Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
peer review : Pembinaan Bahasa Daerah Dan Bahasa Indonesia Dalam Rangka Nasionalisme Indonesia.
ANALISIS PROFIL KEPENDUDUKAN UNTUK EVALUASI PENGEMBANGAN WILAYAH PEMUKIMAN DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Plagiat Checker : Lightweight Concrete Production by Gypsum from Waste Materials of Clamshell and Eggshell
Pengaruh Variasi Kecepatan Putaran Benda Kerja dan Kedalaman Pemakanan Terhadap Kekasaran Permukaan Proses Gerinda Silinderis dengan Center Pada Baja AISI 4140
Gerinda silinderis adalah proses mendasar pada pemesinan akhir sebuah komponen yang memerlukan kekasaran permukaan yang halus dan toleransi yang presisi. Variasi parameter proses penggerindaan silinderis antara lain kecepatan putaran benda kerja dan kedalaman pemakanan. Prinsip kerja penggerindaan sama dengan proses pemotongan benda kerja, pisau atau alat potong gerinda adalah batu gerinda yang tersusun dari partikel abrasive yang saling melekat. Penelitian gerinda silinderis ini menggunakan parameter yang divariasikan, yaitu tiga variasi kecepatan putar benda kerja 83 rpm, 194 rpm, 304 rpm dan tiga variasi kedalaman pemakanan, 0,005 mm, 0,010 mm, 0,015 mm. Nilai rata-rata kekasaran permukaan hasil penggerindaan silinderis Baja AISI 4140 berdasarkan toleransi nilai kekasaran permukaan rata-rata/Ra adalah sebagai berikut: Kelas kekasaran N7, Harga Ra 1,6, Toleransi (μm) (+50%&-25%) adalah 1,2 – 2,4, Panjang sampel 0,8 mm. Tingkat kekasaran rata-rata permukaan menurut proses pengerjaannya hasil gerinda silinderis Baja AISI 4140 adalah sebagai berikut: Proses Pengerjaan: finishing, Selang (N) N4-N8, Harga Ra 0,1 – 3,2. Parameter kecepatan putaran benda kerja dan kedalaman pemakanan yang terbaik untuk pengujian kekasaran permukaan proses gerinda silinderis Baja AISI 4140 adalah kecepatan putar benda kerja 194 rpm dan kedalaman pemakanan 0,010 mm. Berdasarkan analisis ANOVA Dua Arah, variabel yang paling berpengaruh pada penelitian ini yaitu Kecepatan Putar Benda Kerja dengan Signifikansi (Sig.) adalah 0,000 (Ftabel = 12,470) dibanding Kedalaman Pemakanan dengan Signifikansi (Sig.) adalah 0,001 (Ftabel = 11,030).
Kata kunci : Gerinda Silinderis, Kecepatan Putar Benda Kerja, Kedalaman Pemakanan, Kekasaran Permukaan
Pengembangan Model Pembinaan Karakter Kepatuhan Terhadap Norma Ketertiban dalam Mata Pelajaran PKn di SMP Negeri Banjarmasin
Pada beberapa SMP di Banjarmasin terdapat peserta didiknya yang memiliki kepatuhan terhadap norma ketertiban di sekolah dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Kategori kepatuhan peserta didik terhadap norma ketertiban di sekolah, sedikitnya dikontribusi oleh mata pelajaran PKn, karena salah satu standar kompetensinya adalah Menunjukkan sikap positif terhadap norma- norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk norma ketertiban di sekolah. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model pembinaan karakter kepatuhan terhadap norma ketertiban dalam pembelajaran PKn di sekolah. Target khususnya adalah mengeksplorasi pembelajaran PKn di sekolah; analisis karakteristik, kekuatan dan kelemahan, akhirnya menawarkan prototipe model alternatif pembelajaran PKn. Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan secara deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, studi dokumentasi, dan FGD. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan based criteria selection. Subyek penelitian adalah guru PKn dan siswa dalam pembelajaran PKn di SMP Negeri 3,15 dn 30 Banjarmasin. Hasil penelitian menawarkan model pembelajaran pembinaan karakter kepatuhan terhadap norma ketertiban dalam mata pelajaran PKn untuk materi Norma-norma di Masyarakat kelas 7 SMP berbasis pengalaman nyata guru di kelas (real experience base model)
Kata kunci: pembelajaran, pembinaan, kepatuhan, norma ketertiban, warga negara demokras
Aplikasi Pati Jagung Sebagai Edible Coating Untuk Mempertahankan Mutu Buah Sawo
Sawo merupakan buah yang memiliki aroma yang harum dan rasanya manis. Sawo mudah rusak dan umur simpan sawo relatif pendek. Untuk mengurangi tingkat kerusakan sawo perlu dilakukan upaya pasca panen yang tepat. Edible coating merupakan upaya untuk mempertahankan mutu buah. Edible coating merupakan suatu metode yang digunakan untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu dari buah-buahan pada suhu ruang. Konsentrasi gliserol yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1% dan 1,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi pati jagung dan gliserol untuk menurunkan tingkat kerusakan buah. Parameter yang diujikan adalah susut berat, kadar air, total padatan terlarut dan uji organoleptik terhadap tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengunaan edible coating dari pati jagung dan gliserol dengan konsentrasi 1 % memiliki kemampuan menghambat penurunan kadar air, peningkatan total padatan terlarut dan penurunan susut berat lebih baik dibandingkan dengan penggunaan konsentrasi gliserol 0,5% maupun 1,5%. Uji organoleptik pada tekstur sawo menunjukkan bahwa terjadi penurunan mutu selama masa penyimpanan yang ditandai dengan tekstur yang lembek
Kata Kunci : Edible Coating, Sawo, Pati Jagun
Analisis Model Fit Butir Soal pada Instrumen Penilaian Kognitif Ilmu Pendidikan Alam (IPA) Sekolah Menengah Pertama
Pentingnya instrumen penilaian kognitif yang berkualitas agar evaluasi yang dilakukan benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur oleh instrumen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah butir soal yang fit pada pengembangan instrumen penilaian kognitif mata pelajaran IPA SMP. Penelitian deskriptif ini dilakukan pada 7 SMP/MTs Kabupaten Banjar. Data berupa perbandingan soal yang tidak fit menurut kurikulum yang diimplementasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butir soal yang fit pada instrumen penilaian kognitif yang dikembangkan adalah 59,80% (kurikulum 2013), 12,74% (KTSP), dan 78,43% (Kurikulum Imbas 2013).
Kata kunci: Model Fit; Butir Soal,Penilaian; IP