Elibrary UNIKOM
Not a member yet
    16520 research outputs found

    Perancangan Identitas Visual Kota Bandung Media City Branding

    No full text
    Perancangan city branding ini digunakan untuk membangun suatu Identitas untuk kota Bandung dan mempromosikan kota Bandung, sehingga memberikan suatu gambaran pikiran, perasaan, ikatan dan ekspetasi yang datang dari benak seseorang ketika seseorang tersebut melihat atau mendengar nama atau kata Bandung. Kota yang dipilih adalah Bandung karena kota Bandung dianggap cukup layak untuk jadikan destinasi kota karena berbagai macam wisata dapat di kunjungi di kota Bandung. Dengan perancangan identitas visual Kota Bandung ini diharapkan terciptanya suatu city branding yang sangat lekat dengan kota Bandung sehingga memberikan perasaan bangga terhadap masyarakat yang tinggal di Bandung dan dapat mudah diingat oleh seluruh masyarakat di Indonesia

    Perancangan Ulang Identitas Visual Umkm Kedai Mie & Bakso Bejo Lembang Melalui Logo

    No full text
    Mie & Bakso Bejo Lembang merupakan sebuah kedai yang berada di Jl. Panorama No.32 40391 Lembang, Bandung, Jawa Barat. Sesuai namanya kedai menjual produk olahan mie dan juga bakso, khususnya mie yamien yang menjadi produk penetrasi dari kedai ini. Kedai ini didirikan oleh Bapak Hadi dan sudah beroperasi sejak tahun 2005. Kedai ini memiliki identitas visual berupa logo , namun berdasarkan penelitian penulis, identitas visual saat ini memiliki kelemahan karena masih banyak konsumen yang tidak mengenal identitas dari kedai ini yang disebabkan oleh kurangnya konsistensi bentuk identitas visual serta adanya anggapan bahwa logo dirasa sudah mulai usang oleh sang pemilik dan keinginannya untuk meningkatkan nilai citra dari kedai. Perancangan ulang ini bertujuan untuk mengembangkan identitas visual yang telah ada dengan harapan dapat meningkatkan nilai dan citra dari kedai Mie & Bakso Bejo ini baik dari nilai estetika visual serta fungsionalitasnya berdasarkan kaidah yang tepat sehingga kedai dapat lebih dikenal oleh masyarakat

    Perancangan Ulang Informasi Kerupuk Ranginang Tawekal Bandung Melalui Media Label Kemasan

    No full text
    Kerupuk Rengginang Tawekal Bandung adalah cemilan tradisional khas sunda. Makanan khas sunda ini dijadikan sebuah usaha dan juga peluang untuk berdagang bagi beberapa orang, kerupuk Rengginang Tawekal Bandung ini dapat memproduksi rengginang setiap harinya. Namun pada kerupuk Rengginang Tawekal Bandung ini memiliki kemasan yang terbilang kurang menarik, setelah melakukan observasi dan wawancara diantara hal yang perlu diperbaiki dari kerupuk Rengginang Tawekal Bandung ini yaitu terdapat pada informasi kemasan yang kurang lengkap dan juga kemasan yang masih terkesan jadul. Maka dari itu dibutuhkan perancangan ulang pada kemasan ini guna dapat menarik konsumen dan juga agar memunculkan label kemasan pada kerupuk Rengginang Tawekal Bandung ini. Perancangan kemasan ini supaya konsumen dapat perlindungan dari kemasan yang dibelinya yaitu kerupuk Rengginang Tawekal Bandung ini. Harapannya supaya dapat mencapai pasar yang lebih luas dan dapat menarik minat konsumen, juga berbeda kemasannya dari kompetitor lainnya

    Perancangan Desain Logo Sebagai Identitas Umkm Ayam Bakar Mas Sigit

    No full text
    UMKM memerlukan identitas yang jelas untuk mencapai keberhasilan, dan branding merupakan aspek kunci dalam mengembangkan bisnis. Branding yang efektif dapat meningkatkan penjualan, daya tarik konsumen, dan mempermudah pelanggan untuk mengingat merek. Logo, sebagai elemen desain utama dalam branding, berfungsi sebagai representasi visual dari perusahaan, produk, atau merek. UMKM, khususnya Ayam Bakar Mas Sigit, menghadapi tantangan dalam menciptakan identitas visual yang kuat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya pembuatan logo sebagai identitas visual untuk UMKM Ayam Bakar Mas Sigit. Metode penelitian menggunakan desain komunikasi visual, yang meliputi analisis elemen-elemen desain logo untuk menciptakan identitas visual yang kuat dan sesuai dengan karakteristik UMKM. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan Bapak Sinur, pemilik Ayam Bakar Mas Sigit. Logo yang dirancang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran merek, memperbaiki citra visual, dan meningkatkan daya saing Ayam Bakar Mas Sigit di pasar. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai urgensi dan dampak positif dari logo yang efektif dalam branding UMKM

    Strategi Diplomasi Indonesia Dalam Mengatasi Ketegangan Hubungan Bilateral Dengan Vanuatu Atas Indikasi Pelanggaran Ham Di Papua

    No full text
    Penelitian ini menyoroti strategi diplomasi Indonesia dalam mengatasi ketegangan hubungan bilateral dengan Vanuatu yang disebabkan oleh tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Indonesia menerapkan kebijakan luar negeri dalam situasi konflik diplomatik, mengevaluasi efektivitas pendekatan diplomasi yang digunakan, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan hubungan bilateral dan penanganan isu HAM di Papua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan mengumpulkan data melalui observasi langsung aktivitas diplomatik, wawancara mendalam dengan diplomat dan pakar kebijakan luar negeri, serta analisis dokumen resmi dan laporan internasional terkait isu HAM di Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diplomasi Indonesia berfokus pada kedaulatan nasional dan prinsip non-intervensi, serta berhasil mempertahankan hubungan bilateral dengan Vanuatu dan memperkuat posisi Indonesia di forum internasional. Meskipun demikian, penelitian ini menekankan perlunya pendekatan yang lebih luas dan berkelanjutan untuk menangani isu HAM yang masih mendapat perhatian internasional. Untuk itu, disarankan agar Indonesia mengadopsi pendekatan diplomasi yang lebih proaktif dan kolaboratif dalam menghadapi tekanan internasional terkait masalah HAM, serta memperkuat posisi diplomasinya dalam forum internasional

    Pengaruh Kerjasama Asia Pacific Computer Eemergency Response Team (APCERT) Terhadap Keamanan Siber Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari kerjasama Asia Pacific Computer Emergency Response Team (APCERT) terhadap keamanan siber Indonesia dalam kurun waktu 2020-2023. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen dari Asia Pacific Computer Emergency Response Team (APCERT), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh dari kerjasama keamanan siber melalui Asia Pacific Computer Emergency Response Team (APCERT) memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan kapasitas keamanan siber di Indonesia. Melalui partisipasi aktif di dalam kerjasamanya, Indonesia dapat bertukar informasi, pengalaman, pelatihan serta pratik-praktik terbaik dalam menangani insiden siber. Dan juga memberikan wawasan global dalam menangani insiden siber yang semakin kompleks ini. Namun, masih terdapat kendala serta tantangan dalam upaya implementasinya pada keamanan siber Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala yang ada dengan melaui kerjasama. Karena kerjasama internasional merupakan faktor dari perkembangan keamanan siber di Indonesia

    Kerjasama Indonesia Dan Australia Melalui Joint Cyber Community Program Untuk Meningkatkan Keamanan Siber Di Indonesia

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas dan tantangan dalam kerjasama Joint Cyber Community Program (JCCP) antara Indonesia dan Australia, dengan fokus pada dampaknya terhadap peningkatan keamanan siber di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini memanfaatkan analisis dokumen dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan dari kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JCCP telah berhasil meningkatkan kapabilitas teknis dan infrastruktur keamanan siber di Indonesia melalui transfer teknologi, pelatihan dari Australia, serta program-program seperti Cyber Boot Camp yang dirancang untuk memperkuat keterampilan praktis peserta. Selain itu, harmonisasi kebijakan antara kedua negara telah menciptakan kerangka regulasi yang lebih konsisten, meskipun perbedaan budaya, pendekatan kerja, dan komunikasi lintas negara tetap menjadi tantangan signifikan. Edukasi, peningkatan kesadaran publik, serta penyebaran informasi tentang pentingnya keamanan siber juga diidentifikasi sebagai hasil positif dari kerjasama ini. Namun, tantangan birokrasi, keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi, serta kebutuhan adaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi baru memerlukan perhatian lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan strategi kerjasama keamanan siber yang lebih efektif di masa depan, dengan menyoroti perlunya dukungan finansial, komitmen berkelanjutan, peningkatan kapasitas, dan sinergi yang lebih erat dari kedua belah pihak dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan dinamis

    Strategi Komunikasi Guru Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Pada Proses Belajar Mengajar Siswa Autis Di Smk Telkom Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Strategi Komunikasi Guru Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada Proses Belajar Mengajar Siswa Autis di SMK Telkom Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan lima subfokus: Penelitian, Perencanaan, Pelaksanaan, Pengukuran/Evaluasi dan Pelaporan. Penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam penelitian ini. Peneliti menemukan bahwa informan utama dan informan pendukung penelitian dipilih melalui wawancara dan observasi dan pengamatan mereka dengan metode purposive sampling. Peneliti menggunakan Uji Kredibilitas Data atau uji kepercayaan terhadap hasil penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, Penelitian ini dilakukan untuk menyatakan bagaimana guru di SMK Telkom Bandung menggunakan Kurikulum Merdeka untuk mengajar Siswa Autis dan bagaimana strategi komunikasi digunakan untuk mendukung proses tersebut. Perencanaan implementasi adalah untuk memaksimalkan potensi setiap siswa Autis dengan membangun lingkungan belajar yang inklusif yang mendukung pertumbuhan akademik dan personal siswa. Pelaksanaan implementasi adalah untuk memaksimalkan potensi setiap siswa Autis dengan membangun lingkungan belajar yang inklusif yang mendukung pertumbuhan akademik dan personal siswa. Pengukuran/Evaluasi untuk mengevaluasi dan mengevaluasi keberhasilan Kurikulum Merdeka untuk siswa Autis di SMK Telkom Bandung, diperlukan pendekatan yang menyeluruh dan fleksibel. Pelaporan tentang pelaksanaan Kurikulum Merdeka untuk siswa Autis di SMK Telkom Bandung mencakup pengumpulan, analisis, pembuatan, dan penyebaran informasi tentang perkembangan siswa. Kesimpulan pengimplementasian Kurikulum Merdeka untuk Siswa Autis di SMK Telkom Kota Bandung Untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan setiap siswa, strategi komunikasi untuk siswa Autis ini agar memberikan ruang bagi siswa Autis agar lebih mandiri dan berbaur dengan teman sekelasnya

    Proses Komunikasi Kelompok Pemain Game Online Valorant Dalam Membangung Kerja Sama Tim

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses komunikasi kelompok yang berada pada Pemain Game Online Valorant dalam membanugn kerja sama tim Valkon Kota Bandung, Fokus utama penelitain mencakup bentuk, hambatan dan pola komunikasi yang terjadi dalam komunikasi tim. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Melalui Teknik purposive sampling maka diperoleh 6 informan, yaitu 4 informan kunci dan 2 informan pendukung. Dalam teknik pegumpulan data menggunakan studi Pustaka, studi lapangan dan wawancara.Uji keabsahan data dengan triangulasi sumber dan member check, laluu analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, peneliti akan membahas hasil temuan peneliti yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan yang sudah disebtukan sebelumnya. Bentuk Komunikasi yang digunakan oleh tim Valkon menggunakan bentuk komunikasi interaktif,tebuka dan informal. Hambatan Komunikasi terjadi karena koneksi jaringan yang kurang baik, miss komunikasi, dan salah persepsi. Pola komunikasi yang digunakan ialah pola interaktif dan terbuka. Kesimpulan menurut analisa peneliti menunjukan bahwa proses komunikasi kelompok di dalam tim valkon sangat penting untuk membangun kerjasama tim yang efektif. Keberhasilan dalam membanugn kerja sama tim ditunjukan dari bagaimana proses komunikasi itu sampai kepada anggota lainnya, meskipun terdapat hambatan yang perlu dihadapi, pola komunikasi satu dan dua arah yang responsif juga memungkinkan berbagi inforamsi dengan cepat dan efektif. Dalam hal ini komunikasi yang terjalin antar anggota secara efektif membantu memperkuat kerjasama tim. Saran penelitian bagi tim Valkon melakukan evaluasi bersama setelah setiap sesi latihan atau pertandingan dan mendiskusikan apa yang berjalan baik dan apa yang perlu ditingkatkan. Arahan atau strategi antar anggota harus lebih ditingkatkan agar bisa meraih tujuan tim bersama yaitu keberhasilan atau kemenangan bersama

    Proses Komunikasi Antara Guru Dan Murid Dalam Pembentukan Karakter Budaya Sunda Di Sdn Pasirangin 04 Kab.Bogor

    No full text
    Penelitian ini membahas proses komunikasi antara guru dan siswa dalam pembentukan karakter budaya Sunda di SDN Pasirangin 04, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menekankan pada pentingnya peran guru sebagai komunikator dalam menyampaikan nilai-nilai budaya Sunda, seperti gotong royong, hormat kepada orang tua, dan pelestarian lingkungan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan wawancara mendalam, observasi non-partisipan, serta dokumentasi. Untuk memperkuat data yang diperoleh, teknik purposive sampling digunakan, menghasilkan 4 informan kunci dan 4 informan pendukung. Validitas data diuji melalui peningkatan ketekunan, pengecekan ulang oleh peserta penelitian ,dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara guru dan siswa untuk membentuk karakter budaya Sunda pada siswa, dengan proses komunikasi guru dan murid adanya (1) Komunikan dimana siswa sebagai penerima pesan dari guru,(2) Pesan yang dimana guru memberi pesan lewat kelas tentang budaya sunda kepada siswa, (3) Media salah satu alat bantu guru agar pesan tersampaikan dengan ada nya bantuan media, (4) Umpan Balik siswa mulai menginternalisasi nilai-nilai seperti gotong royong, melestarikan budaya sunda dengan adanya praktek tari atau lengser, seperti diskusi kelas dan tugas terkait budaya dan hormat kepada orang tua. (5) Hambatan Eksternal dan Internal tantangan utama meliputi keterbatasan sarana prasarna dan pengaruh globalisasi, yang menghambat pelestarian budaya Sunda di lingkungan sekolah Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses komunikasi antara guru dan siswa di SDN Pasirangin 04 berusaha menanamkan nilai-nilai budaya Sunda, meskipun terdapat tantangan seperti kurangnya sarana prasarana dan pengaruh globalisasi. Saran yang diberikan mencakup peningkatan dukungan dari pemerintah, penggunaan media pembelajaran yang lebih beragam, pengembangan kurikulum yang komprehensif, serta peningkatan partisipasi siswa dan keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran budaya Sunda

    0

    full texts

    16,520

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Elibrary UNIKOM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇