Elibrary UNIKOM
Not a member yet
    16520 research outputs found

    Desain Interaksi Media Pembelajaran Pengenalan Hewan Bagi Anak Tunarungu Kelas 1 Dan 2 Sd Di Slb-B Sumbersari Menggunakan User Centered Design (Ucd)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membangun model desain interaksi media pembelajaran interaktif yang disesuaikan terhadap kebutuhan dan aksesibilitas siswa tunarungu menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) untuk menarik perhatian dan menyediakan pembelajaran lebih interaktif dalam pengenalan hewan. Berdasarkan masalah yang ditemukan, pembangunan model desain interaksi media pembelajaran dengan Augmented Reality dilakukan dengan memperhatikan aspek usability aplikasi serupa pengenalan hewan yang telah ada dan dinilai belum dikatakan optimal dengan pengujian usability testing berdasarkan ISO 9241-11 dengan nilai efektivitas sebesar 58%, efisiensi 46,7%, dan kepuasan menggunakan System Usability Scale (SUS) sebesar 34,5 yang dikategorikan “poor”. Tantangan dalam menerima pembelajaran materi secara verbal, keterbatasan komunikasi dan pendengaran, serta metode pembelajaran yang kurang menarik dan interaktif menjadi fokus utama dalam perancangan ini. Pembangunan model desain interaksi media pembelajaran pengenalan hewan menggunakan metode user centered design dengan berfokus terhadap kebutuhan dan aksesibilitas siswa tunarungu yang teridentifikasi melalui tahapan understand context of use, kebutuhan speesfik yang dirumuskan pada tahapan specify context of use dan penyelesaian solusi melalui tahapan design solution hingga pengujian usability testing. Hasil pengujian usability model desain interaksi yang dibangun memiliki metrik efektivitas sebesar 91,1%, efisiensi sebesar 79,15%, dan kepuasan sebesar 85,50. Nilai usability ini lebih tinggi dibandingkan aplikasi serupa dengan perbandingan nilai metrik efektivitas sebesar 31,2%, efisiensi sebesar 32,5%, dan kepuasan sebesar 51 dengan range acceptable yang sebelumnya “poor: menjadi “excellent” serta grade scale yang sebelumnya nilai “F” menjadi “A”

    Implementasi Deep Convolutional Generative Adversarial Networks (Dcgan) Untuk Augmentasi Data Dalam Deteksi Penyakit Daun Padi

    No full text
    Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia yang rentan terhadap penyakit daun seperti bacterial leaf blight, brown spot, dan leaf smut, yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan jika tidak ditangani tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan Deep Convolutional Generative Adversarial Networks (DCGAN) dalam augmentasi data untuk mendeteksi penyakit daun padi dengan dataset terbatas. Sebelum data gambar diproses oleh DCGAN, dilakukan prapemrosesan dengan mengubah ukuran gambar menjadi 128x128 piksel menggunakan interpolasi bilinear dan normalisasi piksel ke rentang -1 hingga 1, sesuai kebutuhan jaringan generator dan discriminator yang menggunakan aktivasi tanh. Augmentasi data menggunakan DCGAN dilakukan untuk menghasilkan tambahan dataset yang meningkat 1 hingga 4 kali lipat dari dataset asli. Evaluasi menggunakan Fréchet Inception Distance (FID) menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh saat augmentasi 3 kali lipat, menghasilkan 360 gambar baru dengan skor FID sekitar 300, yang mengindikasikan bahwa gambar yang dihasilkan belum sepenuhnya menyerupai dataset asli. Meskipun begitu, model klasifikasi berbasis transfer learning dengan arsitektur GoogLeNet yang dilatih menggunakan dataset yang diperluas ini mencapai akurasi 93% dalam mendeteksi penyakit daun padi. Hasil ini menunjukkan bahwa augmentasi data dengan DCGAN dapat meningkatkan kinerja deteksi penyakit daun padi, meskipun kualitas gambar sintesis masih memerlukan perbaikan lebih lanjut

    Perilaku Komunikasi Pengunggah Konten Self-Harm Pada Media Sosial Instagram Dalam Memperoleh Dukungan Sosial Secara Online

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana Perilaku Komunikasi Pengunggah Konten Self-harm Pada Media Sosial Instagram Dalam Memperoleh Dukungan Sosial Secara Online. Untuk menjawab tujuan tersebut, maka Peneliti memunculkan masalah mikro: Komunikasi Verbal, Komunikasi Non verbal, Motif, dan Pengalaman. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Teknik purposive sampling dipilih untuk menentukan lima orang informan dalam penelitian yang terdiri dari 2 orang informan kunci dan tiga orang informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, studi lapangan, wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan teknik triangulasi dan member-check. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal pengunggah konten self-harm dapat terjadi dengan penggunaan fitur instastories serta menyertakan caption yang dimana indivdu mengekspresikan diri atau emosi, mendeskripsikan masalah yang sedang terjadi, menyampaikan keluhan dan penyesalan. Komunikasi nonverbal terjadi ketika pengunggah konten self-harm menggunakan emoji (fakesmile, pisau, yin yang, semicolon, butterfly) pada konten self-harm yang memiliki makna dan bertujuan untuk mengekspresikan perasaan, menambahkan konteks emosional, dan untuk menarik perhatian. Menggunakan filter b&w untuk mengekspresikan perasaan kesedihan yang mendalam.. Motif dalam perilaku komunikasi motif untuk yaitu mengekspresikan emosi, memperoleh dukungan secara online, dan mendapatkan perhatian sedangkan motif karena yaitu trauma masa lalu, faktor internal seperti gangguan psikologis dan faktor eksternal, masalah percintaan, keluarga dan lingkungan. Pengalaman yang dialami pengunggah konten self-harm yaitu pengalaman positif dimana individu memperoleh dukungan sosial secara online dengan membuat mereka merasa dimengerti, didukung, dan terhubung, menerima empati, dorongan, dan saran dari pengikutnya. Sedangkan pengalaman negatif dapat memicu orang lain untuk melakukan hal yang sama. khawatir memperburuk kondisi mental orang lain yang mengalami hal serupa, bentuk oversharing. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu komunikasi yang terjadi pada media sosial instagram ini berupa komunikasi verbal dan non verbal pada pemanfaatan fitur di instagram. Komunikasi yang terjadi akibat adanya motif untuk dan motif karena dan pengalaman yang terdapat pada pengunggah konten self-harm. Saran penelitian ini diharapkan menggunakan media sosial dengan bijak, meningkatkan kesadaran yang lebih luas mengenai berbagai masalah kesehatan mental, dan mencari bantuan professional

    Strategi Komunikasi Penyuluh Keluarga Berencana Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Purwakarta Melalui Sosialisasi 10 Dimensi Kesiapan Berkeluarga

    No full text
    Maksud penelitian adalah untuk mengetahui Strategi Komunikasi Penyuluh Keluarga Berencana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Purwakarta Melalui Sosialisasi 10 Dimensi Kesiapan Berkeluarga pada Kelompok Kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja Kecamatan Purwakarta dalam Membangun Keluarga Berkualitas. Untuk menjawab fokus penelitian, maka dipilih lima subfokus, antara lain: Tujuan, Perencanaan, Kegiatan, Pesan dan Media. Pendekatan penelitian kualitatif, metode deskriptif. Informan penelitian menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh tiga informan kunci dan lima informan pendukung. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (studi literatur, internet searching, penelitian sebelumnya), studi lapangan (wawancara, observasi non- partisipan, dan dokumentasi), uji keabsahan data (perpanjangan pengamatan, ketekunan dalam penelitian, dan tringulasi), teknik analisa data (pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian adalah 1). Tujuan: Meningkatkan pemahaman remaja tentang kesiapan keluarga untuk menciptakan keluarga berkualitas, 2). Perencanaan: Fokus pada strategi komunikasi interaktif untuk meningkatkan kesiapan remaja dalam membangun keluarga berkualitas, 3). Kegiatan: Sosialisasi fleksibel dengan pendekatan kolaboratif, namun menghadapi tantangan jadwal dan konsistensi, 4). Pesan: Gaya komunikasi dua arah yang seimbang untuk mendorong perubahan perilaku positif pada remaja, 5). Media: Mengutamakan komunikasi langsung dengan penggunaan media tambahan seperti WhatsApp dan Instagram. Kesimpulan penelitian menunjukkan strategi komunikasi penyuluh keluarga berencana BKKBN Kecamatan Purwakarta dalam sosialisasi 10 Dimensi Kesiapan Berkeluarga telah menunjukkan upaya baik dalam mempersiapkan remaja untuk menciptakan keluarga berkualitas. Saran untuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Kecamatan Purwakarta diharapkan dapat melakukan pelaksanaan jadwal sosialisasi lebih terstruktur dan konsisten untuk memaksimalkan dampak dari kegiatan sosialisasi, dan dapat manfaatkan media sosial secara lebih aktif sebagai alat sosialisasi utama, bukan hanya sebagai dukungan tambahan

    Strategi Komunikasi Pemasaran Bisnis Multi Level Marketing Pt.Melia Sehat Sejahtra Dalam Merekrut Calon Member Dikota Bandung

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk menganalis Strategi Komunikasi Pemasaran Bisnis Multi Level Marketing PT.Melia Sehat Sejahtra dalam Merekrut Calon Member di kota Bandung, dengan berfokus pada strategi komunikasi pemasaran bisnis MLM PT. Melia Sejahtra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih melalui Teknik Purposive Sampling, yang terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Hasil penelitian ditemukan bahwa PT. Melia Sehat Sejahtera mengedepankan dua tujuan utama dalam model bisnis Multi-Level Marketing (MLM) mereka, kesehatan dan keuntungan finansial yang dilakukan dengan gaya komunikasi pertama komunikasi informatif, kedua komunikasi persuasif. Melalui pendekatan menyeluruh ini, PT. Melia Sehat Sejahtera bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi anggotanya secara bersamaan. Dalam strategi komunikasinya, PT. Melia Sehat Sejahtera memanfaatkan Open Plan Presentation (OPP) dan New Member Training (NMT) untuk mendidik calon anggota dan memastikan pemahaman yang mendalam mengenai model bisnis mereka. Perusahaan ini juga berusaha mengatasi tantangan terkait stigma negatif yang sering melekat pada bisnis MLM melalui komunikasi yang konsisten dan edukasi. Segmentasi dan targeting pasar PT. Melia Sehat Sejahtera sangat inklusif, membuka kesempatan untuk semua individu tanpa memandang latar belakang pendidikan atau karakteristik pribadi. Meskipun menghadapi tantangan seperti stigma negatif terhadap MLM, perusahaan ini terus beradaptasi dengan memanfaatkan media sosial untuk menarik audiens yang lebih muda. Dalam hal diferensiasi, PT.Melia Sehat Sejahtera menonjol dengan sistem kompensasi yang tanpa "Tutup Point" dan pembayaran bonus harian, yang memberikan imbalan cepat dan adil. Metode ESN (Excellent Strategy of Network) digunakan untuk memberikan pelatihan dan bimbingan menyeluruh kepada anggotanya, memastikan mereka mendapatkan dukungan untuk sukses baik dalam bisnis maupun kehidupan pribadi. Peneliti menyimpulkan bahwa PT. Melia Sehat Sejahtera berhasil membangun posisi yang kuat dan fleksibel di pasar MLM dengan menawarkan nilai tambah yang signifikan baik dalam hal kesehatan dan keuntungan finansial, serta melalui sistem kompensasi dan pendampingan yang unik

    Strategi Komunikasi Yayasan Bukti Carita Melalui Program Pemberdayaan Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Daerah Terpencil Kabupaten Bogor

    No full text
    Maksud penelitian adalah untuk mengetahui Strategi Komunikasi Yayasan Bukti Carita melalui Program Pemberdayaan dalam Menigkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil Kabupaten Bogor. Untuk menjawab fokus penelitian, peneliti memilih 3 sub fokus yaitu, Tujuan, Perencanaan, dan Menejemen. Strategi komunikasi yayasan ditinjau dari 3 sub fokus tersebut menjadi dasar rumusan masalah dan tujuan penelitian ini. Pendekatan Penelitian Kualitatif. Informan penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling, sehingga diperoleh 3 Informan Kunci dan 6 Informan Pendukung. Teknik Pengumpulan data melalui Pengumpulan data melalui Studi Pustaka (studi literatur, skripsi terdahulu, internet searching). Studi lapangan (Observasi Partisipan, wawancara, serta dokumentasi). Uji keabsahan data (triangulasi data, menggunakan bahan referensi, membercheck). Teknik analisa data (pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan). Hasil Penelitian adalah, 1) Tujuan Yayasan Bukti Carita melalui Program Pemberdayaan adalah: Meningkatkan pendidikan daerah terpencil, mengupayakan anak – anak mendapat akses pendidikan, perubahan sikap terhadap pendidikan, memberikan dukungan pendidikan, menciptakan perubahan sosial. 2) Perencanaan Yayasan Bukti Carita melalui Program Pemberdayaan adalah: mengidentifikasi kebutuhan, memastikan anak – anak mendapatkan pendidikan, menerlibatkan banyak pihak, menyasar anak, desa, sekolah, menyediakan perlengkapan sesuai kebutuhan, memastikan program berjalan dengan efektif, pemantauan dan penyesuaian, 3) Manajemen Yayasan Bukti Carita melalui Program Pemberdayaan adalah: memastikan sumber daya dikelola secara efektif, menyusun rencana dan jadwal,kordinasi dan kolaborasi, implementasi rencana, memastikan semua berjalan sesuai rencana Kesimpulan penelitian Strategi Komunikasi Yayasan Bukti Carita melalui program pemberdayaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil Kabupaten Bogor menunjukkan hasil yang sesuai dengan harapan yayasan. Program ini berhasil meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Serta mengubah sikap dan perilaku terhadap pendidikan. Saran untuk Yayasan Bukti Carita mengembangkan kapasitas relawan melalui pelatihan komprehensif, memperkenalkan teknologi pendidikan, merancang program fokus pada keberlanjutan, melibatkan pemuda. Peneliti selanjutnya memperdalam penelitian, bersikap sopan selama observasi, dan memperbanyak referensi untuk hasil yang lebih jelas

    Proses Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Rehabiltas Sosial Warga Binaan Di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bakti 2 Jakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi terapeutik perawat dalam penyembuhan warga binaan sosial Di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2 Jakarta. Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini. Peneliti membahas mengenai tahap persiapan, tahap perkenalan, tahap kerja, dan tahap terminasi sebagai empat tahap dasar dari komunikasi terapeutik perawat dalam penyembuhan warga binaan sosial Di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2 Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu melaui data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara, data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan pengumpulan literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian, Tahap Persiapan perawat merupakan tahap awal dengan melakukan pencarian ruangan, assessment riwayat penyakit, assessment riwayat keluarga dan konsultasi dokter. Tahap Perkenalan perawat dengan membangun rasa saling percaya kepada warga binaan sosial, memberikan motivasi, mendengarkan keluh kesah serta adanya sentuhan. Tahap Kerja merupakan tindakan pemberian obat, memberikan arahan perawataan dan adanya pendekatan kultural, sosiologis, dan psikologis serta memperhatikan ketidaknyamanan fisik yang menjadi hambatan. Dalam tahap perawat diperlukan keterampilan dan skill komunikasi terapeutik . Tahap Terminasi atau tahap akhir dari perawat terhadap warga binaan sosial menunjukan dua evaluasi yaitu adanya evaluasi subjektif pandangan warga binaan sosial terhadap tindakan perawat, dan evaluasi objektif pandangan perawat mengenai warga binaan sosial setelah adanya tindakan perawatan. Kesimpulan dalam penelitian ini memnunjukan bahwa tahap persiapan, tahap perkenalan, tahap kerja, tahap terminasi merupakan empat tahap ini yang masing-masing memiliki peran penting bagi perawat dalam penyembuhan warga binaan sosial Di Panti Sosial Bina Daksa Budi Bhakti 2 Jakarta. Saran dari penelitian ini dapat meningkatkan komunikasi terapeutik perawat di panti sosial bina daksa budi bhakti 2 jakarta dengan baik kepada warga binaan sosial yang membutuhkan perawatan secara intensif terutama pada warga binaan sosial yang membutuhkan total care

    Peranan Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Asahimas Chemical Cilegon Melalui Program Air Sarana Hidup Masyarakat (ASAHIMAS).

    No full text
    Maksud penelitian untuk mengetahui peranan unit corporate social responsibility (CSR) PT. Asahimas Chemical Cilegon melalui program air sarana hidup masyarakat (ASAHIMAS) dalam meningkatkan citra perusahaan dikalangan penerimaan bantuan. Untuk menjawab fokus penelitian, penelitian memilih 3 sub fokus yaitu pemeliharaan komunikasi, pelayanan publik, pemeliharaan perilaku dan moralitas. Pendekatan penelitiaan kualitatif metode deskriptif. Informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 2 informan kunci dan 5 informan pendukung. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, studi lapangan, uji keabsahan data, teknik analisa data. Hasil penelitian adalah 1) pemeliharaan komunikasi yang dilakukan unit CSR PT. Asahimas Chemical dalam program ASAHIMAS adalah komunikasi dua arah antar perusahaan dengan masyarakat, melakukan pertemuan rutin dengan masyarakat sekitar, memberikan umpan balik dan memfasilitasi ketersediaan media sosial sebagai saluran komunikasi. 2) pelayanan publik yang dilakukan oleh unit CSR PT. Asahimas Chemical dalam program ASAHIMAS adalah komunikasi terbuka dengan pihak-pihak yang terlibat dari mulai proses hingga berlangsungnya program

    Peranan Humas Pt Kereta Api Indonesia Kantor Pusat Melalui Media Monitoring

    No full text
    Maksud Penelitian adalah untuk mengetahui Peranan Humas PT. Kereta Api Indonesia Kantor Pusat Melalui Media Monitoring Untuk Mempertahankan Citra Perusahaan Di Kalangan BUMN Bandung. Untuk mnenjawab fokus penelitian, peneliti memilih 4 sub fokus yaitu, Pencarian Data, Perencanaan, Komunikasi dan Evaluasi. Peranan humas PT . Kereta Api Indonesia Kantor Pusat ditinjau dari 4 sub fokus tersebut menjadi dasar rumusan masalah dan tujuan penelitian ini. Pendekatan Penelitian kualitatif, metode deskriptif. Informan penelitian menggunakan menggunakan teknik Purposive sampling sehingga diperoleh 2 Informan Kunci dan 3 Informan Pendukung. Teknik mengumpulan data melalui studi pustaka,(studi literatur dan internet), studi lapangan ( wawancara,Observasi, dan dokumentasi), uji keadsahan data (perpanjang pengamatan, diskusi dengan teman sejawat dan membercheck), Teknik Analisa data ( pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan) Hasil Penelitian adalah 1) Tahap pencarian Data yang dilakukan oleh Humas PT. Kereta Api Indonesia melalui media adalah: melakukan media monitoring, melakukan pengumpulan data, melakukan content planing. 2)Tahap Perencanaan yang dilakukan oleh Humas PT. Kereta Api Indonesia melalui media monitoring adalah: trashing pemberitaan, melakukan evaluasi, melakukan komunikasi krisis. 3)Tahap Komunikasi yang dilakukan oleh Humas PT. Kereta Api Indonesia melalui media monitoring adalah: mencari fakta yang aktual, melakukan riset, menjalankan komunikasi persuasif. 4) Tahap Evaluasi Humas PT. Kereta Api Indonesia melalui media monitoring untuk adalah: Melakukan koordinasi untuk mendapat informasi,mengambil inisiatif untuk memantau kondisi, memastikan semua alat/unit berfungsi dengan baik. Kesimpulan Peneliti peranan Humas PT.Kereta Api Indonesia melalui media monitoring didasarkan pada analisis data dari media monitoring lebih efektif dalam mencapai audiens yang tepat. Dengan memahami tren dan pola dari data media, humas dapat menyusun pesan yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik audiens. Saran Humas PT. KAI perlu mengembangkan strategi evaluasi dan penyesuaian yang berkelanjutan berdasarkan hasil monitoring media. Evaluasi harus mencakup analisis mendalam tentang efektivitas komunikasi yang telah dilakukan

    Proses Komunikasi Intrapersonal Penggemar Konser Musik K-Pop Yang Mengalami Post- Concert Depression Di Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses komunikasi intrapersonal Post-Concert Depression yang dialami oleh pemggemar konser musik K-Pop di Indonesia. Penelitian ini memfokuskan pada proses komunikasi Intrapersonal dengan 4 rumusan masalah yaitu Sensasi, Persepsi, Memori, dan Bepikir dalam diri seseorang yang mengalami Post-Concert Depression. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yaitu Studi fenomenologi yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipan. Melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling diperoleh 7 informan terdiri dari 6 informan kunci yang merupakan penggemar K-Pop yang juga pernah mengalami Post-Concert Depression dan 1 informan pendukung yang merupakan seorang ahli psikologi. Hasil penelitian menunjukkan, Sensasi melalui kombinasi faktor internal seperti pengalaman emosional selama konser dan eksternal yang melibatkan panca indra, seperti Penglihatan Visual panggung, Pendengaran saat mendengar musik atau suara idola, Penciuman aroma di tempat konser seperti parfum atau asap panggung, sentuhan dengan penggemar lain atau getaran bass musik yang dirasakan tubuh (perabaan), serta rasa makanan dan minuman yang dinikmati selama konser (pengecapan). Persepsi mempengaruhi persepsi sensorik cara mereka melihat dunia setelah konser, Persepsi Emosi seringkali membuat realitas sehari-hari kurang menarik dan memuaskan. melalui Persepsi Kognitif yang mana penggemar mengalami kesulitan untuk kembali ke rutinitas biasa karena persepsi mereka tentang kebahagiaan dan kegembiraan telah dibentuk ulang oleh pengalaman konser. Memori mengatur bagaimana pengalaman menonton konser diubah menjadi Kenangan, melalui Perekaman visualisasi dan auditori, Penyimpanan jangka panjang, Pemanggilan kenangan yang disengaja, Pengenalan kenangan yang otomatis terjadi, dan Redintegrasi yaitu pengenalan kenangan secara otomatis yang tidak disadari. Proses Berpikir penggemar melalui Deduktif, Induktif, dan Evaluatif tidak hanya membantu memahami dan mengatasi perasaan penggemar setelah konser, tetapi juga membantu penggemar berinteraksi dengan lingkungan mereka dan menafsirkan pengalaman. Kesimpulan Proses Komunikasi Intrapersonal Penggemar Konser Musik K-Pop Yang Mengalami Post-Concert Depression merupakan Proses yang memainkan peranan dalam memahami perasaan penggemar terutama karena melibatkan sensasi, persepsi, memori, dan proses berpikir individu yang bersifat sangat subjektif, intens dan sering sulit diungkapkan secara detail. Saran fokuskan perhatian pada setiap momen selama konser untuk menikmati konser secara lnagsung daripada merkam lalu bingkai pengalaman secara positif, misalnya dengan pada rasa syukur atas kesempatan menghadiri konser dan interaksi dengan idola, Gunakan logika untuk memahami perasaan setelah konser, seperti menyadari bahwa kesedihan adalah respon normal

    0

    full texts

    16,520

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Elibrary UNIKOM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇