Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
    670 research outputs found

    Implementasi Asas Akuntabilitas Dalam Proses Pendaftaran Tanah Secara Sporadik Pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian ini dengan judul “Implementasi Asas Akuntabilitas Dalam Proses Pendaftaran Tanah Secara Sporadik Pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan asas akuntabilitas dalam proses pendaftaran tanah secara sporadik pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura dan untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemukan dalam proses pendaftaran tanah secara sporadik pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan empiris, yuridis normatif yaitu suatu pendekatan yang mengacu pada undang-undang, bahan kepustakaan, peraturan-peraturan tertulis atau bahan-bahan hukum lainnya yang bersifat sekunder, sedangkan yuridis empiris yaitu mengidentifikasi dan mengkonsepsikan hukum sebagai institusi sosial yang riil dan fungsional dalam sistem kehidupan yang nyata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan asas akuntabilitas dalam proses pendaftaran tanah secara sporadik pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura telah dilaksanakan sepenuhnya dengan baik dan tanggungjawab oleh Kantor Pertanahan Kota Jayapura sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (PERKABAN RI) Nomor. 1 Tahun 2010 tentang Standar Prosedur Operasi Pengaturan dan Pelayanan (SPOPP). Sedangkan kendalakendala yang ditemukan dalam proses pendaftaran tanah secara sporadik pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura yaitu dapat dilihat dari 2 (dua) faktor yaitu internal dan eksternal, dimana faktor internalnya berhubungan langsung dari segi administrasi dan pelayanan kepada masyarakat sedangkan faktor eksternalnya dari masyarakat itu sendiri karena kurangnya pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pendaftaran tanah guna menjamin kepastian hukum

    Tinjauan Hukum Tentang Jual Beli Hak Atas Tanah Adat Pada Masyarakat Hukum Adat Suku Walak di Distrik Kobagma Kabupaten Mamberamo Tengah.

    No full text
    Penelitian ini dengan judul “Tinjauan Hukum Tentang Jual Beli Hak Atas Tanah Adat Pada Masyarakat Hukum Adat Suku Walak Di Distrik Kobagma Kabupaten Mamberamo Tengah”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jual beli hak atas tanah adat pada masyarakat hukum adat Suku Walak di Distrik Kobagma Kabupaten Mamberamo Tengah dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat hukum adat Suku Walak di Distrik Kobagma Kabupaten Mamberamo Tengah dalam jual beli hak atas tanah adat. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode pendekatan yuridis normatif dan empiris yaitu menelaah dari peraturan perundang-undangan yang berlaku, bahan kepustakaan serta dengan melihat kenyatan yang terjadi di lapangan yang diperoleh dari penelitian baik secara observasi maupun wawancara terhadap responden yang diteliti. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa jual beli hak atas tanah adat pada masyarakat hukum adat Suku Walak di Distrik Kobagma Kabupaten Mamberamo Tengah yaitu masih menggunakan cara lisan atau dengan akta dibawah tangan dalam perjanjian jual beli tanahnya, yaitu yang pertama adalah karena faktor sosial budaya yang mana sebagian besar masyarakat hukum adat Suku Walak masih patuh pada hukum adat mereka, yang kedua proses yang cepat, mudah dan biaya murah, dan menganggap bahwa perbuatan tersebut telah sah apabila telah diketahui oleh para pemimpin adat (Big Man). Sedangkan kendalakendala yang dihadapi oleh masyarakat hukum adat Suku Walak di Distrik Kobagma Kabupaten Mamberamo Tengah dalam jual beli hak atas tanah adat yaitu ada dari faktor internal dan eksternal. Jika dari faktor Internal seringkali sesama masyarakat adat Suku Walak mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan milik dari keluarganya atau peninggalan nenek moyangnya sehingga menyebabkan sengketa sesama masyarakat hukum adat dan otomatis berakibat langsung terhadap permasalahan dalam jual beli tanah adat pada Suku Walak. Sedangkan dari faktor eksternal yaitu ada pihak luar yang mengaku jika tanah yang mau dijual tersebut merupakan miliknya maka terkadang terjadi sengketa tanah antara para pihak yang bersangkutan

    Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pelaku Usaha Atas Kerugian Konsumen Dalam Barang Cacat di Toko Furniture Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian yang berjudul “Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pelaku Usaha Atas Kerugian Konsumen Dalam Barang Cacat Di Toko Furniture Kota Jayapura”. Dengan tujuan mengetahui tanggung jawab pelaku usaha terhadap kerugian konsumen dan mengetahui perlindungan hukum terhadap pelaku usaha dan konsumen di toko furniture. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif dan empiris. Metpde penelitian hukum normartif yaitu untuk mengetahui aturan-aturan atau norma-norma tentang Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Serta metode penelitian hukum empiris, yaitu untuk mengetahui implementasi hukum yang ada di lapangan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, tanggung jawab hukum terhadap pelaku usaha atas kerugian konsumen dalam barang cacat di toko furniture sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, yakni setiap kerugian yang dialami konsumen atas barang cacat diluar kesalahan konsumen akan ditanggung oleh pihak pelaku usaha, serta hak dan kewajiban pelaku usaha juga dilindungi oleh hukum apabila terbukti tidak bersalah

    Tinjauan Yuridis Proses Pembayaran Kepala (YU) Sebagai Tradisi Masyarakat Hukum Adat Sentani Terhadap Meninggalnya Anggota Keluarga.

    No full text
    Penelitian ini bejudul “TINJAUAN YURIDIS PROSES PEMBAYARAN KEPALA (YU) SEBAGAI TRADISI MASYARAKAT HUKUM ADAT SENTANI TERHADAP MENINGGALNYA ANGGOTA KELUARGA”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni melalui pendekatan yuridis normatif (legal research), penelitian yang menekankan sosialogi normatif pada ilmu hukum tetapi disamping itu juga berusaha menelah kaidah-kaidah hukum yang ada dan berlaku dalam masyarakyat. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa proses pembayaran kepala menurut hukum adat Sentani dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap pertama melalui para-para adat dan yang kedua dilakukan diluar rumah. Untuk pembayaran para-para adat yaitu pembayaran dilakukan oleh Ondofolo bersama para Akhona kepada Ondofolo dari orang yang meninggal. Hal ini bila terjadi perkawinan antar Kampung. Sedangkan pembayaran dalam rumah merupakan tanggung jawab keluarga yang bersangkutan bersama kaum kerabat terdekat. Akibat hukum terhadap pembayaran kepala, apabila pembayaran kepala itu tidak dilaksanakan atau tidak dibayar oleh suami atau isteri atau anak-anak beserta keluarga maka akan berakibat putusnya hubungan kekeluargaan dari kedua belah pihak yang nantinya akan berdampak pada perkembangan anak, bahkan menurut masyarakat Sentani akan mengakibatkan meninggalnya anak tersebut

    Analisis Perlindungan Hukum Bagi Hak Asuh Anak Akibat Perceraian di Kabupaten Keerom.

    No full text
    Penelitian ini Berjudul “Analisis Perlindungan Hukum Bagi Hak Asuh Anak Akibat Perceraian Di Kabupaten Keerom” bertujuan untuk mengetahui tata cara bentuk perlindungan hukum terhadap hak asuh anak akibat perceraian orang tua di Kabupaten Keerom serta untuk mengetahui penyelesaian hukum bagi hak asuh anak akibat perceraian di Kabupaten Keerom. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan empiris. pendekatan ini dilakukan dengan alasan di samping untuk melihat ketentuan perundang-undangan di bidang perlindungan hukum terhadap hak asuh anak akibat perceraian. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk perlindungan hukum terhadap hak asuh anak akibat perceraian orang tua di kabupaten keerom. Perlindungan hukum terhadap hak asuh anak akibat perceraian orang tua diatur untuk memastikan kesejahteraan dan hak-hak anak tetap terlindungi. Beberapa bentuk perlindungan hukum tersebut meliputi; penetapan hak asuh dalam putusan pengadilan, pengawasan oleh pengadilan, keterlibatan dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabupaten keerom. Penyelesaian hukum bagi hak asuh anak akibat perceraian di kabupaten keerom. Proses penyelesaian hukum bagi hak asuh anak akibat perceraian melalui mediasi di kabupaten keerom dapat dijelaskan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: pengajuan permohonan, penunjukan mediator, pelaksanaan mediasi, kesepakatan madiasi, pengesahan pengadilan, pelaksanaan keputusan, keuntungan proses mediasi

    Kajian Hukum Terhadap Tanggung Jawab Pemerintah Terhadap Masyarakat Terdampak Bencana Alam (Gempa Bumi) di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah.

    No full text
    Penelitian dengan judul “Kajian Hukum Terhadap Tanggung Jawab Pemerintah Terhadap Masyarakat Terdampak Bencana Alam (Gempa Bumi) Di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tanggung jawab dan wewenang pemerintah terhadap penanggulangan bencana alam yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 dan penyediaan dan pengalokasian anggaran dana bencana alam yang dilakukan oleh pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan tipe penulisan yuridis Normatif. Penelitian jenis ini diterapkan karena berlandaskan pada konsep norma yang mana sumber bahan hukum meliputi pada bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan, rancangan undang-undang, dan bahan hukum sekunder seperti asas-asas, doktrin hukum serta yurisprudensi yang sudah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab pemerintah terhadap penanggulangan bencana alam menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 meliputi penjaminan pemenuhan hak masyarakat dan pengungsi yang terkena bencana, perlindungan masyarakat dari dampak bencana, pengurangan resiko bencana dan pemaduan pengurangan resiko bencana dengan program pembangunan, serta pengalokasian dana penanggulangan bencana alam melalui tahap pelaksanaan penanggulangan bencana alam yang berupa tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Dan dititik beratkan pada tahap kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Mengingat bahwa tindakan preventif (mencegah) lebih baik daripada kuratif (pengobatan atau penanganan). Bencana alam itu sendiri memang tidak dapat dicegah, namun dampak buruk akibat bencana dapat kita cegah dengan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Oleh sebab itu, untuk mengurangi korban saat bencana alam terjadi pemerintah dan pemerintah daerah serta badan yang bergerak dalam proses penanggulangan bencana alam harus memberikan pelatihan kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan dan darurat bencana alam. Sehingga jika mulai ada tanda bencana alam yang akan terjadi masyarakat sudah mengetahui langkah apa yang harus diperbuat

    Kedudukan Anak Laki-Laki Sulung Dalam Hukum Waris Adat Menurut Masyarakat Hukum Adat Yawa Unat (Onate) di Kabupaten Kepulauan Yapen.

    No full text
    Penelitian dengan judul “Kedudukan Anak Laki-Laki Sulung Dalam Hukum Waris Adat Menurut Masyarakat Hukum Adat Yawa Unat (Onate) Di Kabupaten Kepulauan Yapen Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan anak sulung dalam pewarisan menurut hukum adat Yawa Unat (Onate) di Kabupaten Kepulauan Yapen dan untuk mengetahui pembagian warisan dari pewaris kepada para ahli waris. Metode pendekatan digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan normatif yaitu untuk menemukan asas-asas hukum adat waris dan juga metode pendekatan hukum empiris yaitu untuk mengkaji hukum dalam kenyataan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Kedudukan anak sulung dalam pewarisan menurut Masyarakat Hukum Adat Yawa Unat (Onate) yang berlaku di Kabupaten Kepulauan Yapen adalah sangat penting dimana anak sulung menguasai semua harta warisan baik materiil maupun immaterial. Harta warisan materiil misalnya tanah, ladang dan lain-lain dan harta warisan immaterial adalah merupakan jabatan adat. Khusus untuk jabatan adat hak kesulungan tetap berada pada anak sulung laki-laki secara turun temurun. Penguasaan harta warisan materiil bukan berarti anak sulung memiliki secara pribadi tetapi harta warisan materiil adalah dimiliki oleh semua ahli waris. Pembagian harta warisan yang bersifat materiil dapat dilakukan sebelum pewaris meninggal dunia maupun setelah meninggal dunia. Dalam hal pembagian harta warisan yang bersifat materiil maka anak sulung laki-laki bertindak sebagai pembagi terhadap harta tersebut. Dengan kata lain anak sulung laki-laki yang membagi harta warisan berdasarkan pada musyawarah bersama diantara para ahli waris lainnya

    Tinjauan Yuridis Peran BBPOM Dalam Pengawasan Peredaran Obat dan Makanan di Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Kota Jayapura, dengan Judul “Tinjauan Yuridis Peran BBPOM Dalam Pengawasan Peredaran Obat dan Makanan Di Kota Jayapura Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Yuridis Normatif dan Yuridis Empiris. Penelitian Yuridis Normatif adalah penelitian hukum yang mengutamakan penelitian kepustakaan hukum atau bahan hukum untuk memperoleh data sekunder sebagai data utamanya. Selain melakukan yuridis normatif, dalam penelitian hukum ini juga didukung oleh penelitian yuridis empiris dengan waktu yang berbeda yaitu melakukan penelitian lapangan dengan Teknik pengamatan dan wawancara terhadap infroman, responden, narasumber untuk memperoleh data primer sebagai data pendukung penelitian yuridis normatif. Hasil Penelitian, Menunjukan Peranan Balai Besar Pengawas Obat dan makanan (BBPOM) dalam perlindungan konsumen, yaitu: melakukan regulasi, standarisasi dan sertifikasi produk makanan dan obat yang mencakup keseluruhan aspek pembuatan, penjualan, penggunaan dan keamanan makanan, obat-obatan, kosmetik dan produk lainnya. Pengawasan yang dilakukan oleh BBPOM terhadap Obat dan Makanan yang beredar di Kota Jayapura dilakukan dua tahap pengawasan, yaitu pengawasan pre-market dan pengawasan post-market. pengawasan pre market adalah pengawasan yang dilakukan sebelum makanan kemasan beredar. Pengawasan post market, yaitu pengawasan yang dilakukan selama makanan kemasan beredar di tengah Masyarakat. Dalam melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan kedaluwarsa terdapat beberapa factor-faktor penghambat yaitu facktor eksternal dan faktor internal yang dihadapi oleh BBPOM yaitu kurangnya anggaran, keterbatasan anggaran membuat BBPOM tidak bisa melakukan pengawasan keseluruh toko. Kendala yang kedua yaitu kurangnya sumber daya manusia juga membuat BBPOM tidak bisa melakukan pengawasan ke seluruh toko, karena toko yang ada di Kota Jayapura sangat banyak. Upaya untuk menghadapi kendala ini BBPOM melakukannya dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, sosialisasi tidak selalu diberikan secara langsung tapi sosialisasi diberikan dan diinformasikan melalui media sosial, media cetak. Agar distributor maupun masyarakat selaku konsumen lebih mudah untuk mendapatkan informasi. Akibat hukum bagi pelaku usaha yang menjual makanan kadaluwarsa adalah diatur dalam UndangUndang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dalam Pasal 19, Pasal 62, Pasal 63 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 143

    Kajian Hukum Terhadap Peran Dinas Lingkungan Hidup Terhadap Pencemaran Air Permukaan Danau Sentani di Kabupaten Jayapura.

    No full text
    Penelitian dengan judul Kajian Hukum Terhadap Peran Dinas Lingkungan Hidup Terhadap Pencemaran Air Permukaan Danau Sentani di Kabupaten Jayapura. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui peran dan mekanisme penegakan hukum yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dalam mengatasi pencemaran air permukaan di Danau Sentani dan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam menjalankan peranya dalam menangani pencemaran air permukaan Danau Sentani. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, dengan data primer dari wawancara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura dan data sekunder dari studi pustaka seperti undang-undang, peraturan daerah, buku, laporan penelitian, kamus, dan ensiklopedia. Pengumpulan data melibatkan wawancara langsung dan studi kepustakaan, dengan analisis kualitatif untuk mendeskripsikan situasi hukum perlindungan Danau Sentani dan membandingkan idealisme hukum dengan realitas implementasinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura memiliki peran penting dalam menjaga kualitas air Danau Sentani melalui program pemantauan yang dimulai sejak tahun 2017. Laporan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Danau Sentani mengalami peningkatan dari kategori pencemaran sedang menjadi pencemaran ringan. Salah satu inovasi penting yang diterapkan adalah penggunaan sistem onlimo. Selain inovasi teknologi, Dinas Lingkungan Hidup juga melibatkan masyarakat dengan membersihkan sampah dan juga memasang jaring sampah serta plang larangan membuang sampah di sekitar Danau Sentani. Pada Hari Sampah Nasional, Dinas Lingkungan Hidup mengadakan kegiatan pembersihan Danau Sentani dengan melibatkan berbagai pihak. Dinas Lingkungan Hidup menerapkan sanksi administratif seperti peringatan tertulis, denda, penghentian sementara kegiatan, atau pencabutan izin operasional, Untuk pelanggaran serius, Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan penegak hukum untuk membawa kasus ke pengadilan. Hambatanhambatan yang dihadapi meliputi kurangnya sumber daya manusia yang ahli di bidang pencemaran air, rendahnya kesadaran masyarakat,dan keterbatasan dana yang mengakibatkan program-program penting tidak dapat dijalankan secara optimal, serta cuaca ekstrem yang menghambat proses monitoring dan penanganan pencemaran

    Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Penanganan Anak Pelaku Kekerasan Seksual (Studi Pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Jayapura).

    No full text
    Penelitian dengan judul “Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Penanganan Anak Pelaku Kekerasan Seksual (Studi Pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Jayapura)” ini bertujuan untuk menganalisis peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam penanganan anak pelaku kekerasan seksual sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normative dan yuridis empiris, dimana permasalahan yang dibahas dan diuraikan dilakukan dengan menelaah bahan-bahan Pustaka serta kaidah-kaidah atau norma hukum. Sementara metode yuridis empiris dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara bersama narasumber. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, peran Pembimbing Kemasyarakatan pada Balai Pemasyarakatan Kelas II Jayapura dalam penanganan anak pelaku kekerasan seksual meliputi, pendampingan, pembinaan, dan pembimbingan. Terdapat dua jenis kendala yang ditemukan dalam penanganan anak pelaku kekerasan seksual yaitu, kendala internal yang meliputi keterbatasan anggaran dan jumlah petugas pembimbing kemasyarakatan, serta kendala eskternal yang meliputi penolakan dan ketidakpedulian orang tua atau keluarga dan minimnya pendidikan anak pelaku kekerasan seksual. Disarankan : pertama, perlu adanya edukasi mengenai pendidikan seksual yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan anak, meningkatkan pengawasan orang tua terhadap aktivitas dan lingkungan anak, menjalin kerja sama yang baik dengan pihak-pihak terkait serta memberikan motivasi kepada anak untuk memperoleh pendidikan setinggin-tingginya demi mencegah anak terlibat dalam kasus kekerasan seksual. Kedua, Bapas perlu untuk meningkatkan kapasitas baik dari segi fasilitas, petugas pembimbing kemasyarakatan, maupun kemampuan sehingga diharapkan kedepannya Bapas melalui pembimbing kemasyarkatan dapat berperan lebih optimal lagi dalam menangani kasus anak pelaku kekerasan seksual dan kasus lainnya

    271

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Cenderawasih Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇