Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Lingkungan Pemerintahan Desa di Kecamatan Sungai Pandan
Abstract
The purpose of this study was to know the infrastructure and utilization of Information and Communication Technology (ICT) in village government in Sungai Pandan Subdistrict. The study was done by making mapping based on the existing potentials in ICT which was then compared with the results of implementation and resources that were in the village government. Data collection techniques in this study used questionnaire and interview. The ICT utilization survey was conducted in 17 village in Sungai Pandan subdistrict. Based on survey results, all villages had used computers to perform routine administrative work. Common applications used are Microsoft Office. In addition to general applications used are SIMDA and SisKeuDes for financial management. There were only two villages that have adequate internet facilities, while other villages were still using the internet sourced from personal cell phones.
Kata kunci: survey, utilization of ICT, village administratio
Cetakbiru Hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun Pelajaran 2017/2018 SMK Negeri 3 Banjarmasin
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis statistik hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer SMK Negeri 3 Banjarmasin setiap Paket Keahlian. Jenis penelitian ini adalah Deskripsi Kuantitatif. Populasi sekaligus sampel dari penelitian ini adalah seluruh kelas regular Kelas XII pada Paket Keahlian Akuntansi, Pemasaran, Perkantoran, Usaha Perjalanan Wisata, Perhotelan, Multimedia dan Teknik Komputer Jaringan pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Hasil analisis UNBK SMK Negeri 3 Banjarmasin terdiri dari tujuh Paket Keahlian. Salah satunya adalah Paket Keahlian Akuntasi. Mapel Matematika, standar deviasi sebesar 17,46; rata-rata sebesar 46,30; nilai tertingginya sebesar 97,50; nilai terendah sebesar 15,00 dengan level UNBK adalah D. Mapel Bahasa Indonesia, standar deviasi sebesar 11,36; rata-rata sebesar 76,34; nilai tertingginya sebesar 100,00; nilai terendah sebesar 42,00 dengan level UNBK adalah B. Mapel Bahasa Inggris, standar deviasi sebesar 17,52; rata-rata sebesar 56,05; nilai tertingginya sebesar 86,00 nilai terendah sebesar 18,00 dengan level UNBK adalah D. Mapel Teori Kejuruan, standar deviasi sebesar 18,35; rata-rata sebesar 52,89; nilai tertingginya sebesar 92,50; nilai terendah sebesar 17,50 dengan level UNBK adalah D. Kata kunci: UNBK, Hasil UNBK, Analisis Statistik
Phosphor-based carrying capacity ofRiam Kanan river, South Kalimantan on caged fish farming
Uji similaritas - Isolation And Identification Of Active Compound Of Ethylacetate Fraction Of Kasturi (Mangifera casturi Konsterm.) Fruit From South Kalimantan Indonesia, RJPBCS Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences
uji similariti - The Role of Urinary Cadmium and Lead Level on Pregnant Women Renal Function
Efektifitas Konseling dengan Menggunakan Teknik Self Instruction untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika di SMPN 13 Malang
PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN AGROFORESTRI LAHAN BASAH BERBASIS PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI EKOLOGI LOKAL
Keunggulan pengetahuan dan teknologi ekologi lokal masyarakat yang hidup di dalam dan di sekitar lahan basah khususnya di lahan basah pasang surut yang sebagian besar berupa lahan rawa gambut dalam mengusahakan tanaman budidaya begitu menonjol. Salah satu sistem usaha tani yang dikembangkan masyarakat dengan berbasis pada pengetahuan dan teknologi ekologi lokal adalah sistem agroforestri. Maka kegiatan penelitian ini bertujuan untuk untuk mengaplikasikan pengetahuan dan teknologi ekologi lokal masyarakat dalam pengelolaan lahan basah dengan sistem agroforestri dengan melaksanakan kegiatan uji coba penanaman pola agroforestri ditempat yang belum menerapkan sistem agroforestri tersebut. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen. Lokasi demplot penelitian di Desa Baji Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase hidup tanaman yang diukur berdasarkan jumlah tanaman yang hidup terhadap keseluruhan tanaman uji adalah diatas 80% pada semua teknik pengolahan lahan. Tanaman mahoni (Swetania mahagony) memiliki persen hidup 87%, tanaman petai (Parkia speciosa) memiliki persen hidup 100% dan karet (Hevea brasiliensis) memiliki persen hidup 80%. Pada semua teknik pengolahan lahan yaitu pada teknik gundukan, gelangan dan surjan dari segi diameter, tinggi dan jumlah daun maka mahoni (Swetania mahagony) memiliki rata-rata pertumbuhan tertinggi untuk ketiga parameter tersebut dibanding jenis tanaman petai (Parkia speciosa) dan karet (Hevea brasiliensis
DETEKSI MULAI TERBENTUKNYA ALIRAN CINCIN PADA PIPA HORISONTAL MENGGUNAKAN SENSOR ELEKTRODE
Aliran dua fasa merupakan aliran yang banyak ditemui di berbagai macam industri, termasuk pembangkit listrik panas bumi. Jenis aliran dua fasa yang paling banyak terjadi pada pembangkit listrik panas bumi sendiri adalah kasus aliran cincin (annular). Mekanisme terbentuknya aliran cincin pada pipa horizontal masih belum dapat dimodelkan secara akurat. Dalam penelitian ini dilakukan deteksi mulai terbentuknya aliran cincin menggunakan sensor probe konduktansi. Sensor ini memiliki 7 pasang elektroda dari bahan kuningan yang dipasang pada
posisi 0o (bagian bawah pipa), 30o, 60o, 90o, 120o, 150o, dan 180o. Sinyal yang keluar dari sensor berupa hambatan, kemudian diubah menjadi sinyal tegangan yang dapat terbaca dan terekam oleh ADC (Analog to Digital Converter). Selanjutnya ADC dihubungkan dengan computer sehingga dapat dilakukan pengambilan dan pengolahan data sinyal. Alat uji yang digunakan adalah pipa acrylic dengan diameter 26 mm. Fluida uji yang digunakan adalah udara dan air dengan kecepatan superfisial udara (JG) bervariasi dari 10 m/s, 12 m/s, 18 m/s, 25 m/s, 30 m/s dan 40 m/s. Sedangkan kecepatan superfisial air (JL) bervariasi dari 0,025 m/s. 0,05 m/s, 0,1 m/s, 0,2 m/s dan 0,4 m/s. Mulai terbentuknya aliran cincin ditandai dengan adanya sinyal yang terbaca oleh sensor pada bagian atas pipa, hal ini menunjukkan adanya lapisan film mengalir di dinding bagian atas pipa tersebut. Penelitian dilakukan dengan membuat kecepatan superfisial air konstan sedangkan kecepatan superfisial udara secara bertahap dinaikkan. Kemudian secara bertahap kecepatan superfisial air dinaikkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan superfisial udara pada kecepatan
superfisial air yang konstan menyebabkan tebal film rata-ratanya semakin menipis. Pada saat JL = 0,025 m/s dibuat konstan aliran cincin baru terdeteksi pada saat JG = 40 m/s, dengan tebal film dibagian atas pipa 0,106 mm. Sedangkan pada saat JL = 0,4 m/s dibuat konstan aliran cincin sudah terdekteksi pada saat JG = 10 m/s, dengan tebal film dibagian atas pipa 0,283 mm.
Kata kunci : Aliran dua fasa, aliran cincin, sensor probe konduktansi, tebal fil