OF SKILL SUBJECTS AND THOSE OF TOEFL MODEL TEST (A CASE STUDY AT THE ENGLISH DEPARTMENT)

    Get PDF
    Language testing is important to know the degree of language ability of the testees. When a testee takes a language test, the result may be influenced by his formal linguistic background In this study the writer tries to relate the scores on skill subjects with the scores on TOEFL model test of the testees. The writer got 28 respondents as the testees from students of the English Department They attend a TOEFL model test held by the writer. The testees have not attended courses at other fonnal language courses except at English Department They must pass the test on skill subjects used in this study. Through a statistical calculation, the writer will anal)'7.C about the relationship between the scores on skill subjects and the scores on TOEFL model test

    ASPEK GAYA BAHASA KUMPULAN SAJAK HARTATI KARYA SURIPAN SADI HUTOMO

    Get PDF
    Penulisan skripsi yang berjudul Aspek Gaya Bahasa Kumpulan Sajak Hartati Karya Suripan Sadi Hutomo, bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara umum tentang aspek gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan sajak tersebut. Selain itu juga untuk dapat memahami arti atau makna yang terkandung dalam 'kumpulan sajak Hartati. Dalam penulisan skripsi ini metode yang dipergunakan penulis adalah metode analisis deskriptif. Pendekatan yang dipergunakan penulis adalah pendekatan Struktural. Selain melalui metode dan pendekatan tersebut diatas, penulis mempergunakan dua metode yang lain metode tersebut adalah, metode kepustakaan dan metode wawancar

    ERROR ANALYSIS ON TENSES IN THE WRITING EXERCISES MADE BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 KEMBANGBAHU, LAMONGAN

    Get PDF
    The aim of this paper is to analyze the errors produced by the eighth grade students of SMPN 1 Kembangbahu, Lamongan. By focusing on the error, both teacher and students will know the development of learning English. This paper is limited only to analyzing the errors that the students made in the use of Simple Present tense, Simple Past tense and Simple Future tense. In addition, this paper discusses the tense errors that the students mostly made. To gather the data, the writer collected the students' writting exercises during one semester. There are seven steps that the writer used to get the result: identifying the students' sentences, classifying and describing the error, explaining the errors, evaluating the errors' effects, counting the errors, transferring the number of errors into the percentages, and discussing the result. In the study, the writer found that the students produced errors in each tense, Simple Present tense (54.16%), Simple Past tense (16.67%), and Simple Future tense (29.17%). They produced most errors in the Simple Present tense (54.16%). Therefore, it can be concluded that English tenses are still problematic for eighth grade students in SMPN I Kembangbahu, Lamonga

    EKSISTENSI TOKOH UTAMA DALAM DRAMA AKU KARYA SJUMANDJAYA

    Get PDF
    Naskah drama AKU menghadirkan satu proses dialektika mengenai norna maupun sistem yang berlaku di masyarakat dengan eksistensi tokoh utama. Tokoh utama berada pada posisi sebagai seorang individu yang berusaha melepaskan diri dari sekat-sekat yang membatasi dirinya dari kebebasannya untuk menentukan pilihan hidup. Penelitian terhadap naskah drama AKU memanfaatkan teori Humanisme Eksistensial Jean Paul Sartre melalui pembacaan sastra. Dalam melakukan analisis eksistensinya, terlebih dahulu peneliti menanfaatkan teori struktural sebagai jalan awal untuk menuju pada pemaknaan yang sebenarnya

    MASCULINITIES OF PRAMUKA PENEGAK'S MALE MEMBERS IN SURABAYA

    Get PDF
    The objective of this research was to find out the ideology of masculinity in Merit System according to the Pramuka Penegak's male member perception and textual analysis of the Merit System. Pramuka was an organiution of scouting in Indonesia It had the rule within it such as Merit System. Merit System was used for increasing the degree in every level in Pramuka. In the Merit System of Pramuka, there are some points which were analp.ed by textual analysis. This research used semi-structured interview and in depth interview also. It has been found that in the research the form of masculinity foregrounded in the Merit System and the masculine norm perceived by Pramuka Penegak's male members was the negotiation between New Man and New Lad masculinity

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇