Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
    670 research outputs found

    Lelang Barang Jaminan Gadai Dalam Perjanjian Kredit Akibat Wanprestasi di Pegadaian Cabang Jayapura.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan lelang di Perum Pegadaian Cabang Jayapura dan mengetahui masalah-masalah yang timbul serta cara penyelesaiannya. Perumusan masalah yang akan diteliti yaitu bagaimana pelaksanaan perjanjian kredit di Perum Pegadaian Cabang Jayapura, bagaimana pelaksanaan lelang terhadap barang jaminan jika terjadi wanprestasi serta bagaimana penyelesaian jika terjadi permasalahan dalam pelelangan barang jaminan. Penelitian ini menggunakan metode normative-empiris yang artinya dalam pemaparannya, penulis mengkaji sumber-sumber hukum berupa peraturan perundang-undangan yang kemudian diterapkan dalam lingkungan masyarakat dengan. Sumber data yang digunakan berupa informan , tempat dan peristiwa serta arsip dan dokumen. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa lelang di Perum Pegadaian Cabang Jayapura terjadi karena pemberi gadai sampai dengan jangka waktu yang ditentukan tidak memenuhi kewajibannya, yaitu membayar uang pinjaman dan bunga dari uang pinjaman itu. Perum Pegadaian memberi kemudahan bagi pemberi gadai agar barang jaminan yang menjadi miliknya agar tidak di lelang dengan cara cukup membayar bunganya saja sebagai pembaharuan hutang sampai pelaksanaan lelang dan barang itu belum laku terjual walau ada penawaran pembelian oleh pembeli dan pimpinan lelang belum menyebutkan kata “tiga kali”. Pemberi gadai juga berhak atas uang kelebihan dari barang miliknya yang di lelang apabila ada uang kelebihan dan mengambilnya di Perum Pegadaian. Menghadapi masalah tersebut terdapat alternatif penyelesaian, yaitu apabila terjadi taksiran tidak wajar kerugian yang timbul akan menjadi beban dari Penaksir yang menaksir barang jaminan tersebut. Sedangkan apabila terjadi perubahan harga barang jaminan yang menurun dan barang jaminan yang tidak laku terjual, maka kerugian yang timbul akan menjadi tanggungan Perum Pegadaian

    Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perkawinan Adat Muslim Suku Dani di Kampung Welesi Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya Papua Pegunungan.

    No full text
    Tinjauan hukum islam terhadap perkawinan adat muslim suku dani adalah salah satu mata pengikat kehidupan yang tata pelaksanaan memulai huku-hukum adat yang sudah melekat dari dulu, perkawinan adat muslim suku dani bukan hal yang baru yang ada dalam masyarakat namun telah sejak dari moyang turun-temurun ke generasi saat ini pada masyarakat adat muslim suku dani itu sendiri sehingga hal tersebut berasal dari para leluhur masyarakat adat muslim suku dani. Pernikahan adat muslim suku dani mengundang nilai sakral yang disertai dengan pelengkapnya. Kesakralan perkawinan adat muslim suku dani terlihat ketika adanya perkawinan masyarakat adat itu sendiri untuk membentuk keluarga yang baru dari laki-laki dan perempuan menjadi suami isteri. Kondisi masyarakat adat muslim suku dani telah tersebar beberapa wilayah atau kota di papua, untuk itu, fokus dalam penelitian ini terhadap masyarakat adat muslim suku dani yang ada berdomisili sentani jayapura papua tentang tunjauan hukum islam masyarakat adat muslim suku. dani tujuan penelitian ini meliputi dan mengetahui bagimana tata dan cara perkawinan secara hukum adat bagi masyarakat adat muslim suku dani. Metode penelitian ini mengunakan metode jurdis normatif dan jurdis, mengunakan mengunakan undang-undang pendekatan terhadap beberapa penanya informen. Dengan jenis sumber data ialah data primer dan sekunder, diperoleh langsung dari masyarakat adat muslim suku dani yang berdomisilih di sentani papua, hasil penelitian berunjuk ke buku- buku jurnal dan yang berkaitan dengan perkawinan. Kemudian menganalisakan sistematik, data yang di peroleh sehingga diperoleh suatu gambaran solusi perkawinan masyarakat adat muslim suku dani tersebut. Dari hasil penelitian ini di peroleh kesimpulan mayarakat adat muslim suku dani, memiliki pemahaman bahwa aturan adat muslim suku dani telah mengalami banyak pergeseran hukum adat dengan dalam pernikahan meniru yang gaya-gaya modern maka. Masyarakat adat muslim suku dani kembalikan tata sesuai pernikahan secara hukum adat, agama dan juga dan perundang-undangan sebenarnya dari hukum adat muslim suku dani pernikahan yang menganut nilainilai tradisional tetapi pernikahan saat ini lebih mementingkan nilai toleransi, ketika generasi abat kea bat

    Perlindungan Hukum Usaha Kecil Korban Kebakaran ( Tempat Usaha ) Ruko Waena Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian yang berjudul “Perlindungan Hukum Usaha Kecil Korban Kebakaran ( Tempat Usaha ) Ruko Waena Kota Jayapura” adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja bentuk tanggungjawab pemerintah terhadap korban kebakaran tempat usaha dan bagaiman bentuk ganti rugi Perlindungan hukum kepada Pelaku Usaha Korban Kebakaran Ruko Waena. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan empiris dan normatif. Metode ini digunakan untuk mengetahaui bagaimana tanggung jawab pemerintah terhadap usaha kecil korban kebakaran (tempat usaha ) ruko waena dan bagaimana ganti rugi dalam bentuk perlindungan hukum terhadap korban kebakaran (tempat usaha) ruko waena. Sampael penelitian yang di gunakan terdiri dari korban usaha terdampak, pemerintah yang ada di kota jayapura. Pengunpulan data yang di lakukan melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa : Bentuk tanggung jawab pemerintah berdasarkan peraturan Nomor 21 Tahun 2008 yang di ramping ddan di undangkan dalam UU No.24 Tahun 2007 atauran ini berlaku efektif dan di mulai 26 april 2007 bentuk tanggung jawab pemerintah dapat di lihat dari beberapa bentuk teru tama terkait, pemulihan ekonomi terhadap sarana prasarana, pemulihan sisoal secara psikologis, pemulihan tempat usaha dan memberikan bantuan dasar. Bentuk pelaksanaan ganti rugi terhadapa korban kebakaran usaha kecil sudah di laksanakan namun pemerintah hanya menberikan bantuan dasar berupa sembako, kompor, dan alat tidur. Adapun bantuan-bantuan bantuan lainya yang sudah di berikan oleh beberapa lembaga yang berupa dana (uang) namun bantuan tersebut tidak di terima langsung oleh para korban, namun bantuan tersebut di terima langsung oleh pihak sipur (TNI) yang punya tempat usaha yang di sewakan kepada para korban. Maka pelaksanaan ganti rugi sudah di lakukan oleh pemerintah namun bantuan ganti rugi tersebut tidak samapai ketangan korban

    Pengakuan Dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Aru Ursia-Urlima Menurut Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2022 di Kabupaten Kepulauan Aru di Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian dengan judul Pengakuan Dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Aru Ursia-Urlima Menurut Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2022 Di Kabupaten Kepulauan Aru Di Kota Jayapura. Perlindungan Hukum adalah perlindungan akan harkat dan martabat, serta pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia yang dimiliki oleh subyek hukum berdasarkan ketentuan hukum dari kesewenangan Masyarakat Hukum Adat adalah sekelompok orang yang secara turun-temurun bermukim di wilayah geografis tertentu di Negara Indonesia karena adanya ikatan pada asal usul leluhur, hubungan yang kuat dengan tanah,wilayah,sumber daya alam,memiliki pranata pemerintahan adat,tatatan hukum adat di wilayah adatnya. Metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah yuridis normatif dan yuridis empiris. Penelitian ini dilakukan dengan 3 (Tiga) macam pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual,pendekatan sejarah. Dan memakai bahan hukum primer,sekunder,tersier. Teknik pengumpulan data yang dilalukan melalui studi pustaka,wawancara,observasi,analisis data. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini adalah perlindungan hak masyarakat hukum adat Aru, Kendala-kendala yang dihadapi masyarakat hukum adat Aru

    Analisis Hukum Terhadap Penyelesaian Sengketa Anak Diluar Nikah Pada Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dilakukan di UPTD PPA Provinsi Papua.

    No full text
    Penelitian dengan judul Analisis Hukum Terhadap Penyelesaian Sengketa Anak Diluar Nikah pada Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dilakukan di UPTD PPA Provinsi Papua Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa anak diluar nikah pada UPTD PPA Provinsi Papua dan kendala-kendala yang dihadapi oleh UPTD PPA Provinsi Papua Metode Penelitian yang digunakan ada Yuridis Empiris Sosiologis dan Yuridis Normatif Sosiologi Hukum. Yang merupakan salah satu jenis metode penelitian yang menganalisis dan mengkaji bekerja didalam masyarakat. Hasil dari penelitian adalah proses penyelesaian sengketa anak di luar nikah dilakukan dengan penyelesaian sengketa Non Litigasi yaitu mediasi dan kendalakendala adalah para pihak yang terlibat dalam penyelesaian sengketa harus komparatif. Akhirnya Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak merupakan Lembaga Pemerintah Daerah yang memiliki salah tugas melindungi anak-anak, salah satu dalam memperoleh hak anak tersebut. Hak anak tidak hanya untuk anak yang lahir dalam pernikahan maupun anak diluar nikah

    Upaya Meningkatkan Pelayanan Pada Kantor Mall Pelayanan Publik Kota Jayapura

    No full text
    Pelayanan Publik yang diberikan oleh pemerintah salah satu nya yaitu dengan hadirnya Mall Pelayanan Publik Kota Jayapura. Sedikitnya masyarakat yang datang di kantor MPP timbulnya indikasi lainnya yaitu masalah tempat/lokasi kantor, minimnya pegawai yang bekerja disana dan masih banyak instansi lain yang belum bergabung kedalam kantor Mall Pelayanan Publik Kota Jayapura. masalah lain yang terjadi di kantor Mall Pelayanan Publik Kota Jayapura yaitu kurangnya fasilitas yang belum memadai dalam mendukung proses pelayanan para pegawai kepada masyarakat menimbulkan kurangnya kenyamanan antara masyarakat dan pegawai. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Upaya Meningkatkan Pelayanan Pada Kantor Mall Pelayanan Publik Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif. Informan kunci pada penelitian yaitu masyarakat sebagai pengguna layanan. Informan pendukung terdiri dari Kepala MPP dan pegawai di MPP. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data diolah dan disederhanakan agar mudah dianalisa. Analisa data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan menunjukkan kecepatan proses pelayanan yang sangat baik dari pegawai kepada masyarakat di kantor Mall Pelayanan Publik, kemudahan dalam proses pelayan, pentingnya sistem/perangkat lunak dalam memudahkan pekerjaan pegawai, tingkat kenyamanan yang baik dari pegawai kepada masyarakat, tetapi fasilitas yang kurang memadai yang bikin kurangnya tingkat kenyamanan pegawai, serta respon yang baik dari pegawai dan masyarakat terhadap kinerja satpam yang menjaga keamanan pelayanan di kantor MPP

    Peran Badan Musyawarah Kampung Dalam Penyusunan Peraturan Kampung Dolinggu Di Kabupaten Puncak.

    No full text
    Peneltian ini berjudul “Peran Badan Musyawarah Kampung Dalam Penyusunan Peraturan Kampung Dolinggu Di Kabupaten Puncak”. Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Peran Badan Musyawaratan Kampung Dalam Penyusunan Peraturan Kampung Dolinggu Di Kabupaten Puncak Dan Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Apa Mempengaruhi Peran Badan Musyawah Kampung Dalam Penyusunan Peraturan Kampung Dolinggu di Kabupaten Puncak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian hukum normatif dan hukum empiris yaitu penelitian yang mengamati ketentuan peraturan perundang-undangan dan melihat implementasinya secara langsung dilapangan/ dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Bamuskam dalam penyusunan penyusunan peraturan kampung tidak efektif bahkan jarang terjadi, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dari anggota Bamuskam Dolinggu tentang Penyusunan peraturan kampung itu sendiri. Sedangkan Faktor-Faktor yang mempengaruhi Peran Bamuskam dalam penyusunan peraturan kampung karena rendahnya pengetahuan anggota Bamuskam dan kurangnya kegiatan pelatihan tentang penyusunan peraturan kampung yang baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah

    Bentuk Perlindungan Hukum Terhadap Anak Akibat Perkawinan Beda Agama Yang Tidak Dicatat.

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura, dengan tujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap anak akibat perkawinan beda agama yang tidak dicatatkan dan untuk mengetahui dampak negatif akibat perkawinan beda agama yang tidak dicatatkan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dan penelitian yuridis empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, wawancara dan menggunakan teknik penelurusan pustaka. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Analisis kualitatif yaitu berusaha menganalisa data dengan menguraikan dan memaparkan secara jelas dan apa adanya mengenai obyek yang diteliti Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Anak-anak yang lahir dari perkawinan yang tidak sah atau anak luar kawin berhak mendapatkan perlindungan hukum dari Negara mengenai hak-hak normatifnya sebagai anak bangsa. Perlindungan yang patut diberikan oleh Negara adalah dituangkannya hakhak normatif anak luar kawin tersebut di dalam suatu peraturan perundanganundangan, yaitu di antaranya hak untuk pendidikan yang layak, dan juga hak untuk mewaris dari orang tuanya bilamana orang tuanya telah meninggal dunia. Karena tidak adil dan tidak bijak bilamana Negara melepaskan laki-laki sebagai ayah biologisnya yang menyebabkan kelahiran anak luar kawin tersebut dari tanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan terhadap anak luar kawin ini. Dan hanya menyebabkan tanggung jawab tersebut untuk dipikul oleh ibunya saja. Serta dampak negatifnya Akibat hukum yang sudah diuraikan merugikan masyarakat karena terdapat perlakuan diskriminasi terhadap perkawinan yang tidak dicatatkan di Kantor Catatan Sipil. Akibat hukum tersebut salah satunya terjadi pada akta kelahiran bagi anak yang belum dicatatkan perkawinannya memang di akta dapat ditulis nama ayah dan ibu, namun tetap ada perbedaan yaitu catatan pinggir yang menjelaskan bahwa anak terlahir dari perkawinan yang belum dicatatkan. Perlindungan hukum anak dari perkawinan beda agama yang tidak dicatat yang diberikan oleh peraturan perundangundangan antara lain berupa: Perlindungan hak anak atas jaminan kesejahteraan, identitas diri, perlidungan sosial, jaminan pendidikan, kesehatan, memeluk agama, dan perlindungan khusus anak. Perlu adanya pengaturan mengenai perkawinan beda agama dalam hukum perkawinan di Indonesia sebagai dasar hukum perkawinan beda agama. Dan perlu adanya peningkatan sosialisasi administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

    Proses Penyelesaian Sengketa Hak Atas Tanah Yang Dijadikan Sebagai Jaminan Kredit di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pada Masa Pandemi COVID-19 di Kabupaten Jayapura.

    No full text
    Penelitian dengan judul “PROSES PENYELESAIAN SENGKETA HAK ATAS TANAH YANG DIJADIKAN SEBAGAI JAMINAN KREDIT DI BANK RAKYAT INDONESIA (BRI)PADA MASA PANDEMI COVID19 DI KABUPATEN JAYAPURA ” Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui akibat hukum bagi bank sebagai pemegang Pemberian Kredit Dengan Jaminan Sertifikat Hak Atas Tanah di Kabupaten Jayapura; dan upaya penyelesaian yang dilakukan oleh bank sebagai pemegang Pemberian Kredit Dengan Jaminan Sertifikat Hak Atas Tanah di Kabupaten Jayapura telah hapus. Metode penelitian meliputi tipe penelitian yang bersifat yuridis normatif. Pendekatan masalah adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum skripsi ini menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan non hukum. Analisa bahan hukum yang digunakan adalah metode deduktif dengan cara pengambilan kesimpulan dan pembahasan yang bersifat umum menjadi kesimpulan yang bersifat khusus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa akibat hukum bagi bank sebagai pemegang Hak Tanggungan Pemberian Kredit Dengan Jaminan Sertifikat Hak Atas Tanah apabila hak atas tanah telah hapus seluruhnya maka bank berkedudukan sebagai kreditur konkuren yang tunduk pada Pasal 1131 dan 1132 KUHPerdata. Selanjutnya, apabila hapusnya hak atas tanah hanya sebagian maka selama hasil penjualan hak atas tanah yang belum hapus masih mencukupi utang debitur, bank tetap berkedudukan sebagai kreditur preferen. Upaya penyelesaian yang dapat dilakukan oleh bank sebagai pemegang pemberian kredit dengan Jaminan sertifikat hak atas tanah apabila terjadi kredit macet dan hak atas tanah yang berikan kredit dengan Jaminan sertifikat dengan Jaminan sertifikat hak atas tanah telah hapus adalah dengan mengadakan tindakan penyelamatan atau mengajukan gugatan perdata kepada Pengadilan Negeri. Bank dalam menerima Jaminan berupa hak atas tanah, diharapkan selalu berdasarkan pada Prinsip Kehati-hatian. Bank diharapkan teliti dalam menaksir jumlah harta kekayaan debitur yang ada saat ini bahkan jumlah harta kekayaan yang akan ada di kemudian hari serta memperjanjikan janji untuk mengasuransikan obyek Jaminan sertifikat hak tanah. Bank juga sebaiknya mencantumkan suatu janji untuk menyelamatkan objek Jaminan sertifikat hak tanah dalam APHT dan meminta Jaminan tambahan lainnya,. baik berupa Jaminan kebendaan secara Fidusia, Gadai, maupun Hipotik

    Analisis Hukum Kepemilikan Tanah Yang Dijadikan Setoran Modal Dalam Perseroan Terbatas.

    No full text
    Penelitian dengan judul “Analisis Hukum Kepemilikan Tanah Yang Dijadikan Setoran Modal Dalam Perseroan Terbatas”, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui, memahami dan menjelaskan bentuk kepastian hukum atas penyertaan tanah sebagai modal perseroan terbatas dan perlindungan hukum bagi pemilik tanah yang di atasnya terdapat bangunan yang dijadikan penyertaan modal perseroan terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif (terapan). Pendekatan ini dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa hukum tidak terlepas dari kehidupan masyarakatnya berupa nilai dan sikap/ perilaku yang dilakukan (hukum tidak otonom). Hasil pendekatan yuridis dan sosio kultural tersebut diakumulasikan dalam suatu tatanan analisis untuk mengembangkan suatu pemikiran baru tentang Kepemilikan Tanah Yang Dijadikan Setoran Modal Dalam Perseroan Terbatas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk kepastian hukum atas penyertaan bangunan tanpa tanah sebagai modal perseroan terbatas, Dalam prosesnya, berdasarkan UU PT Pasal 34 disebutkan secara jelas mengenai hal-hal yang dilakukan apabila pemasukan modal dalam bentuk lainnya. Namun, untuk kepastian prosesnya mengenai pemasukan modal dalam bentuk lainnya, dalam hal ini dalam bentuk benda tidak bergerak selain tanah, maka pembuatan akta inbreng yang dibuat di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah untuk barang tidak bergerak berupa tanah atau di hadapan Notaris bagi barang tidak bergerak lainnya sebagai bukti sah pemasukan modal ke dalam perseroan terbatas. Oleh sebab itu, mengenai kepemilikan tanah yang di atasnya dibangun bangunan oleh pihak lain dengan dasar suatu perjanjian menurut penulis sudah cukup, hanya saja yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah syarat dan ketentuan yang tercantum dalam akta haruslah jelas dan detail. Tanpa mengabaikan syarat sahnya perjanjian sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, seorang notaris wajib menjelaskan dan membuat para pihak benar-benar mengerti dan paham akan maksud dari perjanjian tersebut dibuat

    271

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Cenderawasih Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇