Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
Deskripsi Implementasi Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Banjarmasin
Variasi Padat Tebar Berbeda Untuk Kultur Teripang Pasir (Holothuria scabra Jeager) Menggunakan Sistem Jaring Tancap
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan kecepatan pertumbuhan berat teripang pasir (Holothuria scabra) yang dipelihara dalam kurungan tancap/pen. Benih teripang yang digunakan berukuran 5–7 cm,berat 30–40 g/ekor. Benih didapat dari alam sekitar Desa Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Barat Kabupaten Kotabaru. Wadah jaring yang digunakan yaitu dengan mesh size ½ inci,sebanyak 6 buah, masing-masing berukuran 1 x 1,5 x 1 meter. Perlakuan pada penelitian ini adalah variasi padat penebaran teripang pasir, yang terdiri dari 2 perlakuan dan 3 kali ulangan.
Perlakuan A1 : 15 ekor/m2 dan perlakuan A2 : 30 ekor/m2. Rancangan yang digunakan adalah dengan membandingkan tingkat padat penebaran yang berbeda dan tingkat kelangsungn hidup sebelum dan sesudah kegiatan penelitian berlangsung yang diuji cobakan dengan menggunakan uji t (t-test). Hasil penelitian kelangsungan hidup (survival rate) rata-rata individu yang tertinggi pada perlakuan A1 (93,3 %) dan perlakuan A2 (91,1 %), kecepatan pertumbuhan
berat relatif tertinggi yaitu perlakuan A1 (118,25 %) dan perlakuan A2 (109,36%). Hasil perhitungan dengan uji t terhadap kelangsungan hidup (survival rate) dan kecepatan
pertumbuhan berat teripang pasir (Holothuria scabra), tidak terdapat perbedaan yang nyata antara kedua perlakuan
Development of spatial data-based nature tourism in Bukit Batas, Tiwingan Village, Aranio District, Banjar Regency, South Kalimantan
Bukit Batas Nature Tourism (BBNT) is a natural conservation area that has a lot of potential, both flora, fauna and natural attractions that have a high natural value. Tourist attraction in Bukit Batas is very popular with tourists because the beautiful scenery can be enjoyed from the top of Bukit Batas or from all the way to the top. This study aims to analyze the objects and attractions of natural tourism in Bukit Batas with spatial data as a basic part of developing natural tourism development strategies. The method of assessing criteria and element criteria used by the Gunn & Var (2002) method is modified and pays attention to ADO-ODTWA (Dir PHKA, 2003b) adapted to resource conditions. The results of overlapping maps of all resource criteria are analyzed in order to obtain the suitability of regional resources for the development of natural tourism. Evaluation of the suitability of the area by using the Geographic Information System is one of several options for natural tourism planning based on spatial data at Bukit Batas. The results of the calculation of the value of spatial analysis, BBNT has a value between 2.51 to 3.25. Based on the suitability classification of the development of Nature Tourism, the BBNT region has 2 categories, namely the suitability of low intensity ecotourism (values between 1.76 to 2.50) and the suitability of moderate intensity ecotourism (values between 2.51 to 3.25). The location with suitability classification of low intensity ecotourism development is 24.4% tends to be collected in the centralwestern part of the BBNT region, while the highest percentage of suitability classification of ecotourism development is 75.6% (medium intensity tourism).
Key words: Natural tourism, Data spatial, Bukit Batas, South Kalimantan
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Keikutsertaan Pelayanan Konseling Gigi Di Puskesmas Kabupaten Hulu Sungai Utara
KEEFEKTIFAN TEKNIK ‘SELF-INSTRUCTION’ DALAM MENGURANGI STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING ANGKATAN 2013 FKIP ULM BANJARMASIN
HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH
Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh penggunaan model pembelajaran berdasarkan masalah terhadap hasil belajar kognitif siswa, dan mendeskripsikan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran biologi. Metode penelitian menggunakan rancangan kuasi eksperimen, dan metode analisis deskriptif untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Populasi dalam penelitian terdiri dari 6 kelas X. Sampel penelitian adalah 29 orang siswa kelas X PMIA 3 sebagai kelas perlakuan dan 29 orang siswa kelas X PMIA 2 sebagai kelas kontrol. Sampel ditetapkan secara purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kovarian untuk hasil belajar kognitif dan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Hasil belajar kognitif produk menunjukkan perbedaan signifikan (F = 12,38; P = 0,0001). 2) Hasil belajar kognitif proses (F = 13,65; P = 0,0001) juga signifikan. 3) Hasil keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam merumuskan masalah tergolong cukup baik, merumuskan hipotesis tergolong cukup baik, mengumpulkan data tergolong cukup baik, menganalisis data tergolong cukup baik, merumuskan kesimpulan tergolong cukup baik, dan membuat produk/ karya tergolong baik.
Kata kunci: Model Kontruktivistik, Keterampilan Berpikir, Konsep Biologi
PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 11 BANJARMASIN
Hasil belajar siswa SMP Negeri 11 Banjarmasin tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan dalam kelompok belajar masih banyak siswa yang belum melakukan keterampilan kooperatif. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu model pembelajaran kooperatif yang tepat agar membantu siswa dalam memahami materi yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dan tipe numbered head together. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 11 Banjarmasin dan sampelnya adalah siswa kelas VIIG sebagai kelas eksperimen I dan siswa kelas VIIE sebagai kelas eksperimen II. Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimen dengan pretest posttest design. Data diperoleh melalui data tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dan tipe numbered head together. Hal tersebut didukung dengan hasil uji t, yakni t hitung 2,44 > t tabel 1,99.
Kata kunci: hasil belajar, think pair share, numbered head togethe