1970 research outputs found
Sort by
ANALISIS TEKNIK REDUKSI DATA DAN MINIMALISASI UKURAN FILE APK PADA MOBILE APPLICATIONPENGENALAN BUDAYA INDONESIA BERBASIS ANDROID SERTA PENGEMBANGANNYA
Saat ini perangkat smartphone sudah memiliki banyak fungsi yang salah satu
diantaranya yaitu sebagai sarana multimedia. Dilihat dari sisi fungsi smartphone
sebagai sarana multimedia khususnya pada aplikasi pengenalan budaya Indonesia,
dibutuhkan ukuranfile yang cukup besar. Analisa ini dibuat dengan tujuan mendapatkan
ukuran file ideal sebuah aplikasi multimedia yaitu pada aplikasi pengenalan budaya
Indonesia dengan berbasiskan pada perangkat yang mendukung sistem operasi android.
Teknik reduksi data digunakan untuk menyederhanakan beberapa file yang memiliki
sejumlah data dengan tipe yang soma menjadi sebuah file. Sedangkan minimalisasi
digunakan untuk mengurangi beban aplikasi, sehingga memperkecil ukuran file aplikasi
yang menyebabkan aplikasi mendapatkan ukuran yang ideal dan optimal. Proses reduksi
data menyebabkan berkurangnya penggunaan file XML yang memiliki fungsi
menampilkan halaman yang sama yaitu dari 33 file menjadi sebuah file XML. Proses
minimalisasi menghasilkan ukuran file APK yang semula memiliki ukuran lebih dari 40
Mb menjadi kurang dari 2 Mb. Selain itu, dilihat dari segi waktu akses aplikasi baik
menggunakan emulator ataupun pada handphone secara langsung, aplikasi ini memiliki
performance yang baik
STANDARDISASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN BERJENJANG OPEN E-HEALTH GUNADARMA INFORMATION SYSTEM, MEWUJUDKAN LAYANAN KESEHATAN PRIMA
Layanan kesehatan prima atau excellent services dapat diwujudkan salah satunya dengan pengembangan teknologi informasi bidang kesehatan. Sistem Informasi Kesehatan (SlK) yang terstandardisasi, dapat mewujudkan sistem layanan kesehatan berjenjang/rujukan.Openlililc dan Health Level Seven (HL7) merupakan bentuk standardisasi pengembangan sistem informasi kesehatan yang berbasis dokumen, open
source dan pertukaran pesan standardOpenEHR mengakomodir sistem informasi kesehatan berbasis web (web application) dan Health Level Seven (HL7) menjadi basis standard servis berbasis web (web services) untuk pertukaraan pesan, data dan informasi
User Interface Design of Mobile Web Application for Job Vacancies Information: in Comparison with JobsDB™ Mobile
We live in a world where the job circulation
vacancies information never stops and the demand on it is
always high. Meanwhile, advances in mobile technology
and the decrease in the price of mobile devices result in the
rise of mobile web. Mobile web gives significant
contribution to total number of access to internet. The
three major mobile operating system Android, BlackBerry
OS, and iOS- bring us even smoother experience while
browsing the web through mobile devices. Many websites
now offer mobile version of their website to gain direct
access from mobile devices. This brings an opportunity for
job vacancies websites to expand their service to broader
audience. JobsDB™, one of the prominent job vacancies
website, has taken the opportunity. But the resulting
mobile site has not satisfied the design and usability
principle in the domain of Human Computer Interaction.
This paper tries to explain this and offer solution to it
Social Competence and Social Interaction Technology in Adolescent with Visual Impairments
The aim of this research is to reveal the role of SIT (Social Interaction Technology) in promoting social competence in adolescent with visual impairments since the phenomena of social interaction technology have a very broad impact, especially in adolescent, since orientation toward peers and immersion in friendship plays a major roles in adolescent's life (Brown, 1989; 1990; Coleman, 1980). With the presence of technology such as mobile phones, emails, facebook and twitter, the means for fostering friendship become more widespread. Research in typically developed adolescent showed that SITs are used as a tool to maintain relationships and as a tool to socialize, especially for girls (Jennings & Wartella, 2004; Lenhart, Rainie & Lewis, 2001). We expected that SIT have the same means in improving social competencies in adolescent with blindness since adolescent with blindness may experience problems in relating with others and may influence their psychosocial development (Kef, I999;Sacks & Wolfe, 2006). Ninety adolescent with visual impairment aged 14 to 18 years, participated in the study and they were divided into two groups, SIT user group and non-SIT user group. Social competence questionnaire were applied through interview. The result showed that SIT user group showed significant higher social competence's score than the non-SIT user group
The Roles of English Courses as Adjunct Non-Formal Education upon University Students english performance
In this modem time, education is getting more and more important. Nobody can survive to live in the
global environ..rnent without enough education. The roles of education these days are inevitable because
of the demand of job fields, competition in workplace and the ability to adapt with theenvironment.
Education can be divided into two big areas which art' formal education and non-formal education. Both
types of education can provide people with adequate skills to compete in many aspects of their lives.
English course is an adjunct non-formal education for high school students. The purpose of this study is
to elaborate the roles of English courses upon first year university students' English capabilities. Fifty
first year university students who had had taken English courses during their secondary educational
years and 50 additional first year students who had not taken the courses were selected to participate in
the study. All of them had passed a quite hard enrollment to be accepted in the university, hence they all
could be regarded as higher-than-average students in their intelligence. They then had to undergo an
English test to measure their English performances in reading, writing, listening, and speaking. On the
average, students who had had taken English courses obtained better scores than their counterparts who
had not taken the courses, notably in listening and speaking, but in a lesser extent also in reading and
writing. It was concluded that English courses as an adjunct non-formal education in English were
advantageous for the students, mainly in the aspects of listening and speaking
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERIKANAN DI INDONESIA
Indonesia adalah negara kepuIauan yang memiliki kekayaan laut melimpah, sungguh sangat
disayangkan apabila sumberdaya tersebut tidak dapat dimanfaatkan hanya karena tidak adanya ketersediaan
informasi mengenai sumber daya tersebut, terutama sumber daya ikan laut. Sistem informasi geografis perikanan
Indonesia dapat memberikan informasi mengenai daerah penyebaran ikan dan lokasi penangkapan ikan di
sepanjang wilayah perairan Indonesia. Perancangan sistem ini dimulai dengan melakukan identifikasi dari pihak
yang berkepentingan dengan sistem informasi geografis perikanan Indonesia beserta kegiatan yang dapat
dilakukan oleh pihak tersebut. Keterhubungan antar obyek dalam sistem ini digambarkan meIaIui collaboration
diagram dan class diagram. Dengan adanya perancangan sistem ini, diharapkan akan dapat mempermudah
pembuatan aplikasi sistem informasi geografis yang dapat mempermudah pengguna dalam mencari letak
geografis dan informasi dari tempat penangkapan dan penyebaran ikan yang strategis sesuai dengan yang
diinginkan. Perancangan sistem ini dibuat
Towards Ubiquitous Computing in Indonesia : Mobile Payment System through NFC Technology
Development of mobile devices in Indonesia is growing
very rapidly. This rapid development is encouraged by affordable
price of mobile devices and increasing number of mobile device
users triggered by the presence of new technology offered by
various vendors. One of new technologies offered by vendors is
NFC technology. Nowadays NFC technology can be found on
smartphone which is one of leading vendors in Indonesia. On the
other hand, mobile payment development in Indonesia has not
grown significantly. The presence of NFC technology can be a
stepping stone of mobile payment in the world. It is expected in
the future that one mobile device will suffice to perform payment
transactions. Payment will not only be possible in one place such
as supermarket, but also can be used for payment of train tickets,
bus, gas stations and many other places. Thus, the use of NFC
technology on mobile devices can unify the various payment
systems
PENGEMBANGAN ALGORITMA SKELETONISASI DAN EKSTRAKSI FITUR NON-INTRUSIVE PADA GAYA BERJALAN MANUSIA SECARA REAL TIME
Penelitian analisis gaya berjalan (gait) manusia yang baik terus berkembang
seiring dengan perkembangan aplikasi pengolahan citra dalam berbagai bidang serta
perkembangan teknologi komputer dan kamera video. Bidang kedokteran dan bidang
olah raga adalah bidang yang terkait langsung dengan penelitian ini. Dalam bidang
kedokteran penelitian ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis pasien yang
mengalami kelainan berjalan, merancang program rehabilitasi dan desain prostetik. Pada
bidang olah raga hasil penelitian ini dapat digunakan pelatih untuk mengidentifikasi
kesalahan-kesalahan gerakan pada atlet dan mengajarkan teknik terbaik, aman dan efektif
sehingga dapat meningkatkan performa atlet tersebut.
Penelitian ini mengusulkan metode dan algoritma analisis gaya berjalan manusia
serta pengembangan prototipe perangkat lunak. Metode yang dikembangkan berupa
analisis gaya berjalan secara real-time dan non-intrusive (tanpa menggunakan penanda
ataupun intervensi operator). Metode ini didukung oleh algoritma akuisis citra, algoritma
segmentasi, algoritma skeletonisasi dan algoritma ekstraksi fitur gerakan. Tahap pertama
analisis gaya berjalan seseorang adalah akuisisi objek (seseorang yang sedang berjalan)
menggunakan webcam Logitech Quickcam Pro High Definition 9000 secara real-time.
Tahap kedua adalah segmentasi yang terdiri dari pra proses dan pembentukan siluet. Pada
pra proses, setiap frame gait yang dihasilkan dari akuisisi gaya berjalan manusia diproses
menggunakan metode background subtraction. Selanjutnya dilakukan pembentukan
siluet tubuh manusia melalui proses filtering, thresholding, dilasi, erosi, dan inversi.
Tahap ketiga adalah proses skeletonisasi, yakni proses pembentukan skeleton
menggunakan metode thinning. Tahap terakhir yang dilakukan adalah proses ekstraksi
fitur, yaitu proses pengukuran parameter jarak kedua kaki menggunakan perhitungan
geometri ruang untuk memperoleh koordinat dari setiap frame citra skeleton pada bagian
kedua kaki manusia. Kelebihan dari teknik yang digunakan ini dibandingkan teknik
lainnya adalah keseluruhan proses tersebut dilakukan dengan metode non-intrusive,
dimana objek tidak perlu menggunakan penanda (marker) dan operator tidak perlu
memberikan tanda secara manual pada skeleton untuk memudahkan proses ekstraksi,
karena sistem secara otomatis dapat mendeteksi titik-titik yang diperlukan untuk proses
ekstraksi fitur.
Berdasarkan hasil analisis dan pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa algoritma akuisisi dapat mencuplik citra gait manusia secara real-time dengan
kecepatan 30 citra/detik. Algoritma segmentasi mampu menghasilkan siluet yang relatif
sama dengan bentuk tubuh orang yang terekam. Algoritma skeletonisasi telah mampu
menghasilkan skeleton dari citra siluet dan memudahkan proses ekstraksi fitur. Algoritma
ekstraksi fitur yang dikembangkan berhasil melakukan perhitungan fitur-fitur gait
manusia secara otomatis dan tanpa interfensi operator atau bersifat non-intrusive dalam
waktu yang relatif cepat. Tingkat akurasi dari metode dan algoritma yang dikembangkan
mencapai 97.75%
Perancangan Jalur Khusus Sepeda Pada Jalan Ahmad Yani Surabaya Sebagai Bentuk Revitalisasi Kendaraan Tidak Bermotor
Kemacetan di kota besar seperti Surabaya merupakan masalah yang sangat serius. Pertumbuhan
kendaraan bermotor yang sudah tidak dapat dihindari menyebabkan terjadinya kemacetan yang
parah di kota Surabaya, terutama pada Jalan Ahmad Yani. Jalan Ahmad Yani merupakan salah
satu jalan protokol di kota Surabaya yang mengalami kemacetan yang parah pada saat pagi dan
sore hari atau pada jam sibuk lainnya. Kondisi Jalan Ahmad Yani saat ini sudah mengalami
banyak perubahan jika dibandingkan dengan kondisinya beberapa tahun yang lalu. Beberapa
tahun lalu Jalan Ahmad Yani hanya memiliki dua jalur yang dapat dilalui kendaraan bermotor.
Seiring dengan berkembangnya jumlah kendaraan bermotor yang menyebabkan kemacetan maka
Pemerintah Kota Surabaya memberikan solusi untuk mengurangi kemacetan tersebut yaitu
dengan cara melebarkan Jalan Ahmad Yani hingga kini menjadi empat jalur. Ternyata solusi
yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya tidak dapat mengurangi kemacetan yang terjadi
di Jalan Ahmad Yani. Untuk itu diperlukan suatu pemecahan bagi masalah kemacetan ini agar di
masa mendatang Kota Surabaya dapat menjadi kota yang berkonsep kendaraan tidak bermotor.
Cara yang diajukan penu/is dalam karya tu/is ini untuk merevita/isasi kota Surabaya agar
menjadi kota yang berkonsep kendaraan tidak bermotor dan menuju tata transportasi kota yang
efektif dan ejisien yaitu dengan membuat konsepjalur sepeda di jalan yang mengalami kemacetan
cukup parah seperti Jalan Ahmad Yani
Developing Interoperability Model for Health Services
Information plays an important role in health care. Doctors and health care providers will process the information which is a treatment for patients. Information management and use productively is a challenge to health care. Health Information Technology (Health IT) significantly increase the efficiency in helping the provider of health information about patients. It also improves the quality of health services and outcomes of patient care. Information technology has the potential to improve the quality, safety, and health care efeciency