Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
670 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penambahan Air Laut Pada Nilai Tegangan Bio Baterai Kulit Semangka (Citrullus lanatus)
Listrik merupakan hasil dari sebuah rangkaian fisika yang menghasilkan suatu muatan listrik dan sifat – sifat kelistrikan suatu benda. Sifat – sifat benda inilah yang membuat suatu alat memiliki prinsip kerjanya masing – masing namun untuk menghasilkan energi listrik dibutuhkan sumber energi listrik. Salah satu energi listrik terbarukan ialah dengan menggunakan biobaterai. Biobaterai adalah baterai yang terbuat dari bahan – bahan alami.
Salah satu biobaterai yang umum diteliti ialah jembatan garam elektrokimia : sel galvani dan sel elektrolisis. Plat seng sebagai anoda dengan simbol Zn dan plat tembaga sebagai katoda dengan simbol Cu. Dalam penelitian ini, jembatan garam digantikan dengan air laut dari Pantai Hamadi Jayapura dan albedo buah semangka. Hasil yang didapatkan adalah semakin banyak volume air laut maka nilai tegangan yang di dapat akan menurun terhadap waktu
Perilaku Ibu Rumah Tangga Asli Papua Dan Non Papua Tentang Vaksin Covid-19 (Studi Pada Ibu Rumah Tangga Asal Daerah Jawa Dan Mamberamo Raya) Di Rw/001 Koya Timur Distrik Muara Tami Kota Jayapura
Pandemi Covid-19 menimbulkan status kedaruratan di Indonesia sejak
tanggal 11 maret 2020, dalam mengatasi dampak pandemi pemerintah
memberikan Vaksinisasi Covid-19 kepada masyarakat untuk mengurangi angka
kesakitan dan kematian akibat Covid-19. Kasus positif covid-19 di Distrik Muara
Tami bulan maret 2022 sebanyak 58 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui
perilaku ibu rumah tangga tentang vaksin Covid-19
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi dan
waktu penelitian di RW/001 Kelurahan Koya Timur pada tanggal 14 maret 2022.
Populasi penelitian semua ibu rumah tangga di RW/001 345 ibu .sampel sebanyak
159 ibu. Teknik pengambilan sampel Stratified Random Sampling. pengumpulan
data dengan kuisioner, dianalisis menggunakan univariat .
Hasil penelitian diperoleh bahwa responden dengan usia terbanyak adalah
dewasa akhir 72 orang (45,2%). Responden dengan pendidikan terbanyak adalah
SD 72 orang (45,5%). Pekerjaan responden terbanyak adalah ibu rumah tangga
110 orang (69,2%). Responden dengan pengetahuan baik sebanyak 82 orang
(51,6%). Dukungan petugas kesehatan dengan respon baik sebanyak 91 orang
(57.3%). Dukungan TNI/POLRI dengan respon baik sebanyak 81 orang (50,9%)
di RW/001 Koya Timur Distrik Muara Tami Kota Jayapura
Pengaruh Pengetahuan HIV/AIDS Terhadap Stigma pada pasien HIV/AIDS di Distrik Witawaya Kabupaten Jayawijaya
Kossay, Sera. 2022. “PENGARUH PENGETAHUAN HIV/AIDS TERHADAP STIGMA PADA PASIEN HIV/AIDS DI DISTRIK WITAWAYA KABUPATEN JAYAWIJAYA” Skripsi Program Studi Farmasi Jurursan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih.
Sejak tahun 1987 di dunia, respon terhadap penyakit Human
Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) seperti ketakutan, penolakan, stigma, dan diskriminasi telah muncul bersamaan dengan terjadinya epidemik. HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang terjadi
di kalangan masyarakat yang belum ditemukan vaksin atau obat yang efektif untuk pencegahan HIV/AIDS hingga saat ini. Stigma merupakan hambatan utama dalam pencegahan, perawatan, pengobatan, dan dukungan HIV. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan HIV/AIDS terhadap Stigma pada pasien HIV/AIDS di Distrik Witawaya Kabupaten Jayawijaya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik yang dilakukan dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat dari Distrik Witawaya Kabupaten Jayawijaya dengan Sampel sebanyak 100 responden. Alat ukur digunakan berupa kuesioner tervalidasi. Data dianalisis dengan sistem komputer menggunakan Excel dan data kemudian diekspor ke SPSS versi 24 menggunakan metode Chi square (ρ-value <0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara Agama (0,005), Jumlah anak (0,058), dan Status Pernikahan (0,057) dengan pengetahuan HIV, serta ada hubungan positif antara Stigma HIV terhadap Seksual Orientasi (0,037), Asuransi (0,026), dan Tes HIV/AIDS (0,013). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan Positif antara Pengetahuan HIV pada segi agama, jumlah anak, dan
status pernikahan dan ada hubungan positif antara Stigma HIV pada segi seksual orientasi, asuransi dan tes HIV/AIDS.
Kata Kunci : HIV/AIDS, Pengetahuan, Masyarakat, Stigma, Distrik Witawaya, PAPU
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Papua
Kemiskinan adalah masalah utama di berbagai belahan dunia, terutama pada negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data BPS (2020) tingkat kemiskinan di Provinsi Papua dari tahun 2006-2021 mengalami naik dan penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh upah minimum, Indeks Pembangunan Manusia, dan tingkat pengangguran secara parsial terhadap tingkat kemiskinan dan mengetahui pengaruh upah minimum, Indeks Pembangunan Manusia, dan tingkat pengangguran secara simultan terhadap tingkat kemiskinan. Metode yang digunakan untuk menduga parameter adalah metode kuadrat terkecil. Statistik yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah statistik uji-F dan statistik uji-t secara berturut-turut untuk pengujian secara simultan dan pengujian secara parsial. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara parsial untuk variabel upah minimum mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemiskinan, variabel IPM mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemiskinan, variabel tingkat pengangguran mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan untuk uji simultan upah minimum, Indeks Pembangunan Manusia, dan tingkat pengangguran secara bersama-sama bepengaruh secara signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Papua
Studi Penambahan Transformator Sisip Untuk Menopang Beban Lebih Pada Gardu Distribusi Abe 201 Pada Penyulang Anggrek PT. PLN (Persero) ULP Abepura
Semakin berkembangnya dunia teknologi dari tahun ke tahun menyebabkan permintaan akan kebutuhan listrik semakin meningkat. Penyaluran energi listrik dari gardu distribusi ke rumah konsumen membutuhkan komponen yang sangat penting yaitu transformator. Transformator distribusi akan bekerja
secara optimal apabila beban listrik yang dipikul pada daerah jaringan transformator itu tidak melebihi kapasitas transformator distribusi tersebut.
Ketika terjadi beban lebih (overload) pada suatu transformator mengakibatkan isolasi di dalam transformator menjadi panas. Panas yang berlebih disebabkan oleh arus yang dibebani pada transformator sangat besar. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya overload (beban lebih) pada
transformator perlu dilakukan manajemen trafo, salah satu cara untuk menghindari kerusakan transformator adalah dengan melakukan penyisipan transformator yaitu dengan penambahan transformator baru di antara transformator yang overload .
Dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan studi literatur, teknik observasi, serta diskusi guna membahas mengenai data-data yang diperoleh mengenai penyisipan transformator. Data tersebut berupa data
pengukuran arus dan tegangan transformator.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gardu ABE-201 pada siang hari memiliki persentase sebelum dilakukan penyisipan yaitu sebesar 60,3% pada siang hari dan 75,8% pada malam hari. Kemudian setelah dilakukan penyisipan
maka persentasenya menjadi 48,8% pada siang hari dan 59,4% pada malam hari. Sedangkan untuk transformator sisipan ABE-201 persentase beban pada 35,5% siang hari dan 45,4% pada malalm hari. Metode pemilihan transformator sisipan dilakukan dengan cara membagi rata-rata arus transformator yang kemudian dibagi dengan arus nominal transformator sisi sekunder untuk dapat menentukan kapasitas transformator yang efisien terhadap pembebanan transformator
Studi Penambahan Transformator Sisipan Untuk Mengatasi Beban Lebih Gardu Distribusi Abe 372 Pada Penyulang Koya Barat PT. PLN (Persero) ULP Abepura - UP3 Jayapura
Semakin pesat pertumbuhan ekonomi dan berkembangnya dunia teknologi
dari tahun ke tahun menyebabkan permintaan akan kebutuhan listrik semakin
meningkat. Berjalannya waktu permasalahan yang timbul pada pendistribusian
ketenagalistrikan salah satunya adalah pembebanan transformator distribusi yang
sudah melebihi kapasitas atau dapat dikataan transformator overload (beban
lebih). Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya overload (beban lebih)
pada transformator perlu dilakukan manajemen transformator, salah satunya
dengan cara metode pemasangan transformator sisipan yang bertujuan untuk
menyuplai sebagian beban.
Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan metode studi literatur,
metode observasi, serta diskusi guna membahas mengenai data-data yang akan di
peroleh untuk melakukan transformator sisispan. Data-data berupa pengukuran
arus dan tegangan.
Berdasaarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa pada transformator
ABE 372 sebelum dilakukan penyisipan dimana pada saat siang hari persentase
pembebanan sebesar 69,41% dan pada malam hari sebesar 106,88%. Dan setelah
dilakukan penyisipan maka persentase pembebanan transformator ABE 372 pada
siang hari sebesar 43,64% dan pada malam hari sebesar 51,86%. Sedangkan,
untuk transformator sisipan ABE 372 persentase pembebanan sebesar 40,7% saat
siang hari dan pada malam hari sebesar 51,86%
Studi Evaluasi Penerapan Konsep Kesehatan dan Kelesamatan Kerja (K3) di PT. Sinar Surya Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua
Semakin ketatnya persaingan di bidang industri/pertambangan menuntut perusahaan harus mampu bertahan dan berkompetisi. Salah satu hal yang dapat ditempuh perusahaan agar mampu bertahan dalam persaingan yang ketat yaitu dengan meningkatnya produktivitas kerja. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kerja adalah program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang diterapkan oleh perusahaan. K3 merupakan salah satu persyaratan untuk meningkatkan produktivitas kerja, di samping itu K3 adalah hak asasi setiap tenaga kerja Jaminan kesehatan dan keselamatan kerja dapat memberikan perasaan yang aman sehingga tenaga kerja dapat bekerja tanpa adanya perasaaan tertekan dengan kondisi atau keadaan disekitarnya Peraturan Perundang-Undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Adapun dasar hukum keselamatan kerja Salah satu karakteristik kegiatan di pertambangan adalah resiko dan bahaya yang tinggiKeselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan menurut Keputusan Direktur Jendral Minerba Kementrian ESDM 185.K/37.04/DJB/2019 adalah Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi pekerja tambang agar selamat dan sehat melalui upaya pengelolaan keselamatan kerja, Kesehatan kerja, lingkungan kerja, dan sistem manajemen keselamatan dan Kesehatan kerja. Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan kerugian-kerugian seperti terhambatnya proses produksi, kerugian biaya, kerusakan mesin dan peralatan kerja, cidera, cacat bahkan kematian. Program keselamatan kerja dibuat dan dilaksanakan untuk mencegah kecelakaan, kejadian berbahaya, kebakaran, dan kejadian lain yang berbahaya serta menciptakan budaya keselamatan kerja. Suatu kecelakaan kerja hanya akan terjadi apabila terdapat berbagai faktor penyebab secara bersamaan pada suatu tempat kerja atau proses produksi. Pengendalian resiko adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan resiko bahaya yang terjadi pada setiap kegiatan
Peranan Kepemimpinan Kepala Kampung Dalam Meningkatkan Kinerja Aparatur Pemerintah Kampung Putaapa Distrik Mapia Tengah Kabupaten Dogiyai
Tujuan Dari Penelitian ini untuk mengetahui Kinerja Kepemimpinan Kepala Kampung Putaapa Dalam Meningkatkan Kinerja Aparatur Kampung Putaapa disrtik mapia tengah Kabupaten Dogiyai.
Adapun Metode Analisis Data Yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif
Hasil Penelitian menunjukan bahwa kinerja aparatur Kampung Putaapa Dalam pelayanan maupun pembangunan Produktifitas Kinerja aparatur cukup baik, di karenakan Responsifitas dan akuntailitas dengan adanya transparansi yang baik kepala kampung kepada bawahannya, dalam musyawarah Maupun Perencanaan,hingga pelaksanaan Program kerja yan merupakan hasil keputusan bersama dan tetap berpedoman pada kebijakan peraturan daerah dan arahan kepala kampung
Perancangan Sistem Informasi Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Provinsi Papua Berbasis WEB.
GenRe Indonesia adalah program BKKBN yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana maka adanya Figure motivator yang akan menjadi wakil atau Duta GenRe Indonesia Provinsi Papua bagi remaja. Dalam Pengolaan data yang berkaitan dengan pemilihan Duta GenRe Indonesia Provinsi Papua tidak menggunakan database melainkan menggunakan lemari arsip untuk penyimpanan datanya. Pembuatan laporan pemilihan Duta GenRe Indonesia Provinsi Papua masih menggunakan microsoft word. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan sistem informasi pemilihan Duta GenRe Provinsi Papua berbasis web dibutuhkan untuk membantu pemilihan Duta GenRe Provinsi Papua. Sehingga judul yang diambil pada skripsi ini adalah “Perancangan Sistem Informasi Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Papua Berbasis Web. Dengan aplikasi ini dapat membantu panitia dalam pengolahan data dan laporan pemilihan Duta GenRe Indonesia Provinsi Papua
Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa Pada Sektor Peternakan Di Kampung Uwebutu Distrik Deiyai Miyo Kabupaten Paniai Provinsi Papua
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan Alokasi Dana Desa Pada Sektor Peternakan Di Kampung Uwebutu Distrik Deiyai Miyo Kabupaten Paniai Provinsi Papua.
Jenis data ini merupakan penelitian ini adalah data kualitatif sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti. Adapun pendekatan deskriptif ini menggunakan cara berpikir induktif, dengan cara melihat pola yang bersifat khusus ke umum.
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengelolaan Alokasi Dana Desa Kampung Uwebutu telah melaksanakan prinsip akuntabilitas dimulai dari penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Pengelolaan Alokasi Dana Desa Kampung Uwebutu telah melaksanakan prinsip transparansi, dengan pencatatan kas masuk dan keluar yang mudah diakses masyarakat, pelaporan setiap kegiatan yang belum dikerjakan, sedang dikerjakan dan telah selesai dikerjakan, serta adanya serah terima hasil pernbangunan dari pemerintah kampong kepada masyarakat. Pengelolaan Alokasi Dana Desa Kampung Uwebutu telah melaksanakan prinsip partisipatif sesuai indikator partisipatif. Dibuktikan dalam musyawarah desa, masyarakat diberi kesempatan memberikan partisipasi berupa penyampaian kritik dan saran kepada pemerintah kampung. Pengelolaan Alokasi Dana Desa Kampung Uwebutu telah melaksanakan prinsip tertib dan disiplin anggaran. Hanya saja ditemukan dalam penyampaian laporan periodik tahunan, pemerintah Kampung Uwebutu mengalami keterlambatan selama sebulan, dikarenakan keterlambatan penyelesaian proyek di lapangan