Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
    670 research outputs found

    Peran Kepala Suku Dalam Menyelesaikan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pada Masyarakat Kampung Kepi Kabupaten Jayawijaya.

    No full text
    Penelitian Dengan Judul “Peran Kepala Suku Dalam Menyelesaikan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pada Masyarakat Kampung Kepi Kabupaten Jayawijaya” Dikukukan Dengan Tujuan Untuk Menjadi Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dan Menyelesaikan Adat Pada Masyarakat Adat Kampung Kepi Kabupaten Jayawijaya Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Yuridis Normatif dan Yuridis Empiris. Penelitian yuridis normative adalah penelitian hukum yang mengutamakan penelitian kepustakaan hukum atau bahan hukum untuk memperoleh data sekunder sebagai data utamanya. Selain melakukan yuridis normatif, dalam penelitian hukum ini juga didukung oleh penelitian yuridis empiris dengan waktu yang berbeda yaitu melakukan penelitian lapangan dengan teknik pengamatan dan wawancara terhadap informan, responden, narasumber untuk memperoleh data primer sebagai data pendukung penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian, menunjukan Pada umumnya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi pada masyarakat kampung Kepi masih dilatar belakangi oleh pengaruh minoman beralkohol dan hampir semua tindakan criminal pada masyarakat tersebut selalu dilatarbelakangi oleh alkohol, namun tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu masih dianggap sebagai masalah pribadi (privat), sehingga ketika korban mengajukan hal itu kepada pihak yang berweajib (Kepolisian) maka cenderung perkara itu akan dicabut kembali dengan berbagai alasan yang bersifat privat, termasuk alasan adat, padahal perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini merupakan suatu kejahatan kemanusiaan. Pada proses penyelesaian Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada masyarakat adat kampung Kepi biasanya diselesaikan melalui Lembaga Dewan Adat pada kampung tersebut dan pelaku biasanya dikenakan sanksi berupa denda kepada pihak korban, tetapi kadang-kadang korban sengaja menutupi kejahatan pelaku dengan alasan tidak ingin membuka aib keluarga

    Kajian Hukum Tentang Penyelesaian Sengketa Tanah Antara Marga Suwae dan Marga Banosro di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura.

    No full text
    Penelitian ini dengan judul “Kajian Hukum Tentang Penyelesaian Sengketa Tanah Antara Marga Suwae Dan Marga Banosro Di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura”. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan sengketa tanah antara Marga Suwae dan Marga Banosro di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura dan untuk mengetahui cara penyelesaian sengketa tanah antara Marga Suwae dan Marga Banosro di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris yaitu mengidentifikasi dan mengkonsepsikan hukum sebagai institusi sosial yang riil dan fungsional dengan melihat kenyataan yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian ini dapat mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan sengketa tanah antara Marga Suwae dan Marga Banosro di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura pada awalnya ada sebidang tanah milik Marga Suwae yang dititipkan pada marga Banosro untuk dijaga dan dirawat tapi berselangnya waktu dari tahun ke tahun marga Banosro tidak mau mengembalikan tanah dari milik marga Suwae lagi sehingga kedua belah pihak terjadi konflik yang sama-sama mempertahankan tanahnya. Dimana marga Banosro mengatakan bahwa tanah yang ia tempati bukanlah titipan dari marga Suwae. Sedangkan cara penyelesaian sengketa tanah antara Marga Suwae dan Marga Banosro di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura awalnya melalui mediasi oleh kedua belah pihak tetapi karena kedua belah pihak sama-sama mempertahankan itu tanah mereka maka proses penyelesaian sengketa tanah ini di selesaikan melalui pengadilan. Bukti-bukti dari kepemilikan tanah tersebut di jadikan bukti dalam proses pengadilan dan hasil dari persidangan tersebut maka Marga Suwae yang menang dari Marga Banosro, karena Marga Suwae mempunyai surat pelepasan adat yang dijadikan bukti atas kepemilikan tanah tersebut sedangkan Marga Banosro tidak mempunyai surat bukti kepemilikan tanah tersebut. Tetapi dengan hasil putusan di Pengadilan Negeri Jayapura yang memenangkan Marga Suwae membuat Marga Banosro merasa tidak puas dan mengajukan banding, begitupun di Pengadilan Tinggi juga Hakim menguatkan putusan dari Pengadilan Negeri Jayapura dan memenangkan Marga Suwae. Hingga kini Marga Suwae masih merasa tidak puas lagi masih mau mengajukan banding lagi

    Analisis Yuridis Terhadap Tanggung Jawab PT. Pelindo Dalam Kerusakan Barang Kiriman di Pelabuhan Manokwari.

    No full text
    Skripsi dengan judul Analisis Yuridis Terhadap Tanggung Jawab PT. Pelindo Dalam Kerusakan Barang Kiriman Di Pelabuhan Manokwari. ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kewajiban tanggung jawab hukum PT. Pelindo terkait dengan kerusakan barang kiriman yang terjadi di Pelabuhan Manokwari dan untuk mengetahui langkah-langkah yang digunakan untuk mengurangi kemungkinan kerusakan barang kiriman di Pelabuhan Manokwari. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Manokwari yakni pada PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Manokwari dengan menggunakan Metode penelitian yuridis Normatif dan Yuridis Empiris. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan yaitu bahwa PT.Pelindo sudah menjalankan tanggung jawab yang dengan baik, Dimana PT.Pelindo bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat kerusakan, kekurangan dan kehilangan barang muatan pada saat pelaksanan bongkar muat barang dari danke kapal yakni mulai dari kegiatan stevedoring, cargodoring, dan receiving/delivery akibat kesalahan atau kelalaian dari pihak perusahaan dalam batas dan syarat-syarat tertentu dan tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat hal-hal diluar batas tanggung jawabnya sebagai Perusahan Bongkar Muat, yakni kerugian yang terjadi bukan dalam proses bongkar muat. Operasional memang merupakan aspek penting dalam organisasi atau perusahaan, dan tugasnya pun tergantung pada ukuran perusahaan. Diperlukan Pengelolaan operasional yang baik dimulai dari SDM, peralatan, serta hal lainnya yang memberi pengaruh pada kinerja perusahaan. Dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan perusahaan akan selalu menemui berbagai masalah baik dari masalah kecil maupun masalah yang besar, disini lah analisis Prosedur Operasional diperlukan untuk mengevaluasi seberapa efektif pengoprasian peralatan dan SDM di PT. Pelindo

    Penerapan E-Government Dalam Pelayanan Publik Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura

    No full text
    Penggunaan teknologi ( e-government) dalam pelayanan pengurusan dokumen kependudukan dukcapil.untuk mendiskripsikan kondisi penerapan e-government di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kota jayapura untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor dalam pelayanan publik di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kota jayapura. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu menggukan metode kualitatif. Dengan teknik pengambilan data observasi,wawancara,dan dokumentasi. Hasil penelitian mengenai penerapan e government dukcapil cukup baik dan mudah dipahami dibeberapa kalangan masyarakat namun ada beberapa hambatan yaitu sdm masyarakat dan masyarakat di daerah minim internet penggunaan teknologi informasi dan komunikasi didukcapil sudah cukup baik. Kualitas pemberi pelayanan cukup baik dan sesuai di bidangnya selain itu juga websitenya mudah dipahami.namun terdapat beberapa kekurangan yaitu sdm dan daerah minim internet. Saran memberikan edukasi dan pelatihan serta melakukan pelayanan secara langsung dimasyarakat yang daerahnya minim interne

    Tinjauan Yuridis Tentang Tata Cara Perkawinan Adat Suku Kimyal di Kampung Honaima Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya.

    No full text
    Penelitian ini dengan judul “Tinjauan Yuridis Tentang Tata Cara Perkawinan Adat Suku Kimyal Di Kampung Honaima Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya”. Tujuannya untuk mengetahui tata cara perkawinan adat Suku Kimyal di Kampung Honaima Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya dan untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemukan didalam tata cara perkawinan adat Suku Kimyal di Kampung Honaima Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan empiris, yuridis normatif yaitu suatu pendekatan yang mengacu pada undangundang, bahan kepustakaan, peraturan-peraturan tertulis atau bahan-bahan hukum lainnya yang bersifat sekunder, sedangkan yuridis empiris yaitu dilakukan dengan melihat kenyataan di lapangan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tata cara perkawinan adat Suku Kimyal di Kampung Honaima Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya melalui beberapa tahapan yaitu Berkenalan (kwe ti wene ambi yorikir), Meminang (kwe nggino wagi), Tawaran pelamaran atau peminangan (Bingga lakwi atau Bingga lakarak), Jalinan (Kwewonok ome wogi), Kesepakatan kedua belah pihak dan penetapan waktu pembayaran mas kawin, tata cara pembayaran mas kawin pada masyarakat Suku Kimyal, Persembahan (Alake pugu), dan Tamu yang menghadiri perkawinan/pernikahan. Sedangkan kendala-kendala yang ditemukan didalam tata cara perkawinan adat Suku Kimyal di Kampung Honaima Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya yaitu berupa larangan dalam perkawinan antara lain dimana seseorang harus menikah dengan orang diluar marganya dan pernikahan hanya dapat terjadi apabila berbeda marga misalnya marga yang ada dalam golongan masyarakat Wenda, memilih jodoh dengan marga yang ada dalam golongan masyarakat Kogoya begitupun sebaliknya. Dengan kata lain bahwa marga-marga yang ada dalam golongan masyarakat Wenda, adalah Murib, Wonda atau Wenda, Wakerkwa, Jikwa dan Alom. Sedangkan marga-marga yang ada pada golongan masyarakat Kogoya, seperti Wanimbo, Tabuni, Tugubal, Kulua, Telenggen, Begal, dan Agabal. Dengan demikian bila terjadi pernikahan antara dua orang dalam paruh masyarakat Wenda atau sebaliknya pada paruh masyarakat Kogoya, maka hal ini merupakan suatu perbuatan yang terkutuk (piyanak atau pulunik) karena pernikahan yang terjadi antara saudara sendiri

    Tata Cara Pembayaran Maskawin Menurut Masyarakat Hukum Adat Moskona di Kabupaten Bintuni provinsi Papua Barat

    No full text
    Penelitian dengan: “ Judul Tata Cara Pembayaran Maskawin Menurut Masyarakat Hukum Adat Moskona di Kabupaten Bintuni provinsi Papua Barat” dengan tujuan untuk Mengetahui Masyarakat Adat Moskona menghadapi pembayaran maskawin dalam Perkawinan dan untuk mengetahui Kendala pembayaran maskawin Masyarakat hukum adat Moskona kabupaten Bintuni Provinsi Papua Barat. Metode penelitian yang digunakan berupa metode Yuridis Normatif dan Yuridis Empiris, yaitu metode penelitian yang dilakukan Dengan menggabungkan Antara penelitian Normatif (penelitian perpustakan) dengan Penelitian Hukum Empiris Yang berdasarkan data primer dan data sekunder yang Diperoleh melalui wawancara, Obserfasi dan penyampaian pertanyan terhadap Pelaksanaan pembayaran maskawin Masyarakat Adat Moskona. Hasil penelitian menunjukan bahwa tata cara pembayaran maskawin pada Masyarakat Adat Moskona dalam menghadapi pembayaran maskawin dalam perkawinan tentunya melakukan pernikahan secara Adat dengan perikatan peminangan setelah adanya kesepakatan, maka pihak keluarga dari si laki-laki membawa harta atau maskawin yang disebut Minang kepada pihak si perempuan berupa Uang, Kain Timur dan Babi. Kendala pembayaran maskawin ini juga sangat lama karena pihak laki-laki bersama keluarganya masih lobi atau mencari kain timur .Kain Timur yang sesuai dengan beban yang diberikan oleh si perempuan punya keluarga, karena kebanyakan laki-laki Moskona tidak memilik kain timur Tersebut yang ditentukan oleh pihak perempuan, maka pihak laki-laki mencari atau lobi dengan tetangga keluarga untuk membeli, Kain Timur Miyefen Asli,Eidnok,Inggog,Ifimow,Imenim,Eki,/atau Erejinum yang ditentukan oleh pihak Perempuan antara salah satu kain di atas, supaya membayar si istrinya

    Implementasih Sistem Presidential Threshold Di Dalam Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2024

    Get PDF
    Penelitian dengan judul Implementasih Sistem Pengaturan Presidential Threshold di Dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 Bertujuan untuk mengetahui implementasi dan imlpikasi sistem presiden threshold di dalam pemilihan presiden dan wakil presiden. Ambang batas pencalonan Presiden adalah jumlah suara yang diperlukan oleh seorang calon untuk dapat mencalonkan diri sebagai Presiden.Terkait dalam hal tersebut perlu ada penelitian tentang urgensi pengunaan ambang batas 20% dalam pencalonan Presiden (Presidential Threshold) di pilpres serentak tahun 2024. Pengaturan sistem Presidential Threshold di Indonesia. Dan relevansi Presidential Threshold di Indonesia dengan sistem multipartai. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif. Bahan hukum penelitian di kumpulkan dengan cara meginventarisasi dan mengklasifikasikan kemudian di analisi dengan cara kualitatif dan di sajikan dalam bentuk deskriptif. pendekatan yang digunakan dalah pendekatan perundang -undangan Presidential Threshold berhubungan erat dengan pemilu serentak, Presidential Threshold dapat menetukan hasil akhir dari sebuah pilpres.Hasi Penelitian Presidential Threshold juga menentukan keberpihakan yang akan terjadi antara lembaga legislatif dan eksekutif. Pengambilan threshold sebagai syarat mengusung Presiden dianggap tidak relevan karena menggunakan prolehan suara lima tahun sebelumnya yang belum tetntu sama elektabilitasnya pada tahun berikutnya

    Peranan Pemerintah Daerah Dalam Peningkatan Kualitas Produksi Kopi Masyarakat Di Kampung Wea Distrik Pasema Kabupaten Yahukimo

    Get PDF
    Fungsi pemerintah dalam kaitannya dengan pemberdayaan adalah mengarahkan kemandirian dan pembangunan masyarakat demi menciptakan kesejahteraan, tidak harus dipaksakan oleh masyarakat. Perlu adanya peran pemerintah yang optimal dan mendalam untuk membangun masyarakat, yang meliputi: Pemerintah sebagai Regulator, Pemerintah sebagai Dinamisator dan Pemerintah sebagai Fasilitator. Tujuan Penelitian : 1). Untuk mendeskripsikan dan menganalisis Peranan Pemerintah Daerah Dalam Peningkatan Kualitas Produksi Kopi Masyarakat Di Kampung Wea Distrik Pasema Kabupaten Yahukimo. 2). Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kendala-kendala Peranan Pemerintah Daerah Dalam Peningkatan Kualitas Produksi Kopi Masyarakat Di Kampung Wea Distrik Pasema Kabupaten Yahukimo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan induktif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Peranan Pemerintah Daerah Dalam Peningkatan Kualitas Produksi Kopi Masyarakat Di Kampung Wea Distrik Pasema Kabupaten Yahukimo, yang mencakup : a. Peran pemerintah sebagai regulator secara tertulis memang belum ada, namun Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian memberikan pelatihan dan bantuan bibit kopi kepada petani dan juga melalui musrembang di tingkat distrik pemerintah distrik mengusulkan kepada pemerintah daerah bantuan bibit kopi, b. Peran pemerintah sebagai dinamisator adalah dengan memberikan bimbingan dan dorongan kepada petani agar kualitas kopi yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang baik yang sesuai dengan pasaran dalam negeri maupun luar negeri, c. Peran pemerintah sebagai fasilitator adalah dengan dukungan yang diberik an oleh pemerintah dalam pengembangan kopi, dengan memberikan respon yang baik dan bantuan berupa alat-alat, bantuan pupuk, bibit kopi kepada masyarakat melalui kelompok tani. . 2). Kendala-kendala Peranan Pemerintah Daerah Dalam Peningkatan Kualitas Produksi Kopi Masyarakat Di Kampung Wea Distrik Pasema Kabupaten Yahukimo adalah komunikasi yang masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik, dan juga penyediaan infrastruktur penujang masih sangat minim dan kurang memadai serta belum adanya Regulasi dari Pemerintah Daerah terkait dengan Produksi Kopi yang ada di Kabupaten Yahukim

    Pemenuhan Hak Anak Memperoleh Pendampingan Hukum Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Kota Jayapura

    No full text
    Penelitian dengan judul “PEMENUHAN HAK ANAK MEMPEROLEH PENDAMPINGAN HUKUM DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK DI KOTA JAYAPURA” bertujuan untuk mengkaji perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak dalam memperoleh pendampingan hukum dalam sistem peradilan pidana anak di Kota Jayapura. Dalam konteks ini, anak-anak yang terlibat dalam proses hukum sering kali menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam hak-hak mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai regulasi yang dibentuk untuk mendukung dan menegakan hak-hak anak. Usaha untuk memenuhi hak-hak tersebut dapat dilihat dari pendampingan hukum yang dilakukan oleh Pusat Bantuan Hukum PERADI Kota Jayapura. Namun, pelaksanaan pendampingan hukum di lapangan seringkali masih menghadapi kendala-kendala sehingga pemenuhan hak-hak anak belum dapat dilakukan secara optimal. Pemenuhan hak hak anak melalui pendampingan hukum bertujuan agar menghindari anak dari adanya diskriminasi terhadap hak-hak anak. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pemenuhan hak-hak anak memperoleh pendampingan hukum dalam sistem peradilan pidana di Kota Jayapura. Saran untuk mengatasi berbagai kendala dan permasalahan yang ada guna memenuhi hak anak memproleh pendampingan hukum yaitu dengan adanya koordinasi dan kerja sama yang lebih baik antar para penegak hukum sehingga memberikan perlindungan terhadap anak dari sebelum, selama dan setelah persidangan

    Pertanggungjawaban Hukum Terkait Pembayaran Pesangon Dari PT. Sinar Mas Kepada PKWT Yang Di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Secara Sepihak Di Kabupaten Jayapura

    No full text
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertanggungjawaban hukum oleh Pihak Perusahaan terkait pembayaran pesangon PKWT akibat dilakukanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan upaya yang dilakukan pihak perusahaan agar para pekerja/PKWT tetap mendapatkan Hak nya apabila sewaktu-waktu Perusahaan memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan tipe penelitian hukum Yuridis Normatif yang di dukung Empiris yang mengkaji dari berbagai aspek teori, filosofi, perbandingan, struktur dan komposisi, konsistensi dan penjelasan dalam tiap pasal dan kekuatan mengikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban hukum oleh pihak perusahaan terkait pembayaran pesangon PKWT akibat dilakukanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pihak perusahaan tetap mengikuti aturan yang berlaku pada Undang-Undang Cipta Kerja dan Undang-Undang Ketenagakerjaan, agar Hak setiap para pekerja di bayarkan. Regulasi yang mengatur mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak terhadap Pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) ialah melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan) dimana semua regulasi tersebut menjadi dasar hukum terkait penyelesaian perselisihan hubungan industrial, serta pekerja yang mendapat PHK secara sepihak dari perusahaan. Oleh sebab itu, kepada Dinas Tenagakerja Kabupaten Jayapura dapat sebagai penengah dalam memperjuangkan hak-hak tenaga kerja kontrak yang telah di PHK sebagai langkah Bipartit dan Tripartit dengan pengusaha khusunya PT Sinar Mas sehingga dapat memperjuangkan hak-hak tenaga kerja kontrak

    271

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Cenderawasih Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇