Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Pengaruh Komunikasi Therapeutik Terhadap Perubahan Sikap “Anxiety Death" Lansia Di RSJ Lawang: Penelitian Kuasi Eksperimental

    Get PDF
    Death is the final process of human live on this world. Old people have physical and mental decrease and finally die. Death is a mystery that frightened by every human being. Geriatrics on RSJ Lawang have same problem, to anxiety death. at november 2002, How far the therapeutic communication had changed anxiety death on the obyective at phast resent is to done the effect of therapeutic communication to anxiety death. Quasy experiment with randomized pre and post test design was carried out in this study. Ten geriatrics, who have anxiety death problem were selected based on purposive sampling as a sample. They then divided into control and intervention group of the study (1 0 geriatrics each). The communication therapeutic was applied 6 times for intervention group. Data were collected by questionnaire and observation and then they were analyzed by WILCOXON (Z-test), With significance level p<0,05 The result shows that there were found a significant differences the attitude between control and intervention anxiety death to old Z= -3 ,842 and p=0,004. It is concluded that therapeutic communication has significally effect on facilitating to change the attitude anxiety death at geriatrics patient. Therapeutic communication have good effect to decrease the anxiety death on psychogeriatrics

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) SECARA TOPIKAL TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR GRADE II PADA MARMUT (CAVIA COBAYA)

    Get PDF
    Ekstrak daun pare lebih cepat mengecilkan radius kemerahan luka bakar grade II pada fase inflamasi dibandingkan kelompok kontrol. Ekstrak daun pare lebih cepat dalam memperbanyak pembentukan jaringan granulasi dan penutupan tcpi luka bakar grade II pada fase proliferasi dibandingkan kelompok kontrol. Ekstrak daun pare dapat mempercepat penyembuhan luka bakar grade II, khususnya pada fase proliferasi

    Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap Dan Pelaksanaan Tindakan Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesar Dengan Anestesi SAB (Sub Arachnoid Block) Di Ruang Kebidanan Merpati RSU Dr. Soedono Madiun

    Get PDF
    Sectio Caesar is a surgery to give birth to a fetus by opening the abdominal wall and uterus. After surgery, early mobilization is an irnportant factor in accelerating post-surgical recovery and can prevent post-surgical complications. Mobilize represent ability of someone to make a move freely is, easy, regular, having a purpose to fulfill requirement of healthy life, and important for independence. This study used cross sectional design. The population is all patient with sectio Caesar operate in merpati obstetrics room dr Soedono Hospital. The sample was 20 respondents, selected by using consecutive sampling. The independent variable are knowledge and attitude , and the dependent variable is behavior of action mobilization early. Spearmen correlation test results obtained rho value p = 0.000 with a correlation coefficient of 0.865, which means there is a strong relationship between knowledge and attitudes of patients. Furthermore, the correlation test results obtained value p = 0.000 with a correlation coefficient of 0.723, which means there is a strong relationship between knowledge and action early mobilize patients. And the results of correlation test results obtained p = 0.003 with a 0.632 correlation koefisian which means there is a strong relationship between attitudes and actions Early mobilization of patients post surgery with anesthesia Sectio Caesar SAB (Aracnoid Sub Block).). By this all initial hypothesis (Hi) is received. Health workers (midwives) who served in the obstetrics should always provide health education, especially regarding early mobilization in patients who would perform surgery patients Sectio Caesar and Caesar's post Sectio operation and observed directly and regularly about the actions of early mobilization of patients that can accelerate the healing process of patients

    PENGETAHUAN SIKAP DAN PANDANGAN PENGGUNA JAMU TRADISIONAL KEMASAN DI KOTAMAOYA SURABAYA

    Get PDF
    Penggunaan jamu s ebagai salah satu alte r natif pengobatan, menarik untuk dipelaj ari lebih lanjut, karena jamu sendiri mempunyai macam- macam jenis dan juga untuk mengobati bernbagai macam jenis penyakit. Hal ini terutama dapat dilihat dalam jamu tradisional kemasan. Hunculnya jamu kemasan dalam masyarakat ternyata juga mendapat respon dari masyarakat dengan mengkonsumsi jamu tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan jamu tersebut dalam masyarakat dianggnp fungsional untuk perawatan kesehatan maupun untuk pengobatan . Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui bagaimana pengetahuan, sikap dan pandangan dari masyarakat pengguna jam) tradisional kemasan terhadap keberadaan jamu tradisional kemasan. Rancang bangun penelitian ini adalah survey de~kriptif dengsn pendekatan cross-sectional yang dilakukan di lapan~an melalui wawancara . Sampel diambil sebesar 100 responden dengan cara random . Hasil penelitian didapatkan, 67% dari respond en berusia antara 22-38 tahun, berpendidikan SLTA sebanyak 39~ bahkan ada yang berpendidikan PT ( perguruan tinggi) sebanyak 15~ . Pekerjaan responden terbanyak adalah pegawai swasta ( 28%) dan setelah diidentifikasi penghasilannya ternyata sebanyak 32~ dari mereka yang mengkonsumsi jamu tidak berpenghasilan (karena masih mahasiswa ataupun ibu rumah tangga ) . Sebagaian abesar (25~) responden telah mengkonsumsi jamu antara 1-5 tahun, namun ada yang telah mengkonsumsi jamu lebih dari 20 tahun sebanyak 23X. Dengan alasan mi num jamu karena manjur dan cocok (33%), serta jamu yang paling sering dikonsumsi adalah jamu cap pot ret Ny. Heneer (38X). Responden umumnya (48% ) mengkonsumsi jamu untuk menjaga penampilan dan meminum jamu komplit (65%) artinya minum ' jamu lengkap dengan campuran telur dan madu. Pengetahuan tentang bentuk fisik jamu yang berupa serbuk/ bubuk ternyata paling dikenal oleh responden (97%), pengetahuan tentang penggolongan jamu (87%) mengatakan jamu untuk menyembuhkan penyakit . Pandangan responden tentang perlunya jamu dilestarikan karena alasan tradisi (44%). 58% dari responden menyatakan manfaat jamu untuk menyehatkan badan dan 73% menyatakan bahwa meminum jamu tidak ada efek sampingny

    Survey Tentang Pengetahuan Dan Sikap Pehilik Anjing Di Kelurahan Darmo Kecahatan Wonokroho Kotahadya Surabaya Terhadap Rabies

    Get PDF
    Survey ini bertujuan mengetahui tingkat pengeta-huan dan sikap pemilik anjing terhadap rabies serta menguji hubungan antara pengetahuan dan sikap pemilik anjing terhadap rabies. Survey dilakukan dengan metode kuesioner kepada pemilik anjing di Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Kotamadya Surabaya. Materi kuesioner berbentuk pertanyaan pilihan meliputi empat bagian, yaitu : (1) data identitas responden, (2) faktor yang dapat mempengaruhi kejadian rabies,(3) pengetahuan akan rabies dan (4) sikap terhadap rabies. Data tentang pribadi responden dan faktor yang dapat mempengaruhi kejadian rabies dikelompokkan dan ditabulasi dalam bentuk prosentase. Uji Khi Kuadrat digunakan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing data identitas responden dan masing-masing faktor yang dapat mempengaruhi kejadian rabies dengan tingkat pengetahuan pemilik anjing. Analisis yang sama juga dilakukan pada tingkat sikap. Pengetahuan terhadap rabies tiap responden dinilai dengan skor nol sampai lima sedang sikap dinilai dengan skor satu sampai lima. Hasil penjumlahan pertanyaan tiap pengetahuan dan sikap dari masing-masing responden dijumlahkan lalu dikelompokkan secara dis-tribusi frekuensi dalam tiga kategori yaitu: baik, cukup dan kurang. Hubungan antara pengetahuan dan sikap diuji dengan Analisa Regresi dan Korelasi. Dalam survey didapatkan 42 responden yang dianggap sebagai sampel di Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Kotamadya Surabaya. Pengetahuan dari responden dalam penelitian ini tergolong cukup sedangkan sikapnya tergolong sangat baik. Dijumpai adanya hubungan linier positif antara pengetahuan dan sikap pemilik anjing terhadap rabies

    Pengaruh Penyuluhan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pasien Tentang Pencegahan Kekambuhan Hipertensi: Penelitian Pra Eksperimen Di Wilayah Kerja Puskesmas Klampis Ngasem Surabaya

    Get PDF
    Hypertension patients have a high risk of recurrence, whenever or wherever they are. The recurrence can be prevented by having a healthy behavior, such as reducing high salt and lipid consumption, preventing stress, regular exercise, and increasing the consumption of vegetables and fruit. This healthy behavior is influenced by several factors, including knowledge. A lack of knowledge may rise the risk of hypertension. Promotion is one of some methods to improve the patients knowledge. This study was undertaken to fmd the influence of promotion on the patiens knowledge on the prevention of hypertension recurrence in the working area of Klampis Ngasem Community Health Center, Surabaya. This study used pre-experimental (one group pre and post-test) design. Population was all primary hypertension patiens visiting Klampis Ngasem Community Health Center. Sampels consisted of 20 individuals, taken by means of purposive sampling. The independent variable was promotion, and the dependent variable was patients knowledge. Data collection were carried out using questionnaire~ and analyzed with wilcoxon sign rank test at significance level of p=O.OS. Result revealed significance level of p=O.OOO. This indicated that promotion has a significant influence on the improvement of knowledge on the prevention of hypertension recurrence

    ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI PENERAPAN METODE BIMBINGAN KLINIK BEDSIDE TEACHING PADA PEMBIMBING KLINIK DI INSTALASI RAWAT INAP BEDAR DAN MEDIK RSU Dr. SOETOMO SURABAYA

    Get PDF
    Siswa, dilakukan di samping tempat tidur klien, yang terdiri dari kegiatan mengamati keadaan klien dan asuhan keperawatan yang diperlukan klien. Untuk memperoleh hasil yang optimal, diperlukan peran pendidik klinis yang menerapkan pedside mengajar sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan metode pendidikan klinis pengajaran samping tempat tidur. Penelitian ini dilakukan di Bangsal Bedah dan Kedokteran dr. Soetomo Rumah Sakit Surabaya, dengan sampel sebanyak 24 responden. Penelitian ini digunakan desain penampang. Data diambil dengan menggunakan angket dan observasi, dan dianalisis menggunakan uji logistik regresi dengan tingkat signifikansi 0,05 untuk menemukan korelasi antara kapasitas pendidik klinis dalam menerapkan metode bedside teaching dan hubungan fasilitas dan peralatan dengan penerapan pedside mengajarkan metode pendidikan klinis. Hasil uji statistik regresi logistik menunjukkan 0,40~ dengan tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan tidak ada korelasi antara pendidik klinis kemampuan dan penerapan bedside teaching~ dan 0,020 dengan tingkat signifikansi < 0,05, menunjukkan korelasi yang signifikan antara fasilitas dan peralatan dengan penerapan pengajaran di samping tempat tidur. Kesimpulannya, kemampuan pendidik klinis tidak ada korelasinya dengan penerapan pengajaran di samping tempat tidur, sementara fasilitas dan peralatan memadai harus dimiliki korelasi dengan penerapan pengajaran samping tempat tidur yang andal. Kami memerlukan studi lebih lanjut tentang hal ini korelasi antara motif pendidik klinis dan penerapan pengajaran di samping tempat tidur metode pendidikan klinis

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN PEMBERIAN NUTRISI MELALUI NASO GASTRIC TUBE

    Get PDF
    Pemberian nutrisi melalui selang nasogastrik merupakan pilihan utama bagi klien yang dapat tidak melakukan konsumsi nutrisi fisiologis secara oral yang disebabkan oleh beberapa alasan dan Inilah tugas perawat dalam memberikan nutrisi melalui selang nasogastrik dengan bekerja sama dokter dan ahli gizi. Pemberian nutrisi yang tidak adekuat melalui selang nasogastrik bisa menyebabkan kebutuhan nutrisi klien tidak tercukupi, sehingga pasien mengalami kekurangan nutrisi dan proses pemulihan yang lama juga. Pengetahuan perawat dan sikap positifnya dalam melaksanakan pemberian nutrisi melalui Pemasangan selang nasogastrik dapat memenuhi kebutuhan nutrisi klien selama berobat. Observasi 1bis dirancang dengan menerapkan pendekatan cross sectional secara syarqf Ruang A" RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Responden pada saat observasi adalah perawat operasional yang beranggotakan 20 orang. Variabel observasi TI1e adalah asosiasi antara pengetahuan perawat dengan sikapnya dalam melaksanakan pemberian nutrisi melalui selang nasogastrik. Data diambil dengan menggunakan observasi dan angket metode distribusi, dan kemudian data disajikan dalam bentuk tabel. Terakhir, Spearman uji korelasi-statistik digunakan, dan memiliki tingkat signifikan p = 0,05. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa secara umum pengetahuan perawat adalah baik (70%), sikap positif (85%), dan penerapan baik (70%), lalu melaksanakan uji korelasi-statistik Spearman ternyata cukup Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat dalam melaksanakan pemberian nutrisi melalui selang nasogastrik (r = 0,77) dengan hasil derajat signifikan p = 0,000 dan terdapat hubungan yang cukup signifikan antara sikap perawat dalam melaksanakan pemberian nutrisi melalui selang nasogastrik (r = 0,642) dengan hasil derajat signifikan p =0,002. Dari penelitian tersebut, terdapat kaitan yang cukup antara pengetahuan dan sikap perawat dalam melaksanakan pemberian nutrisi melalui selang nasogastrik nutrisi dengan terdapat beberapa perawat lulusan tinggi dan perawat berpengalaman berkualitas

    Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Klien Dengan Hemoptisis

    Get PDF
    Hemoptisis atau batuk: dara suatu stressor pencetus terjadinya kecemasan karena merupakan suatu keadaan yang mengerikan bagi penderita maupun keluarganya. Oleh karena itu, ketenangan penderita mutlak diperlukan. Kira - kira 15% dari penderita hemoptisis tidak dapat ditentukan secara pasti penyebabnya meskipun telah dilakukan berbagai pemeriksaa.n. Jadi jika hemoptisis tidak henti-hentinya atau berulang-ulang harus dicurigai sebagai penyakit yang serius, sehingga ini menyebabkan kecemasan bagi klien. Kecemasan dapat diekspresikan secara langsung melalui perubahan fisiologis dan perilaku secara tidak langsung melalui timbulnya gejala atau mekanisme koping sebagai upaya untuk melawan kecemasan. Individu dapat mengatasi kecemasan dengan menggerakkan sumber koping di lingkungan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, sample penelitian diambil dari pasien yang sesuai dengan criteria inklusi yang dirawat di ruang Paru-paru RSUD Dr. Soetomo Surabaya dengan besar sample sebanyak 21 responden. Pemilihan sample dilakukan dengan probality sampling jenis accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara berstruktur dengan menggunakan kuesioner dan dianalisa dengan menggunakan uji statistik Regresi Linier dengan tingkat signifikan ~ 0,05. Hasil analisa menunjukkan 7 responden (33%) mengalami cemas ringan, 9 responden (43%) mengalami cemas sedang dan 5 responden (24%) mengalami cemas berat. Sebagian besar responden berumur > 35 tahun 12 responden (57%), pendidikan SLTP/SLTA 12 responden(57%) dan pekerjaan buruh 12 responden (57%). Hasil uji Regresi Linier terhadap tingkat kecemasan menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan umur p=O,OOO, pendidikan p=0,003 dan pekerjaan p=0,004. Berdasarkan gambaran diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara umur, pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat kecemasan. Kata kunci : Kecemasan, umur, pendidikan, pekerjaan

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇