UNY Journal Collections (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
2796 research outputs found
Sort by
Pengembangan media pembelajaran biologi berbasis adobe flash untuk meningkatkan penguasaan kompetensi pada Kurikulum 2013
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran biologi berbasis Adobe flash untuk peserta didik kelas, untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran biologi berbasis Adobe flash terhadap penguasaan kompetensi peserta didik. Penelitian pengembangan ini mengacu langkah yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Desain pengembangan dikelompokkan atas tiga prosedur, yang meliputi: (a) studi pendahuluan (b) pengembangan produk awal dan (c) evaluasi/ penilaian produk. Subjek coba terdiri atas ahli materi, ahli media, teman sejawat, guru biologi, peserta didik sejumlah 102 peserta didik. Data diperoleh melalui kuesioner dan soal. Data dianalisis secara kuantitatif dan uji anacova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ditinjau dari aspek kualitas materi pembelajaran, kualitas design dan strategi pembelajaran dan kualitas teknis tampilan menurut ahli media dan ahli materi berkategori baik . Menurut teman sejawat, guru biologi dan peserta didik berkategori sangat baik . Penggunaan media flash berpengaruh lebih baik terhadap penguasaan kompetensi dibandingkan tanpa menggunakan media flash.
Kata Kunci: media pembelajaran, sistem saraf, penguasaan kompetensi
Developing Adobe Flash-Based Biology Instruction Media to Improve the Mastery of Competency in Curriculum 2013
Abstract
The research aims to develop Adobe flash-based biology instruction media, reveal the effect of teaching media on students\u27 competence mastery. The developmental study refers to the model suggested by Borg & Gall. The developmental design was grouped into three developmental procedures, consisting of: preface study, developmental first product, and evaluation/ product assesment. Subject consist of subject matter expert, learning media expert, biology teacher, colleagues,102 students. Data colected by questionnaires and tests. Data were analyzed by quantitatively and anacova. The research findings reveal that the teaching media in term of quality of teaching content aspect, quality of design and teaching strategy aspect, quality of technical and appereance is categorized by subject matter and learning media expert good . According to colleagues, biology teachers and students the quality of media based on three aspects is very good . The aplication of flash media give better effect on the competence mastery compared without aplication of flash media.
Keywords: instruction media, nervous system, competence master
Pengembangan perangkat pembelajaran model project based learning (PjBL) untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan kreativitas
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan perangkat pembelajaran biologi dengan model PjBL yang layak digunakan dalam pembelajaran biologi; (2) menghasilkan perangkat pembelajaran biologi dengan model PjBL yang efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan kreativitas siswa kelas X SMAN 8 Yogyakarta; dan (3) membandingkan pembelajaran yang menggunakan perangkat pembelajaran model PjBL dengan pembelajaran yang menggunakan perangkat konvensio-nal dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan kreativitas siswa. Metode penelitian diadaptasi dari Borg & Gall yang terdiri dari sembilan tahapan. Hasil penelitian pengembangan adalah: (1) perangkat pembelajaran biologi dengan model PjBL yang layak digunakan dalam pembelajaran biologi; (2) perangkat pembelajaran biologi dengan model PjBL yang efektif untuk untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan kreativitas siswa pada aspek berpikir kreatif siswa kelas X SMAN 8 Yogyakarta; dan (3) tidak ada perbedaan antara pembelajaran yang menggunakan perangkat dengan model PjBL dengan pembelajaran perangkat konvensional dalam meningkatkan keterampilan proses sains dan kreativitas siswa.
Kata Kunci: perangkat pembelajaran, model project based learning, keterampilan proses sains, kreativitas
Developing a Learning Kit with Project Based Learning Model (PjBL) to Improve Scientific Process Skills and Creativity
Abstract
The aims of this research are to: (1) produce an appropriate biology learning kit with PjBL model for learning activities; (2) produce an effective biology learning kit with PjBL model that can be used to improve scientific process skills and creativity; and (3) investigate the difference between the biology learning kit with PjBL model and conventional learning kit in improving scientific process skills and creativity. This research method was adapted from Borg & Gall which consisted of nine steps. The results of this research are: (1) an appropriate biology learning kit with PjBL model which consists of syllabus, lesson plans, student\u27s worksheet, and authentic assessment based on validation result of expert judgments and biology teachers, and also field test result; (2) an effective biology learning kit with PjBL model that can be used to improve scientific process skills and creativity especially on creative thinking aspect; and (3) there is no difference between PjBL model and conventional learning kit in improving students\u27 scientific process skills and creativity.
Keywords: learning kit, project based learning model, scientific process skills,creativit
Pengembangan dan analisis kualitas aplikasi penilaian e-learning SMK berbasis ISO 19796-1 di Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan aplikasi penilaian e-learning Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis ISO 19796-1 yang dapat digunakan untuk mengevaluasi e-learning SMK di Yogyakarta menggunakan teknik Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan metode agregasi arithmetric mean dan geometric mean, (2) menguji kualitas aplikasi dengan menggunakan strandar ISO 9126. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Proses pengembangan aplikasi menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall. Selanjutnya pada proses pengujian kualitas aplikasi menggunakan standar ISO 9126 yang terdiri atas aspek functionality, reliability, efficiency, maintainability, usability, dan portability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi penilaian e-learning SMK berdasarkan ISO 19796-1 telah berhasil dikembangkan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall. Selanjutnya hasil dari analisis kualitas aplikasi menggunakan standar ISO 9126 menunjukkan bahwa aplikasi mempunyai hasil rata-rata sangat baik dan layak digunakan untuk penilaian kualitas e-learning SMK.
DEVELOPMENT AND QUALITY ANALYSIS OF THE ASSESSMENT APPLICATION OF E-LEARNING FOR VOCATIONAL SCHOOLS BASED ON ISO 19796-1 IN YOGYAKARTA
Abstract
This research aimed to: (1) produce an application to asess e-learning based on ISO 19796-1 that can be used to evaluate e-learning for vocational schools in Yogyakarta using Analitycal Hierarchy Process (AHP) with the methods of aggregation arithmetric mean and geometric mean, and (2) to assess the quality of the system using ISO 9126 standard. This research used Research and Development (R&D) method. The development of the system implemented Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall model. Meanwhile, for testing the quality of the system, ISO 9126 standard was used, consisting of the aspects of functionality, reliability, efficiency, maintainability, usability, and portability. The result showed that the system has been successfully developed by using Software Development Life Cycle (SDLC) with a waterfall model. Further result from quality analysis of the system using ISO 9126 standard indicates that the average result of the system was very good and worthy of use for quality assessment of e-learning system for vocational schools
Pengembangan dan implementasi e-learning menggunakan moodle dan vicon untuk pelajaran pemrograman web di SMK
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengembangkan produk portal e-learning menggunakan LMS Moodle dengan vicon, (2) mengetahui kelayakan portal e-learning, (3) mengetahui hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran menggunakan portal e-learning, dan (4) mengetahui motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran menggunakan portal e-learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan dan desain multimedia yang dikembangkan oleh Alessi & Trollip. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak. Uji coba produk pengembangan meliputi tes alfa, tes beta, dan implementasi uji lapangan. Hasil penelitian menghasilkan: (1) produk portal e-learning yang dikembangkan menggunakan LMS Moodle terintegrasi dengan BigBlueButton, sehingga memungkinkan pengguna untuk melakukan video conference; (2) kelayakan portal e-learning menggunakan LMS Moodle dengan vicon di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, validasi alfa dikategorikan baik, uji beta dikategorikan baik, validasi ahli materi dikategorikan baik; (3) hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran menggunakan portal e-learning, kelas kontrol dan kelas eksperimen sama; (4) motivasi peserta didik dalam pembelajaran menggunakan portal e-learning, kelas kontrol dan kelas eksperimen sama.
DEVELOPING AND IMPLEMENTING E-LEARNING USING MOODLE AND VICON FOR THE WEB PROGRAMMING SUBJECT AT SMK
Abstract
The aims of this research were to: (1) develop e-learning portal using LMS moodle and vicon, (2) know the feasibility of the e-learning portal using LMS Moodle and vicon, (3) know the learning outcomes of students in learning using e -learning, and (4) know the motivation of learners in learning using e -learning. This research was development research that was adapted from Alessi & Trollip Development and Multimedia Design Model. The subjects of this research were students of class X SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, with competency skills Soft Engineering. The sampling technique was random sampling. The developed product try-out included three stages, the alpha test, beta test, and implementation of field tests. The result of this research showed that: (1) e-learning product that was developed using Moodle integrated with BigBlueButton, allowed users to do video conferencing, (2) the feasibility of e-learning using moodle and the video conference at SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro: for the mean score of validation was categorized good; the mean score of beta test was categorized good; and according to the expert the materia was categorised good. (3) The results of learners in learning using e -learning moodle, showed no difference betwen the conrtol class and the experimental class.. (4) The motivation of learners in learning using e-learning in the control class and that in experimental class were equal
Keefektifan Pembelajaran dengan Pendekatan CTL dan PBL Ditinjau dari Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem Based Learning (PBL) ditinjau dari motivasi dan prestasi belajar matematika siswa, serta membandingkan keefektifan pembelajaran dengan pendekatan CTL dan PBL ditinjau dari motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, yang menggunakan dua kelompok eksperimen. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran dengan pendekatan CTL dan PBL digunakan uji one sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Untuk membandingkan keefektifan pembelajaran dengan pendekatan CTL dan PBL, data dianalisis secara multivariat menggunakan T2 Hotelling dengan taraf signifikansi 5% dan dianalisis lanjut menggunakan uji t univariat dengan kriteria Bonferoni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan CTL dan PBL efektif ditinjau dari motivasi dan prestasi belajar matematika siswa, dan pembelajaran dengan pendekatan PBL lebih efektif dibanding dengan pembelajaran dengan pendekatan CTL ditinjau dari prestasi belajar matematika siswa, tetapi pembelajaran dengan pendekatan PBL tidak lebih efektif dibanding dengan pembelajaran dengan pendekatan CTL ditinjau dari motivasi belajar matematika siswa.
Kata kunci: CTL, PBL, motivasi, prestasi belajar.
The Effectiveness of the CTL and PBL Approaches Viewed from Students\u27 Motivation and Achievement in Mathematics Learning
Abstract
This study aimed to describe the effectiveness of the Contextual Teaching Learning (CTL) and Problem Based Learning (PBL) approaches viewed from students\u27 motivation and achievement in mathematics learning, and to compare the effectiveness of the CTL and the PBL approach in mathematics learning viewed from students\u27 motivation and achievement. This study was a quasi-experimental research and used two experimental groups. To find out the effectiveness of the CTL and PBL approach in each variable, the data were analyzed using one-sample t-test what the significance level of 5%. To compare the effectiveness of the CTL and PBL approaches, the data were analyzed using the multivariate T2 Hotelling with the significance level of 5% and followed up by the univariate analysis using the Bonferoni criterion. The results of the study show that the CTL and PBL approaches were effective viewed from students\u27 motivation and achievement in mathematics learning and the PBL approach was more effective than CTL approach viewed from students\u27 achievement in mathematics but the PBL approach is not more effective than CTL approach viewed from students\u27 motivation in mathematics learning. Keywords: CTL, PBL, motivation, learning achievement
Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Cooperative Learning Ditinjau dari Prestasi Belajar, Motivasi, dan Akhlak Mulia Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan cooperative learning tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) dan cooperative learning tipe Jigsaw serta membandingkan keefektifan kedua pendekatan tersebut ditinjau dari prestasi, motivasi belajar, dan akhlak mulia siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MA Ali Maksum, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-E dan X-G. Untuk menguji keefektifan pembelajaran matematika dengan pendekatan cooperative learning tipe STAD dan cooperative learning tipe Jigsaw ditinjau dari masing-masing variabel, data dianalisis menggunakan uji t-test one sample, sedangkan untuk membandingkan keefektifan pembelajaran menggunakan kedua pendekatan tersebut, data dianalisis secara multivariat dengan statistik uji two-group MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan cooperative learning tipe STAD dan tipe Jigsaw efektif digunakan dalam pembelajaran matematika dan tidak terdapat perbedaan keefektifan penggunaan kedua pendekatan tersebut dalam pembelajaran matematika ditinjau dari prestasi, motivasi belajar, dan akhlak mulia siswa.
Kata kunci: cooperative learning tipe STAD, cooperative learning tipe jigsaw, prestasi belajar, motivasi belajar, dan akhlak mulia
Learning Mathematics with Cooperative Learning Approach in Terms of Students\u27 Achievement, Motivation, and Noble Character
Abstract
This study aimed to describe the effectiveness of mathematics learning using cooperative learning approach type Student Teams-Achievement Divisions (STAD) and cooperative learning type Jigsaw and to compare the effectiveness of both approaches in terms of students\u27 achievement, learning motivation, and noble character. This study was a quasi experiment research with pretest-posttest nonequivalent group design. The study population included all students of class X MA Ali Maksum and the sample was class X-E and X-G that were selected randomly. To determine the effectiveness of mathematics learning using cooperative learning approach type STAD and cooperative learning type Jigsaw in terms of each variables, the data were analyzed using one sample t-test. Then to compare the effectiveness of mathematics learning using both approaches, the data were analyzed using multivariate statistical with two-group MANOVA test. The results show that the mathematics learning with cooperative learning type STAD and jigsaw was effective and there is no difference in the effectiveness of mathematics learning using cooperative learning type STAD and jigsaw in terms of students\u27 achievement, learning motivation, and noble character. Keywords: cooperative learning type STAD, cooperative learning type jigsaw, learning achievement, learning motivation, and noble character
Kesiapan Guru Matematika SMP di Kabupaten Purworejo dalam Implementasi Kurikulum 2013
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru matematika SMP di Kabupaten Purworejo dalam implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari pengetahuan guru, sikap guru, dan kesiapan sarana prasarana. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan model Concurrent Embedded Strategy. Metode primer penelitian adalah metode kuantitatif yang dilakukan dengan survei, kemudian dilengkapi metode kualitatif yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah seluruh guru matematika SMP kelas VII dan VIII di Kabupaten Purworejo. Sampel penelitian adalah 64 orang guru yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data deskriptif kuantitatif menggunakan 5 kriteria, yaitu Sangat Siap, Siap, Cukup, Kurang, dan Sangat Kurang. Analisis data kualitatif terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru matematika SMP di Kabupaten Purworejo dalam implementasi Kurikulum 2013 ditinjau dari: kesiapan pengetahuan guru masuk kategori sangat kurang, sikap guru masuk kategori cukup, dan kesiapan sarana prasarana masuk kategori siap.
Kata kunci: kesiapan guru, kesiapan pengetahuan, sikap guru, kesiapan sarana dan prasarana
The Readiness of Junior High School Math Teachers in Purworejo for the Implementation of Curriculum 2013
Abstract
This research aimed to describe the readiness of junior high school math teachers in Purworejo for the implementation of Curriculum 2013 in terms of the teachers\u27 knowledge, the attitude of teachers, and the readiness of facilities and infrastructure. This study used mixed methods with models Concurrent Embedded Strategy. The study primary method was a quantitative research carried out by the survey, and equipped with qualitative methods conducted through observation, interviews and documentation. The population was all the 7th and 8th grade junior high school math teachers in Purworejo. The sample was 64 teachers established using the stratified random sampling technique. The quantitative descriptive data analysis used five criteria, namely: Very Ready, Ready, Fairly Ready, Poor, and Very Poor. While the analysis of qualitative data consists of data reduction, data display and conclusion.The results show that the readiness of junior high school math teacher in Purworejo for the implementation of Curriculum 2013 in terms of the readiness of the teacher\u27s knowledge was in the very poor category, the attitude of teachers was in the fairly ready category, and the readiness of facilities and infrastructure was in the ready category. Keywords: readiness of teachers, knowledge readiness, teachers\u27 attitudes, readiness of facilities and infrastructur
Keefektifan pendekatan PBL dan CTL ditinjau dari komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) dan Contextual Teaching and Learning (CTL) ditinjau dari kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa dan manakah yang lebih efektif diantara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Margasari Kabupaten Tegal. Sampel penelitian kelas VIII-A dan VIII-H. Untuk menguji keefektifan pendekatan pembelajaran data dianalisis dengan uji one sample t- test pada taraf signifikansi 5%. Untuk mengetahui perbedaan keefektifan pembelajaran data diukur dengan uji Hotelling\u27s Trace pada taraf signifikansi 5% dan selanjutnya digunakan uji independent sample t-testuntuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pendekatan PBL dan CTL efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar siswa dan pendekatan PBL lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan CTL ditinjau dari motivasi belajar siswa, namun tidak lebih efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi matematis.
Kata Kunci: pendekatan Problem-Based Learning, pendekatan Contextual Teaching and Learning, kemampuan komunikasi matematis, dan motivasi belajar siswa.
The Effectiveness of PBL Approach and CTL Viewed from Mathematical Communication and Learning Motivation of Students Junior High School
Abstract
This study aims to examine the effectiveness of Problem Based-Learning (PBL) and Contextual Teaching and Learning (CTL) viewed from students\u27 mathematical communication ability and learning motivation and which more effective instruction between PBL approach and CTL approach. This study was quasi experiment research. The population covered all grade VIII students of SMP Negeri 1 Margasari in Tegal Regency. The sample of class VIII-A and VIII-H. To test the effectiveness of the PBL and CTL approaches, the data were analyzed using the one-sample t-test at the significance level of 5%. To determine differences in the effectiveness of mathematics teaching data were analyzed using Hotteling Trace at the significance level of 5% and followed by independent sample t- test to determine which approach was more effective. The results of this study show that: the PBL approach and CTL is effective to increase students\u27 communication ability and learning motivation and the PB L approach is more effective than the CTL approach viewed from students\u27 learning motivation but not more effective viewed from mathematical communication ability .
Keywords: Problem-Based Learning approach, Contextual Teaching and Learning approach, mathematical communication ability, student\u27s learning motivation