17581 research outputs found
Sort by
Pedoman KoPSI : kompetisi penelitian siswa Indonesia
Pada tahun 2020, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) berubah nama menjadi Kompetisi Penelitian Siswa Indonesua (KoPSI), digelar sebagai agenda penting Pusat Prestasi Nasional dalam rangka membangun manusia Indonesia yang berkarakter kreatif dan inovatif. KoPSI berfokus pada karakter ilmiah ditumbuhkan melalui kegiatan kompetisi dalam rangka mengembangkan kemerdekaan berpikir guru dan siswa untuk terus meneliti. Ide-ide dalam penelitian dapat digali dari berbagai gejala, peristiwa, dan potensi yang ada di lingkungan sekitar siswa. Melalui kegiatan ini, kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar, termasuk menggali potensi sumber daya lokal yang
memiliki dampak global akan terus ditumbuhkan. Dengan demikian, KoPSI menjadi wadah bagi para siswa SMA/MA/sederajat untuk mengaktualisasikan bakat, minat, dan kemampuan dalam meneliti dan berinovasi serta menanamkan budaya meneliti di kalangan siswa. Kegiatan ini juga merupakan seleksi karya penelitian unggul untuk
diikutsertakan dalam berbagai lomba penelitian, forum ilmiah, serta publikasi nasional dan internasional.
Buku ini akan menjelaskan informasi mengenai prosedur, peraturan, dan mekanisme kegiatan KoPSI sebagai pedoman bagi penyelenggara KoPSI Tahun 2020
Petunjuk pelaksanaan Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN-MIPA) tahun 2020
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat harus menjadi peluang sekaligus tantangan untuk mahasiswa mengembangkan keilmuannya secara utuh. Kegiatan KN-MIPA diharapkan dapat diperoleh prestasi mahasiswa dan masukan untuk perbaikan mutu pendidikan tinggi khususnya di bidang MIPA serta ajang atau sarana promosi dalam rangka meningkatkan daya tarik bidang studi, pelajaran atau mata kuliah matematika, fisika, kimia, dan biologi di masyarakat.
Petunjuk pelaksanaan ini disusun untuk memudahkan para penyelenggara baik di tingkat perguruan tinggi, tingkat wilayah, maupun di tingkat nasional khususnya dalam menyeleksi para calon peserta dan penentuan juara secara lebih obyektif, akuntabel dan transparan, diterbitkan Pertunjuk Pelakasanaan KN-MIPA. Petunjuk pelaksanaan ini difokuskan pada hal-hal yang terkait dengan persyaratan, mekanisme dan tata cara seleksi serta cakupan materi yang diujikan
Dampak regulasi terhadap peningkatan mutu pembelajaran
Regulasi dan kebijakan pemerintah telah berhasil meluaskan akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan, namun belum mampu meningkatkan mutu pembelajaran. Analisis yang dilakukan Bank Dunia mengenai perkembangan pendidikan di Indonesia (Bank Dunia, 2018c), hasil PISA tahun 2000–2018 (Kurniawati dkk., 2018 dan Pusat Penilaian Pendidikan, 2018), serta survei kemampuan siswa kelas awal sekolah dasar (ACDP, 2014; Pusat Penilaian Pendidikan, 2016; dan INOVASI, 2018) menunjukkan mutu pembelajaran yang masih jauh tertinggal. Fakta ini menyisakan pertanyaan, apa yang salah dengan regulasi dan kebijakan di bidang pendidikan sehingga belum mampu meningkatkan mutu pembelajaran? Apa saja regulasi yang dianggap menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan dan inovasi pembelajaran? Bagaimana regulasi itu berdampak pada peningkatan mutu pendidikan dan inovasi pembelajaran? Pertanyaan-pertanyaan ini berangkat dari asumsi bahwa regulasi dan kebijakan merupakan hulu dari manajemen dan tata kelola yang baik dalam dunia pendidikan. Kajian ini berupaya menjawab permasalahan tersebut dengan mendasarkan pada temuan lapangan. Melalui pendekatan yang bersifat induktif ini, persoalan regulasi dan kebijakan dianalisis berdasarkan dampak yang dirasakan oleh para pemangku kebijakan di tingkat satuan pendidikan di beberapa daerah mitra dan non-mitra program INOVASI, antara lain Jawa Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Regulasi didalami guna memahami apakah terdapat persoalan yang bersifat inheren atau hanya bersifat penafsiran. Temuan persoalan dibatasi pada regulasi dan kebijakan yang berhubungan dengan kualitas pembelajaran di jenjang pendidikan dasar. Batasan tersebut mengarahkan kajian ini untuk fokus pada beberapa isu, yaitu kurikulum dan penilaian, pembelajaran dan guru, serta Biaya Operasional Sekolah (BOS). Melalui telaah terhadap tiga isu tersebut, kajian ini mengungkap adanya beberapa persoalan regulasi dan kebijakan. Pertama, kurikulum di kelas awal sekolah dasar tidak memberikan materi yang cukup untuk belajar membaca dan menulis permulaan. Kedua, beban kurikulum tambahan dan muatan lokal yang dianggap membebani proses pembelajaran. Ketiga, kriteria ketuntasan minimal (KKM) belum mengakomodasi keragaman dan keunikan siswa. Keempat, kebijakan di ranah pembelajaran bermasalah pada pendekatan taksonomi, RPP dan administrasi pembelajaran yang rumit, serta kebijakan jumlah rombel tidak mengakomodasi kemungkinan multigrade. Kelima, pada ranah guru, ketentuan bahwa guru harus “sehat jasmani dan rohani” dapat mendiskriminasi penyandang disabilitas, indikator kompetensi pedagogik dan profesional guru cenderung menggunakan pendekatan teoretis dan kurang memperhatikan penguasaan metode dan materi pembelajaran, penilaian guru cenderung tidak objektif dan mengarah pada pemenuhan administrasi, beban administrasi guru yang rumit baik yang terkait dengan pembelajaran (RPP, KKM, rapor manual dan online) maupun non-pembelajaran (administrasi kenaikan pangkat, Tunjangan Profesi Guru, serta tugas tambahan sebagai bendahara BOS). Keenam, petunjuk teknis (Juknis) BOS 2014 – 2019 disusun sebagai kebijakan yang reaktif, tambal sulam, terlampau rinci dan rumit, serta tidak berusaha menanggulangi inti masalah pendanaan pendidikan. Terkait berbagai temuan tersebut, kajian ini merekomendasikan perlunya revisi, sinkronisasi, maupun sosialisasi pada sejumlah regulasi dan kebijakan pada setiap isu yang dibahas dalam kajian ini. Selain itu, terdapat beberapa isu yang kiranya perlu dikaji lebih jauh
Pendidikan multikultur dan multiagama melalui pembelajaran sejarah (materi seminar kolegial)
Pendidikan Multikultur dan Multiagama Melalui Pembelajaran Sejarah” yang pembahasannya akan dibagi menjadi 3 besaran, yaitu Kesadaran Multikultural, Kesadaran Multiagama, dan, Pengintegrasian Multikultural dan Multiagama dalam pembelajaran Sejarah Tematik. Pembahasan Kesadaran Multikultural akan berisi tentang toleransi sosial yang berkaitan dengan multibahasa, suku dan adat istiadat. Sedangkan pembahasan Kesadaran Multiagama akan dibahas secara historis
Panduan orangtua mendampingi anak belajar dari rumah
Mendampingi anak belajar dari rumah, sambil orangtua mengerjakan pekerjaan yang harus diselesaikan dari kantor atau dari rumah memang menjadi tantangan tersendiri. Yang perlu dingat adalah orangtua di rumah bukan untuk menggantikan semua peran guru di sekolah. Untuk mendapatkan ide cara mendampingi yang efektif, orangtua dapat menerapkan panduan mendampingi anak belajar dari rumah dengan teknik MIKIR yang dikembangkan Program PINTAR Tanoto Foundation. M – membuat jadwal dan aturan bersama, I – ide kegiatan, K – Komunikasi positif, I – Ingatkan waktu dan introspeksi, serta Refleksi dan relasi
Angka Layanan Pendidikan Kesetaraan (ALPK) 2018/2019
Buku ALPK (Angka Layanan Pendidikan Kesetaraan) Tahun 2018/2019 disusun oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) berdasarkan data yang diolah berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) cut off 31 Desember 2018, dan untuk Kementerian Agama dilakukan diskusi dengan bagian data dan informasi pendidikan islam (EMIS). Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini adalah Sekretariat Direktorat Jenderal (Setditjen) PAUD dan Dikmas, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, dan Setditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama. Pendidikan Kesetaraan meliputi layanan program Paket A yang setara dengan pendidikan formal SD/sederajat, layanan program Paket B yang setara dengan pendidikan formal SMP/sederajat, dan layanan program Paket C yang setara dengan pendidikan formal SM/sederajat. Sumber data yang digunakan untuk menyusun buku ini adalah data DapoPAUDDikmas, Dapodikdasmen, data EMIS Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dan sekolah di bawah Bimas Kristen, Katholik, Hindu dan Budha, serta data proyeksi penduduk berdasarkan SP2010 oleh Bappenas dan BPS
Panduan kerja pengawas sekolah di masa pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19, bukan hanya menjadi musibah tetapi akan menjadi tantangan yang
menarik bagi tenaga kependidikan, khususnya Pengawas Sekolah Penggerak.
Mensinergikan tetap bertahan stay at home dengan stay work menjadi hal yang menarik.
Pengawas sekolah, Kepala Sekolah, Guru dan Peserta Didik tetap sehat akan tetapi
Pendidikan tetap berjalan mencapai tujuan dan visinya. Jika sinergi ini tetap berjalan dan
pandemi ini berakhir, maka akan dihasilkan Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Guru
dan Peserta Didik Era Baru yang terbiasa dengan era digital
Panduan kerja kepala sekolah di masa pandemi Covid-19
Buku ini berisi mengenai panduan kerja kepala sekolah di masa pandemi Covid-19 agar kualitas belajar murid di rumah bisa terjamin berjalan dengan baik
Artista, majalah informasi seni dan pendidikan seni edisi Mei tahun 2020
Majalah Artista edisi ini mengangkat sistem pembelajaran di masa covis-19 yang mengalami perubahan secara masif sebagai laporan utam
Pentingnya bermain bagi anak usia dini
Pelaksanaan PJJ tidak selalu berjalan mulus, khusus dalam pendidikan anak usia dini masih banyak keluhan dari guru mengenai kesulitan dalam mengoperasikan computer, mengakses jaringan internet, internet tidak stabil, kesulitan mengkomunikasikan pesan ke orangtua, keulitan menyusun perencanaan pembelajaran yang sederhana dan sesuai untuk diterapkan anak di rumah melalui orangtua, dan juga kesulitan guru dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar anak di rumah. Di sisi lain, keluhan juga datang dari orangtua, yaitu kesulitan mendampingi anak belajar karena belum paham caranya, tidak biasa menggunakan teknologi digital untuk pembelajaran anak, tidak memahami maksud pesan yang disampaikan guru, dll. Berdasarkan berbagai masukan mengenai yang dialami guru dan orangtua, maka Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini melaksanakan fasilitasi bekerja dari rumah melalui pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Daring bagi Guru, Mitra, dan Penilik PAUD. Salah satu materi yang disajikan dalam pelatihan daring tersebut adalah Pentingnya Bermain Bagi Anak Usia Dini. Buku Saku ini merupakan pegangan pendidik dalam mempelajari Pentingnya Bermain Bagi Anak Usia Dini melalui panduan beberapa pertanyaan