Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
    670 research outputs found

    Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa/Siswi Di SMA Negeri I Kota Jayapura

    No full text
    Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui peran pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa /siswi di SMA Negeri I Kota Jayapura; 2) Untuk mengetahui kendala-kendala apa sajakah yang di hadapi oleh pustakawan SMA Negeri I Kota Jayapura dalam meningkatkan minat baca siswa/siswi dan 3) Upaya-upaya apa sajakah yang dilakukan oleh pustakawan SMA Negeri I Kota Jayapura dalam meningkatkan minat baca siswa/siswi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menghasilkan dan mengelolah data yang sifatnya deskriptif. Kajian penelitian ini difokuskan pada peran pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa/siswi di SMA Negeri I Kota Jayapura yang meliputi apa saja peran dari pustakawan tersebut untuk meningkatkan minat baca siswa serta kendala-kendala yang ditemui dan Upaya-upaya yang dilakukan oleh perpusatakaan SMA Negeri I Kota Jayapura. Subjek penelitian ini adalah siswa dan juga pustakawan sekolah yang ada di SMA Negeri I Kota Jayapura. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan yaitu latar belakang dari peran pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa sebagai bentuk dari keberhasilan pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa di perpustakaan SMA Negeri 1 Kota Jayapura. Lebih lanjut berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan dilapangan terhadap pihak-pihak terkait yang mengetahui permasalahan skripsi ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pustakawan cukup berperan dalam menarik minat baca siswa, namun ada beberapa peran yang belum sepenuhnya terlaksana. Kendala-kendala yang dihapadi pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa yaitu terbatasnya fasilitas komputer dan kecilnya ruangan perpustakaan sehingga kesulitan jika kedatangan koleksi-koleksi buku baru

    Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Jual Beli Mobil Bekas di Kota Jayapura.

    No full text
    Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Dalam Jual Beli Mobil Bekas Di Kota Jayapura” menjadi topik yang saya angkat pada judul skripsi ini, adapun tujuan penelitian dari skripsi ini yaitu untuk Untuk mengetahui apa saja bentuk perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi jual beli mobil bekas dan juga untuk untuk mengetahui apa saja bentuk perjanjian antara konsumen dan pelaku usaha dalam melakukan transaksi jual beli mobil bekas di Kota Jayapura Metode Penelitian yang saya gunakan yaitu dengan tipe penelitian yuridis normative dan empiris dan jenis data primer, sekunder dan tersier, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui beberapa buku, undang-undang, serta hasil penelitian terdahulu dan juga hasil wawancara kepada pelaku usaha jual beli mobil bekas yang ada di Kota Jayapura. Data yang diperoleh dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis secara analisis kualitatif, yaitu dengan memperhatikan fakta-fakta yang ada dilapangan Hasil dari penelitian ini yaitu Perlindungan hukum terhadap konsumen yang dapat dilakukan pada saat sebelum terjadinya transaksi (no conflict/pre purchase) yaitu dengan cara: Legislation, Voluntary Self Regulation. Akan tetapi bentuk perlindungan hukum tidak selalu karena kesalahan diri sendiri saja, tetapi juga dapat dibebankan kepada seseorang atas kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Ketentuan ini diatur pada Pasal 1367 KUHPerdata yang menyatakan bahwa: “Seorang tidak saja bertanggung jawab untuk perbuatan yang dilakukan oleh perbuatannya sendiri, tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan oleh perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya dan adapun bentuk perjanjian antara konsumen dalam jual beli mobil bekas. Adapun hal yang di sepakati oleh kedua belah pihak yaitu: menyiapkan saksi-saksi antara kedua belah pihak, Catat spesifikasi mobil secara jelas, Tentukan harga mobil dan metode pembayaran,Membuat kwitansi penjualan/pembelian, Membuat surat perjanjian terkait jual beli mobil, Sertakan pernyataan bahwa mobil tidak dalam masalah, Nyatakan bahwa mobil akan berpindah tangan setelah pembayaran dilunasi oleh pihak pembeli

    Perlindungan Hukum Terhadap Hak Atas Tanah Adat Pada Masyarakat Hukum Adat Kampung Kahul di Distrik Ninia Kabupaten Yahukimo.

    No full text
    Penelitian ini dengan judul “Perlindungan Hukum Terhadap Hak Atas Tanah Adat Pada Masyarakat Hukum Adat Kampung Kahul Di Distrik Ninia Kabupaten Yahukimo”. Tujuannya untuk mengetahui status penguasaan dan kepemilikan hak atas tanah adat pada masyarakat hukum adat Kampung Kahul di Distrik Ninia Kabupaten Yahukimo dan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap hak atas tanah adat pada masyarakat hukum adat Kampung Kahul di Distrik Ninia Kabupaten Yahukimo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, yuridis empiris yaitu merupakan penelitian lapangan (penelitian data primer) mengidentifikasi dan mengkonsepsikan hukum sebagai institusi sosial yang riil dan fungsional dalam sistem kehidupan yang nyata. Selain itu juga menggunakan teknik analisa data dengan mengorganisasikan dan mengurutkan data dalam pola kategori, dan satuan pola sehingga dapat ditentukan dan dapat dirumuskan hipotesis kerja yang sistematis, agar data yang dikumpulkan dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat menghasilkan jawaban dari suatu permasalahan, oleh karena itu diperlukan adalah data observasi subjek dan objek permasalahan ataupun dengan sarana interviews mendalam mengenai suatu permasalahan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa status penguasaan dan kepemilikan hak atas tanah adat pada masyarakat hukum adat Kampung Kahul di Distrik Ninia Kabupaten Yahukimo bersifat komunal dan juga perorangan, dimana penguasaan dan pemanfaatan tanah ulayat dilakukan bersama-sama oleh masyarakat hukum adatnya dan masing-masing mempunyai hak untuk menguasai dan menggunakan tanah tersebut sebagai kepunyaan bersama dan individu guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Adapun kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat hukum adat Kampung Kahul di Distrik Ninia dalam hal penguasaan dan kepemilikan tanah adat yaitu adanya faktor eksternal yang datang dari pihak luar kemudian mengklaim bahwa tanah adat di kampung Kahul tersebut merupakan miliknya baik individu maupun sekelompok orang. Sedangkan perlindungan hukum terhadap hak atas tanah adat pada masyarakat hukum adat Kampung Kahul di Distrik Ninia Kabupaten Yahukimo dapat dilihat dalam peraturan perundang-undangan dalam Pasal 43 ayat (1) sampai dengan ayat (5) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 1999 tentang Pedoman Penyelesaian Masalah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat

    Upaya Kepolisian Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Pornografi Pada Kepolisian Resoer Mimika.

    No full text
    Penelitian dengan judul ‘‘Upaya Kepolisian Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Pornografi Pada Kepolisian Resoer Mimika.’’Dengan pertimbangan bahwa lembaga tersebut berwewenang melakukan penenggulangan tindak pidana pornografi di Kabupaten Mimika. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab dan upaya penanggulagan tindak pidana pornografi di Kabupaten Mimika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dan yuridis empiris. Dengan pendekan berdasarkan undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, KUHP pasal 282 tentang kesusialaan dan undang-undang ITE tentang penyebaran informasi elektronik dan undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian repoblik indonesia. Dan metode yuridis empiris dengan adanya data-data lapangan sebagai sumber utama, seperti hasil responden dan observasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pornografi sangat berpengaruh pada perkembangan masyarakat modern saat ini. seharusnya menjadi perhatian berbagai elmen masyarakat seperti orang tua dan pendidikan,stakeholder,praktis psikologi, praktisi hukum dan pemerintah serta masyarakat. Disarankan kepada penegak hukum harus memahami perkembangan kejahatan dan menguasai teknologi informasi. Dalam hal ini meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime dan berkaitan dengan faktor penghambat terhadap pencegahan cyberporn, disarankan kepada pemerintah agar mengambil kebijakan untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan memperbaiki substansi hukum tentang cyberpon khususnya dalam hal pembahasan pada UU ITE

    Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Informasi Transaksi Elektronik Yang Bermuatan Kesusilaan.

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di Kota Jayapura yaitu pada Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dakwaan dan tuntutan terhadap pelaku tindak pidana informasi transaksi elektronik yang bermuatan kesusilaan serta bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana imformasi transaksi dan elektronik yang bermuatan kesusilaan berdasarkan putusan Negeri Klas IA Jayapura No.112/Pid.Sus/2021/PN Jap. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ialah tipe penelitian yuridis normaitif. Dalam hal ini Jaksa Penutut Umum memilih bentuk dakwaan alternative terhadap pelaku. Dalam dakwaan tersebut pelaku didakwa melakukan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik yang melanggar kesusilaan sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Transaksi Elektronik. Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana kepada pelaku dijatuhi pidana penjara selama 2 (dua) tahun dengan perintah terdakwa ditahan dan denda sebesar Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah) subsidair 1 (satu) bulan kurungan. Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Klas IA Jayapura No.112/Pid.Sus/2021/PN Jap, mempertimbangkan unsur-unsur pasal yang didakwakan kepada pelaku tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) sehingga dalam putusannya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda sejumlah Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah), apabila denda tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 1 (satu) bulan. Disarankan pemilihan bentuk dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam tindak pidana informasi dan transaksi elektronik yang bermuatan kesusilaan sedapat mungkin menghindari dakwaan tunggal agar pelaku tindak pidana dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya yang sangat berdampak buruk bagi korban dan keluarganya. Perlunya peran aktif semua pihak dalam mencegah terjadinya tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik yang semakin beragam modus dan pelaku kejahatannya. Tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik yang bermuatan kesusilaan tentunya akan berdampak jangka panjang bagi korban karena menimbulkan trauma psikologis yang membutuhkan pemulihan, terlebih jika pelaku tidak dijatuhi pidana yang sesuai dengan rasa keadilan korban

    Analisis Sanksi Adat Terkait Perlindungan Hutan Perempuan di Kampung Tobati.

    No full text
    Hutan adat dipandang sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat hukum adat dan memiliki nilai-nilai spiritual yang tidak dapat dapat tergantikan dengan apapun. Oleh sebab itu, hutan adat memiliki peranan penting yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat hukum adat. Pada tataran normatif kedudukan hutan adat memang telah diperkuat oleh negara melalui Putusan MK Nomor 35/PUU-X/2012, sehingga hutan adat saat ini merupakan hutan yang berada dalam wilayah adat milik masyarakat hukum adat dan menjadi bagian yang terpisahkan dari hutan negara. Namun pada praktiknya, negara seringkali merampas hutan adat dengan dalil kepentingan umum guna melancarkan proyek strategis nasional. Undang-Undang Dasasr Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberi amanat untuk melindungi hak-hak setiap warga negara, salah satunya adalah perlindungan terhadap hak masyarakat hukum adat dalam mendiami hutan adat. Isu hukum yang penulis bahas disini adalah bagaimana kedudukan masyarakat hukum adat dalam mendiami hutan adat dan juga bagaimana perlindungan terhadap hak konstitusional masyarakat hutan adat oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normative yang dilakukan terhadap hal-hal yang bersifat teoritis. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa kedudukan masyarakat hukum adat sebagai subjek hukum dan pemilik hak atas hutan adat yang mereka diami. Sedangkan perlindungan hukum yang dilakukan oleh pemerintah berupa penjaminan kepastian hukum atas penguasaan hutan adat oleh masyarakat hukum adat adalah dengan menghasilkan produk hukum daerah sebagai bentuk perlindungan dan pengakuan masyarakat hukum adat. Hutan Perempuan atau Tonotwiyat merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki masyarakat Kampung Tobati bukan saja sebagai warisan dari leluhur melainkan juga sebagai sumber mata pencaharian masyarakat kampung Tobati, dengan demikian masyarakat adat sudah sepantasnya melindungi serta menjaga harta tersebut dengan sepenuh jiwa dan raga dengan sistem hukum adat yang telah diwariskan secara turun-temurun

    Ketentuan Tambahan Pengalaman Jabatan Dalam Syarat Usia Minimum Bakal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Dalam Pemilu 2024.

    No full text
    Penelitian ini menganalisis dampak perubahan syarat usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 terhadap prinsip kesetaraan dalam pemilu dan integritas proses pemilihan di Indonesia. MK mengubah Pasal 169 huruf q UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang awalnya menetapkan batas usia minimal 40 tahun, menjadi "berusia paling rendah 40 tahun atau telah pernah menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk kepala daerah." Tujuannya adalah memberikan peluang bagi generasi muda berpengalaman dalam jabatan politik untuk berkompetisi dalam Pemilu. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan menganalisis bahan hukum primer dan sekunder. Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan syarat usia minimal capres dan cawapres menimbulkan kontroversi terkait prinsip kesetaraan dan keadilan yang dijamin oleh UUD 1945. Kritikus berpendapat bahwa syarat tambahan ini memberikan keistimewaan kepada individu tertentu dan menciptakan ketidakadilan bagi calon lain yang memenuhi syarat usia 40 tahun tanpa pengalaman jabatan politik. Penelitian juga menemukan bahwa keputusan MK ini dapat membuka peluang bagi praktik nepotisme dan kolusi, serta memperkeruh persepsi publik terhadap independensi dan integritas lembaga peradilan. Implikasi yuridis dari putusan ini mencakup ketidakpastian hukum dalam penentuan calon yang memenuhi syarat, serta dampak negatif terhadap prinsip kesetaraan dalam pemilu. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi akademik dan praktis mengenai reformasi hukum pemilu di Indonesia

    Analisis Perlindungan Hukum Bagi Pedagang Atas Penyediaan Tempat Berdagang di Pasar Youtefa Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian dengan judul “Analisis Perlindungan Hukum Bagi Pedagang Atas Penyediaan Tempat Berdagang Di Pasar Youtefa Kota Jayapura” untuk mengetahui peran Pemerintah Daerah Kota Jayapura dalam mengimplementasikan perlindungan hukum bagi para pedagang atas penyediaan tempat berdagang di Pasar Youtefa, serta mengetahui perlindungan hukum seperti apa yang seharusnya diperoleh para pedagang Pasar Youtefa dalam memperoleh tempat berdagang yang sesuai dan layak. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu pendekatan penelitian hukum kepustakaan dengan cara mengkaji berbagai produk hukum seperti berbagai peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan Perda Kota Jayapura Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum, khususnya mengenai retribusi pelayanan pasar; Perda Kota Jayapura Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pasar dan pendekatan deskriptif analitis yaitu suatu pendekatan yang dilakukan dengan terlebih dahulu memusatkan pemikiran pada penelitian objek yang nyata dan sering terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian ini yaitu: (a) Tanggung jawab Pemda Kota Jayapura dalam memberikan perlindungan hukum bagi pedagang Pasar Youtefa atas penyediaan tempat berdagang, yakni diantaranya: Mengurus dan mengelola seluruh Aset yang ada di lingkungan Pasar; Memberikan pembinaan kepada para Pedagang, agar dapat menjalankan dan mengembangkan usahanya serta memenuhi kewajiban secara baik; Melakukan penataan Pedagang, baik yang menempati Kios, Los, tempat Pelataran terbuka dan fasilitas Pasar lainnya sesuai dengan pengelompokan jenis Barang Dagangan; Menyelenggarakan Keamanan, Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan Pasar. (b) Faktor-faktor yang menghambat para pedagang Pasar Youtefa dalam memperoleh tempat berdagang yang sesuai dan layak, yaitu: sumber daya manusia (SDM), anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), birokrasi, komunikasi, relokasi dan jaminan hukum bagi pedagang

    Analisis Penempatan Aparatur Sipil Negara Dalam Jabatan Eselonisasi di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang (Studi Kasus Pada Dinas BKD, Inspektorat dan Hortal)

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan pada kepegawaian Daerah kabupaten pegunungan bintang. permasalahan yang diteliti bertujuan untuk mengetahui adanya indikasi penempatan pegawai yang tidak sesuai peraturan. oleh karena itu penelitian ini memerlukan data primer dan sekunder. Data-data tersebut didapat melalui pengamatan langsung atau observasi, qusioner dan wawancara. Setelah terkumpul, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif yaitu suatu analisis yang berusaha memberikan gambaran terperinci berdasarkan kenyataan di lapangan dan hasilnya akan disajikan dalam bentuk tabel dan dilengkapi dengan uraianuraian serta keterangan yang mendukung untuk dapat diambil kesimpulan dan diberikan beberapa saran.Rumusan masalah penulisan skripsi ini adalah bagaimanakah penempatan pegawai pada badan kepegawaian Daerah kabupaten pegunungan bintang.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pelaksanaan penempatan pegawai pada badan kepegawaian Daerah kabupaten pegunungan bintang. Dalam penelitian ini, pelaksanaan penempatan pegawai pada badan kepegawaian Daerah kabupaten pegunungan bintang dengan 5 indikator

    Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua

    Full text link
    Kajian Penelitian Mengajukan Judul Skripsi Tentang “Manajemen Sumber Daya Manusia di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara (BPSDA) Provinsi Papua. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara Bekerja yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab Kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data, menggunakan wawancara dan observasi dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa manajemen sumber daya manusia di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara ada beberapa aspek seperti, penyusunan dan penempatan kebutuhan, pengadaan, pangkat dan jabatan, pengembangan karier, pola karier, promosi, mutasi,penilaian kinerja, penggajian tunjangan, penghargaan, disiplin, pemberhentian, jaminan pensiun dan jaminan hari tua, serta perlindungan. Dari beberapa Aspek ini diketahui bahwa penilaian kinerja dari luar dibilang cukup baik dikarenakan terdapat belum optimalnya manajemen Asn atau belum optimalnya peningkatan kinerja Asn. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara (BPSDA) Provinsi Papua cukup baik dalam melakukan penyelenggaraan diklat. Kata kunci : Manajemen, Sumber Daya Manusia

    271

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Cenderawasih Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇