Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
MAHABHARATA DAN RAMAYANA VERSI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HAK MORAL PENCIPTA
Kisah Mahabharata dan Ramayana versi Indonesia berbeda dari versi aslinya yang berasal dari India. Para Mpu menggubah ulang kedua epos kepahlawanan tersebut untuk menyesuaikannya dengan budaya Indonesia. Akibatnya terjadi mutilasi dan modifikasi terhadap ciptaan. Dalam perspektif perlindungan terhadap Hak Moral Pencipta perbuatan mengubah, mengurangi, menambah ataupun menghilangkan sebagian ciptaan dianggap sebagai sebuah pelanggaran. Secara teoritis maupun normatif, perbuatan tersebut bertentangan dengan ketentuan Pasal 5 ayat 1 huruf(e) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Hak Moral merupakan hak yang melekat secara abadi pada diri Pencipta berlaku tanpa batas waktu. Tidak adanya batas waktu dalam perlindungan hak moral sehingga ciptaan yang dihasilkan puluhan abad yang silam seperti kisah Mahabharata dan Ramayana tetaplah dilindungi untuk menjaga reputasi dan integritas Pencipta.
Kata Kunci : Mahabharata dan Ramayana, versi Indonesia, Hak Moral, Pencipt
Peer Review : Penyusunan Master Plan Terminal Agribisnis Magalau di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan
Reviewer - Potential Wetland Screening in Barito Kuala and Banjarmasin as Source of Science Learning
The Effect of a Student’s Major and Achievement Motivation on their Ability to solve Citizenship Problems
Cek Plagiasi : PENGARUH PERSENTASE PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack) DAN KULIT DURIAN (Durio Zibethinus Murr) TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN SEMEN
Peer Review : Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Hasil Belajar Siswa dengan Frekuensi Belajar Sebagai Variabel Mediasi
SURVEI CEMARAN AFLATOKSIN B1 PADA PAKAN SAPI PERAH DAN RESIDUNYA DALAM SUSU DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Aflatoksin B1 (AFB1) dihasilkan terutama oleh fungi Aspergillus flavus dan bersifat sangat toksik serta karsinogenik. Sapi perah yang mengkonsumsi pakan tercemar AFB1 dapat menghasilkan susu yang mengandung residu aflatoksin (AFM1). Penelitian ini bertujuan mengetahui kejadian cemaran AFB1 pada pakan sapi perah serta AFM1 pada susu segar dan susu olahan di D.I. Yogyakarta. Hasil penelitian memperlihatkan 100% sampel pakan mengandung AFB1 dengan kisaran 4 – 85 ppb. Residu aflatoksin ditemukan pada 90% susu segar dengan kisaran 24 – 417 ppt, sedangkan pada susu segar olahan diketahui 100% sampel mengandung AFM1 dengan kisaran 100 – 244 ppt. Pengujian sampel susu rekombinasi sebagai pembanding menunjukkan 100% sampel mengandung AFM1 dengan kisaran 99 - 161 ppt. Hasil ini memperlihatkan tingginya tingkat dan kejadian cemaran AFB1 dalam pakan yang menyebabkan tingginya kejadian susu mengandung residu aflatoksin. Tingginya kadar AFM1 dalam survei ini menunjukkan besarnya resiko konsumen terhadap dampak negatif paparan aflatoksin melalui konsumsi susu