82567 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PERSONAL HYGIENE, CCP (CRITICAL CONTROL POINT) DAN MANAJEMEN BAHAN BAKU PADA PROSES PRODUKSI FILLET IKAN PATIN (PANGASIUS SP) DI CV IAI SIDOARJO JAWA TIMUR
"Fillet ikan Patin (Pangasius sp.) merupakan produk olahan setengah jadi hasil perikanan dengan bahan baku ikan patin segar dan mati dengan perlakuan khusus. Permintaan dari beberapa perusahaan makanan cepat saji dan konsumen terus meningkat dan sangat diminati karena dijadikan sebagai salah satu pilihan yang praktis dan sehat bagi konsumen. Pemenuhan standart produk awal hingga akhir perlu diperhatikan, terutama dalam manajemen bahan baku, CCP (Critical control point) dalam proses produksi hingga penerapan personal hygiene dalam alur proses produksi fillet ikan patin.
Praktik Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2024 untuk mempelajari dan melakukan observasi terkait manajemen bahan baku, CCP, dan penerapan personal hygiene pada proses produksi fillet ikan patin di CV IAI Manufacture Sidoarjo Jawa Timur. Tujuan utama dari PKL ini yaitu mahasiswa diharapkan mampu memahami manajemen penerimaan bahan baku, CCP, dan penerapan Personal Hygiene pada proses produksi. Metode yang digunakan dalam PKL ini adalah observasi deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan, serta studi literatur sebagai referensi tambahan.
Penerapan Personal Hygiene di CV IAI Manufacture Sidoarjo Jawa Timur melakukan penerapan SOP (Standart operational procedure) Personal hygiene guna meminimalisir bahaya kontaminasi pada produk dan mencegah bahaya dari para pekerja didalam proses produksi. Implementasi CCP (Control critical point) dalam proses produksi serta membantu mengidentifikasi dan mengendalikan titik kritis yang berpotensi menyebabkan resiko terhadap keamanan pangan. Manajemen penerimaan bahan baku memastikan bahwa bahan baku ikan patin yang diterima memiliki kualitas yang sesuai standar mutu perusahaan agar produk akhir tetap terjaga dan memiliki kualitas yang baik.
Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan Personal hygiene di CV IAI Manufacture Sidoarjo Jawa Timur, kurang melakukan penerapan standart Personal hygiene bagi para pekerja hingga fasilitas kebersihan, melakukan penyeleksian secara ketat dan menjaga kualitas bahan baku yang digunakan, serta melakukan pengidentifikasian titik kritis pada setiap alur produksi. Perusahaan masih perlu meningkatkan beberapa aspek SOP, salah satunya Personal hygiene pada para pekerja sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dan menjaga keamanan pangan pada hasil akhir produk
MANAJEMEN PRODUKSI FISH CAKE (ODENG) DI PT. KELOLA MINA LAUT (PLANT II), KECAMATAN KEBOMAS, KABUPATEN GRESIK, PROVINSI JAWA TIMUR.
"Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di PT. Kelola Mina Laut
(Plant II), yang berfokus pada proses produksi fish cake (odeng) berbasis surimi.
Kegiatan PKL bertujuan untuk memahami alur penerimaan bahan baku, proses
produksi, hingga penyimpanan produk jadi. Metode deskriptif digunakan dengan
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil kegiatan
menunjukkan bahwa manajemen produksi di PT. Kelola Mina Laut dilakukan
dengan penerapan standar ketat, mulai dari penerimaan surimi sebagai bahan baku
utama, proses mixing menggunakan alat silent cutter, hingga pengemasan produk
dengan kemasan plastik Low Density Polyethylene (LDPE). Proses produksi fish
cake melibatkan Quality Control (QC) pada setiap tahap untuk menjamin produk
yang dihasilkan memiliki mutu tinggi dan aman dikonsumsi. Proses pembekuan
menggunakan metode Individual Quick Freezing (IQF) memastikan umur simpan
produk lebih panjang tanpa menurunkan kualitasnya.
Teknik Pembenihan Ikan Wader Pari (Rasbora argyrotaenia) di Unit Pelaksana Teknis Laboratoriun Kesehatan Ikan dan Lingkungan (UPT LKIL) Pasuruan - Jawa Timur
"Ikan wader pari (Rasbora argyrotaenia) merupakan ikan air tawar dan termasuk salah satu ikan endemik yang banyak diminati oleh masyarakat. Adanya permintaan ikan wader pari yang semakin meningkat oleh konsumen maka budidaya ikan wader pari khusunya pembenihan perlu dilakukan agar selalu tersedia keberadaannya. Kegiatan pembenihan mencakup pemeliharaan induk, pemijahan, hingga perawatan larva menjadi benih ikan wader pari. Keberhasilan pembenihan ditentukan oleh kualitas induk serta manajemen air dan pakan yang baik.Pembenihan ikan wader pari menggunakan perbandingan 2:1 dan pemijahan dilakukan secara alami. Telur yang dihasilkan oleh induk ikan wader pari berjumlah 1.000 dengan berat gonad 1 gram serta nilai FR dan HR yang didapatkan sebesar 93% dan 89% serta SR larva dari menetas hingga ditebar sebesar 80%. Larva yang telah menetas dipelihara di kolam pemijahan selama 1-3 hari kemudian dipindahkan ke kolam pendederan. Selama proses pemeliharaan induk diberi pakan pelet dan pakan powder untuk larva. Nilai FCR induk sebesar 1,74 dan FCR larva sebesar 0,9. Nilai Specific Growth Rate (SGR) induk dan larva ikan wader pari diperoleh nilai sebesar 1,20% dan 5,4%.Kualitas air dipantau setiap minggu meliputi suhu, DO, pH, dan plankton. Plankton yang ditemukan di kolam pemeliharaan larva yaitu Chlorella sp., Nitzschia sp., dan Cosmarium sp. Hasil pengukuran kualitas air diperoleh suhu dan DO di kolam pemeliharaan larva pada sore hari belum optimal. Hama seperti ketam, udang sungai, dan siput, serta penyakit dari jamur Saprolegnia sp., parasit Vorticella sp., dan Gyrodactylus sp. ditemukan di UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingungan Pasuruan, Jawa Timur.
Teknik Budidaya Calon Induk Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Di Loka Perbenihan Dan Budidaya Ikan (PBI)
"Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas air tawar yang
banyak di gemari oleh masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomi yang
tinggi. Tahapan budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah pembesaran
calon induk. Kegiatan budidaya ikan nila meliputi pembenihan, pendederan,
pembesaran, manajemen pakan, manajemen kualitas air, pengendalian hama dan
penyakit. Terkait dengan kegiatan budidaya ikan nila, kebutuhan benih ikan nila
yang unggul sangat diharapkan dan benih tersebut harus dihasilkan dari induk
ikan nila yang telah terseleksi kualitasnya. Tujuan dilaksanakannya Praktik Kerja
Lapang adalah untuk mengetahui manajemen budidaya, manajemen pakan dan
manajemen kualitas air pada calon induk ikan nila (Oreochromis niloticus) di
Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Janti, Klaten, Jawa Tengah.
Praktik kerja lapang di Loka PBI Janti, Klaten, Jawa Tengah dilaksanakan
dari tanggal 24 Juni 2024 hingga 23 Agustus 2024. Metode kerja yang digunakan
dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode partisipasi aktif dan deskriptif.
Metode pengumpulan data terdapat dua jenis metode yaitu data primer dan data
sekunder. Pada data primer meliputi observasi, wawancara, dokumentasi dan
partisipasi aktif. Metode pengumpulan data sangat penting dalam melakukan
praktik kerja lapang karena dapat digunakan sebagai solusi dalam mengumpulkan
data yang diperlukan. Teknik budidaya calon induk ikan nila meliputi manajemen budidaya,
manajemen pakan dan manajemen kualitas air. Dalam manajemen budidaya calon
induk ikan nila meliputi pemeliharaan induk, persiapan kolam, seleksi induk,
pemijahan, pemanenan dan penetasan telur, pendederan dan pembesaran.
Frekuensi pemberian pakan dilakukan dua kali dalam sehari dengan metode ad
libitum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FCR sebesar 1,05, pertumbuhan
berat mutlak 2,35 cm, pertumbuhan berat mutlak 74g, SGR sebesar 11,7% dan
tingkat kelangsungan hidup 96%. Nilai suhu pada kolam pemijahan, pendederan
dan pembesaran berkisar antara 24-30, pH 7,1-9,6, DO 7,3 mg/l, nitrit 0,01 mg/l
dan amoniak 2,5 mg/l. Hama yang ditemukan di dalam kolam adalah kepiting dan
ular. Sedangkan parasit yang ditemukan adalah Trichodina sp.
Teknik Pemeliharaan Abalon (Haliotis squamata) Di Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem, Bali
"Indonesia memiliki potensi sumberdaya Abalon (Haliotis squamata) yang besar, salah satunya adalah dengan adanya tujuh spesies Abalon yaitu Haliotis squamata, H. varia, H. squamosa, H. ovina, H. glabra, H. planata, dan H. crebrisculpta. Abalon termasuk jenis komoditas perikanan dari laut dengan nilai ekonomis tinggi. Permintaan Abalon secara global saat ini cukup tinggi, terutama dari konsumen di Jepang dan Cina. Abalon juga mengandung bahan bioaktif yang bermanfaat untuk anti kanker, anti oksidan, anti mikroba, dan antikoagulan.
Tujuan dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah untuk mengetahui teknik pemeliharaan abalon, meliputi teknik pembenihan, dan pembesaran. Praktik Kerja Lapang (PKL) dilaksanakan di Instalasi Kekerangan milik Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem, Bali pada tanggal 24 Juni sampai 23 Agustus 2024. Metode kerja lapang yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan pengamatan langsung sehingga diperoleh data primer dan sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan partisipasi aktif, wawancara, dan observasi.
Teknik pemeliharaan abalon diawali dengan proses pemijahan. Induk dipelihara dengan diberi pakan berupa rumput laut jenis Gracilaria sp. Seminggu sebelum pemijahan induk abalon diberi pakan kombinasi Gracilaria sp. dan Ulva sp. untuk mempercepat kematangan gonad. Induk yang dipilih untuk proses pemijahan adalah induk fase Tingkat Kematangan Gonad (TKG) 3. Rasio induk pada proses pemijahan yaitu 2:3 dengan jumlah induk jantan 10 ekor dan induk betina 15 ekor. Pemijahan secara buatan dilakukan dengan rangsangan oksigen murni dan suhu dengan memisahkan induk jantan dan induk betina abalon pada toples selama kurang lebih 1 jam untuk mempercepat kondisi induk stres. Kegiatan pemijahan buatan dengan menggunakan suhu hangat (32°C) dan suhu dingin (18°C) selama 2 jam serta dilakukan pengamatan embriogenesis. Pemijahan buatan menghasilkan nilai Hatching Rate (HR) sebesar 46,7%.
Kegiatan pembenihan meliputi pemeliharaan larva dan penyediaan pakan alami. Pemeliharaan larva dimulai setelah 5 jam telur menetas. Sebelum dilakukan penebaran bak pemeliharaan larva sudah tersedia pakan alami berupa Nitzschia sp. Pada pemeliharaan larva bak sudah tersedia plate untuk tempat penempelan larva umur 2 hari (trochophore) dan dipelihara dalam bak larva selama 2 bulan hingga menjadi benih ukuran 0,8 - 1 cm dan diberi pakan alami Nitzschia sp. Penyediaan pakan alami dilakukan dengan kultur skala laboratorium.
Kegiatan pembesaran bertujuan untuk membesarkan benih ukuran panen <1 cm dan ukuran 1-4 cm menjadi calon induk abalon. Kegiatan pembesaran dibagi menjadi dua yaitu, pembesaran benih ukuran <1 cm dilakukan untuk mendapatkan ukuran benih 3 cm dan pembesaran benih ukuran 1-4 cm untuk menghasilkan calon induk ukuran 7-8 cm . Selama proses pemeliharaan dilakukan proses grading. Selama proses pembesaran benih ukuran <1 cm dilakukan pemberian pakan rumput laut jenis Gracilaria sp. dan pada pembesaran benih ukuran 1-4 cm induk diberi pakan rumput laut jenis Ulva sp. dengan metode ad libitum.
Analisis Proses Produksi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) Beku di PT. Bumi Menara Internusa Surabaya
Ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) merupakan komoditas unggulan dengan permintaan tinggi di pasar internasional dan domestik. Kebutuhan pasar yang terus meningkat mengharuskan industri pengolahan tuna di Indonesia perlu mengoptimalkan proses produksinya agar tetap kompetitif dan sesuai standar mutu internasional. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan di PT. Bumi Menara Internusa, Surabaya, dari 24 Juni hingga 23 Agustus 2024. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, dan partisipasi dalam proses produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga penyimpanan rantai dingin. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa manajemen penerimaan bahan baku di perusahaan ini telah mengikuti standar ketat, yang memastikan kualitas tuna sirip kuning tetap terjaga. Selain itu, PT. Bumi Menara Internusa telah menerapkan sistem penyimpanan rantai dingin yang efektif untuk menjaga mutu produk selama distribusi. Dari hasil analisis, perusahaan berhasil meminimalkan potensi bahaya yang meliputi bahaya kimia (histamin), fisika (kontaminasi logam), dan biologi (bakteri dan toksin). Adanya pengelolaan yang baik, perusahaan mampu menjaga kualitas produk tuna fillet yang memenuhi kebutuhan pasar global
Penerapan Manajamen Mutu Produk Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Beku Kupas Butterfly di PT Bumi Menara Internusa, Lamongan, Jawa Timur
"Udang beku merupakan salah satu produk hasil perikanan yang dapat
memperpanjang masa simpan oalahan udang. Udang yang banyak digunakan dalam
industri pembekuan yaitu udang vannamei (Litopenaeus vanamaei). Proses
pengolahan udang vannamei ini dilakukan dengan proses yang cukup panjang.
Menentukan keamanan pangan yang baik diperlukanya penerapan rantai dingin,
Good Manufacturing Practices (GMP), dan pengemasan mulai dari penerimaan
bahan baku hingga proses penyimpanan dan pendistribusian.
PT. Bumi Menara Internusa merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak dalam bidang pembekuan produk perikanan yaitu udang beku . PT. BMI
ini terletak pada Jl. Panglima Sudirman, Deket, Kabupaten Lamongan. Produk yang
dihasilkan PT. Bumi Menara Internusa berupa udang beku dengan berbgai jenis
seperti Peeled Deveined Tail On (PDTO), Peeled and Deveined (PND), Ezpeel,
Butterfly Tail On (BTO), dan Peeled Undeveined (PUD). Metode yang digunakan
dalam pengambilan data berupa data primer yang meliputi kegiatan observasi,
wawancara dan partisipasi aktif dan data sekunder yang meliputi kegiatan studi
literatur.
Proses pembuatan udang beku di PT. Bumi Menara Internusa Lamongan
meliputi proses penerimaan bahan baku, pemotongan kepala udang, sortasi, tahap
kupas, rendaman, pembekuan, glazing, metal detector, pengemasan, dan cold
storage. PT. Bumi Menara Internusa menerapkan Good Manufacturing Practices
(GMP), sistem rantai dingin dan pengemasan dengan baik. Hal ini bertujuan untuk
menciptakan produk udang beku yang baik, berkualitas tinggi dan menjamin
keamanan mutu produk.
PROYEK PEMBUATAN KONTEN VIDEO REELS INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI SENTRA WISATA KULINER BALAS KLUMPRIK KOTA SURABAYA
Perkembangan media sosial saat ini merupakan fenomena yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia secara signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial telah mengalami perkembangan yang pesat, baik dari segi jumlah pengguna maupun fitur yang disediakan. Peran media sosial tidak hanya sebatas alat komunikasi, tetapi telah menjadi media penting bagi berbagai aktivitas termasuk pemasaran, politik, dan edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Sentra Wisata Kuliner Balas Klumprik dalam mempromosikan melalui platform media sosial Instagram. Penelitian ini dilakukan selama tujuh hari, menggunakan metode penelitian kualitatif yang mencakup wawancara dan dokumentasi terhadap akun media sosial Instagram Sentra Wisata Kuliner Balas Klumprik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sentra Wisata Kuliner Balas Klumprik telah memanfaatkan fitur-fitur interaktif di Instagram Reels untuk menarik perhatian audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial Instagram secara strategis dapat menjadi alat yang efektif dalam membangun kesadaran merek, terutama dalam industri kuliner yang sangat bergantung pada visual dan interaksi langsung dengan konsume
ANALISIS PENGENDALIAN INTERNAL PENGELUARAN KAS KECIL PADA CV. X DI SURABAYA
Penelitian ini melihat sistem informasi akuntansi perusahaan dan upaya
untuk meningkatkan pengendalian internal di CV.X, sebuah perusahaan makanan
ringan di Indonesia. Dengan menggunakan kategori metode deskriptif yang
dikombinasikan dengan pendekatan kualitatif. Tujuan utama penelitian ini adalah
untuk mengevaluasi bagaimana sistem informasi akuntansi berfungsi dalam hal
pengeluaran kas kecil; tujuan kedua adalah untuk membuat metode untuk
meningkatkan kualitas pengendalian internal, terutama dalam hal prosedur
pengeluaran kas kecil. Metode penelitian yang digunakan termasuk observasi dan
wawancara mendalam dengan bagian adminitrasi. Studi ini menemukan beberapa
bagian dari prosedur, lingkungan pengendalian, kecurangan, tindakan
pengendalian, informasi dan komunikasi. bersama dengan pengawasan aktivitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pengelolaan kas kecil CV.X tidak
menggunakan metode apa pun. Selain itu, sistem pengendalian internal
pengelolaan kas kecil masih memiliki kelemahan dalam aktivitas pengendalian
seperti pemisahan tugas, kelengkapan dokumen, dan otorisasi untuk permintaan
uang tunai kecil. Berdasarkan temuan ini, peneliti menyarankan prosedur
permintaan dana kas kecil yang menggunakan sistem dana tetap (Imprest fund
system). Prosedur ini melibatkan alur kerja, tingkat DFD 0, tingkat DFD 1, dan
perbaikan pengendalian internal dalam pemisahaan tugas untuk menghindari
konflik kepentingan. Peneliti juga menyarankan dokumen permintaan dana kas
kecil yang perusahaan belum memiliki. Diharapkan implementasi ini akan
membantu pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan
meningkatkan efisiensi prosedur dan sistem pengendalian internal CV.X
HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN INDEKS MASSA TUBUH ( IMT ) DENGANKE JADIAN USIA MENOPAUSE DI WI LAYAH KERJA PUSKESMAS KEBOMAS
Menopause merupakan fase dimana siklus menstruasi berhenti secara alami selama
dua belas bulan berturut-turut yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia
menarche, merupakan pertama kali wanita mengalami haid. Dan indeks massa
tubuh (IMT) merupakan pengukuran status gizi atau statistik yang memperkirakan
jumlah lemak tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan seseorang. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara usia menarche dan indeks
massa tubuh terhadap kejadian usia menopause di wilayah kerja Puskesmas
Kebomas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan
menggunakan metode secara analitik korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh wanita usia 45-55 tahun
di wilayah kerja Puskesmas Kebomas yaitu sebanyak 90, sampel yang digunakan
73 responden, teknik sampling yang digunakan merupakan purposive sampling, alat
ukur yang digunakan berupa kuesioner. Hasil yang didapatkan bahwa Sebagian
besar mengalami menarche di usia 10-15 tahun (69,9%) dan memiliki nilai IMT
obesity I sebanyak 30 (41,1%). Hasil dari SPSS menunjukan ada hubungan karena
nilai P 0,00<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya hubungan antara
usia menarche dan indeks massa tubuh dengan kejadian menopause. Diharapkan
bagi tenaga kesehatan dapat memberikan layanan konseling, informasi, edukasi dan
komunikasi tentang menopause agar para wanita pra lansia lebih siap menghadapi
menopause