17581 research outputs found
Sort by
Norma dan standar laboratorium/bengkel SMK: kompetensi keahlian teknik pengecoran logam
Disrupsi teknologi di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan semakin meluasnya penerapan otomatisasi, artificial intelligence, big data, internet of things(loT) di industri dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA) mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada cara belajar, cara berinteraksi dan cara bekerja. SMK dituntut menghasilkan lulusan yang semakin relevan dan adaptif dengan tuntutan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di IDUKA saat ini dan masa depan. Untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing dalam mendukung agenda Making lndonesia 4.0diperlukan dukungan dan adopsi peralatan yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0 di SMK sehingga lulusan SMK memiliki keterampilan baru yang dibutuhkan pasar kerja ke depan.
Untuk menjamin kualitas proses pembelajaran yang bermutu dan relevan di SMK, maka diperlukan norma dan standar peralatan yang menunjang terwujudnya capaian pembelajaran di setiap kompetensi keahlian. Pengembangan norma dan standar peralatan ini dilandaskan pada kebutuhan kurikulum, klaster uji kompetensi kerangka kualifikasi kerja nasional (KKNI) untuk SMK, kompetensi jabatan pertama lulusan SMK dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja di era industri 4.0
Panduan penguatan literasi dan numerasi di sekolah
Keberadaan TPLD sangat strategis dalam penguatan literasi dan numerasi di sekolah. Strategi implementasi di ranah fisik, sosial-afektif, dan akademik menjadi pintu masuk bagi terciptanya budaya literasi di sekolah. Sekolah akhirnya menjadi simpul kolaborasi yang bertujuan membangun warga sekolah sebagai pembelajar sepanjang hayat. Panduan ini dibuat sebagai media pengantar bagi penyamaan persepsi semua pihak. Bahwa penguatan literasi dan numerasi, baik di masa pandemi maupun di masa sesudahnya, perlu keterpaduan dalam gerak dan pikir bersam
Norma dan standar laboratorium/bengkel SMK: kompetensi keahlian teknik pengelasan
Disrupsi teknologi di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan semakin meluasnya penerapan otomatisasi, artificial intelligence, big data, internet of things(loT) di industri dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA) mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada cara belajar, cara berinteraksi dan cara bekerja. SMK dituntut menghasilkan lulusan yang semakin relevan dan adaptif dengan tuntutan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di IDUKA saat ini dan masa depan. Untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing dalam mendukung agenda Making lndonesia 4.0diperlukan dukungan dan adopsi peralatan yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0 di SMK sehingga lulusan SMK memiliki keterampilan baru yang dibutuhkan pasar kerja ke depan.
Untuk menjamin kualitas proses pembelajaran yang bermutu dan relevan di SMK, maka diperlukan norma dan standar peralatan yang menunjang terwujudnya capaian pembelajaran di setiap kompetensi keahlian. Pengembangan norma dan standar peralatan ini dilandaskan pada kebutuhan kurikulum, klaster uji kompetensi kerangka kualifikasi kerja nasional (KKNI) untuk SMK, kompetensi jabatan pertama lulusan SMK dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja di era industri 4.0
Panduan program kewirausahaan mahasiswa Indonesia 2021
Program Kewirausahaan 2021 memiliki 4 kegiatan unggulan yaitu Workshop Kewirausahaan, Kegiatan Berwirausaha Mahasiwa Indonesia (KBMI), Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) dan Pendampingan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PWMI). KBMI ditujukan untuk mahasiswa yang memerlukan stimulasi dana pengembangan usaha dan ASMI ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki startup digital dan memerlukan akselerasi usahanya ke
tahap lanjut. Buku panduan ini disiapkan sebagai acuan penyelenggaraan Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia tahun 2021 untuk perguruan tinggi dan LLDIKTI. Ayo perkaya idemu, kembangkan usahamu dan raih suksesmu. Mahasiswa berwirausaha, Indonesia maj
Norma dan standar laboratorium/bengkel SMK kompetensi keahlian teknik pendinginan dan tata udara
Disrupsi teknologi di era revolusi industri 4.0 ditandai dengan semakin meluasnya penerapan otomatisasi, artificial intelligence, big data, internet of things (loT) di industri dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA) mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada cara belajar, cara berinteraksi dan cara bekerja. SMK dituntut menghasil-kan lulusan yang semakin relevan dan adaptif dengan tuntutan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di IDUKA saat ini dan masa depan. Untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing dalam mendukung agenda Making lndonesia 4.0 diperlukan dukungan dan adopsi peralatan yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0 di SMK sehingga lulusan SMK memiliki keterampilan baru yang dibutuhkan pasar kerja ke depan.Untuk menjamin kualitas proses pembelajaran yang bermutu dan relevan di SMK, maka diperlukan norma dan standar peralatan yang menunjang terwujudnya capai-an pembelajaran di setiap kompetensi keahlian. Pengembangan norma dan standar peralatan ini dilandaskan pada kebutuhan kurikulum, klaster uji kompetensi kerangka kualifikasi kerja nasional (KKNI) untuk SMK, kompetensi jabatan pertama lulusan SMK dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja di era industri 4.0.Dengan adanya norma dan standar ini diharapkan dapat menjadi acuan penye-diaan peralatan di SMK baik oleh pemerintah, penyelenggara SMK, IDUKA dan para pemangku kepentingan lainnya. Norma dan standar ini disusun sebagai bagian pen-jaminan mutu dalam pengembangan dan penyelenggaraan SMK. Norma, standar, prosedur, dan kriteria peralatan praktik SMK ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan seperangkat peralatan praktik yang menunjang untuk kompetensi keahlian Teknik Pendinginan dan Tata Udara untuk menghasilkan profil lulusan seperti dijelaskan dalam kegiatan teaching factory SMK dalam menumbuhkan kompetensi, ke-mandirian dan kewirausahaan
Modul belajar mandiri calon guru aparatur sipil negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bidang studi seni budaya - teater
Modul bahan belajar mandiri bidang studi Seni Budaya Aspek Seni Teater berisi pembelajaran - pembelajaran bagi calon guru P3K yang yang terdiri dari :
• Pembelajaran 1. Konsep Seni Teater
• Pembelajaran 2. Klasifikasi Seni Teater
• Pembelajaran 3. Naskah Lakon Seni Teater
• Pembelajaran 4. Pemeranan Seni Teate
Modul belajar mandiri calon guru aparatur sipil negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bidang studi Bahasa Perancis
Bahan belajar mandiri bidang studi bahasa Prancis ini berisi pembelajaran - pembelajaran bagi calon guru P3K yang yang terdiri dari:
• Pembelajaran 1. Compréhension de l’oral (Keterampilan Mendengar)
• Pembelajaran 2. Compréhension des écrits (Keterampilan Membaca)
• Pembelajaran 3. Production orale (Keterampilan Berbicara)
• Pembelajaran 4. Production écrite (Keterampilan Menulis
Vocational education policy white paper vol. 3 no. 2 tahun 2021 : profil sanitasi Sekolah Menengah Kejuruan guna pembukaan sekolah di tengah pandemi
Rencana pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah di tengah Pandemi perlu dipersiapkan dengan matang. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan oleh sekolah dan daerah yakni memastikan terlaksananya protokol kesehatan yang ketat dengan didukung oleh kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk ketersediaan sarana air, sanitasi, dan kebersihan atau higiene. Kajian kebijakan ini disusun untuk mengetahu sejauh mana ketersediaan akses fasilitas sanitasi di sekolah khususnya di SMK. Hasil analisa data menunjukkan bahwa ketercapaian indeks layanan dasar sekolah atas air, sanitasi, dan kebersihan untuk semua jenjang pendidikan masih rendah, lebih banyak sekolah yang belum memenuhi ketiga indikator indeks sanitasi sekolah dibandingkan dengan sekolah yang sudah memenuhi layanan dasar. Untuk tingkat SMK, mayoritas sekolah memiliki indeks sanitasi pada layanan terbatas. Hal ini menunjukkan sebagian besar SMK hanya memiliki akses dasar pada satu atau maksimal dua indikator (air/sanitasi/kebersihan). Terkait hal tersebut, strategi yang dapat diambil yakni menyiapkan akses air, sanitasi, serta kebersihan didepan sekolah, melakukan percepatan pemenuhan ketersediaan sarana sanitasi sekolah, mengkampayekan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah, memberlakukan sistem pemantauan kondisi sanitasi sekolah serta memberikan apresiasi pada setiap
kemajuan yang dilakukan oleh daerah dan sekolah
Evaluasi dan refleksi implementasi program Sekolah Penggerak Kalimantan Barat 2021
Video ini adalah kegiatan Evaluasi Implementasi Program Sekolah Penggerak Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 Desember 2021. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat dan 14 kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, Tim PMO (Pokja Manajemen Operasional)/ Tim Sekolah Penggerak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, Kabupaten/ Kota sasaran Program Sekolah Penggerak (PSP) tahap I dan II, pelatih ahli (PA), tim PMO LPMP Provinsi Kalimantan Barat serta tim PMO BP PAUD Provinsi Kalimantan Barat.
Evaluasi Implementasi Program Sekolah Penggerak merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk mengevaluasi Implementasi Program Sekolah Penggerak di Provinsi Kalimantan Barat. Pada tahun 2021 jumlah satuan pendidikan di Kalimantan Barat yang telah mengimplementasikan Sekolah Penggerak berjumlah 69 sekolah di seluruh jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SLB. Sebaran Sekolah Penggerak tahun 2021 adalah 19 sekolah di kabupaten Ketapang, 16 sekolah di kota Pontianak, 16 sekolah di kabupaten Kubu Raya dan 18 sekolah di kabupaten Sintang.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengidentitikasi permasalahan, mencari solusi dan menyusun rekomendasi serta rencana tindak lanjut pelaksanaan Program Sekolah Penggerak agar dapat berjalan efektif sesuai tujuan yang diharapkan. Kegiatan ini adalah bentuk fasilitasi LPMP Provinsi Kalimantan Barat untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Kusnadi, M.Si. Dalam sambutannya dipaparkan bahwa Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru) yang merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Harapannya PSP akan dijadikan sebagai model satuan pendidikan bermutu dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, kepala LPMP Provinsi Kalimantan Barat, Asep Sukmayadi, M.Si mengatakan bahwa Program Sekolah Penggerak terdiri dari lima intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan dalam rangka mewujudkan Pelajar Pancasila, yaitu Penguatan SDM sekolah, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data dan digitalisasi sekolah yang dilaksanakan melalui pendampingan yang konsultasif dan asimentris. Pendampingan konsultatif dan asimetris merupakan kemitraan antara Kemendikbudristek dan pemerintah daerah melalui pendampingan implementasi Sekolah Penggerak.
Model kegiatan dibagi menjadi 5 kelas kecil yang terdiri dari seluruh perwakilan unsur yang terlibat. Masing-masing 4 kelas kecil diikuti 20 – 23 peserta. Sedangkan 1 kelas khusus diperuntukkan bagi kepala dinas pendidikan dan kebudayaan se-Kalimantan Barat. Dalam kelas khusus ini kepala LPMP memoderasi jalannya diskusi. Dalam kelas kecil didiskusikan mengenai teknis dan implementasi PSP di lapangan. Dalam kelas khusus didiskusikan mengenai strategi, inisiasi dan mendiagnosis masalah/ hambatan pelaksanaan PSP di provinsi Kalimantan Barat.
Beberapa rekomendasi yang dirumuskan berdasarkan identifikasi dan perumusan masalah adalah pertama, perlunya pendampingan dan penguatan pelaksanaan PSP baik secara luring ataupun daring. Kedua, perlunya pendampingan dan penguatan PMO mengenai teknis pendokumentasian proses dan pelaporan pelaksanaan PSP di kabupaten/ kota. Ketiga, perlunya forum komunikasi yang efektif agar setiap pemangku kepentingan bisa berkoordinasi secara aktif dan kolaboratif.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat kepada perwakilan peserta yang hadir. Plakat sebagai simbol komitmen ini adalah bukti bahwa Kalimantan Barat siap melaksanakan serta menyukseskan Program Sekolah Penggerak. Sukses secara program, sukses juga ketika implementasi di lapangan.
#sekolahpenggerak #programsekolahpenggerak #merdekabelaja