Elibrary UNIKOM
Not a member yet
16520 research outputs found
Sort by
Perancangan Informasi Pada Jalur Pendakian Gunung Tampomas Via Cibeureum Melalui Mediasistem Tanda
Pendakian merupakan kegiatan di alam terbuka yang harus menyiapkan mental, fisik, etika, pengetahuan dan keterampilan. Gunung Tampomas sendiri terletak di sebelah utara Kabupaten Sumedang dengan ketinggian 1684 mdpl. Secara letak geografis Gunung Tampomas terdiri di lima kecamatan, yaitu Cimalaka, Paseh, Conggeang, Buahdua dan Tanjungkerta. Perancangan ini bertujuan untuk mengetahui kurangnya petunjuk saat melakukan pendakian di Gunung Tampomas.
Perancangan ini di uraikan secara deskriptif dengan pengumpulan data Gunung Tampomas, palaku pendaki, dan pengurus pos pendakian. Gunung Tampomas sendirimasih kuranya petunjuk navigasi, petunjuk tempat ataupun petunjuk satwa yang ada disana. Disebabkan kuranya kesadaran pengurus terhadap pengelolaan yang tidak diterapkan dengan secara baik ataupun kesalahan dari pendaki itu sendiri. Hingga masih banyak nya pendakian illegal yang dilakukan, sampai menyebabkan tragedi yangmerenggut nyawa atau tragedi yang lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa, jalurpendakian Gunung Tampomas masih kurangnya petunjuk visual area. Sehingga, seorang pendaki tidak dapat mengenali gambaran karakteristik area tersebut
Perancangan Identitas Toko Sidodadi Melalui Media Logo Dan Kemasan
Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, kondisi persaingan usaha kuliner di Indonesia semakin pesat dan bervariasi, para pelaku usaha harus mampu berkreativitas, mengambangkan ide kreatif dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memasarkan produk para pelaku usaha. Metode yang digunakan dipenelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengandalkan pendekatan melalui wawancara, dan observasi terjun secara langsung kelapangan, Hasil penelitian untuk mengetahui bagaimana bisa Toko Roti Sidodadi yang bisa bertahan hampir 70 tahun dan kosisten. walaupun zaman semakin pesat dan teknologi semakin maju tapi Toko Roti Sidodadi tidak tergusur oleh zaman dan tetap mempertahankan konsep budaya tradisionalnya. Toko Roti Sidodadi adalah salah satu warisan budaya kota yang telah berdiri sejak tahun 1950-an. Dikenal dengan desain toko jadulnya yang klasik dan menu tradisionalnya, toko roti ini telah menjadi ikon lokal yang dicintai oleh penduduk setempat
Perancangan Ulang Identitas Visual Klinik Pijat Olahraga Nugafima
Klinik pijat olahraga Nugafima bergerak di bidang jasa olahraga dan menawarkan pijat olahraga dalam berbagai menangani permasalahan cedera aktifitas fisik pada atlet maupun masyarakat umum yang ditangani secara professional dan memiliki sertifikasi kepelatihan pijat olahraga. Permasalahan identitas visual yang dialami oleh Nugafima tidak dapat menampilkan karakteristik citra yang kuat sebagai tempat pijat olahraga. Tujuan perancangan ini adalah membuat ulang identitas visual yang baru agar dapat menampilkan citra sebagai tempat pijat olahraga. Hasil perancangan ini dapat membawa perubahan identitas visual baru terhadap klinik pijat olahraga Nugafima yang dapat mengirim pesan kuat dalam bentuk citra sebagai tempat pijat olahraga
Strategi Influencer Marketing Dalam Mempertahankan Persepsi Merek Lokal Exsport Di Kota Bandung
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Strategi Pemasaran Digital Melalui Influencer Marketing Dalam Mempertahankan Persepsi Merek Exsport Sebagai Merek Lokal Di Kota Bandung.Sub fokus yang digunakan terdiri dari penentuan (make),pengeleloaan (manage),pemantauan (monitoring) dan evaluasi/pengukuran (measure). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih melalui Teknik purposive, terdiri dari staff sosial media specialist exsport dan 2 Influencer marketing yang pernah bekerjasama dengan exsport sebagai informan kunci . peneliti memilih followers exsport dan Influencer sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Influencer marketing Exsport terdiri dari empat tahapan utama: (1) Penentuan (Make), yaitu pemilihan Influencer yang sesuai dengan target pasar; (2) Pengelolaan (Manage), yaitu hubungan dan komunikasi antara pihak brand exsport atau marketing dengan Influencer; (3) Pemantauan (Monitor), yaitu evaluasi efektivitas konten yang dipublikasikan; dan (4) Pengukuran (Measure), yaitu analisis dampak kampanye terhadap persepsi merek dan engagement rate.
Kesimpulan dari penelitian Ini Strategi Pemasaran Digital Melalui Influencer Marketing dianggap mampu mempertahankan persepsi merk lokal exsport dengan menggunakan tahapan tahapan yang relevan dan tentunya dapat diterima oleh audiens exsport itu sendiri. Saran penelitian, Exsport perlu meningkatkan pemantauan kampanye Influencer marketing dengan lebih sering meminta insight dan data engagement. Penggunaan tools analisis canggih seperti Google Analytics atau Brandwatch juga dapat membantu evaluasi performa kampanye
Strategi Komunikasi Pemerintah Kabupaten Bandung Pada Program Rembug Bedas Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Kabupaten Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung dalam Program Rembug Bedas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Fokus utama penelitian ini mencakup tahapan strategi komunikasi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam serta observasi langsung pada pelaksanaan program. Teknik purposive sampling digunakan dalam pemilihan informan yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah dan masyarakat yang berpartisipasi dalam Rembug Bedas. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan member check, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dalam Program Rembug Bedas menekankan pada keterbukaan informasi, interaksi langsung yang fleksibel, serta mekanisme evaluasi yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program. Pada tahap perencanaan, pendekatan inklusif diterapkan dengan pemanfaatan berbagai saluran komunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital. Tahap pelaksanaan memperlihatkan adanya dialog dua arah yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Evaluasi program dilakukan melalui proses monitoring dan tindak lanjut terhadap aspirasi yang telah dikemukakan oleh masyarakat guna menjaga transparansi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan dalam Program Rembug Bedas berperan penting dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah. Dengan pendekatan komunikasi yang lebih terbuka dan partisipatif, program ini telah memberikan wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan dan aspirasi mereka. Namun, penelitian ini juga menyoroti perlunya peningkatan dalam mekanisme tindak lanjut agar setiap aspirasi yang disampaikan dapat lebih cepat diimplementasikan. Sebagai saran, Pemerintah Kabupaten Bandung diharapkan dapat memperkuat sistem pemantauan serta transparansi dalam menindaklanjuti hasil Rembug Bedas. Selain itu, peningkatan penggunaan teknologi dalam penyampaian informasi serta keterlibatan lebih luas dari berbagai elemen masyarakat dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan program ini kedepannya
Penggunaan Media Sosial Instagram @Official.Muses Oleh Muses Sebagai Idol Group Lokal Kota Bandung Dalam Membangun Komunitas Daring Bagi Penggemar
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan media sosial Instagram @official.muses oleh Muses sebagai Idol Group Lokal Kota Bandung dalam membangun komunitas daring bagi penggemar. Subfokus yang digunakan terdiri dari empat sub fokus yaitu content, context, connectivity, dan juga contiunity. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih melalui teknik purposive, terdiri dari empat informan kunci, teridiri dari pengelola Instagram @official.muses, owner Muses, pengelola akun Instagram fans Muses @muverse.official, dan social media specialist. Serta dua informan pendukung yang terdiri dari pengikut Instagram @official.muses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) content akun Instagram @official.muses original dan relevan dengan penggemar, konsistensi penyajian konten personal melalui storytelling, serta komitmen terhadap kualitas teknis yang tinggi untuk menghasilkan engagement; (2) context akun Instagram @official.muses terhadap audiens tercermin dari konten yang relevan dan relatable, penyampaian berfokus pada kedekatan emosional melalui caption hangat dan hashtag konsisten, serta strategi timing untuk memaksimalkan engagement, yang secara keseluruhan menunjukkan keberhasilan membangun hubungan erat dengan komunitas penggemarnya; (3) connectivity akun Instagram @official.muses dalam menciptakan rasa memiliki pada komunitas penggemar melalui filosofi "dari penggemar dan untuk penggemar" yang melibatkan penggemar dalam setiap tahap perkembangan grup; (4) continuity akun Instagram @official.muses dengan konsistensi interaksi dua arah melalui fitur Instagram, rutinitas unggah konten member Muses, dan tradisi komunitas yang memperkuat ikatan emosional antara Muses dan penggemar. Kesimpulan penelitian, penggunaan media sosial Instagram @official.muses oleh idol group Muses dianggap berhasil membangun komunitas daring bagi penggemar dengan membuat konten yang tepat dan original, pesan yang dapat dipahami oleh penggemar, menciptakan rasa memiliki penggemar dan membangun tradisi antar penggemar. Penelitian ini memberikan saran bagi Muses untuk memperbanyak konten di TikTok dan YouTube guna meningkatkan jangkauan dan variasi konten, dan juga penelitian ini dapat diperdalam dengan pendekatan psikologis dan metode analisis big data untuk memahami interaksi dan pertumbuhan komunitas digital secara lebih mendalam
Transformasi Ruang Bermain dan Belajar Anak Dalam Dunia Digital
Anak ibarat kertas kosong, siap menerima coretan kehidupan yang akan membentuk karakter, pola pikir, dan masa depannya. Apa yang kita tulis pada 'kertas' ini akan menentukan arah yang mereka tempuh. Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan impian, kebebasan, dan keceriaan—sebuah dunia yang sering kita rindukan sebagai orang dewasa. Namun, di balik tawa dan permainan itu, terdapat proses belajar yang esensial dalam membentuk kepribadian dan kemampuan mereka. Bermain bukan sekadar hiburan, tetapi sebuah sarana belajar yang sangat efektif dan alami bagi anak. Pengamatan terhadap ruang bermain anak telah menjadi fokus perhatian saya dalam berbagai kesempatan, terutama dalam mengaitkannya dengan perilaku manusia dan bagaimana ruang dapat memengaruhi perkembangan mereka. Era digitalisasi membawa perubahan mendalam dalam cara manusia berinteraksi dengan ruang, termasuk ruang bermain dan belajar anak-anak. Dalam konteks arsitektur, penelitian perilaku anak menjadi semakin relevan untuk memahami bagaimana desain ruang dapat mendukung kebutuhan perkembangan fisik, kognitif, dan sosial mereka di tengah kemajuan teknologi. Digitalisasi, dengan hadirnya Internet of Things (IoT), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI), telah menciptakan peluang baru untuk menciptakan lingkungan bermain dan belajar yang interaktif dan personal. Namun, teknologi ini juga membawa tantangan, terutama dalam mengurangi interaksi sosial langsung antar anak. Ketergantungan pada perangkat digital sering kali membatasi eksplorasi fisik dan kolaborasi nyata, yang menjadi elemen penting dalam perkembangan anak.
Orasi ini mengeksplorasi dinamika perilaku anak dalam dunia bermain dan belajar kekinian, dengan bahasan mengenai: 1) Pengaruh teknologi digital terhadap perilaku anak dalam hal ruang fisik dan virtual; 2) Konsep desain ruang ramah anak yang mampu mengintegrasikan teknologi digital tanpa mengorbankan kebutuhan interaksi sosial dan eksplorasi fisik; 3) Prinsip human-centered design untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas, kolaborasi, dan kesejahteraan anak. Melalui pendekatan multidisiplin, orasi ini dapat memberikan wawasan mengenai bagaimana arsitektur dapat menjembatani kebutuhan tradisional dan modern anak, menciptakan ruang yang mendukung keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi sosial. Dengan memberikan rekomendasi untuk desain ruang bermain dan belajar yang inovatif, diharapkan orasi ini mampu berkontribusi pada pengembangan arsitektur yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan generasi masa depan di tengah tantangan digitalisasi
Problematika Tindak Pidana Pemilu Di Indonesia Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum Menjadi Undang-Undang
Pemilu merupakan salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi, di mana proses pemilihan umum tidak hanya menjadi sarana untuk memilih pemimpin, tetapi juga sebagai manifestasi dari kedaulatan rakyat. Dalam konteks ini, pemilu berfungsi sebagai mekanisme yang memungkinkan masyarakat untuk mengekspresikan kehendak dan aspirasi mereka, serta untuk menentukan arah kebijakan publik yang akan diambil oleh pemerintah. Namun, dalam praktiknya, penegakan hukum terhadap tindak pidana pemilu sering kali menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang kompleks.
Metodologi penelitian yang akan di terapkan adalah yuridis normatif. Yang mana penelitian ini akan digunakan sumber - sumber data yang dilakukan dengan teknis kepustakaan. Analisis dalam penelitian ini dilakukan secara normatif, di mana peneliti diharapkan dapat menganalisis dan mengkombinasikan berbagai permasalahan yang ada dalam pokok masalah tindak pidana pemilu.
Undang-undang No. 7 Tahun 2023 menghadirkan sejumlah faktor yang memengaruhi dinamika demokrasi di Indonesia. Salah satu faktor yang menonjol diantaranya yaitu presidential threshold. Selain itu, parliamentary threshold dengan ambang batas 4% bertujuan menyederhanakan sistem politik, tetapi berdampak pada hilangnya representasi partai kecil dan suara pemilihnya. Sistem pemilu terbuka juga menimbulkan tantangan bagi calon legislatif, terutama di daerah dengan literasi politik rendah, sementara ketidakproporsionalan alokasi kursi di daerah pemilihan (district magnitude) memperkuat ketidakadilan. Di sisi lain, metode Sainte Lague Murni cenderung menguntungkan partai besar dan melemahkan peluang partai kecil, sehingga mengurangi keragaman politik di parlemen. Kemudian, penyalahgunaan kekuasaan dalam proses pemilu mengancam integritas demokrasi. Praktik seperti manipulasi bantuan sosial untuk kepentingan politik, penggunaan fasilitas negara secara tidak sah. Permasalahan ini diperparah dengan sulitnya mekanisme penegakkan hukum yang terjadi dalam penanganan tindak pidana pemilu di Bawaslu maupun Sentra Gakkumdu. Dari sekian banyak kasus yang dilaporkan ke Bawaslu hanya Sebagian kecil yang diproses melalui Sentra Gakumdu. Demikian juga dengan kasus-kasus yang diproses di Sentra Gakkumdu hanya Sebagian kecil yang akhirnya sampai kepada proses pengadilan. Hal ini meningkatkan apatisme politik dan menurunkan partisipasi pemilih, yang pada akhirnya merusak legitimasi hasil pemilu serta memperburuk ketidakstabilan politik
Strategi Humas Rabithah Alawiyah Melalui Proliferasi Habib Palsu Dalam Menghadapi Tantangan Pengingkaran Nasab Di Indonesia
Fenomena pengingkaran nasab dan proliferasi Habib palsu menjadi tantangan yang semakin nyata bagi Rabithah Alawiyah, organisasi yang bertugas menjaga keabsahan nasab keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Isu ini tidak hanya mengancam kredibilitas organisasi tetapi juga berdampak terhadap persepsi publik mengenai otoritas keilmuan yang dipegang oleh Rabithah Alawiyah. Oleh karena itu, diperlukan strategi humas yang tepat untuk mempertahankan legitimasi organisasi serta membangun kepercayaan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi humas Rabithah Alawiyah dalam menghadapi tantangan pengingkaran nasab dan proliferasi Habib palsu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan analisis dokumen, dengan purposive sampling dalam memilih informan kunci dan pendukung yang relevan. Analisis penelitian ini didasarkan pada Four-Phase Public Relations Model oleh Cutlip, Center, dan Broom (1985), yang mencakup tahapan defining the problem, planning and programming, taking actions and communicating, serta evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap defining the problem, humas Rabithah Alawiyah secara aktif melakukan pemantauan isu melalui media sosial dan laporan komunitas untuk mengidentifikasi pola pengingkaran nasab serta klaim Habib palsu. Pada tahap planning and programming, organisasi merancang strategi berbasis edukasi nasab, penguatan literasi genealogis, serta membangun sinergi dengan akademisi dan tokoh agama guna memperkuat otoritas ilmiah. Dalam tahap taking actions and communicating, Rabithah Alawiyah mengoptimalkan media digital, seminar, dan kolaborasi dengan komunitas guna memperkuat narasi faktual mengenai keabsahan nasab serta menangkal klaim tidak sah. Tahap evaluation dilakukan secara berkala dengan meninjau respons publik, efektivitas program edukasi, serta tingkat keterlibatan masyarakat dalam klarifikasi informasi yang diberikan oleh organisasi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi humas berbasis edukasi, transparansi, serta pendekatan berbasis data menjadi elemen kunci dalam menjaga kredibilitas organisasi di tengah tantangan pengingkaran nasab dan proliferasi Habib palsu. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar Rabithah Alawiyah terus memperluas cakupan program edukatif serta menjawab isu nasab dan keagmaan ditengah masyarakat, memperkuat keterlibatan komunitas, serta mengembangkan mekanisme evaluasi yang lebih komprehensif guna meningkatkan efektivitas strategi humas yang diterapkan
Pengaruh Augmented Reality Terhadap Perilaku Belanja Online Melalui Perceived Enjoyment Sebagai Variabel Mediasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Augmented Reality terhadap Perilaku Belanja Online melalui Perceived Enjoyment sebagai variabel mediasi pada konsumen Azarine Official. Azarine adalah perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan dan perawatan kulit yang cukup populer di Indonesia. Azarine telah aktif di platform e-commerce seperti Shopee, dengan menerapkan fitur Virtual Try-On yang berbasis teknologi Augmented Reality. Fitur ini berguna bagi konsumen yang berbelanja produk kecantikan secara online, karena mereka dapat membuat keputusan yang lebih tepat mengenai warna atau jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan verifikatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan penyebaran kuesioner kepada konsumen Shopee Azarine Official, dengan penentuan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling, metode pengambilan sampel berdasarkan salah satu yang cocok, yang artinya sampel yang diperoleh oleh seorang peneliti secara kebetulan tanpa ada perancanaan terlebih dahulu dan peneliti meyakini bahwa orang tersebut layak dijadikan sumber informasi untuk penelitian, dengan jumlah sampel yaitu 100. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode statistik Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara Augmented Reality terhadap Perilaku Belanja Online. Augmented Reality berpengaruh signifikan terhadap Perceived Enjoyment. Perceived Enjoyment berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Belanja Online. Augmented Reality berpengaruh signifikan tehadap Perilaku Belanja Online melalui Perceived Enjoyment. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada Azarine Official untuk mengoptimalkan penerapan fitur Virtual Try-On berbasis teknologi Augmented Reality (AR) guna meningkatkan kenyamanan berbelanja online, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi perilaku belanja konsumen secara positif