82567 research outputs found
Sort by
Privatisasi BUMN Persero
This research is based on the theoritical and practical
debate concerning privatization in Indonesia. Privatization
is a process or manner in which the ownership and the operation
of state property is transferred to th~ private sector.
Some basic problems worth examine are (1) •How is the base
framework and direction privatization of BUMN particularly
which are related with the meaning privatization, purpose and
pri-vatization process, legal status of BUMN resulting in the
change of the BUMN legal arrangement (2) How is the privatization
of BUMN is not against the provision of article 33 (2)
of the 1945 constitution (3) How is the criteria being used
in the privatization of BUMN in Indonesia concerning the
branches of production clasified as important to the country
which dominate the lives of most of the people.
From the research it is evident that privatization of
BUMN in Indonesia dealing with the legal status of BUMN and
resulted in the change of the legal arrangement towards a
BIIMN would have a legal affect in the competence of regulating
and developing BUMN which is no longer executed directly
to each BUMN, but rather has to follow" a mechanism through a
RUPS based according law No. 1/1995 concerning PT.
Implication of privatization BUMN which related article
33 (2) of the 1945 constitution is a competence owned by the
state to regulate the allotment and development of the
branches of production important to the state and dominate
the lives of most the people. The domination of the state
does not really means the owner in which the operation could
be hand over to other party. On the contrary, the meaning of
state domination ie construed ae a etate competence to regulate
the allotment and the development which resulted the
operation of the branches of production could be transfered
some part to the other party through KSP or KSO. It could be
concluded that the privatization of BUMN is not incompatible
with the provision of article 33 (2) of the 1945 constitution
as far as the state competence is concerned. On the other
hand, one basic criteria in conducting privatization of BUMN
is that in the case of a BUMN which operate the branches of
production important to the state and dominate the lives of
the people, then the privatization should not be carried out
totally in full in order to keep the existance of the state
competence. On the contrary, a BUMN which operate branches of
production and considered not so important to the state and
does not dominate the lives of the people, in this case the
privatization can be conducted in full, thoroughly
Pengaruh Psychological Safety Terhadap Felt Accountability: Perceived Insider Status Sebagai Mediator
Indonesia termasuk negara berkembang dengan permasalahan korupsi yang masih banyak terjadi khususnya pada sektor bisnis. Akuntabilitas dianggap sebagai salah satu faktor penting yang berkontribusi dalam mengurangi tingkat korupsi. Tidak adanya akuntabilitas karyawan dapat bertindak tanpa memikirkan konsekuensi yang dikenakan, dan perusahaan atau organisasi akan sulit beroperasi secara efisien. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh psychological safety terhadap felt accountability dengan perceived insider status sebagai mediator. Berdasarkan Role Identity Theory (RIT), menunjukkan bahwa psychological safety menjadi faktor internal yang krusial dalam menciptakan kondisi yang mendukung keterlibatan karyawan di tempat kerja. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 100 karyawan BUMN dan Swasta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keamanan psikologis karyawan bisa menjadi pendorong untuk membentuk serta meningkatkan felt sccountability karyawan melalui peran mediasi perasaan keterikatan dengan organisasi tempat kerja atau perceived insider status
Hubungan Antara Kesepian dengan Ide Bunuh DIri Pada Dewasa Awal
Permasalahan terkait kesehatan mental merupakan permasalahan yang sedang berkembang pada rentang usia dewasa awal di dunia. Pada masa dewasa awal, bunuh diri merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah kecelakaan. Dilansir dari World Health Organizations, Indonesia menempati peringkat kedua se Asia Tenggara pada tingkat bunuh diri. Dikarenakan kompleksnya permasalahan bunuh diri, terdapat banyak faktor resiko yang dapat berkontribusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan ide bunuh diri pada dewasa awal. Studi ini memiliki sampel yang terdiri dari 67 individu dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun (18 laki-laki, 49 perempuan). Untuk mengukur keadaan partisipan, digunakan alat ukur UCLA Loneliness Scale Version-3 dan juga Adults Suicidal Ideation Questionnaire. Data dianalisis dengan cara korelasi matriks pada Jamovi versi 2.3.28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian berdampak positif signifikan terhadap ide bunuh diri pada dewasa awal (p < 0,001; r = 0,559). Dengan kata lain, tingkat kesepian yang tinggi dapat memprediksi tingkat ide bunuh diri yang tinggi pula pada usia dewasa awal
Pengaruh Peer Influence terhadap Privacy Concern Remaja SMA dalam Bermedia Sosial
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh peer influence terhadap privacy concern, remaja SMA dalam menggunakan media sosial. Pengaruh teman sebaya (peer influence) berperan signifikan dalam membentuk sikap remaja terkait privasi di media sosial, baik secara positif maupun negatif. Privasi menjadi isu penting mengingat meningkatnya risiko kebocoran data pribadi akibat penggunaan media sosial yang intens. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner daring. Subjek penelitian adalah 172 siswa SMA berusia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala Privacy concern, dari Buchanan dkk. (2007) dan skala Peer influence dari Ngo dkk. (2023). Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana menggunakan software IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara Peer influence terhadap privacy concern, remaja (r=0,291, p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa tekanan sosial dari teman sebaya dapat memengaruhi kesadaran remaja terhadap risiko privasi di media sosial
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN TINGKAT RESILIENSI PADA ATLET YANG PERNAH MENGALAMI PELECEHAN SEKSUAL
Pelecehan seksual merupakan permasalahan yang ternyata cukup banyak terjadi pada
atlet, mulai dari atlet amatir hingga atlet elit. Hal ini dapat menimbulkan perubahan pada kondisi
psikologi para atlet seperti merasa cemas, takut, depresi, mengalami gangguan tidur, menarik diri
dari lingkungan sosial, dan lain sebagainya. Sehingga perlunya resiliensi pada atlet guna untuk
merubah respon atau penilaian psikologis dari atlet terhadap kondisi yang dialami dan
mewujudkan kualitas individu atlet yang dapat berkembang dalam menghadapi penderitaan dan
dapat kembali tetap berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara
regulasi emosi dengan tingkat resiliensi pada atlet elit, professional, dan amatir yang pernah
mengalami pelecehan seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif
dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dikumpulkan dari 63 atlet laki-laki
dan perempuan pada seluruh jenjang atlet di seluruh Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat korelasi yang positif antara variabel regulasi emosi dengan resiliensi
The Effects of Ketone Body β-hydroxybutyrate on eNOS Levels and VCAM-1 Expression in Wistar Rats Exposed to Cigarette Smoke
Background and Aim: Cigarette smoking is strongly associated with coronary artery disease and atherosclerosis, both of which are influenced by endothelial dysfunction. Antioxidant therapy has the potential to inhibit the pathogenesis of atherosclerosis. purpose of the study was to assess the antioxidant potential of β-hydroxybutyrate by examining its effects on eNOS levels and VCAM-1 expression in male Wistar rats exposed to cigarette smoke. Material and methods:. There were 25 Wistar rats involved in this study under a laboratory experiment, which were distributed into five experimental groups. Two control groups were included, with one group receiving no intervention (K-) and the other group exposed to daily exposure to 40 cigarette smoke (K+). The remaining three groups received daily doses of β-hydroxybutyrate-(R)-1,3-butanediol monoester supplement (DeltaG; KE) at 1.5 g/kg/day (P1), 3 g/kg/day (P2), and 6 g/kg/day (P3), respectively, in addition to daily exposure to 40 cigarette smoke. After a 28-day exposure period, eNOS levels and VCAM-1 expression in the aortic tissue were measured. The data were analyzed using the ANOVA test, followed by Fisher’s LSD post hoc test. Results: The administration of β-hydroxybutyrate led to a significant increase in eNOS levels in the Wistar rat aorta (p = 0.036; p 0.05). Conclusion: This study demonstrated that while Wistar rats exposed to cigarette smoke for 28 days experienced an increase in eNOS levels, there was no decrease in VCAM-1 expression.These findings suggest the potential of β-hydroxybutyrate as a vasodilator in mitigating the effects of cigarette-induced endothelial dysfunction
Dinamika Psikologis Korban Kekerasan Seksual
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis korban kekerasan seksual melalui metode kualitatif literatur review. Penelitian ini mengkaji berbagai literatur akademis untuk mengidentifikasi dampak psikologis, mekanisme koping, peran dukungan sosial, dan stigma sosial yang mempengaruhi korban kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban kekerasan seksual mengalami dampak psikologis yang signifikan seperti PTSD, depresi, dan kecemasan. Mekanisme koping adaptif, seperti mencari dukungan sosial dan terapi, terbukti membantu dalam pemulihan, sementara mekanisme maladaptif memperburuk kondisi korban. Dukungan sosial yang positif dan intervensi psikologis yang tepat dapat mempercepat pemulihan, sementara stigma sosial dan kurangnya dukungan menghambat proses ini. Kesimpulannya, pemahaman mendalam tentang dinamika psikologis ini sangat penting untuk merancang intervensi yang efektif dan mendukung pemulihan korban secara menyeluruh.
Kata Kunci : kekerasan, psikologis, seksua
Hubungan Gaya Nostalgia Personal Terhadap Academic Self-Efficacy dengan Adaptasi Kesedihan Sebagai Mediator pada Mahasiswa yang Mengalami Parental Death
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya nostalgia personal terhadap academic self-efficacy yang dimediasi oleh adaptasi kesedihan pada populasi mahasiswa yang mengalami parental death dalam dua tahun terakhir. Hipotesis pada penelitian ini meliputi (1) Terdapat hubungan antara gaya nostalgia personal terhadap academic-self-efficacy, (2) Terdapat hubungan antara adaptasi kesedihan dengan academic self-efficacy, (3) Terdapat hubungan antara gaya nostalgia personal terhadap academic self-efficacy yang dimediasi oleh adaptasi kesedihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode survei daring (N = 92). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan RFS yang dikembangkan oleh Harris dkk. (2014) dan terdiri dari 16 butir, skala CBI oleh Cann dkk. (2009) sebanyak 9 butir, skala ISLES-Comprehensibility subscale oleh Holland dkk. (2010) sebanyak 5 butir, dan TASES Indonesian Version sebanyak 25 butir oleh Darmayanti dkk. (2021). Hasil analisis data yang dilakukan dengan menguji hubungan mediasi melalui PROCESS Macro for SPSS 4.1 menunjukkan bahwa gaya nostalgia personal memiliki hubungan tidak langsung dengan academic-self efficacy yang memerlukan adaptasi kesedihan berupa meaning-made sebagai variabel mediasi
Dinamika Subjective Well-Being pada Pekerja Laki-Laki Long-Distance Marriage yang Tetap Bertahan dengan Pekerjaannya
Pekerja laki-laki yang menjalani pernikahan jarak jauh merupakan kasus yang sering terjadi. Menjalani dua peran dan tanggung jawab penting sekaligus dengan resiko stres kerja dan konflik kerja-keluarga menjadi perhatian khusus. Dinamika subjective well-being (SWB) pekerja melibatkan domain pekerjaan dan pernikahan subjek, dalam menilai kepuasan akan pengalaman kehidupan dan afek positif atau negatif melalui pandangan subjektif mereka (Diener, 2000). Terdapat 3 komponen penting yaitu afek positif, afek negatif, dan evaluasi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan ketiga subjek merasakan kesejahteraan atau “good life” ketika memiliki afek positif tinggi, afek negatif rendah, dan kepuasan akan domain kehidupan yang tinggi melalui pemaknaan positif akan akumulasi pengalaman kehidupan serta kepuasan akan domain kehidupan. Dinamika SWB pada pekerja diinterpretasikan pada sifat dari SWB mereka yang dinamis tergantung dari faktor-faktor penentu yang berasal dari eksternal maupun internal individu. Kepuasan hidup dari ketiga subjek bersifat fluktuatif tergantung situasi dan aspek diri. Peran dukungan organisasi akan produktivitas dan kesehatan mental pekerja serta dukungan dari keluarga terlibat
Hubungan Self-Esteem dengan Kecenderungan Bulimia nervosa pada Remaja Perempuan
Self-esteem yang rendah telah dihipotesiskan sebagai faktor risiko perkembangan gangguan makan, dengan sebagian besar penderita bulimia adalah remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan bulimia nervosa pada remaja perempuan secara global. Narrative review yang kami lakukan menunjukkan beberapa penelitian terdahulu membuktikan bahwa kecenderungan bulimia nervosa salah satunya disebabkan karena rendahnya tingkat self-esteem reposnden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan gangguan makan bulimia nervosa pada remaja perempuan. Dapat disimpulkan bahwa self-esteem yang rendah dapat membuat individu lebih rentan mengalami gangguan makan bulimia nervosa