UNY Journal Collections (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
    2796 research outputs found

    Keefektifan pembelajaran matematika berbasis masalah dan penemuan terbimbing ditinjau dari hasil belajar kognitif kemampuan berpikir kreatif

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keefektifan pembelajaran matematika berbasis masalah dan pembelajaran penemuan terbimbing ditinjau dari hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Yogyakarta tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri atas sembilan kelas. Sampel penelitianmenggunakan kelas VIII.8 dan VIII.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran berbasis masalah efektif ditinjau dari hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP, (2) pembelajaran penemuan terbimbing efektif ditinjau dari hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP, dan (3) pembelajaran berbasis masalah lebih efektif daripada pembelajaran penemuan terbimbing ditinjau dari hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP. Kata Kunci: pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran penemuan terbimbing, hasil belajar kognitif, dan kemampuan berpikir kreatif The effectiveness of mathematics problem-based learning and guided discovery learning viewed from the cognitive learning achievement and creative thinking skill Abstract This research aimed to describe the comparison of the effectiveness of mathematics problem-based learning and guided discovery learning in term of the cognitive learning achievement and creative thinking skill of grade VIII students of junior high school. This research was a quasi-experimental design. The research population included all of grade VIII students of SMP Negeri 5 Yogyakarta in the academic year of 2014/2015 which consisted of nine classes, The sample was classess VIII.8 and VIII.9 randomly selected. The result shows that: (1) mathematics problem-based learning was effective in terms of the cognitive learning achievement and creative thinking skill of grade VIII students of junior high school, (2) mathematics guided discovery learning was effective in terms of the cognitive learning achievement and creative thinking skill of grade VIII students of junior high school, and (3) mathematics problem-based learning was more effective than guided discovery learning in terms of the cognitive learning achievement and creative thinking skill of grade VIII students of junior high school. Keywords: problem-based learning, guided discovery learning, cognitive learning achievement and creative thinking skil

    Keefektifan model pembelajaran resik ditinjau dari sikap, motivasi, dan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran Realistik dalam Seting Kooperatif (RESIK) ditinjau dari sikap terhadap matematika, motivasi belajar matematika, dan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pretest-postest non equivalent group design. Penelitian ini menggunakan satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB yang terdiri dari 6 kelas. Untuk menguji keefektifan model pembelajaran RESIK dan model konvensional ditinjau dari masing-masing aspek yaitu sikap terhadap matematika, motivasi belajar matematika, dan kemampuan berpikir kritis matematis digunakan analisis one sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Selanjutnya untuk membandingkan keefektifan model pembelajaran RESIK dan model konvensional ditinjau dari aspek sikap terhadap matematika, motivasi belajar matematika, dan kemampuan berpikir kritis matematis data dianalisis dengan menggunakan uji T2 Hotteling dengan taraf signifikansi 5%, dan uji-t univariat untuk menentukan model manakah yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran RESIK efektif ditinjau dari sikap terhadap matematika, motivasi belajar matematika, dan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Model pembelajaran RESIK lebih efektif daripada model konvensional ditinjau dari sikap terhadap matematika, motivasi belajar matematika, dan kemampuan berpikir kritis matematis. Kata Kunci: realistik, kooperatif, RESIK The effectiveness of the realistic model in cooperative setting in terms of the attitude, motivation, and mathematical critical thinking skill of junior high school students Abstract This research aimed to describe the effectiveness of the realistic model in cooperative setting (RESIK model) in terms of the attitude, motivation, and mathematical critical thinking skill of junior high school students. This research was a quasi experimental study using pretest-posttest non equivalent group design. In this study, two experimental groups were used. Population of research covered the whole number of six classes of grade VII student of SMPN 1 Selong, Lombok Timur, NTB. There were three different tests used to examine the data. One sample t-test at a significance level of 5% was used to examine the effectiveness of learning using RESIK model and conventional approach in terms of the aspect of students\u27 attitude toward mathematics, mathematics learning motivation, and mathematical critical thinking skill. Then the data was analyzed using T2 Hotteling test at significance level of 5% to compare the effectiveness of RESIK model and conventional approach, and the last test was by using t-univariat test to determine which approach was more effective. The result indicates that both RESIK model and conventional approach in learning mathematics were effective in terms of the aspect of students\u27 attitude toward mathematics, mathematics learning motivation, and mathematical critical thinking skill at grade VII of SMPN 1 Selong. RESIK model more effective than conventional model in terms of the aspect of students\u27 attitude toward mathematics, mathematics learning motivation, and mathematical critical thinking skill. Keywords: realistic, cooperative, RESI

    KRITIK TERHADAP TEORI SPIRAL OF SILENCE: KOMUNIKASI MASYARAKAT MADURA DALAM KONFLIK SUNNI-SYI\u27AH DI SAMPANG

    No full text
    The sunni-shiite conflict that occurred in Sampang, Madura has yet to be resolved.Therefore, this study aims to determine the process to fight the opinion that a conflictoccurred between the two. The research was conducted in the Karanggayam village,Omben and Blu\u27uran village, Karang Penang, Sampang, Madura and mansions PuspaAgro Sidoarjo with the phenomenological method. That is, the phenomenon understudy will be illustrated by personal experience of informants through interviews. Todetermine the validity of the data, then the triangulation on the data obtained. Resultsare the conflicts caused by differences of opinion between the two groups regarding themoral values of Islam. As migrant groups, Shiites openly against the public opinionwhich is believed by the local community (Sunni). The above measures, social isolationand threats carried out by the Sunnis that Shi\u27ites leave Shi\u27ism and move to the Sunnis.Nevertheless, Shiites remained adamant and against the social isolation. The actiontaken by the Shi\u27ite group contradicts with the assumption of spiral of silence theory,the theory which explains that there is a person\u27s tendency to adhere to public opinionfor fear of being ostracized. Konflik Sunni-Syi\u27ah yang terjadi di Sampang, Madura sampai saat ini belum dapatdiselesaikan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosespertarungan pendapat yang terjadi hingga menimbulkan konflik diantara keduanya.Adapun penelitian ini dilakukan di desa Karanggayam, Omben, dan desa Blu\u27uran,Karang Penang, Sampang, Madura dan rumah susun Puspa Agro Sidoarjo denganmetode fenomenologi. Artinya, fenomena yang diteliti akan digambarkan denganpengalaman pribadi informan melalui wawancara mendalam. Untuk mengetahuikeabsahan data, maka dilakukan triangulasi sumber pada data yang didapat. Hasil yangditemukan adalah konflik tersebut terjadi akibat adanya perbedaan pendapat diantarakedua kelompok mengenai nilai-nilai ajaran Islam. Sebagai kelompok pendatang, Syi\u27ahsecara terang-terangan melawan pendapat umum yang diyakini oleh masyarakat sekitar(Sunni). Atas Tindakan tersebut, berbagai ancaman dan isolasi sosial dilakukan olehkelompok Sunni agar kelompok Syi\u27ah meninggalkan ajaran Syi\u27ah dan berpindah keSunni. Kendati demikian, Syi\u27ah tetap bersikukuh dan melawan isolasi sosial tersebut.Tindakan yang diambil oleh kelompok Syi\u27ah bertentangan dengan asumsi teori spiralkeheningan, dimana teori tersebut menjelaskan bahwa ada kecenderungan seseoranguntuk patuh terhadap pendapat umum karena takut dikucilkan

    KOMUNIKASI DALAM KEGIATAN PUBLIC RELATIONS

    No full text
    Organizations in maintaining the sustainability of life requires communication. Good established communication will affect the harmonious and harmony relations between the organization and its publics. A positive image is represented if there is a harmonious interaction between an organization and its publics. Imaging of anorganization is usually attached to public relations. Imaging can be awakened/built if there is a harmonious and pleasant communication between an organization and its publics. To support public relations activities, organization requires communication to be able to interact with the public in two-way communication. A PR practitioner should be able to make other people understand the message delivered so as to create mutual symbiosis between the two parties. Thus, the impression captured by the public is a positive impression of the organization. Public relations also allows feed back to the public so that the public can freely response the message from the organization and express what they want and what they complaint. The public response will be followed up so that the public will be satisfied on what the organization done to the public. Publicrelations is also constantly evaluating so that public opinion can be well controlled. Thus, public relations is an activity which essentially directs the organization to gain public recognition. Further public relations stride motion seeking to form public opinion that benefit the organization so that a positive image of the public will be given to an organization. Organisasi akan tetap langgeng saat terbangun komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik akan mempengaruhi hubungan yang harmonis dan selaras antara organisasi dan publiknya. Sebuah citra positif terbangun jika ada interaksi yang harmonis antara organisasi dan publiknya. Untuk mendukung kegiatan public relations, organisasi membutuhkan komunikasi dua arah. Seorang praktisi PR harus mampu membuat oranglain memahami pesan yang disampaikan sehingga tercipta simbiosis antara kedua belah pihak. Dengan demikian, kesan yang ditangkap oleh masyarakat adalah kesan positif dari organisasi. PR juga memungkinkan umpan balik kepada publik sehingga masyarakat dapat dengan bebas mendapat pesan dari organisasi dan mengekspresikan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka keluhan. PR juga perlu terus mengevaluasi sehingga opini publik dapat dikontrol dengan baik. Dengan demikian,PR adalah kegiatan yang pada dasarnya mengarahkan organisasi untuk memperoleh pengakuan publik. PR berusaha untuk membentuk opini publik yang menguntungkan organisasi sehingga citra positif terbangun dengan sendirinya

    STRATEGI KOMUNIKASI GURU SMA ISLAM TERPADU DALAM MENGHASILKAN SISWA YANG UNGGUL

    No full text
    The study aims to explain how the concept of integrated Islamic and the strategy of the teacher in SMA IT Abu Bakar Yogyakarta and SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta produce the superior students. It refers to the development of SMA IT which always puts ethics, religion and the quality of the students. However, the main key to produce the superior students is the role of professional teacher who encourages the strong characteristic of students. The method of this research is qualitative and takes place in SMA IT Abu Bakar and SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Furthermore, the samples of this research consist of twenty teachers. The result is that (1) SMA IT Abu Bakar and SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta combine three elements such as the cooperation among the shool, societies, and family; the structured and programmed curriculum from kindergarten to university; tsaqafah Islam and science oriented. These are done to produce a superior student who masters science and technology and also has a good characteristic. (2) The communication strategy of the teachers in SMA IT Abu Bakar and SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta is effective. It can be seen from the fulfillment of communication elements on communication strategy which is used by the teacher to produce a superior student

    PICTORICAL WARNING PADA KEMASAN ROKOK: KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM KAMPANYE KESEHATAN

    No full text
    Smoking has became the serious problem which always to be the classical dynamic ofhealth communication\u27s field. Through health campaign by using pictorical warning incigarette packs, Indonesian Government has priority to reduce the number of smokersin Indonesia. Pictorical warning in cigarette packs was regard as one of communicationstrategic for implementing. Health campaign has outcome that could change thehealth behavior for the persuadee. Visualization by using image becomes persuasivecommunication tools cigarette packs as the communication media. EPPM model wasused to analysis this case. This paper was using literature study to understand thisproblem

    Pelaksanaan penilaian pada Kurikulum 2013

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan implementasi penilaian pada Kurikulum 2013; (2) mengidentifikasi hambatan dan keberhasilan pelaksanaan penilaian pada Kurikulum 2013, (3) memberikan rekomendasi kepada Pemerintah dalam mengambil kebijakan pelaksanaan penilaian pada Kurikulum 2013. Populasi dalam evaluasi ini adalah sekolah di Indonesia jenjang sekolah dasar dan menengah. Penentuan sampel dengan purposive sampling, yaitu sekolah jenjang sekolah dasar dan menengah di 15 provinsi di Wilayah Indonesia Bagian Barat, Wilayah Indonesia Bagian Tengah, dan Wilayah Indonesia Bagian Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan Focus Group Discussion(FGD). Data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Model ini digunakan untuk mengevaluasi kesenjangan antara kriteria yang telah ditetapkan dengan pelaksanaan program di lapangan. Hasil penelitian dibagi tiga tahap, yaitu: (1) perencanaan, disarankan kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan membuat kisi-kisi dahulu baru membuat soal-soalnya, bukan yang dilakukan sebaliknya, juga pelatihan analisis instrumen penilaian dan membuat rubrik untuk soal uraian; (2) pelaksanaan, disarankan kepada pemerintah untuk menyederhanakan pedoman penilaian pada Kurikulum 2013, melakukan sosialisasi dan pelatihan penilaian kompetensi sikap, untuk jenjang SD perlu diberikan pelatihan teknik penilaian pada pembelajaran tematik, dan membimbing guru melakukan kegiatan analisis instrumen dan revisi butir soal; (3) pelaporan, disarankan pengambil kebijakan mengkaji kembali penggunaan rentang nilai 1-4 pada penilaian pengetahuan dan keterampilan. Kata kunci: penilaian pada Kurikulum 2013, rubrik untuk soal uraian, penilaian pada pembelajaran tematik, rentang skor 1-4 THE IMPLEMENTATION OF ASSESSMENT IN THE CURRICULUM 2013 Abstract The objectives of this study are (1) to describe the implementation of the assessment in the curriculum 2013, (2)to identify the obstacle and the success of the implementation of assessment in the curriculum 2013, and (3)to make a recommendation for policy makers to improve the implementation of assessment in the curriculum2013. The population of the study consist of the elementary schools, junior schools, and senior high schools in Indonesia. The sample was determined purposively, consisting of the elementary schools, junior schools, and senior high schools in 15 provinces in Indonesia. Data were collected through questionnaires and Focus Group Discussion (FGD). Data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive. The findings of this study are: (1) in the planning step, the recommendations were given to principals, teachers, and head of educational districts to make socialization and workshop on developing assessment grid first, and then writing items not the other way around, and make a rubric first when writing the essay items; (2) in the implementation step, the recommendation were given to government to simplify the guidance of assessment in the curriculum 2013, to make socialization and workshop about the affective assessment, workshop thematic assessment for elementary teachers, and guiding teachers to revise and analyze the instrument; (3) in the report step, the recommendation were given to policy makers to look back at the policy of using the score range 1-4, for assessing knowledge and psychomotor domain. Keywords: assessment incurriculum 2013, rubric for essay items, assessment in thematic learning, score range 1-

    BACK MATTER (Index, Biography, Author Guidelines)

    No full text

    UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERDASARKAN GAYA BELAJAR DI SMK NEGERI 1 SAPTOSARI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa melalui penerapan gaya belajar pada mata pelajaran memelihara baterai di SMK Negeri 1 Saptosari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dilaksanakan di kelas X TKR B pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Jenis tindakan penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Taggart. Data dikumpulkan melalui observasi, angket dan dokumentasi, alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian: lembar observasi, angket keaktifan siswa, dan checklist dokumentasi. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dengan presentase, selain itu juga didasarkan pada refleksi tiap siklus tindakan. Hasil penelitian: 1) Pemanfaatan gaya belajar untuk pembelajaran dilakukan melalui tiga tahapan: pencarian data gaya belajar siswa, pengelompokan siswa, dan pemberian materi sesuai gaya belajar; 2) Pemanfaatan gaya belajar dapat meningkatkan keaktifan siswa berdasarkan lima indikator yaitu: perhatian, kerjasama dan hubungan sosial, mengemukakan pendapat atau ide, pemecahan masalah, dan disiplin

    Smart Connector Helmet & Automatic GPS Inovasi Alat Bantu Komunikasi antar Pengemudi dan Penunjuk Arah Berbasis Internet

    No full text
    Perancangan smart connector helm dan automatic GPS bertujuan untuk membantu komunikasi antar pengemudi dan sebagai penunjuk arah yang berbasis internet. Alat bantu komunikasi ini terpasang di helm dan terkoneksi dengan smartphone. User dapat berkomunikasi antar Helm dengan Helm yang lain melalui jaringan wireless sinyal radio dari HT. Helm juga terhubung pada smartphone menggunakan bluetooth. Smartphone berfungsi sebagai penunjuk arah dengan adanya GPS dan aplikasi pendukung yang dibuat. Selain itu, pengemudi juga dapat menerima telfon dan mendengarkan musik dengan helm tanpa harus memegang smartphone. Metode perancangan menggunakan pendekatan water fall. Hasil rancangan diperoleh: (a) kerangka Helm yang digabungkan dengan headset, bluetooth, HT; (2) Rancangan aplikasi dari smartphoneyang terhubung dengan helm

    0

    full texts

    2,796

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNY Journal Collections (Universitas Negeri Yogyakarta)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇