Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
    670 research outputs found

    Kajian Hukum Tentang Peran P2TP2A Dalam Pengawasan Terhadap Perkawinan Dibawah Umur di Kota Jayapura.

    No full text
    Skripsi dengan judul “Kajian Hukum Tentang Peran P2TP2A Dalam Pengawasan Terhadap Perkawinan Dibawah Umur Di Kota Jayapura”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran P2TP2A dalam menangani perkawinan dibawah umur di Kota Jayapura. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris dan yuridis normatif yang berkaitan dengan peran dari P2TP2A dalam pengawasan terhadap perkawinan di bawah umur yang sesuai dengan Undang-undang perkawinan dalam melakukan dispensasi kawin yang ada di Kota Jayapura Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bagaimana pentingnya peran dan penanganan P2TP2A dalam perkawinan dibawah umur dari 3 indikator peran yaitu Regulator, Dinamisator, dan Fasilitator mempunyai tugasnya masing-masing. Dan juga dalam penanganan yang dibutuhkan yaitu layanan psikologi sangat penting dalam pernikahan dibawah umur. P2TP2A berperan penting dalam memberikan informasi, sosialisasi, dan pendampingan hukum namun masih terkendala oleh kurangnya sumber daya dan koordinasi antar lembaga. Rekomendasi diusulkan untuk meningkatkan efektivitas P2TP2A dalam pencegahan perkawinan dibawah umur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan dan praktik dalam melindungi hak anak di Indonesia

    Analisis Hukum Perkawinan Adat Masyarakat Kei Terhadap Masyarakat Tionghoa.

    No full text
    Penelitian ini berjudul : ANALISIS HUKUM PERKAWINAN ADAT MASYARAKAT KEI TERHADAP MASYARAKAT TIONGHOA dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui syarat-syarat perkawinan beda suku antara masyarakat adat Kei dan juga masyarakat adat Tionghoa dan tata cara perkawinan beda suku antara masyarakat kei dan juga masyarakat adat tionghoa. Adapun metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah metode pendekatan Yuridis Empiris untuk memperoleh data dari lapangan menyangkut masalah yang diteliti dan metode pendekatan Yuridis Normatif untuk mengkaji bahan-bahan literatur yang behubungan dengan penelitian ini Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Syarat-Syarat Perkawinan Perkawinan Beda Suku Antara Masyarakat Adat Kei Dan Juga Masyarakat Adat Tionghoa Adat perkawinan masyarakat Adat Kei Dan Juga Masyarakat Adat Tionghoa yang dilaksanakan berdasarkan adat, agama dan kepercayaan mencerminkan asal-usul serta proses adaptasi dan akulturasi budaya yang telah berlangsung epanjang sejarah keberadaan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Pada dasarnya adat perkawinan masyarakat Adat Kei Dan Juga Masyarakat Adat Tionghoa juga mengalami pergeseran makna, karena masuknya pengaruh budaya lokal serta pengaruh nilai-nilai agama resmi yang dianut oleh masyarakat Adat Kei Dan Juga Masyarakat Adat Tionghoa. Oleh sebab itu, Dalam budaya Kei, ditemukan bahwa terdapat banyak nilai yang berharga untuk kehidupan bersama, seperti kekerabatan, kekeluargaan, persaudaraan, ketaatan pada hukum dan atasan. Cinta kasih dan tolong menolong tanpa membedakan agama, tapi karena “satu darah”. Nilainilai tersebut terungkap dalam hukum adat Kei, , dan dalam relasi antar manusia seperti dalam penulisan ini perjanjian persaudaraan, serta yang secara khusus terikat dalam falsafah hidup orang Kei. Hukum Perkawinan Nasional menyerahkan sepenuhnya mengenai aturan-aturan adat diluar aturanaturan yang telah diatur oleh Hukum Perkawinan Nasional

    Tanggung Jawab Debitur Terhadap Pembayaran Kredit Kendaraan Bermotor Yang Mengalami Kecelakaan.

    No full text
    Kegiatan usaha pembiayaan sangat penting dalam perekonomian, khususnya dalam pembelian kendaraan bermotor secara kredit yang memberikan kemudahan memiliki kendaraan tanpa harus menunggu dana terkumpul. Namun, risiko kecelakaan yang dapat merusak kendaraan atau menyebabkan kematian debitur menambah tantangan dalam pembayaran kredit yang masih berlangsung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan secara rinci dan mendalam mengenai tanggung jawab debitur dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor yang mengalami kecelakaan, serta implikasi hukum yang timbul bagi debitur, kreditur, dan pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kewajiban pembayaran angsuran kredit tetap berlangsung hingga proses klaim asuransi selesai, meskipun kendaraan mengalami kerusakan atau debitur meninggal dunia. Terdapat implikasi hukum bagi beberapa pihak terkait kecelakaan kendaraan bermotor yang masih dalam masa kredit, yaitu dampak bagi debitur, kreditur dan pihak ketiga, baik itu pihak perusahaan asuransi maupun pihak ketiga servis resmi kendaraan bermotor serta para ahli waris dalam rangka menyelesaikan prestasi yang seharusnya diselesaikan oleh debitur. Namun dalam hal debitur meninggal dunia, kewajiban tersebut di wakilkan oleh beberapa pihak dalam hal proses penyelesaiannya

    Pengisian Jabatan Kepala Kampung Userem Kabupaten Yahukimo Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

    No full text
    Penelitian ini berjudul PENGISIAN JABATAN KEPALA KAMPUNG USEREM KABUPATEN YAHUKIMO BERDASARKAN UNDANGUNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui bagaiman Mekanisme Pengisian Jabatan Kepala Kampung Userem Kabupaten Yahukimo berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 dan untuk mengetahui faktorfaktor apa yang mempengaruhi Pengisian jabatan kepala kampung Userem. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis Normatif yaitu penelitian hukum yang melihat implementasi hukum secara langsung dalam masyarakat dan mengamati secara langsung dilapangan berdasarkan fakta-fakta empiris. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengisian jabatan kepala kampung Userem yang dilakukan oleh kepala daerah merupakan Tindakan sepihak dari kepala daerah yang menjabat saat itu tanpa mengikuti petunjuk peraturan perundang-undangan tentang Pemilu Desa Undang-Undang Nomor 6Tahun 2014 jo UU No.3 Tahun 2024 Tentang Desa. Salah satu Faktor yang mempengaruhi Pengisian Pengisian jabatan kepala kampung Userem adalah faktor politik tahun 2020

    Kajian Hukum Terhadap Pembayaran Harta Maskawin Dalam Budaya Suku Souw Kampung Yarmatum Kabupaten Manokwari Selatan.

    No full text
    Penelitian ini berjudul : Kajian Hukum Terhadap Pembayaran Harta Maskawin Dalam Budaya Suku Souw Kampung Yarmatum Kabupaten Manokwari Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tatacara perkawinan dalam budaya suku souw kampung yarmatum dan untuk mengetahui bagaimana proses pembayaran harta maskawin dalam budaya suku souw serta apa saja Harta Mas Kawin yang diperlukan dalam Proses Pembayaran Menurut Budaya Suku Souw Kampung Yarmatum Kabupaten Manokwari Selatan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan Yuridis Empiris dan Pendekatan Yuridis Normatif. Pendekatan Yuridis Empiris adalah metode penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data yang primer maupun sekunder, sedangkan Penelitian Hukum Normatif penelitian hukum kepustakaan. Untuk mengkaji permasalahan tentang pelaksanaan perkawinan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembayaran maskawin pada masyarakat suku souw/sough ialah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan harta maskawin dari pihak laki-laki ketika mau meminang seorang perempuan yang akan dijadikan sebagai istrinya. Untuk itu antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang akan ada dalam perkawinan, harus melalui prosesproses mulai dari proses peminangan, proses penentuan waktu pembayaran maskawin, proses pembayaran dan pembagian maskawin, tahap pembayaran dan pembagian maskawin, dan proses pembayaran maskawin. Dalam proses pembayaran maskawin pada masyarakat suku souw/sough, harta maskawin yang digunakan untuk membayar maskawin berupa kain timur, kain cita, senjata api, gelang abaka manik-manik, uang. Hal-hal ini menggambarkan budaya masyarakat suku souw/sough yang masih memegang teguh nilai-nilai budaya yang dimilikinya dari masalalu hingga saat ini

    Standar Kinerja Pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Aparatur Provinsi Papua

    No full text
    Permasalahan yang di bahas di penelitian ini adalah bagaimana standar kinerja pegawai badan pengembangan sumber daya aparatu (BPSDA) provinsi papua. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standar kinerja pegawai badan pengembangan sumber daya aparatur (BPSDA) provinsi papua. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Ada pun informan dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang berkompenten memberikan informasih sebanyak 5 orang . Prosedur pengelohan data dalam penelitian ini di lakukan berdasarkan klasifikasi jenis dan sumber data yaitu dalam primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fungsi badan pengembangan sumber daya aparatur (BPSDA) provinsi papua belum berjalan efektif. Pada aspek input, BPSDA Provinsi papua belum memeliki SDA yang handal dan profesional, sarpras yang dialokasikan masih perlu pengalokasian tambahan untuk beberapa fasilitas diklat agar sesuai dengan standar diklat, dan sarana dan prasarana belum cukup memadai dalam mendukung pelaksanaan kegiatan yang belum mantap dan perlu dikomunikasikan dan dikordinasikan dengan baik, pelaksanaan kegiatan terkadang tidak sesuai dengan waktu pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi setiap pelaksanaan kegiatan mendapat tindak lanjut sehingga belum mendapat jalalan keluar yang tepat untuk menghadapi suatu hambatan yang di hadapi dalam pelaksanaan kegiatan pada aspek output, beberapa indikator yang melakukan standar penilaian kualitas hasil kerja yang masih kurang dan masih perlu di tingkatkan dengan melakukan evaluasi dan perbaikan yang dapat meningkatkan kualitasatkan dengan melakukan evaluasi dan perbaikan yang dapat meningkatkan kualitas kinerja pegawai ke depannya

    Penyelesaian Delik Adat Perzinahan (Wos Bin Bye Sasar) Menurut Masyarakat Adat Byak di Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian dilakukan pada masyarakat adat Byak di Kota Jayapura. Dengan judul Penyelesaian Delik Adat Perzinahan (Wos Bin Bye Sasar) Menurut Masyarakat Adat Byak di Kota Jayapura. Tujuan penelitian ini berfokus pada rumusan masalah yaitu, faktor penyebab terjadinya delik adat perzinahan (wos bin bye sasat) menurut masyarakat adat Byak di Kota Jayapura dan upaya-upaya penyelesaian delik adat perzinahan (wos bin bye sasar) menurut masyarakat adat Byak di Kota Jayapura. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dan yuridis empiris. Artinya penelitian selain studi bahan hukum (studi pustaka) dan juga studi lapangan dengan menggunakan pengamatan dan wawancara untuk memahami dan menjelaskan hukum pidana adat masyarakat adat Byak di Kota Jayapura kemudian di analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini. Upaya penyelesaian melalui peradilan adat yang dipimpin oleh hakim adat (mananwir). Proses penyelesaian dengan cara membayar sanksi adat (ba byak wos bin) sesuai kategori pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku. Faktor penghambat dalam proses penyelesaian yaitu faktor waktu dan ekonomi. Upaya penanggulangan harus adanya sosialisasi oleh masyarakat adat Byak terkhususnya pada Kota Jayapura untuk menghindari terjadinya delik adat perzinahan (wos bin bye sasar) pada masyarakat adat Byak di Kota Jayapura

    Kajian Hukum Pembangunan Rumah Sakit Uncen Dampaknya Terhadap Masyarakat Konya.

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang “Kajian Hukum Pembangunan Rumah Sakit Uncen Dampaknya Terhadap Masyarakat Konya”. Lokasi penelitian di Kota Jayapura. Dengan Tujuan untuk Mengkaji Peraturan yang mengatur Pembangunan Rumah Sakit Uncen berdasarkan syarat Amdal dan dampaknya bagi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan yuridis normtif. Yaitu mengkaji berdasarkan undang-undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan MNLH No. 38 Tahun 2019 Tentang Jenis Rencana Usaha dan/ Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Dan pendekatan yuridis empiris melihat dampak langsung yang terjadi di masyarakat yang terdampak.. Hasil Penelitian Mengungkapkan Pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Papua telah Memenuhi syarat AMDAL dengan mendapatkan Persetujuan dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dari Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional No. PF,01/2166-200/XII/2023 Tentang Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk Kegiatan Nonberusaha. Yang kewenangan Penerbitan dan Persetujuan tersebut oleh Gubernur dan Tim Kelayakan Uji Lingkungan Hidup Provinsi Papua. Dampak Pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Papua yaitu dampak positif : meningkatkan ekonomi atau pendapatan masyarakat lokal, menambah jenis mata pencaharian masyarakat lokal, meningkatkan kesehatan masyarakat, memberikan akses pelayanan kesehatan, dan membuka peluang berusaha bagi masyarakat lokal. Dampak negatif : banjir, limbah B3, limbah padat domestik (non medis), pencemaran air, kebisingan, penurunan kualitas air

    Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Dalam Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan di Kantor Cabang Tanah Hitam Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian dengan judul, “Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Dalam Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di Kantor Cabang Tanah Hitam Kota Jayapura” Penelitian ini dilaksanakan di Kantor BRI Cabang Tanah Hitam Di Kota Jayapura, bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada kreditur dalam perjanjian kredit dengan jaminan Hak Tanggungan ketika debitur wanprestasi menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta BendaBenda yang Berkaitan dengan Tanah dan akibat hukum yang terjadi atas pelanggaran ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah. Data yang diproses selama penelitian dianalisis secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif yaitu dengan menjelaskan, menguraikan dan menggambarkan sesuai dengan permasalahan yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Bentuk Perlindungan Hukum yang diberikan kepada Kreditur apabila Debitur Wanprestasi dalam suatu Perjanjian Kredit dengan jaminan Hak Tanggungan menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah. Apabila bank menganggap permohonan kredit tersebut layak untuk diberikan kepada debitur sesuai dengan kelengkapan hal-hal yang dipersyaratkan oleh pihak bank, maka bank akan memberikan Surat Penegasan Kredit yang berisi: Jumlah atau besar kredit yang disetujui; Jangka waktu pengembalian kredit; Biaya-biaya seperti besarnya bunga dan biaya lain yang diperlukan; Syarat-syarat penarikan kredit; Cara pengembalian kredit; Bentuk jaminan kredit dan nilainya. Dengan mengisi data yang valid agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum apabila terjadi wanprestasi terhadap Debitur, (2) Akibat Hukum yang terjadi atas pelanggaran ketentuan UndangUndang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah. Berdasarkan Penjelasan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah, dijelaskan bahwa perjanjian yang menimbulkan hubungan hukum utang-piutang ini dapat dibuat secara tertulis baik dalam bentuk akta di bawah tangan maupun akta autentik, tergantung pada ketentuan hukum yang mengatur materi perjanjian itu. Bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada kreditur menurut Undang-Undang ini terdapat pada bentuk perjanjian kredit itu sendiri berupa akta perjanjian kredit yang disepakati bersama. Oleh karena itu Kreditur sebaiknya melakukan sebuah perjanjian pinjam meminjam uang dengan Debitur haruslah dengan akta authentic yang memiliki kekuatan hukum yang sah

    Analisis Yuridis Terhadap Pelaksanaan Hubungan Kerja Tenaga Kontrak Pada Universitas Cenderawasih di Kota Jayapura.

    No full text
    Penilitian yang berjudul “Analisis Yuridis Terhadap Pelaksanaan Hubungan Kerja Tenaga Kontrak Pada Universitas Cenderawasih Di Kota Jayapura”, dilakukan tujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Hubungan Kerja Tenaga Kontrak pada Universitas Cenderawasih Jayapura dan Perlindungan Hukum terhadap Hak-hak Tenaga Kontrak Pada Universitas Cenderawasih Jayapura. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Normatif dan yuridis Empiris. Pendekatan Yuridis Normatif yakni penelitian terhadap norma atau ketentuan hukum yang berlaku dalam kaitannya dengan pelaksanaan hubungan kerja, diantaranya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jo UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UndangUndang, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja, Waktu Istirahan dan Pemutusan Hubungan Kerja, dan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Papua tentang Upah Minimum Provinsi. Pendekatan Yuridis Empiris yakni pendekatan yang menitikberatkan pada implementasi ketentuan hukum tentang hubungan kerja berlaku dalam hubungan kerja tenaga kontrak dan perlindungan terhadap hak-hak tenaga kontrak yang terjadi dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan hubungan kerja tenaga kontrak pada Universitas Cenderawasih Jayapura dilakukan dengan Kontrak Kerja sebagaimana ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor tentang Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap yang diangkat sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) dengan status sebagai tenaga kontrak melalui Surat Kontrak. Adapun pengangkatan tenaga kontrak pada Universitas Cenderawasih Jayapura dilandaskan pada Statuta Universitas Cenderawasih Jayapura. Selanjutnya mengenai Perlindungan Hukum terhadap hak-hak tenaga kontrak pada Universitas Cenderawasih Jayapura pada dasarnya belum terlaksana dengan baik, dimana upah yang dibayarkan kepada tenaga kontrak adalah sebesar Rp.3.200.000,- jumlah tersebut lebih rendah dari ketentuan UMP Papua yang berlaku pada tahun 2024 sebesar Rp. 4.020.274.- perbulan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor Nomor 188.4/398/Tahun 2023 tentang Penetapan Upah Minimum Sektoral di Provinsi Papua. Demikian juga halnya dengan hak atas jaminan sosial untuk diikutsertakan dalam Program BPJS Ketenagakerjaan belum berjalan dengan baik meskipun tenaga kontrak pada Universitas Cenderawasih Jayapura awalnya diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sering bermasalah dalam pembayaran preminya sehingga pihak Universitas Cenderawasih mengalami kewalahan dalam menanggulangi pemotongan iuran preminya, sehingga berdampak pada kurangnya pelayanan dan perlindungan terhadap tenaga kontrak

    271

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Cenderawasih Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇