Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
    670 research outputs found

    Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Kelapa Sawit di Kampung PIR II Distrik Arso Kabupaten Keerom.

    No full text
    Penelitian ini dengan judul “Perlindungan Hukum Terhadap Pekerja Kelapa Sawit Di Kampung PIR II Distrik Arso Kabupaten Keerom”. Tujuannya untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap pekerja kelapa sawit di kampung PIR II Distrik Arso Kabupaten Keerom dan untuk mengetahui cara penyelesaian sengketa antara perusahaan dan pekerja kelapa sawit di kampung PIR II Distrik Arso Kabupaten Keerom. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan empiris, yuridis normatif yaitu suatu pendekatan yang mengacu pada undangundang, bahan kepustakaan, peraturan-peraturan tertulis atau bahan-bahan hukum lainnya yang bersifat sekunder, sedangkan yuridis empiris yaitu mengidentifikasi dan mengkonsepsikan hukum sebagai institusi sosial yang riil dan fungsional dalam sistem kehidupan yang nyata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa perlindungan hukum terhadap pekerja kelapa sawit di kampung PIR II Distrik Arso Kabupaten Keerom diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dimana kewajiban dari perusahaan yaitu membayar upah kepada pekerjanya secara tepat waktu, kewajiban memberikan istirahat/cuti tahunan kepada pekerja secara teratur dan kewajiban majikan/pengusaha wajib mengurus perawatan/pengobatan bagi pekerja yang bertempat tinggal di rumah majikan. Oleh karena itu kewajiban dari pengusaha atau perusahaan tersebut harus wajib dilaksanakan karena itu merupakan hak yang harus diperoleh dari pekerja atau karyawan. Sedangkan cara penyelesaian sengketa antara perusahaan dan pekerja kelapa sawit di kampung PIR II Distrik Arso Kabupaten Keerom yaitu dapat diselesaikan dengan cara Bipartit, Mediasi, Konsiliasi, Arbitrase dan Pengadilan

    Perlindungan Hukum Terhadap Ahli Waris Atas Pewarisannya Yang Belum Didaftarkan Pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian ini dengan judul “Perlindungan Hukum Terhadap Ahli Waris Atas Pewarisannya Yang Belum Didaftarkan Pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura”. Tujuannya untuk mengetahui akibat hukum peralihan hak atas tanah karena pewarisan yang tidak didaftarkan pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura dan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap ahli waris atas pewarisannya yang belum didaftarkan pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan empiris, yuridis normatif yaitu suatu pendekatan yang mengacu pada undang-undang, bahan kepustakaan, peraturan-peraturan tertulis atau bahan-bahan hukum lainnya yang bersifat sekunder, sedangkan yuridis empiris yaitu mengidentifikasi dan mengkonsepsikan hukum sebagai institusi sosial yang riil dan fungsional dalam sistem kehidupan yang nyata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa akibat hukum peralihan hak atas tanah karena pewarisan yang tidak didaftarkan pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura yaitu bahwa ahli waris sebagai pemegang hak atas tanah tidak mendapat jaminan kepastian hukum karena ahli waris tersebut tidak mempunyai sertifikat sebagai surat tanda bukti hak yang tertulis atas nama ahli waris dan ahli waris tidak dapat melakukan perbuatan hukum, misalnya seperti jual beli, hibah, tukar menukar, pembagian hak bersama dan pemasukan dalam perusahaan. Sedangkan perlindungan hukum terhadap ahli waris atas pewarisannya yang belum didaftarkan pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura sesuai dengan Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 pada dasarnya ahli waris tetap mendapat perlindungan hukum karena secara materiil hak dan kewajiban dari pewaris langsung beralih otomatis kepada ahli waris sebagai pemegang hak atas tanah yang sah

    Tinjauan Hukum Pelaksanaan Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

    No full text
    Sem Piter Henrek Renmaur. “ Tinjauan Hukum Pelaksanaan Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah” Dibimbing oleh Dr. Onesimus Sahuleka, S.H., M. Hum., sebagai Pembimbing I dan Victor Th. Manengkey, S.H., M.H sebagai Pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan penegakan disiplin kerja di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempegaruhi pelaksanaan pengekan disiplin kerja pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papau Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, dengan teknik pengumpulan data yaitu penelitian lapangan dan kepustakaan, data dilengkapi dengan data primer dari hasil wawancara di lapangan, dan Data sekunder dari referensi-referensi, seperti peraturan-perungang-undanganyang berlaku, dengan metode analisis kualitatif secara deskritif. Adapun hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pelaksanaan penegakan disiplin kerja pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil. Jadi ketika ada PNS yang melanggar peraturan disiplin, maka akan dikenakan sanksi atau hukuman disiplin sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan, Untuk penjatuhan sanksi atau hukuman disiplin terhadap PNS yang melanggar disiplin dilakukan oleh atasan langsung selama menjadi kewenangannya. Dalam hal meningkatkan kesadaran tentang kedisiplinan terhadap PNS sebagai upaya preventif dalam penegakan disiplin PNS, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi PapuaTengah telah menetapkan dan melakukan program pembinaan dan pembinaan dan pemberian pengahargaan kepada PNS di Tahun Anggaran 2023 dan Tahun 2024. Adapun program tersebut adalah Sosialisasi Kode Etik Pegawai Negeri Sipil dan Penganugerahan Satyalencana Karya Satya. Kedua, Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan penegakan disiplin Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dibagi atas 2 (dua), Pertama, fajtor pendukung adalah faktor aturan (hukum), sarana dan prasarana dan penghargaan terhadap Pegawai Negeri Sipil. Kedua, adapun faktor penghambat adalah kesedaran diri Pegawai Negeri Sipil dan faktor Anggaran

    Analisis Disiplin Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Pada Kantor Distrik Waibu Kabupaten Jayapura

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan disiplin pegawai dalam meningkatkan kinerja pegawai Distrik Waibu Kabupaten Jayapura serta mengetahui faktor-faktor penghambat peningkatan kinerja pegawai Distrik Waibu Kabupaten Jayapura. Manfaat penelitian ini untuk memberi kontribusi bagi pegawai dalam memberi banyak ilmu, khususnya Ilmu Pemerintahan dikajian-kajian yang terkait dengan disiplin pegawai dan kinerja pegawai, harapan dapat memberi manfaat bagi peningkatan disiplin dan kinerja pegawai di Distrik Waibu Kabupaten Jayapura. Untuk mengukur disiplin kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai penulis menggunakan dimensi, Motifasi, Pendidikan, Pengalaman, Beban kerja, Fasilitas dan komunikasih. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua dimensi yang digunakan pada disiplin kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai belum berjalan dengan baik, begitu pun Pendidikan, Pelatihan Kedisiplinan dan Fasilitas kantor yang kurang memadai sehingga masih perlu perhatian dari pemerintah di Kantor Distrik Waibu Kabupaten Jayapura. Kurangnya perhatian dan kehadiran pemimpin di kantor terhadap pegawainya dan keadaan lingkungan kantor, sehingga kedisiplinan di Kantor Distrik Waibu masih sangat jauh dari kata kesempurnaan dan juga penting untuk melihat cara kerja pegawai apakah sudah sesuai dengan beban kerja/tanggung jawab dalam bekerja. Hal ini harusnya lebih diperhatikan kerena dapat menjadi faktor penghambat dan dapat menghambat kinerja pegawai

    Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Dasar Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional di SD YPK Pniel Kurudu Kabupaten Kepulauan Yapen.

    No full text
    Penelitian ini dilakukang pada sekolah dasar (SD) Ypk Pniel Kurudu, Kbupaten Kepulauan Yapen. Dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana proses penyelenggaraan pendidikan di SD Ypk Pniel Kurudu dan juga ingin melihat langsung apa saja faktor penghambat pada sekolah tersebut dan juga dapat memecahkan permasalahan yang terjadi pada SD Ypk Pniel Kurudu, Kabupaten Kepulauan Yapen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa permasalahan pada sekolah dasar di SD Ypk Pniel Kurudu ini belum berjalan dengan baik dikarenakan kurangnya tenaga guru pada sekolah tersebut maka itu peneliti perlu lihat lebih mendalam lagi permasalahan yang terjadi pada sekolah tersebut dan mendimbangkan kepada pemerintah daerah agar dapat melihat langsung setiap permasalahan-permasalahan yang terjadi pada sekalah dasar di kampung-kampung , terutama pada sekolah dasar (SD) Ypk Pniel Kurudu, Kabupaten Kepulauan Yapen. Dari hasil penelitian ini bahwa perlu kita akui permasalahan pendidikan ini sangat penting untuk sebuah perkembangan pada generasi penerus bangsa kita dan juga kita perlu melihat aspek-aspek penting dalam berpendidikan,terutama pada sekolah dasar

    Analisis Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) di Kabupaten Nabire.

    No full text
    Penelitian yang berjudul Analisis Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) di Kabupaten Nabire. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan dan untuk dapat mengetahui kerjasama antara Dinas Bapenda Kabupaten Nabire distrik siriwini dalam meningkatkan kesadaran hukum dalam kewajiban pajak bumi dan bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu penelitian hukum kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan atau data sekunder belaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kepatuhan pajak bumi dan bangunan di Kabupaten Nabire dapat dikatanya mengalami kenaikan selama beberapa tahun ini, Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan di Kabupaten Nabire tahun 2020-2023 yaitu tahun 2020 ( 95.67%), 2021 (59.80%), 2022 (92.44%), dan 2023 (96.77%). Hambatan budaya dan bahasa Papua memiliki populasi yang beragam dengan banyak budaya dan bahasa yang berbeda, sehingga menyulitkan otoritas pajak untuk berkomunikasi secara efektif dengan wajib pajak. Cara hidup dan sistem ekonomi tradisional mungkin tidak sesuai dengan sistem perpajakan modern. Tantangan geografis Papua merupakan wilayah yang luas dan terpencil, sehingga menyulitkan otoritas pajak untuk menjangkau wajib pajak. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk para akademis hukum yang melakukan penelitian lebih lanjut dalam bidang yang sama tentang tingkat kepatuhan terhadap wajib pajak bumi dan bangunan di Kabupaten Nabire dan diharapkan dapat menjadi bahan masukkan bagi pihak Pemerintahan Daerah dan Kabupaten Nabire dalam bagaimana meningkatkan pelayanan kedepannya

    Kajian Hukum Pelaksanaan Upacara Kawin Gantung (Caburken Bulung) pada Masyarakat adat Karo di Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian dengan judul “Kajian Hukum Pelaksanaan Upacara Kawin Gantung (Caburken Bulung) pada Masyarakat adat Karo di Kota Jayapura”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan upacara kawin gantung Caburken Bulung) pada masyarakat adat Karo di Kota Jayapura dan pengaruh upacara kawin gantung (Caburken Bulung) pada masyarakat adat Karo di Kota Jayapura. Metode pendekatan digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis empiris yaitu yaitu pendekatan yang didasarkan pada penelitian di lapangan untuk mendapatkan data primer di bidang hukum khususnya tentang perkawinan gantung (Caburken Culung) pada masyarakat adat Karo di Kota Jayapura. Di samping itu juga digunakan pendekatan yuridis normatif dimana untuk memahami masalah yang diteliti dengan melihat sifat hukum yang normatif yaitu melihat aturan-aturan normatif tentang perkawinan gantung (Caburken Bulung). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua cara Perkawinan gantung (Caburken Bulung) yaitu dilaksanakan tanpa “tangan raja” dan dilaksanakan dengan “tangan raja” serta perkawinan gantung (Caburken Bulung) meskipun dilakukan pada anak dibawah umur dan tidak sesuai dengan UndangUndang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan namun pelaksanaan perkawinan cabur bulung terhadap anak dibawah umur dalam hukum adat karo memiliki makna yang berbeda, dimana anak yang telah melangsungkan perkawinan cabur bulung setelah prosesi adat dilakukan dikembalikan kepada orangtuanya dan menjalani hidup seperti semula dan hanya dilakukan secara simbolis untuk menjalankan tradisi kepercayaan masyarakat adat tersebut

    Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Usaha Mini Market di Kabupaten Nabire.

    No full text
    Penelitian dengan memilih judul “Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Usaha Mini Market di Kabupaten Nabire” dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pengusaha kecil dan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dalam pemberdayaan pengusaha kecil pemilik usaha mini market. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dalam melihat hukum sebagai fenomena sosial empirik yang dapat diamati. Dengan demikian penelitian ini lebih menekankan pada data lapangan atau penelitian sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi yang dilakukan “pengusaha lemah” atau ekonomi kerakyatan menurut UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberdayakan dan melindungi usaha kecil agar dapat menjadi usaha menengah dan usaha besar. Perlindungan hukum terhadap pengusaha kecil dalam era globalisasi ekonomi sangat diperlukan. Dengan adanya pasar bebas dibutuhkan kepedulian untuk melindungi usaha kecil, mengingat pengusaha kecil sangat rentan kekurangan modal akan tetapi usaha ini menjadi mata pencaharian jutaan orang. Kepedulian ini mengisyaratkan kondisi pembangunan ekonomi yang baik agar menjadi “negara kesejahteraan” Indonesia

    Peranan Kepala Distrik Selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah Untuk Mewujudkan Tertib Hukum Pertanahan di Kampung Arowi Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari.

    No full text
    Penelitian ini dengan judul “Peranan Kepala Distrik Selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah Untuk Mewujudkan Tertib Hukum Pertanahan Di Kampung Arowi Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari”. Tujuannya untuk mengetahui peranan Kepala Distrik selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk mewujudkan tertib hukum pertanahan di kampung Arowi Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh Kepala Distrik selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk mewujudkan tertib hukum pertanahan di kampung Arowi Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan empiris, yuridis normatif yaitu suatu pendekatan yang mengacu pada undangundang, bahan kepustakaan, peraturan-peraturan tertulis atau bahan-bahan hukum lainnya yang bersifat sekunder, sedangkan yuridis empiris yaitu mengidentifikasi dan mengkonsepsikan hukum sebagai institusi sosial yang riil dan fungsional dalam sistem kehidupan yang nyata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa peranan Kepala Distrik selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk mewujudkan tertib hukum pertanahan di kampung Arowi Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari sangatlah penting, dimana Kepala Distrik diberikan kewenangan sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang bertugas untuk melayani permohonan-permohonan untuk membuat akta-akta tanah tertentu yang disebut dalam peraturan-peraturan berkenaan dengan pendaftaran tanah. Dalam menghadapi permohonanpermohonan tersebut Kepala Distrik yang bertugas sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) wajib mengambil keputusan untuk menolak atau mengabulkan permohonan yang bersangkutan. Sedangkan kendala-kendala yang dihadapi oleh Kepala Distrik selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk mewujudkan tertib hukum pertanahan di kampung Arowi Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari antara lain banyaknya tugas-tugas dalam bidang pemerintahan atau dalam kedudukannya sebagai Kepala Distrik selaku kepala wilayah setempat, sehingga membuat peran Kepala Distrik sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sementara hanya merupakan tugas sampingan, akibatnya semua urusan yang berperan sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sementara cenderung diserahkan kepada staf Kepala Distrik yang membantunya, bahwa banyak masyarakat yang tidak memberikan informasi kepada kelurahan bahwa tanahnya telah terjadi peralihan hak atas tanah, dan kurangnya penyuluhan-penyuluhan dari Badan Pertanahan Kabupaten Manokwari tentang arti pentingnya pendaftarantanah kepada masyarakat

    Efektivitas Implementasi Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2013 Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Pelarangan Produksi, Pengedaran, Penjualan Minuman Beralkohol.

    No full text
    Penelitian ini dengan judul “Efektivitas Implementasi Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2013 Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Pelarangan Produksi, Pengedaran ,Penjualan Minuman Beralkohol”. Tujuan penelitian ini berfokus pada rumusan masalah yaitu, Implementasi Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Minuman Beralkohol dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Implementasi Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2016 dengan Peraturan Perundang-undangan Dalam menjawab permasalahan dalam skripsi ini, penulis akan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian hukum kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan atau data sekunder yang sudah ada atau sudah pernah ada. Berdasarkan hasil penelitian ini Implementasi Peraturan daerah mengenai Pelarangan Produksi, Pengedaran, dan penjualan Minuman Beralkohol diatur dalam ketentuan Pasal 1, Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 7, Pasal 8, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2016. Selain itu kendala dalam melaksanan Kajian ini ialah mencari bahan Hukum yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam mengkaji dan menganalisis kajian ini karena faktor kurangnya data dan juga informasi yang mendukung dalam penelitian ini. Diperlukan adanya regulasi harmonisasi dan penegakan hukum yang tegas untuk menciptakan regulasi yang efektif, selaras, dan terlaksana dengan baik di semua tingkatan untuk mengetahui perbedaan antara Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 dan Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2016 menunjukkan kompleksitas regulasi minuman beralkohol di Indonesia. Perlu dilakukan kajian mendalam untuk merumuskan kebijakan yang efektif dan selaras di semua tingkat

    271

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Cenderawasih Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇