17581 research outputs found
Sort by
Dampak penyederhanaan kurikulum terhadap pembelajaran: belajar dari penerapan kurikulum darurat di masa pandemi COVID-19
Beberapa kajian menyebutkan bahwa kurikulum yang lebih sederhana dapat mendorong hasil belajar yang lebih baik terutama ketika pembelajaran mengalami keterbatasan, seperti saat pandemi COVID-19. Penyederhanaan kurikulum adalah perubahan kurikulum yang berfokus pada pembelajaran kompetensi esensial, yaitu literasi dan numerasi. Hasil studi selama masa pandemi menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan Kurikulum Kondisi Khusus (kurikulum darurat) memiliki capaian literasi dan numerasi yang lebih baik dibandingkan siswa di sekolah yang masih menerapkan Kurikulum 2013 secara penuh, di mana selisih capaian antara kedua kelompok tersebut setara dengan 4 bulan belajar. Dampak penggunaan kurikulum darurat ini terbukti mengurangi risiko learning loss bagi siswa, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan (keluarga di daerah tertinggal, orang tua berpendidikan rendah, dan memiliki keterbatasan buku teks)
Menjadi Jurnalis Milenial
Buku ini merupakan pemenuhan tugas dan fungsi Direktorat
Sekolah Menengah Pertama dalam menyusun norma, standar,
prosedur, dan kriteria di bidang peserta didik. Pengembangan
ekstrakurikuler merupakan fokus pekerjaan bidang peserta
didik, dimana kegiatan ekstrakurikuler merupakan wadah bagi
peserta didik untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat
agar mampu mencapai taraf maksimal dalam upaya pembinaan
manusia seutuhnya yang berkarakter positif. Besar harapan
buku ini dapat digunakan dalam kegiatan ekstrakurikuler
sehingga proses belajar di satuan pendidikan yang menekankan
pada pemenuhan kebutuhan peserta didik bisa terlaksana.
Materi dalam buku ini dibuat menggunakan bahasa yang sesuai
dengan usia peserta didik dan dilengkapi dengan banyak
ilustrasi, sehingga mampu menarik minat baca dan mempermudah peserta didik dalam memahaminya. Semoga buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi dan ilmu pengetahuan dalam rangka mengembangkan pendidikan karakter bagi peserta didik, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertam
My next words grade 4: student’s book for elementary school
Tujuan utama dari penulisan buku ini adalah memberikan buku pegangan peserta didik seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di dalam kelas. Pembelajaran yang menitikberatkan pada kegiatan mendengar dan berbicara akan memotivasi dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari. Buku ini juga disusun berdasarkan tingkat perkembangan, karakter dan lingkungan anak.
My Next Words ini menyajikan materi pembelajaran yang sederhana agar anak mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan dengan perkembangan dan kebutuhan anak dalam berkomunikasi.
Panduan area bermain dalam ruang
Penataan Area Bermain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan implementasi Kurikulum 2013 yang berisi acuan tentang penataan area bermain yang mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara optimal. Penataan Area Bermain ini dapat mendukung dan mengoptimalkan perkembangan anak dan mewujudkan rea bermain yang sesuai minat dan kebutuhan anak. Penataan Area Bermain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan contoh panduan rancangan penataan area bermain yang mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran
bagi anak usia dini
Pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi antar mata pelajaran pada rumpun IPS
Buku ini membahas tentang pembelajaran dan penilaian proyek kolaborasi antar mata pelajaran pada rumpun IPS. Buku memuat beberapa hal sebagai berikut :
1. konsep pembelajaran proyek kolaborasi antar mata pelajaran pada rumpun IPS
2. Implemenatasi pembelajara berbasis proyek kolaborasi ntar mata pelajaran pada rumpun IPS
3. penilaian berbasis proyek kolaborasi ntar mata pelajaran pada rumpun IP
Kenapa Rere sedih
Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini menyusun sumber belajar Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif sejumlah 20 buku dalam bentuk buku cerita dan dogeng, buku ini didalamnya berisi berbagai pesan nilai-nilai karakter dan berbagai tema terkait kebutuhan esensial pendidikan, kesehatan dan gizi, perlindungan, pengasuhan dan kesejahteraan.
Cerita ini mengenalkan anak usia dini dengan kesenian reog yang berasal dari Jawa Timur
Risalah Kebijakan Nomor 9, Juli 2021 : penggunaan bahasa Ibu untuk meningkatkan Literasi Dasar di kelas awal Sekolah Dasar
Penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran terbukti meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Siswa lebih percaya diri dan aktif dalam proses pembelajaran karena tidak terkendala bahasa, sehingga hasil belajar juga meningkat.
Pemerintah perlu menyiapkan pedoman, menyusun dokumentasi praktik baik, dan menyediakan sumber-sumber belajar yang mendukung penggunaan bahasa ibu sebagai pengantar pembelajaran di kelas awal SD.
Pemerintah daerah dan kepala sekolah perlu memfasilitasi guru dalam melaksanakan pembelajaran berpengantar bahasa ibu dengan dukungan kebijakan, bantuan pelatihan mengajar dwi/multibahasa, dan penyediaan sumber-sumber belajar yang relevan
Luki ingin pintar
Di PAUD penguatan literasi dini dan penanaman karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila dilakukan melalui kegiatan bermain-belajar berbasis buku bacaan anak, selain tentunya juga untuk membangun minat baca anak sejak dini.
Luki adalah landak jawa yang mandiri. Dia sudah bisa mencari makan sendiri dan tahu cara melindungi diri sendiri. Dia yakin kalau dia juga dapat belajar sendiri. Suatu hari, dia melihat Owa, Bella, Silia, dan Igel belajar bersama. Dia berusaha memahaminya, tetapi tidak bisa
Risalah Kebijakan Nomor 13, tahun 2021 : mengelola keragaman peserta didik pascazonasi
Penerapan kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi berdampak terhadap keragaman latar belakang peserta didik. Perubahan umumnya terjadi pada sekolah-sekolah berlabel unggulan di tengah kota. Keragaman berdampak terhadap proses pembelajaran, kedisiplinan, pergaulan antarsiswa, serta interaksi antara siswa dan guru.
Keragaman ini telah dikelola oleh sekolah namun masih perlu ditingkatkan dengan cara pendampingan dan pemberian fasilitas kepada sekolah dan guru agar meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola keragaman peserta didik