Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Materi Struktur Bagian Tumbuhan melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Siswa Kelas IV SDN Bingkulu 2 Kecamatan Tambang Ulang
Proses pembelajaran yang belangsung di SDN Bingkulu 2 selama ini guru masih berpegang pada konsep belajar bukan
membelajarkan siswa. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan inovasi dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa yang meliputi proses dan hasil belajar siswa, mengetahui aktivitas siswa dan guru, terhadap kegiatan pembelajaran materi struktur bagian tumbuhan melalui pendekatan kooperatif tipe jigsaw. Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Bingkulu 2 yang berjumlah 12 orang siswa. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari 1 kali pertemuan yang mana siklus 1 membahas tentang akar dan batang dan pada siklus 2 membahas tentang daun dan bunga. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan. Data dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Bingkulu 2 pada materi struktur bagian tumbuhan. Hasil ini ditunjukkan oleh hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 66,66% dan pada siklus 2 sebesar 100%. Hasil selama proses pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus 1 tergolong dalam kategori sedang dan pada siklus 2 tergolong dalam kategori
baik. Guru masih mendominasi dalam mengelola kegiatan
pembelajaran, tetapi keaktifan siswa sudah menunjukkan adanya tanda-tanda keaktifan siswa dalam pembelajaran.
Kata kunci : Struktur bagian tumbuhan, Pendekatan Kooperatif Tipe Jigsaw, Proses dan Hasil Belajar Siswa
Plagiarism Checker : Can Human Rights and Indigenous Spirituality Prevail over State-Corporatism A Narrative of Ecological and Cultural Rights Violation from East Kalimantan, Indonesia An Activist Perspective
APLIKASI TEKNOLOGI BUDIDAYA KEPITING SOKA SISTEM CRAB BOX DI PERAIRAN TAMBAK NON PRODUKTIF
Salah satu sumberdaya perikanan dan kelautan yang melimpah adalah kepiting. Komoditas ini sangat prospektif untuk dikembangkan karena potensi pasar masih tebuka lebar. Salah satu teknologi budidaya kepiting yang telah berhasil dikembangkan dan menghasilkan profit yang cukup besar adalah budidaya kepiting sokaatau kepiting cangkang lunak. Teknologi ini telah diaplikasikan pada tahun 2012 dan 2013 memulai skim kegiatan IbPE DP2M DIKTI. Metode kegiatan adalah aplikasi teknologi kepiting soka menggunakan crab box di perairan tambak non produktif bekas tambak udang. Hasil kegiataan menunjukkan teknologi budidaya kepiting soka telah berhasil diaplikasikan oleh UKM: KP Pulau Laut Mandiri Kotabaru, dan KP Muara Ujung Tanah Bumbu. Usaha ini telah memproduksi kepiting soka mencapai 1.353 kg dengan omzet mencapai Rp. 81.180. 000,- pada tahun 2012 dan 10.321 kg dengan total nilai mencapai Rp. 619.260.000,- padatahun 2013.
Kata Kunci : kepiting, soka, crab box, dan tambak
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Teknik Peer Counseling (Konselor Sebaya) di SMAN 11 Banjarmasin
Dalam interaksi belajar mengajar, guru sebagai pengajar tidak mendominasi kegiatan, tetapi dapat menciptakan kondisi yang kondusif, dapat memberikan motivasi dan bimbingan agar siswa dapat mengembangkan potensi dan kreativitasnya. Motivasi sangat diperlukan dalam belajar karena berfungsi menimbulkan, mendasari, dan mengarahkan perbuatan belajar. Motivasi belajar bisa saja dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal diantaranya metode yang digunakan guru tidak bervariasi sehingga siswa merasa bosan, malas memperhatikan juga adanya masalah pribadi sehingga siswa terlalu memikirkan masalah pribadi daripada belajar, siswa kurang tertarik dengan pelajaran dan tidak memiliki semangat dan itu sangat berpengaruh besar terhadap hasil belajar siswa yang tidak memuaskan diakhir semester. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian tindakan dengan menggunakan teknik Peer Counseling untuk meningkatkan motivasi belajar karena siswa merasa lebih leluasa dalam mengungkapkan permasalahan kepada teman sebayanya.selain itu, teman sebaya dalam wujud persahabatann juga memberikan peluang untuk memperoleh dorongan dan dukungan.
Tujuan penelitian tindakan ini untuk: (1) mengetahui gambaran aktivitas konselor sebaya meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XII IPA1 melalui layanan Peer Counseling di SMAN11 Banjarmasin, (2). Bagaimana gambaran aktivitas siswa kelas XII IPA 1 melaksanakan layanan Peer Counseling di SMAN 11 Banjarmasin, (3) Apakah dengan layanan Peer Counseling dapat meningkatkan motivasi siswa kelas XII IPA 1 di SMAN 11 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan (action research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 11 Banjarmasin yang berjumlah 4 orang yang kurang motivasi belajar dan 1 orang dipilih menjadi konselor sebaya. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.
Hasil tindakan menunjukkan bahwa aktivitas konselor sebaya dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dari rata- rata aktivitas konselor sebaya pada siklus I adalah 34, 37 % menjadi 75 % disiklus IIdan dinyatakan dalam kategori baik. Aktivitas siswa XII IPA 1 dalam peningkatan motivasi belajar melalui teknik Peer Counseling (konseling sebaya) di SMA Negeri 11 Banjarmasin tahun pelajaran 2015/ 2016 mengalami peningkatan dari rata- rata aktivitas siswa siklus I adalah 40, 64% menjadi 77, 66 % di siklus II dan dinyatakan dalam kategori aktif. Pelaksanaan bimbingan konseling dalam peningkatan motivasi belajar melalui teknik Peer Counseling (konseling sebaya) di SMA Negeri 11 Banjarmasin tahun pelajaran 2015/ 2016 mengalami peningkatan dari rata- rata hasil peningkatan siklus I adalah 45 % menjadi 76,25 % di siklus II termasuk kategori tinggi.
Kesimpulan dari penelitian tindakan ini adalan penerapan teknik Peer Counseling dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pelaksanaan bimbingan dan konseling dengan menggunakan teknik Peer Counseling (konseling sebaya) dapat dijadikan alternative pelaksaan layanan dalam pengembangan aspek motivasi belajar siswa di SMA Negeri 11 Banjarmasin.
Kata Kunci : Motivasi Belajar, Teknik Peer Counseling (konseling sebaya)
REKAYASA TEKNOLOGI PEMBESARAN KEPITING BAKAU (Scylla spp) DI TAMBAK UNTUK MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT
Permasalahan yang sangat mendasar dari petambak ikan dan udang tradision di desa Kuala Lupak Kalimantan Selatan adalah keterbatasan modal dan panen sering gagal. Gagal panen disebabkan sering terjadi adanya pasang yang sangat tinggi.
Tambak ikut tenggelam, sehingga ikan dan udang yang dipelihara keluar dan juga adanya penyakit yang menyerang ikan dan udang. Akibat sering gagal panen tersebut
banyak tambak yang tidak diusahakan lagi. Mereka hanya pasrah dan tidak mampu bertahan lagi. Data tambak yang sekarang tidak diusahakan/produktif sekitar 2.652 ha
(80 % dari seluruh luas tambak 3.315 ha) (Pemda Kab. Batola, 2008).
Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Menemukan teknologi aplikatif yaitu berupa teknologi pembesaran kepiting bakau guna memanfaatkan lahan tambak yang tidak produktif dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. (2) Mengetahui metode
pembesaran kepiting bakau di tambak yang terbaik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. (3) Mengetahui berat bibit, padat tebar, dan dosis pakan optimal dari kepiting bakau untuk memacu pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya..
Tempat penelitian adalah di tambak di desa Kuala Lupak Kecamatan Tabunganen Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan. Waktu penelitian berlangsung selama 12 minggu (3 bulan) dari September - Nopember 2009. Penelitian
ini merupakan penelitian eksprimen di mana rancangan yang digunakan adalah RAL Faktorial pola 3 x 3 x 3 dengan ulangan 3 kali. Faktor pertama adalah Faktor U yaitu
ukuran bibit kepiting bakau, terdiri dari tiga taraf, yaitu: U1 = Ukuran kepiting ± 100 gram/ekor , U2 = Ukuran kepiting ± 150 gram/ekor, dan U3 = Ukuran kepiting ± 200
gram/ekor.
Faktor kedua adalah Faktor P yaitu padat tebar kepiting terdiri dari tiga taraf, yaitu: P1 = Padat tebar kepiting 5 ekor/m2, P2 = Padat tebar kepiting 7 ekor/m2, dan
P3 = Padat tebar kepiting 9 ekor/m2. Faktor ketiga adalah Faktor D yaitu dosis pakan terdiri dari tiga taraf, yaitu: D1 = Dosis pakan 5 % BB, D2 = Dosis pakan 10 % BB,dan D3 = Dosis pakan 15 % BB.
Parameter diukur dengan interval waktu setiap 2 minggu sekali. Parameter utama berupa kecepatan pertumbuhan berat relatif (%) kepiting bakau dan tingkat kelangsungan hidup / survival rate kepiting bakau (%). Selanjutnya dilakukan pula
pengamatan dan pengukuran beberapa parameter kualitas air dan kualitas tanah lokasi sebagai media pemeliharaan. Data-data dilakukan pengujian hipotesis dengan Analysis
of Variance (Anova), tetapi sebelumnya data-data terlebih dahulu dilakukan prosedur uji Normalitas Lilliefors.
Hasil penelitian adalah : (1) kecepatan pertumbuhan berat relatif (%) mencapai nilai paling rendah terjadi pada perlakuan U3P1D1 sebesar 40,119 % dan nilai paling tinggi terjadi pada perlakuan U1P2D3 yaitu sebesar 113,015 %, termasuk dalam katagori yang cukup pesat (2) Survival rate kepiting bakau 100 %; (3) Hasil analisis statistik, faktor ukuran bibit berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan berat relatif kepiting bakau, di mana ukuran bibit 100 gram/ekor lebih baik pertumbuhannya dibanding ukuran bibit 150 gram/ekor dan 200 gram/ekor, tetapi tidak berpengaruh
terhadap survival rate kepiting bakau (4) Faktor padat tebar kepiting bakau berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan berat relatif kepiting bakau, di mana
padat tebar 7 ekor/m2 lebih baik pertumbuhannya dibanding padat tebar 5 ekor/m2 dan 9 ekor/m, tetapi tidak berpengaruh terhadap survival rate kepiting bakau (5) Faktor
dosis pakan berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan berat relatif kepiting bakau, di mana dosis 15 % BB lebih baik pertumbuhannya dibanding dosis 5 % BB dan 10 %
BB, tetapi tidak berpengaruh terhadap survival rate kepiting bakau (6) Hasil analisis parameter kualitas air dan kualitas tanah lokasi penelitian desa Kuala Lupak Kabupaten Barito Kuala cukup ideal bagi pengembangan pemeliharaan kepiting bakau.
Dari hasil penelitian ini disarankan : (1) Oleh karena terbukti sangat menguntungkan, maka di wilayah Kuala Lupak Kabupaten Barito Kuala perlu dikembangkan usaha pemeliharaan kepiting bakau, sebagai diversifikasi komoditi bagi petani bandeng dan udang windu setempa