Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
PEMETAAN DAN ANALISIS KOMPETENSI SISWA SMA SERTA ALTERNATIF PEMECAHANNYA DI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN PERBENDAHARAAN KATA SISWA TUNARUNGU KELAS I DI SLB B/ C PARAMITA GRAHA BANJARMASIN.
Abstrak. Seseorang dapat berinteraksi dengan adanya komunikasi, komunikasi dapat terjalin dengan baik karena cukupnya perbendaharaan kata yang dimilikinya. Permasalahan yang terdapat pada siswa tunarungu kurang dengar adalah miskinnya perbendaharaan kata yang dimilikinya, hal tersebut membuat siswa tidak mengetahui nama-nama dari benda disekitar lingkungannya bahkan tidak mampu mengucapkannya. Penelitian ini mengemukakan tentang penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia dalam meningkatkan perbendaharaan kata siswa tunarungu kurang dengar, media tersebut merupakan media yang inovatif, kreatif dan menyenangkan agar bisa menarik perhatian anak untuk mengikuti pembelajaran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian time series design (O1 O2 O3 O4 X O5 O6 O7 O8) yang terdiri dari pre test yaitu pemberian tes sebelum diberikan perlakuan, treatmen yakni menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia dan post test yaitu pemberian tes setelah diberikan perlakuan. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa tunarungu kurang dengar kelas dasar I di SLB B/ C Paramita Graha Banjarmasin yang berinisial Nn. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket validasi, observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan soal, lembar angket validasi, observasi dan alat dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan terhadap perbendaharaan kata siswa tunarungu yang berinisial NN kelas dasar I di SLB B/ C Paramita Graha Banjarmasin. Adapun hasil pre test (O1=1)+(O2=2)+(O3=4)+(O4=4)= 11 yang menunjukkan hasil kemampuan awal anak masih rendah. Pada ke 3 kali treatmen menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia terbukti motivasi siswa, keaktifan siswa dan tanggung jawab siswa tinggi. Hal ini terbukti dengan hasil post test (O5=20)+(O6=22)+(O7=25)+(O8=28)= 95, yang menunjukkan hasil kemampuan yang meningkat. Kesimpulan dalam peneitian ini adalah media pembelajaran berbasis multimedia dapat berpengaruh positif pada kemampuan perbendaharaan kata siswa tunarungu kurang dengar kelas asar I di SLB B/ C Paramita Graha Banjarmasin.
Kata kunci: pembelajaran berbasis multimedia, perbendaharaan kata, siswa tunarung
Cek Plagiasi : IDENTIFIKASI PEMANFAATAN TRADISIONAL DAN PENAPISAN SENYAWA FITOKIMIA EKTRAK DAUN BINTANGUR (Callophyllum soulatri BurmF.) (1)
SISTEM NILAI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI S. belangeran DARI HUTAN KERANGAS
Shorea belangeran is one type of tree in heath forest. IUCN red list classifying S. belangeran
in the critically endangered. The aim of this study are 1) to analyze the public attitudes
towards conservation of S. belangeran, 2) to determine management chosen for S. belangeran
in heath forest 3) to develop an implementation strategy of conservation for S. belangeran in
heath forest as material sources of natural medicine. Data collecting of public attitudes
conducted by semi-structured interviews on local communities in the field. Identifying the
attitude of society through 1) characterizing the value system of the community toward S.
belangeran. 2) Disclosure of S. belangeran from kerangas forest. There is four value system
toward S. belangeran from heath forest, namely the economic, socio-cultural values, sociocultural values and religious values. Ethnobotany knowledge of community about the use of
S. belangeran is a traditional ecological knowledge. S. belangeran is not only seen in the
knowledge of their medicinal properties but more complex includes a trust or confidence.
Unfortunately, the system of values in society are not properly transferred to the next
generation. The attitude of the community to actively participate in the S. belangeran are
weak. The weakness of community attitudes toward S. belangeran and the rupture of value
systems of S. belangeran are the issues of conservation that must be resolved
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarmasin
In Vitro Antiplasmodial Activity of Ethanol Extract of Manuran (Coptosapelta Tomentosa Valeton Ex K. Heyne) Roots
The efforts to find alternative antimalarial medicine have not essentially solved the problem of malaria control because of the presence of medication resistance. The Plasmodium resistance to antimalarial medicine is resulted from malaria treatment failure. Therefore, the availability of new antimalarial medicine is urgently needed to overcome the resistance problems. Coptosapelta tomentosa is empirically used by people in Kotabaru South Kalimantan as part of the treatment for Malaria. The aim of this research was to determine IC50 value of in vitro antiplasmodial activities from ethanol extract of C. tomentosa roots. Coarse powder of C. tomentosa roots was extracted using ethanol 96% by maceration method. An in vitro antiplasmodial activity test was carried out by using Candle Jar method. The doses of administration of ethanolic extract of C. tomentosa roots were at 500; 250; 50; 25; 5; dan 0.5 μg/mL concentration. The results of the study included parasitemia percentage, P. falciparum growth inhibition percentage and IC50 value. The IC50 value of the ethanol extract of C. tomentosa roots was 2.46 μg/mL. The in vitro antiplasmodial activities of ethanol extracts of C. tomentosa roots were categorized to be very active.
Keywords: Captosapelta tomentosa; Manuran; in vitro antiplasmodial activity; Borneo; Kalimanta
Peer Ethnoecology of Kaleka: Dayak's Agroforestry in Kapuas Central Kalimantan Indonesia
Pengaruh Pelumas Refrijeran pada Kinerja Alat Penukar Kalor Microchannel Sistem Tata Udara
Dalam sistem refrijerasi kompresi uap, sebagian kecil pelumas kompresor bercampur dan bersirkulasi bersama refrijeran melalui alat penukar kalor, sementara sebagian besar pelumas tetap di kompresor. Keberadaan pelumas mengakibatkan kerugian tekanan dan menjadi tambahan
hambatan dalam proses pertukaran kalor di alat penukar kalor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki retensi pelumas dan dampaknya pada perpindahan kalor dan jatuh tekanan refrijeran dan campuran pelumas dalam alat penukar kalor microchannel kondenser dan evaporator. Pengujian pengaruh pelumas dilakukan pada tipe alat penukar kalor microchannel tipe louvered-fin terbuat dari alumunium yang dipasang sebagai kondenser dan evaporator. Pasangan refrijeranpelumas
yang diuji adalah R410A+POE yang merupakan penerapan umum pada sistem pengkondisian udara. Untuk jenis kondenser microchannel, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelumas yang tertahan dalam kondenser sangat tergantung pada fraksi massa pelumas (FMP) dalam campuran. Volume retensi pelumas meningkat jika FMP meningkat dan diukur hingga mencakup 11% dari total volume internal kondenser. Volume retensi pelumas untuk kondisi fluks massa refrijeran yang tinggi lebih tinggi daripada untuk kondisi fluks massa rendah dan efek fluks massa
pada retensi pelumas kecil untuk FMP lebih rendah 3 wt.%. Pelumas mempengaruhi laju perpindahan kalor dari kondenser dan mengakibatkan penalti pada kapasitas perpindahan kalor sebanyak 10 %. Pelumas juga meningkatkan jatuh tekanan refrijeran pada kondenser hingga 19% lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi tanpa pelumas. Untuk evaporator microchannel diperoleh
hasil bahwa volume retensi pelumas di evaporator diukur hingga 13% dari total volume internal evaporator. Pelumas mempengaruhi perpindahan kalor dari evaporator microchannel dan penalti kapasitas perpindahan kalor sebanyak 11%. Untuk sistem tata udara, ketika FMP yang sama atau kurang dari 1 wt. %, penurunan kapasitas perpindahan kalor berada pada jangkauan 4% dibandingkan dengan kondisi tanpa pelumas. Pelumas menurunkan tingkat perpindahan kalor dan dampaknya juga tergantung pada fluks massa. Penurunan tekanan pada sisi refrijeran di evaporator microchannel meningkat sebesar 10 sampai 25 persen ketika pelumas hadir dalam penukar kalor dan OMF berada di kisaran 1 wt.%.
Kata kunci : Pelumas, Refrijeran, Alat Penukar Kalor, Perpindahan Kalor, Jatuh Tekana