Universitas Cenderawasih Repository
Not a member yet
    670 research outputs found

    Perlindungan Hukum Bagi Para Pekerja Teknisi Dalam Penyelenggaraan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pada PLTU di Kota Jayapura

    No full text
    Skripsi dengan judul perlindungan hukum bagi para pekerja teknisi dalam penyelenggaraan kesehatan dan keselamatan kerja pada PLTU di kota Jayapura bertujuan agar para pembaca dapat mengetahui bagaimana tanggung jawab PLTU terhadap pekerja teknisi di kota Jayapura dan perlindungan hukum yang diberikan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja teknisi PLTU di kota Jayapura. Metode penelitian yang penulis pakai yaitu yuridis normatif dan yuridis empiris. Penelitian hukum yuridis normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai dasar untuk diteliti dengan cara mengadakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan literatur literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Sementara yuridis empiris adalah suatu penelitian yang menggunakan pendekatan terhadap masalah, yang kemudian dihubungkan dengan fakta-fakta hukum yang terjadi di lapangan. Hasil yang didapat dari penelitian yang dilakukan yaitu bahwa pihak PLTU sudah menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, mulai dari Perlindungan atau proteksi terhadap karyawan, pemberian jaminan BPJS Ketenagakerjaan, pemberian pagu kesehatan yang dimana keluarga juga ditanggung oleh Perusahaan. Tanggung jawab atas alat-alat atau mesin yang kurang layak pakai, bahkan tanggung jawab atas APD yang akan dipakai oleh karyawan-karyawannya

    Perlindungan Hukum Terhadap Peternak Sapi di Kabupaten Jayapura

    No full text
    Penelitian dengan judul “Perlindungan Hukum Terhadap Peternak Sapi di Kabupaten Jayapura” dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk dan bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum terhadap peternak sapi di Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. Yang dilakukan berfokus pada fakta sosial atau didukung dengan mengumpulkan data di lapangan dalam situasi yang nyata dan terjadi didalam masyarakat sesuai dengan masalah yang diteliti. Dan didukung terlebih dahulu dengan mempelajari berbagai aturan hukum yang berkenaan dengan Perlindungan Hukum Terhadap Peternak Sapi di Kabupaten Jayapura. Manfaat dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap peternak sapi di kabupaten jayapura merupakan hal yang penting untuk memastikan keberlangsungan usaha peternakan sapi, kesejahteraan peternak, dan keamanan pangan bagi masyarakat. Dalam konteks ini, perlindungan hukum dapat mencakup berbagai aspek seperti pemberian izin usaha peternakan, pemantauan kesehatan hewan, penegakan standar kesejahteraan hewan, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan

    Aspek Hukum Pemberdayaan Usaha Kecil Masyarakat Asli Papua di Kabupaten Jayapura

    No full text
    Penelitian dengan judul “Aspek Hukum Pemberdayaan Usaha Kecil Masyarakat Asli Papua Di Kabupaten Jayapura” dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan peran lembaga perbankan dalam memberdayakan usaha kecil Masyarakat Asli Papua di Kabupaten Jayapura dan regulasi pemberdayaan yang melibatkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Kamar Adat Pengusaha Papua KAPP Papua. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empirik karena dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa hukum tidak terlepas dari kehidupan masyarakatnya berupa nilai dan sikap/perilaku yang dilakukan, sehingga kajian terhadap hukum tidak hanya menyangkut aspek normatif belaka, tetapi hukum dapat dikaji dari aspek empirisnya yakni bagaimana hukum itu senyatanya dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa setelah berlakunya otonomi khusus bagi Provinsi Papua Pemberdayaan usaha kecil masyarakat asli Papua belum dilakukan secara maksimal baik oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten maupun Kota Jayapura, sehingga tidak sesuai dengan penerapan teori keadilan yang menegaskan bahwa keadilan itu fairness dan selayaknya selalu diperjuangkan melalui korelasi dan perbaikan institusi social, institusi ekonomi, dan institusi lainnya melalui kesepakatan yang dijadikan dasar hukum untuk diarahlan kepada keadilan bagi semua pihak yang berkepentingan. Begitupun peran lembaga perbankan belum begitu maksimal, dikarenakan pinjaman berupa kredit UMKM dan KUR terbentur masalah jaminan. Belum diaturnya bentuk bentuk pemberdayaan kepada usaha kecil secara spesifik, maka Pemerintah kabupaten/Kota perlu membuat Peraturan Daerah (PERDA) tentang Usaha kecil masyarakat Asli Papua sehingga memiliki akses terhadap sumber-sumber pembiayaan dan penjaminan dalam upaya pemberdayaan usaha kecil masyarakat asli Papua

    Kedudukan Hukum Tentang Pituwo/Eboo Perceraian Dalam Sengketa Perkawinan Pada Masyarakat Adat Suku Mee di Kabupaten Paniai

    No full text
    Penelitian dengan judul “,Kedudukan Hukum Tentang Pituwo/Eboo Perceraian Dalam Sengketa Perkawinan Pada Masyarakat Adat Suku Mee di Kabupaten Paniai dilakukan dengan tujuan adalah Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perceraian dan dampak perceraian kepada anak-anak dan keluarga besar kedua belah pihak pada Masyarakat hukum Adat Suku Mee Di Kabupaten Paniai. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan normatif yaitu untuk menemukan asas-asas Perceraian juga metode pendekatan hukum empiris yaitu untuk mengkaji hukum dalam kenyataan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor penyebab perceraian adalah mandulnya suami atau isteri, kekerasan atau penganiayaan berat, menderita penyakit, perselisihan, pertengkaran, ketidakmampuan suami mencari nafkah, ketidakmampuan isteri memberi pelayanan, perbedaan sifat suami isteri, perkawinan dibawah umur, sedangkan dampak perceraian dari suatu perkawinan yaitu, dampak terhadap anak,terhadap keluarga besar, terhadap suami isteri. Oleh sebab itu perlu adanya penyuluhan hukum dari pemerintah bagi masyarakat Setempat

    Disiplin Kerja Dalam Meningkatkan Prestasi Pegawai Pada Bagian Umum Dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika

    No full text
    Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui Disiplin kerja di kantor bupati Kabupaten Mimika pada bagian Umum dan Perlengkapan (SETDA) Kabupaten Mimika; 2) untuk mengetahui kerja pegawai pada bagian umum dan perlengkapan Kabupaten Mimika. Dalam penelitian ini yang menjadi informan kunci untuk menjawab masalah yang di teliti yaitu: Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan dan Kasubag-Kasubag Pegawai (SETDA) Kabupaten Mimika. Hasil penelitian menunjukan bahwa Disiplin yang ditetapkan Pimpinan pada Bagian Umum dan Perlengkapan (SETDA) Kabupaten Mimika sudah berjalan dengan baik kendati ada beberapa kendala yang penulis tuliskan pada skripsi. Masalah ketetapan ketentuan datang ke kantor jam kerja pulang jam kerja terhadap aturan sudah baik hal ini terlihat secara umum pegawai sangat memperhatikan kehadiran pada Kantor dan seluruh memperioritaskan tata tertib memakai pakaian serta mentaati dan memenuhi peraturan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat menunjang pencapaian tujuan organisasi yang salah satu adalah memberikan pelayanan dan masyarakat. Namun disisi lain masi ada beberapa pegawai yang ditemuhi terlambat masuk kantor. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pekerjaan yang menjadi beban tugasnya telah di selesaikan sebab pekerjaan sebelumnya. Selain itu meningkatkan prestasi pegawai pada bagian umum dan perlengkapan (SETDA) Kabupaten Mimika juga telah baik ditinjau dari kerja sama dan kuantitas kerja dan kualitas kerja dalam pengurusan surat-surat ataupun administasi lainnya. Hal ini pengaruhi oleh prestasi pegawai yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik serta pelayanan tepat waktu dan masyarakat juga merasa puas atas hasil pelayanan yang diberika

    Perencanaan Strategis Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Kabupaten Jayawijaya

    No full text
    Penyusunan dan penetapan RENSTRA Perangkat Daerah sebagaimana diatur dalam UU 25 Tahun 2004 merupakan bagian dari proses penyusunan dan penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah. Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya mengacu pada visi dan misi pemerintah kabupaten. Tujuan dari penelitian in adalah : 1). Untuk mendeskripsikan dan menganalisis Perencanaan Strategis Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Kabupaten Jayawijaya, 2). Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kendala-kendala dalam Perencanaan Strategis Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Kabupaten Jayawijaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1). Perencanaan Strategis Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Jayawijaya yang diukur dengan menggunakan indikator Michael Allison and Jude Kaye (2004: 13-18) yang meliputi : Pra persiapan telah dilakukan oleh Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dengan baik, Dalam mempertegas Visi dan Misi, Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya mengacu pada visi dan misi dari Bupati Kabupaten Jayawijaya, terkait dengan menilai lingkungan baik internal maupun eksternal telah ditentukan kekuatan dan kelemahannya, prioritas utama pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya adalah sektor pertanian serta khususnya dibidang pertanian itu sendiri ada dua program utama yaitu peningkatan produksi bahan utama lokal dan mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Jayawijaya, serta aspek valuasi dan pemantauan telah dijalankan selama triwulan pertama atau selama per 3 bulan oleh Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. 2). Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam Perencanaan Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Kabupaten Jayawijaya adalah komitmen pegawai masih kurang, visi dan misinya hanya memfokuskan pada bidang pertanian saja sedangkan di dalamnya banyak bidang yang juga menjadi prioritas, anggaran yang menjadikan program dari Dinas tidak berjalan, serta ketidak sesuaian antara pelaksanaan dengan rencana Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya

    Peranan Hakim Adat Dalam Menyelesaikan Delik Adat Perusakan Kebun (Yafya Impyumba) Di Kampung Opiaref Kabupaten Biak Numfor.

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Peranan Hakim Adat Dalam Menyelesaikan Delik Adat Perusakan Kebun (Yafya Impyumba) Di Kampung Opiaref Kabupaten Biak Numfor”. Penelitian ini di laksanakan di lingkungan Kampung Opiaref yang terletak pada Distrik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peranan hakim adat dalam menyelesaikan delik adat perusakan kebun (yafya impyumba) di Kampung Opiaref dan untuk mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh hakim adat dalam menyelesaikan delik adat perusakan kebun (yafya impyumba). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris dan penelitian hukum normatif. Peradilan adat di Kabupaten Biak Numfor dikenal dengan lembaga adat Kainkain Karkara Byak (KKB) adalah peradilan adat yang digunakan untuk menyelesaikan perkara delik adat yang dilakukan oleh masyarakat adat. Kainkain Karkara Byak (KKB) biasanya juga biasanya menangani kasus seperti perusakan kebun (yafya impyumba). Kendala-kendala yang dihadapi oleh Mananwir adalah penundaan karena ketidak hadiran salah satu pihak, kekurangan saksi yang dihadirkan serta sejumlah pembayaran sanksi yang masih kurang untuk diberikan kepada keluarga korban. Peran hakim adat di Kampung Opiaref diharapkan dapat meningkatkan peran mereka dalam memberikan keadilan kepada masyarakat adat. Peran hakim adat sangat penting dalam menjaga dan menerapkan hukum adat sebagai landasan keadilan bagi masyarakat adat

    Tinjauan Juridis Izin Pengelolaan Hutan Masyarakat Grime Nawa Oleh PT Permata Nusa Mandiri di Kabupaten Jayapura

    No full text
    Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana izin pengelolaan hutan Masyarakat hukum adat Lembah Grime Nawa kabupaten jayapura Papua. Walaupun Presiden Joko Widodo dan beberapa instansi pemerintah telah mencabut izin PT. PNM, sampai saat ini, dampak dari pengoperasian PT. PNM, yaitu deforestasi di Lembah Grime Nawa masih belum terselesaikan. Hal ini diketahui oleh perempuan adat karena organisasi tersebut tidak mengabaikan pengamatannya dan menemukan melalui citra satelit, bahwa PT. PNM masih beroperasi. Penelitian ini menggunakan konsep NGO dan deforestasi dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peran masyarakat adat menjalankan perannya dengan berbagai hasil, izin pengelolaan hutan Masyarakat grime nawa PT Permata Nusa Mandiri di Kabupaten Jayapura terdiri dari undang-undang, Peraturan Pemerintah, Instruksi Presiden dan Peraturan Menteri yang mengatur proses perizinan berusaha berbasis risiko, Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik termasuk tata cara pengawasannya seperti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mengubah beberapa pasal Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan sehingga sesuai dengan aturan terkait Izin Usaha Perkebunan Kelapa Sawit. Dampak sosial dan lingkungan pengembangan Perkebunan sawit di grime nawa, mereka kehilangan hutan adat tempat mereka menggantungkan hidupnya

    Analisis Hukum tentang Kedudukan Hukum Pelaksanaan Jual Beli Tenaga Listrik antara PT. PLN (Persero) dengan Pelanggan di Kabupaten Jayapura.

    No full text
    Penelitian dengan judul “Analisis Hukum tentang Kedudukan Hukum Pelaksanaan Jual Beli Tenaga Listrik antara PT. PLN (Persero) dengan Pelanggan di Kabupaten Jayapura”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami kedudukan hukum dan pelaksanaan perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN (Persero) dengan pihak pelanggan di Kabupaten jayapura. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris yaitu untuk mengkaji dan menganalisis norma-norma hukum yang ada dalam perjanjian antara PT.PLN dengan para pelanggan di Kabupaten Jayapura. Norma-norma dalam perjanjian tersebut akan dikaji sejauhmana kesesuaiannya dengan asasasas dan syarat-syarat perjanjian serta sejauhmana dapat memenuhi persyaratan perlindungan konsumen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedudukan PT. PLN sebagai pihak yang memonopoli penyediaan tenaga listrik PT. PLN telah mendapatkan posisi yang sangat menguntungkan dalam berhadapan dengan konsumen. Posisi yang pertama PT.PLN sebagai perusahaan negara yang dapat menggunakan wewenang kekuasaan negara (pemerintah) dan posisi yang kedua sebagai perusahaan berorientasi pada keuntungan. Dalam posisi ini berlaku hukum ekonomi yaitu modal yang sekecil-kecilnya guna memperoleh keuntungan yang sebesarbesarnya. Kedua posisi PT.PLN menempatkan konsumen pada posisi yang lemah karena konsumen dalam melakukan perjanjian jual beli tenaga listrik harus berhadapan dengan kekuatan PT. PLN sebagai BUMN yang mewakili negara dalam menyelenggarakan kepentingan umum. Perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT. PLN dengan pelanggan di Kabupaten Jayapura merupakan perjanjian baku, dimana salah satu pihak yaitu PT. PLN telah menyediakan formulir, sedangkan pihak yang lain yaitu pelanggan berkewajiban untuk mengisi dan menandatanganinya. Walaupun kadang-kadang isinya tidak sesuai dengan kehendak pelanggan. Jika diperhatikan memang ada kepincangan, dimana kedudukan para pihak tidak sama (tidak seimbang). Namun demikian dilihat dari segi hukum perdata, maka perjanjian itu sah karena telah memenuhi syarat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata

    Kajian Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Penghasutan Dalam Unjuk Rasa Mahasiswa di Kota Jayapura.

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Kajian Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Penghasutan Dalam Unjuk Rasa Mahasiswa Di Kota Jayapura”. Dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui upaya Penanggulangan Tindak Pidana Penghasutan dalam Unjuk Rasa Di Kota Jayapura dan hambatan dihadapi Polres Jayapura Kota dalam menangani Penanggulangan Tindak Pidana Penghasutan dalam Unjuk Rasa Di Kota Jayapura. Tipe penelitian menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dan yuridis empiris. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor penyebab tindak pidana penghasutan dalam unjuk rasa di Kota Jayapura Faktor Internal adanya rasa kecewa pengunjuk rasa terhadap tuntutan Terjadinya unjuk rasa anarkis salah satunya disebabkan oleh adanya rasa kecewa pengunjuk rasa, tidak dipatuhinya aturan hukum mengenai unjuk rasa Berbagai peraturan perundang-undangan yang memberikan pengaturan terhadap ketentuan penyampaian pendapat di muka umum atau unjuk rasa pada dasarnya untuk memberikan keamanan dalam pelaksanaan unjuk rasa dan kurangnya antisipasi aparat keamanan Unjuk rasa dengan melibatkan aksi massa yang besar rentan terjadi tindakan anarkis. Upaya Kepolisian dalam Penanggulangan Tindak Pidana Penghasutan dalam Unjuk Rasa Di Kota Jayapura Upaya Pre-emtif, upaya Preventif dan upaya Represif Diharapkan kepada anggota Polri kususnya bagian penyidik Hendaknya didalam melakukan penyelidikan terhadap tindak pidana penghasutan, seorang penyidik harus dapat membuktikan adanya hubungan kualitas antara perbuatan penghasutan dan timbulnya akibat yang dilarang. Dalam konteks ini, perbuatan menghasut tersebut merupakan satu-satunya perbuatan yang dapat menimbulkan akibat seperti kerusuhan, kekacauan, kerusakan, luka, atau bahkan kematian

    271

    full texts

    670

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Cenderawasih Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇