Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENERAPAN INSTRUMEN PENILAIAN KOLABORATIF EVENT ORGANIZER BERBASIS PROJECT BASED LEARNING DI SMK NEGERI 9 KOTA SEMARANG
Kebijakan Kurikulum Merdeka dari kemendikbudristek menjadikan sekolah
harus mengubah model penilaian sesuai kurikulum yang baru. Salah satu penilaian
pada Kurikulum Merdeka adalah PjBL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
penerapan instrumen penilaian kolaboratif Event Organizer Berbasis PjBL di SMK
Negeri 9 Kota Semarang.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan
kualitatif. Sumber data terdiri atas Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Ketua Jurusan
MPLB, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi,
dan observasi. Analisis data menggunakan model interaktif oleh Miles and Huberman
(1994).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perencanaan instrumen penilaian
sudah disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka namun belum disampaikan secara rinci
kepada siswa. Tahap pengorganisasian sudah berjalan baik untuk kelompok kolaborasi
guru, namun siswa terkadang ada yang memiliki konflik pribadi dengan siswa satu
kelompoknya sehingga koordinasinya menjadi terhambat. Pada tahap pelaksanaan
instrumen dapat berjalan dengan baik, namun masih ada beberapa siswa yang masih
belum paham sepenuhnya terkait tugas yang dilakukan. Tahap pengawasan dapat
berjalan dengan baik, di mana dalam tahap ini project Event Organizer menjadi
instrumen penilaian yang dapat mengukur ketercapaian sebagian tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan. Keseluruhan project Event Organizer dapat mengukur 45% dari
total TP fase F pada semester 1.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan instrumen penilaian sudah
sesuai dengan Panduan Penilaian Hasil Belajar dan Pengembangan Karakter pada
Sekolah Menengah Kejuruan, kemudian juga sudah sesuai dengan Kurikulum
Merdeka. Dalam penerapannya masih terdapat 3 (tiga) kendala yaitu; 1) terdapat siswa
yang tidak bisa berkoordinasi karena memiliki konflik pribadi, 2) terdapat siswa yang
belum paham mengenai tugas yang harus dilaksanakan, 3) rubrik penilaian belum
memuat secara rinci aspek yang dinilai. Terdapat 1 (satu) ketentuan yang belum
dilaksanakan juga yaitu rencana penilaian belum disampaikan secara rinci kepada
siswa. Saran dari penelitian ini adalah guru hendaknya melatih komunikasi
interpersonal siswa dan memberikan konseling atas permasalahan yang terjadi dan
memperbaiki rubrik penilaian project Event Organizer agar dapat mengukur lebih rinci
setiap aspek pada TP
PENGARUH ENVIRONMENTAL PERFORMANCE, GREEN INNOVATION, DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP FINANCIAL PERFORMANCE DENGAN FIRM AGE SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh environmental
performance, green innovation, dan good corporate governance terhadap financial
performance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI). Penelitian ini juga menguji peran moderasi firm age dalam pengaruh antara
environmental performance, green innovation, dan good corporate governance
terhadap financial performance.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020 – 2022. Penelitian ini
menggunakan model regresi data panel dengan bantuan program aplikasi Eviews
12 dengan jumlah populasi sebanyak 495 unit. Jumlah sampel yang digunakan
sebanyak 109 unit yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data yang
digunakan adalah data sekunder melalui laporan keuangan, laporan tahunan, dan
laporan keberlanjutan yang dianalisis menggunakan teknik dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa environmental performance, green
innovation, dan good corporate governance tidak berpengaruh terhadap financial
performance baik secara parsial maupun simultan. Sedangkan, firm age sebagai
variabel moderasi tidak signifikan dalam mempengaruhi variabel independen
terhadap variabel dependen.
Penelitian di masa depan dapat menggunakan periode waktu yang lebih lama
serta mengklasifikasikan perusahaan berdasarkan sub-sektor industri. Penelitian di
masa depan dapat menggunakan alat ukur yang berbeda untuk mengukur variabel
green innovation dan good corporate governance atau menambahkan peran
mediasi firm value. Selain itu, dapat menggunakan variabel lain untuk melihat
pengaruhnya terhadap financial performance
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL, PROFESIONALISME PEGAWAI, DAN TATA RUANG KANTOR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PADA MALL PELAYANAN PUBLIK (MPP) KABUPATEN BATANG
Kebutuhan akan pelayanan merupakan aspek penting yang tidak dapat
dipisahkan dalam struktur sosial masyarakat. Begitu pula dengan pelayanan publik
yang diberikan oleh pemerintah. Baik atau buruknya kualitas pelayanan bergantung
pada kemampuan penyelenggara layanan dalam memenuhi harapan masyarakat
secara konsisten. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan
pada Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Batang masih rendah. Tujuan
penelitian untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan media sosial, profesionalisme
pegawai dan tata ruang kantor terhadap kualitas pelayanan pada Mall Pelayanan
Publik (MPP) Kabupaten Batang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas.
Populasi penelitian adalah pengguna layanan di MPP Kabupaten Batang. Jumlah
sampel sebanyak 115 responden yang dihitung menggunakan rumus iterasi. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non probability sampling
dengan sampling insidental. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik
observasi, wawancara, angket serta dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan bantuan program IBM SPSS 26 for windows.
Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi berganda yaitu Y=7,160 +
0,185X1 + 0,510X2 + 0,811X3 + e. Hasil uji secara simultan menghasilkan
pengaruh positif dan signifikan variabel pemanfaatan media sosial, profesionalisme
pegawai dan tata ruang kantor terhadap kualitas pelayanan sebesar 55,6%. Uji
parsial menunjukkan variabel pemanfaatan media sosial memiliki pengaruh positif
tidak signifikan sebesar 3,13%. Variabel profesionalisme pegawai memiliki
pengaruh positif dan signifikan sebesar 12,04%. Variabel tata ruang kantor
memiliki pengaruh positif dan signifikan sebesar 19,71%.
Simpulan penelitian ini bahwa kualitas pelayanan dengan variabel paling
berpengaruh adalah tata ruang kantor. Saran pada penelitian ini adalah: 1)
hendaknya MPP Kabupaten Batang meningkatkan kualitas konten media sosial
dengan informasi yang relevan dan interaktif; 2) MPP Kabupaten Batang perlu
mengadakan pelatihan penanganan keluhan dan pemecahan masalah bagi pegawai;
dan 3) hendaknya melakukan evaluasi terkait dengan tata ruang untuk
mengoptimalkan area tunggu dan penempatan papan informasi
PEMANFAATAN APLIKASI E-AGENDA SEBAGAI MEDIA INFORMASI DALAM PELAYANAN PUBLIK PADA BAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN WONOSOBO
Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan akses yang cukup dan
mudah bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang diperlukan serta
mendapatkan pelayanan yang efektif, efisien, transparan, terbuka, tepat waktu,
dan responsif. Namun, pada kenyataannya masih banyak informasi yang sulit
diakses oleh masyarakat serta pelayanan yang jauh dari sifat tersebut. Oleh
karena itu pemerintah Kabupaten Wonosobo, khususnya Bagian Umum
Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo membuat sebuah inovasi e-government
bernama aplikasi E-agenda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1) pemanfaatan aplikasi E-Agenda sebagai media informasi dalam pelayanan
publik pada Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo; 2) kendala
dalam penggunaan aplikasi E-Agenda serta upaya mengatasi kendala tersebut; 3)
dampak setelah menggunakan aplikasi E-Agenda sebagai aplikasi pelayanan
publik di Kabupaten Wonosobo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di
Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo. Pengumpulan data dengan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sub
Bagian Tata Usaha Pimpinan, Staf Ahli dan Kepegawaian Bagian Umum
Sekretariat Daerah, Pembuat Aplikasi, dan masyarakat Kabupaten Wonosobo. Uji
keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Tahap analisis data meliputi
pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) aplikasi E-agenda
memiliki manfaat bagi penggunanya karena memenuhi faktor perceived
usefulness yang diukur dengan keuntungan teknologi yaitu biaya, produktivitas,
kualitas produk dan layanan, serta kemudahan akses. 2) kendala yang dihadapi
oleh Bagian Umum Setda Wonosobo yaitu kendala biaya perluasan jaringan
internet, aplikasi sering trouble, kendala penyesuaian atau transisi, dan kendala
tidak stabilnya jaringan internet dan pemadaman listrik. 3) dampak yang
dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat setelah menggunakan aplikasi Eagenda yaitu pelayanan menjadi lebih efektif, efisien, cepat, dan mudah. Selain
itu agenda daerah lebih transparan, dan birokrasi menjadi lebih singkat.
Saran yang dapat diberikan bagi Bagian Umum Sekretariat Daerah
Kabupaten Wonosobo perlu melakukan sosialisasi secara menyeluruh dan
kontinu, tidak hanya kepada masyarakat yang datang ke kantor, tetapi kepada
seluruh masyarakat di Kabupaten Wonosobo. Selain itu sosialisasi yang
dilakukan melalui media sosial harus dilakukan berulang kali tidak hanya sekali.
Sehingga masyarakat yang belum mengetahui akan mendapatkan informasi
mengenai penggunaan aplikasi E-agenda
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERINTEGRASI PROBLEM-BASEDLEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI
Data hasil studi kompetensi pemecahan masalah dalam bidang matematika dan sains pada konteks penilaian skala internasional PISA Indonesia berada di peringkat ke-74 dari 79 negara. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan belum membiasakan siswa dengan pembelajaran berbasis masalah, serta belum mampu mengakomodir keunikan siswa baik gaya belajar, minat, dan kesiapan belajar. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 5 Bojonegoro menggunakan desain Quasi Experiment dengan kelas kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi terintegrasi PBL dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi laju reaksi. Perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah penerapan pembelajaran berdiferensiasi terintegrasi PBL pada materi laju reaksi, ditemukan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kelas yang hanya menggunakan model PBL tanpa menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan nilai N-gain 59,63% termasuk kedalam kategori cukup efektif. Gaya belajar siswa diperhatikan dengan disediakannya konten sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki siswa, hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Hasil produk belajar yang disesuaikan minat siswa dalam penelitian ini masih kurang maksimal. Siswa yang membuat produk sesuai minatnya hanya sebanyak 9% dari minat linguistik dan 9% dari minat musik. Sebanyak 32% siswa membuat produk tidak sesuai minat dan dikerjakan secara berkelompok. Selebihnya yaitu 50% siswa membuat produk sesuai minat namun dikerjakan secara berkelompok. Siswa cenderung takut dalam menerima tantangan dan kurang percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan arahan dan perhatian kepada siswa sehingga dapat mengeksplor minat serta potensi dengan maksimal
PENGEMBANGAN MEDIA SIMULASI IPA TERINTEGRASI AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASI PESERTA DIDIK SMP
Penggunaan media pembelajaran IPA sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran di kelas. Peserta didik memerlukan interaksi secara langsung dengan materi yang disampaikan tidak hanya melalui buku teks dan presentasi sederhana. Berdasarkan hasil wawancara di SMP Negeri 21 Semarang, penggunaan media pembelajaran kurang memanfaatkan teknologi dan belum optimal penerapannya dalam penyampaian materi pelajaran IPA di kelas. Pengembangan media pembelajaran perlu dilakukan inovasi agar mudah diakses dan tetap interaktif. Penggunaan media simulasi dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasi peserta didik yang diperlukan pada abad 21. Menghadapi era revolusi industri 4.0, diperlukan kemampuan pemecahan masalah dengan solusi yang logis, kemampuan tersebut merupakan indikator dalam berpikir komputasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan Pengembangan Media Simulasi IPA Terintegrasi Augmented Reality untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Komputasi Peserta Didik SMP dengan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas pengembangan media simulasi IPA terintegrasi Augmented Reality dan mengetahui peningkatan kemampuan berpikir komputasi peserta didik SMP setelah penggunaan media. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE (analysis, design, development implementation, dan evaluation). Pengembangan media ini memanfaatkan software utama Adobe Animate yang diintegrasikan dengan website Assemblr edu untuk tampilan AR dan menghasilkan produk berupa aplikasi media simulasi seperti game mobile. Diperoleh hasil media yang valid berdasarkan hasil perhitungan rata-rata validitas oleh 5 validator ahli sebesar 0,90 dengan kriteria valid serta hasil perhitungan angket keterbacaan media oleh peserta didik menghasilkan rata-rata persentase sebesar 90,6% dengan kriteria sangat baik. Penggunaan media simulasi IPA terintegrasi Augmented Reality yang dikembangkan dinyatakan valid dan mampu meningkatkan Kemampuan Berpikir Komputasi Peserta Didik SMP dibuktikan dengan perolehan analisis rata-rata nilai N-gain sebesar 0,64 dengan kriteria sedang
PENGARUH PENGELOLAAN KEUANGAN KAPABILITAS INOVASI DAN KAPABILITAS FINANSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHA ANGGOTA HIPMI PERGURUAN TINGGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Keberlanjutan usaha merupakan tantangan bagi pemilik usaha agar tetap
bisa bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Anggota HIPMI Perguruan
Tinggi Universitas Negeri Semarang yang terjun dalam dunia wirausaha sejak
menjadi mahasiswa, tentu menghadapi berbagai kendala terkait pengelolaan
keuangan, kapabilitas inovasi, dan kapabilitas finansial dalam mempertahankan
keberlangsungan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
pengelolaan keuangan, kapabilitas inovasi dan kapabilitas finansial terhadap
keberlanjutan usaha Anggota HIPMI Perguruan Tinggi Universitas Negeri
Semarang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian
kausalitas. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota aktif HIPMI PT UNNES
yang memiliki usaha sebanyak 115 dengan sampel yang digunakan sebanyak 50.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data
yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer. Metode
pengambilan data melalui kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis
statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS
versi 23.
Hasil analisis statistik deskriptf menunjukan bahwa keberlanjutan usaha,
pengelolaan keuangan, kapabilitas inovasi, dan kapabilitas finansial berada dalam
kategori tinggi. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukan bahwa
pengelolaan keuangan berpengaruh positif terhadap keberlanjutan usaha,
kapabilitas inovasi berpengaruh positif terhadap keberlanjutan usaha, kapabilitas
finansial berpengaruh positif terhadap keberlanjutan usaha.
Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengelolaan
keuangan, kapabilitas inovasi, dan kapabilitas finansial berpengaruh positif
terhadap keberlanjutan usaha anggota HIPMI PT UNNES. Hal ini berarti bahwa
semakin baik pengelolaan keuangan, semakin tinggi kapabilitas inovasi, dan
semakin kuat kapabilitas finansial, maka semakin besar pula peluang
keberlanjutan usaha. Peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan
penelitian dengan melibatkan anggota HIPMI dari perguruan tinggi lain, karena
organisasi HIPMI biasanya ada di berbagai universitas. Penelitian selanjutnya
dapat menambah variabel independen lainnya seperti media sosial dan kapabilitas
jejaring
PENGARUH RELIGIUSITAS, PERSEPSI RISIKO DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGGUNAAN PINJAMAN ONLINE PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DENGAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Penggunaan pinjaman online yang terjadi di kalangan mahasiswa semakin
meningkat, dipicu oleh kebutuhan hidup mendesak, biaya tak terduga, dan
keterbatasan pendapatan, serta dipengaruhi oleh faktor seperti persepsi risiko dan
religiusitas. Menjaga prioritas pembayaran pinjaman secara konsisten merupakan
hal yang penting dan merencanakan keuangan dengan baik dapat membantu
menghindari masalah utang yang sulit diselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh religiusitas, persepsi risiko, dan konformitas teman sebaya
terhadap penggunaan pinjaman online pada mahasiswa Universitas Negeri
Semarang dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif.
Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang pernah
atau sedang menggunakan pinjaman online yang tidak diketahui jumlahnya.
Sampel yang digunakan sebanyak 271 responden dengan teknik non-probability
sampling yaitu purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan
adalah dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis
statistik deskriptif dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan metode uji
selisih nilai mutlak menggunakan IBM SPSS v26.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penggunaan pinjaman online
berada dalam kategori tinggi. Religiusitas berada dalam kategori cukup tinggi,
persepsi risiko berada dala, kategori cukup tinggi, konformitas teman sebaya berada
dalam kategori cukup tinggi dan literasi keuangan berada dalam kategori cukup
tinggi. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa religiusitas dan persepsi risiko
berpengaruh negatif terhadap penggunaan pinjaman online pada mahasiswa
Universitas Negeri Semarang. Konformitas teman sebaya tidak berpengaruh
terhadap penggunaan pinjaman online. Literasi keuangan tidak mampu
memperkuat pengaruh religiusitas, persepsi risiko, dan konformitas teman sebaya
terhadap penggunaan pinjaman online.
Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan
pinjaman online dipengaruhi oleh religiusitas dan persepsi risiko. Saran penelitian
selanjutnya mahasiswa Universitas Negeri Semarang harus lebih hati-hati dalam
menggunakan pinjaman online dengan memperdalam pengetahuan spritualnya
serta mempertimbangkan risiko yang akan terjadi kedepan dengan cara
mempertimbangkan alternatif lain selain pinjaman online, seperti beasiswa, kerja
paruh waktu dan pertimbangkan juga untuk menunda pembelian atau pengeluaran
yang tidak mendesak
ANALYSIS OF NATURAL GAS CONSUMPTION, ENVIRONMENTAL TAXES, AND ECONOMIC GROWTH ON CARBON DIOXIDE EMISSIONS: CASE STUDY OF 10 G20 COUNTRIES
Group of twenty atau G20 merupakan negara anggota yang terbentuk akibat
kekecewaan komunitas internasional terhadap kegagalan Group of Seven atau G7
dalam mencari solusi terhadap permasalahan perekonomian global yang dihadapi saat
itu. G20 memiliki peran sentral untuk berkontribusi terhadap pengurangan laju
perubahan iklim global. Menurut data The Organization for Economic Co-operation
and Development (OECD) negara G20 merupakan negara penghasil 80% emisi
karbondioksida di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan emisi
karbondioksida di 10 negara G20 periode tahun 2011-2021. Metode analisis yang
digunakan yaitu regresi data panel dengan menggunakan pendekatan Fixed effect
Model (FEM). Penelitian ini menggunakan beberapa variabel yakni variabel
independen yang meliputi Gross Domestic Product (GDP), Penduduk Perkotaan,
Konsumsi Gas Alam, Pajak Lingkungan serta variabel dependen yakni Emisi
Karbondioksida. Hasil penelitian ini yaitu pada 10 negara G20 terbukti adanya Teori
Environmental Kuznets Curve (EKC), variabel Gross Domestic Product (GDP),
Penduduk Perkotaan, Konsumsi Gas Alam berpengaruh positif signifikan terhadap
Emisi Karbondioksida dan Pajak Lingkungan berpengaruh negatif tidak signifikan
terhadap Emisi Karbondioksida
PENGARUH UMKM, ANGKATAN KERJA DAN SEKTOR PERMINTAAN MAKRO TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KAWASAN TIMUR INDONESIA
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan tujuan perekonomian suatu
negara karena akan mendorong pembangunan ekonomi dalam meningkatkan
pertumbuhan ekonomi maka harus adanya pemerataan di setiap daerah agar tidak
terjadi ketertinggalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
determinan pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.
Metode analisis kuantitatif menggunakan regresi data panel, data sekunder
yang diperoleh dari BPS dan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Data
yang digunakan adalah time series selama lima tahun yaitu tahun 2017-2021 dan
data cross section 17 provinsi di Kawasan Timur Indonesia
Hasil penelitian menunjukan variabel UMKM, angkatan kerja tidak
berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur
Indonesia. Sedangkan IPM, penanaman modal asing (PMA) berpengaruh
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia
Rendahnya pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia
dikarenakan distribusi hasil pembangunan dan kapasitas daerah dalam upaya dan
hasil pembangunan nasional secara keseluruhan masih tertinggal. Berdasarkan
hasil penelitian saran yang berkaitan dari penelitian ini adalah sinergitas dari
berbagai elemen penyelenggara pemerintahan diantaranya diharapkan mampu
menangani berbagai kendala dalam UMKM, penyediaan lapangan kerja,
peningkatan produktivitas melalui IPM, serta tindakan tepat juga dapat dilakukan
untuk mendorong pembiayaan ekuitas swasta sebagai sumber pembiayaan
alternatif bagi pertumbuhan ekonomi