UNY Journal Collections (Universitas Negeri Yogyakarta)
Not a member yet
2796 research outputs found
Sort by
Pengembangan model akreditasi sekolah menengah atas /madrasah aliyah (SMA/MA)
Penelitian ini bertujuan memperoleh model akreditasi SMA/MA yang efektif, efisien, dan akuntabel. Produk model yang dikembangkan adalah instrumen akreditasi dan prosedur akreditasi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan. Pengembangan model dilakukan melalui kegiatan focus group disscussion (FGD). Validasi instrumen dilakukan oleh pakar, sedangkan validasi prosedur dilakukan oleh peserta FGD. Validitas isi instrumen ditentukan dengan cara menghitung indeks koefisien V Aiken, sedangkan estimasi reliabilitas instrumen ditentukan dengan teknik intraclass correlation coefficient (ICC) menggunakan SPSS. Validasi prosedur dilakukan dengan cara menghitung rerata skor hasil penilaian peserta FGD. Uji coba dilakukan untuk mengetahui keefektifan model yang dikembangkan. Subjek coba adalah praktisi terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi. Keefektifan model ditentukan dengan cara menghitung rerata skor hasil penilaian praktisi. Model akreditasi yang dikembangkan diberi nama Model Akreditasi SMART. Kesimpulan tentang Model Akreditasi SMART: (1) memiliki karakteristik sebagai model akreditasi SMA/MA yang efektif, efisien, dan akuntabel; (2) instrumen yang digunakan memiliki validitas dalam kategori sangat baik dan reliabilitas dalam kategori baik; (3) prosedur akreditasi seperti dipaparkan di atas mendapat penilaian baik dari peserta FGD; dan (4) keefektifan model termasuk kategori baik dan dapat digunakan.
Kata kunci: model akreditasi, instrumen akreditasi, prosedur akreditasi
DEVELOPING AN ACCREDITATION MODEL OF SENIOR SECONDARY SCHOOL (SMA/MA)
Abstract
This study is aimed at obtaining an effective, efficient and accountable accreditation model for Senior Secondary School/Madrasah Aliyah (SMA/MA). The product of the model developed is an accreditation instrument and procedure. This study is a research and development (R & D). The model developing was conducted through focus group discussion (FGD). Instrument validation was done by experts, while the procedure validation was performed by the FGD participants. The content validity of the instrument was determined by calculating the V Aiken coefficient index, while the instrument reliability estimation was determined by using intraclass correlation coefficient (ICC) using SPSS. Procedure validation was done by calculating the mean score of the FGD participants\u27 assessment results. Trial was conducted to find out the effectiveness of the developed model. The subject of the trial was practitioners comprising of principals, teachers, and administrative personnels. The effectiveness of the model was determined by calculating the average score of the practitioners\u27 assessment. The accreditation model developed was named SMART Accreditation Model. The conclusion on the SMART Accreditation Model are as follows: (1) having the characteristics of an effective, efficient, and accountable accreditation model for SMA/MA; (2) the content validity and reliability of the instrument used are in a very good category; (3) the afore-mentioned accreditation procedure is considered to be good by the FGD participants; and (4) the effectiveness of the model is in a good category and it can be used. Keywords: accreditation model, accreditation instrument, accreditation procedur
Evaluasi pemanfaatan laboratorium pada diklat pengendali hama dan penyakit ikan di Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan
Keberadaan laboratorium menjadi hal yang penting dalam pelaksanaan Diklat Pengendali Hama dan Penyakit Ikan (PHPI) oleh karena itu Balai Diklat Aparatur (BDA) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Stasiun Karantina Ikan Kelas II Cirebon pada tahun 2014 membangun laboratorium uji karantina ikan di lingkungan kampus BDA KKP. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan laboratorium Diklat PHPI dengan mengukur perubahan kepuasan peserta terhadap ketersediaan media pembelajaran dan kelengkapan fasilitas belajar mengajar, nilai hasil belajar, peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan setelah laboratorium digunakan. Data diperoleh melalui pengisian angket/ kuesioner evaluasi pelaksanaan diklat kepada peserta. Validitas dan reabilitas instrumen telah diuji sehingga istrumen dapat digunakan dengan valid dan reliabel. Uji t dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai pengukuran sebelum dan sesudah laboratorium beroperasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa semua indikator meningkat setelah operasionalisasi laboratorium di BDA. Secara statistik kepuasan peserta terhadap kelengkapan fasilitas pembelajaran dan keterampilan peserta meningkat signifikan. Adapun peningkatan pengetahuan peserta, peningkatan kepuasan peserta terhadap kelengkapan media pembelajaran dan peningkatan nilai hasil belajar peserta, secara statistik tidak meningkat signifikan.
Kata kunci: evaluasi, diklat, laboratorium, pemanfaatan, PHPI
THE EVALUATION OF LABORATORY UTILIZATION ON FISH QUARANTINE OFFICERS TRAINING IN MARINE AND FISHERIES OFFICERS TRAINING CENTER, MINISTRY OF MARINE AFFAIRS AND FISHERIES
Abstract
The laboratory become inseparable in Fish Quarantine Officer Training. Therefore, Marine and Fisheries Officers Training Center (MFO TC) in collaboration with Cirebon Fish Quarantine Office build the fish quarantine laboratorium in MFO TC campus in 2014. This study was conducted to evaluate the lab utilitazion by measure the change of training participans satisfaction in learning media and facilities, participans final grade, and cognitive/knowledge and psychomotor skill enhancement before and after laboratory operationalization. Data were collected by distributed the evaluation questionnaire. The instruments were used in this study valid and reliable according to the result of the instrument\u27s validity and reability test. T-test two samples for means was used to analyse the differences of measurement before and after laboratory operationalization. Statistically, psychomotor skill enhancement and training participans satisfaction in facilities were significant increased after laboratory operationalization. Knowledge enhancement, training participans satisfaction in learning media and final grade were insignificant increased. Keywords: fish quarantine officer, laboratory, evaluating, utilization, trainin
Peran partai politik dalam meningkatkan partisipasi politik kader perempuan melalui pendidikan politik
Partai politik mempunyai kewajiban yuridis dan moral untuk melaksanakan pendidikan politik khususnya memberdayakan kader perempuan di tengah minimnya partisipasi politik perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan penelitian melalui teknik non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kendala-kendala pendidikan politik kader perempuan, yakni (1) kendala internal, yang berasal dalam diri kader perempuan; (2) kendala eksternal, stereotip dalam konstruksi sosial budaya masyarakat; (3) keseriusan partai dalam memberdayakan kader perempuan; (4) kelemahan regulasi peraturan perundang-undangan. Partai politik melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kendala tersebut melalui pendekatan personal, menggagas konsep tanpa mahar politik; membentuk regulasi internal partai politik yang akomodatif terhadap kebutuhan perempuan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Political parties have moral as well as juridical obligation to conduct political education especially for women cadres in the low level of political participation among women. It was a qualitative research with descriptive method of explanation. The informant involved was selected with non-probability sampling, purposive sampling. The results reveal the obstacles faced by women cadres are (1) internal obstacles, coming from the cadres themselves; (2) external obstacles, coming from stereotype upholding by among cultural and society members; (3) the seriousness of political party to empower their own women cadres; (4) the weakness of the law concerning this issue. To overcome the problems, political parties is doing effort such as personal approach, politic without political \u27bride price\u27 (mahar politik), issuing internal regulation accommodative to the needs of women
Implementasi pemenuhan hak anak melalui sekolah ramah anak
Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi pelaksanaan pembelajaran untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA) di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. Pendekatan yang dilakukan adalah kualitatif. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menyusun rencana pembelajaran yang memperhatikan hak-hak anak, yakni memperhatikan waktu bermain dan istirahat, merencanakan materi ajar yang sesuai dengan kondisi anak, lingkungan pembelajaran disetting untuk memungkinkan siswa belajar aktif. Untuk aspek pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan mengembangkan materi ajar yang tidak terbatas dalam buku teks, tetapi mengedepankan budaya lokal, melakukan pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa, melaksanakan pembelajaran menyenangkan, memanfaatkan lingkungan, pengembangan minat dan bakat anak, tersedia waktu bermain, beristirahat, dan berolahraga, siswa diberi kesempatan untuk mengapresiasi seni budaya lokal, penggunaan alat permainan edukatif, menciptakan suasana belajar yang mengembangkan aspek peduli lingkungan. Pada bagian penilaian, dilakukan dengan melaksanakan penilaian autentik dalam hasil dan proses pembelajaran. Dari berbagai temuan, untuk menciptakan SRA melalui pembelajaran yang masih perlu diperhatikan adalah layanan inklusi.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
The research was aimed at revealing information related to instructional activities to implement student-friendly school at Muhammadiyah Sapen Primary School. It was approached qualitative descriptively. The research reveals that to ensure student-friendly school condition, it was through rigorous planning and instructional activities by considering students characteristics, developing teaching materials, setting class layout conducive to active learning, conducting joyful learning, outdoor activities, developing student potentials and interests, plotting time dedicated for playing, utilizing educative games, and caring environment, utilizing authentic assessment both on process and result of learning without comparing the results each other\u27s. However, it needs special service for student with unique behavior to ensure that the condition is considered as student-friendly school
Penanaman nilai-nilai Pancasila pada kehidupan santri di pondok pesantren
Generasi bangsa harus mampu mengimplementasikan nilai- nilai Pancasila sebagai pandangan hidup, hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara dan lembaga, salah satunya yaitu di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas pesantren dalam menanamkan nilai- nilai Pancasila pada kehidupan santri. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kesimpulannya adalah santri di pesantren Syaikhona Moh. Cholil Bangkalan menanamkan nilai-nilai Pancasila, sebagai sumber menjalin hubungan yang baik dengan sesamanya. Salah satunya melalui Pendidikan dan program- program pesantren yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
--------------------------------------------------------------
Instilling the values of Pancasila in the santri\u27s life in Islamic Boarding Schools
The young generation of the nation must be able to implement the values of Pancasila as a way of life. This can be done in various ways and institutions, one of which is in pesantren. This study aims to describe and analyze the activities of pesantren in instilling Pancasila values in the lives of santri. This type of research uses a qualitative approach. Data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation studies. The conclusion is the santri in the pesantren Syaikhona Moh. Cholil Bangkalan instilled the values of Pancasila, as a source of establishing good relations with each other. One of them is through education and pesantren programs that reflect the values of Pancasila
Desain dan Implementasi Real-Time Visible Light Communication System Berbasis BPSK
Salah satu teknik multiplexing yang saat ini populer digunakan untuk aplikasi akses komunikasi cepat berbasis cahaya tampak adalah Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Meskipun lebih kompleks dibandingkan modulasi berbasis Pulse Time Modulation (PTM), teknik OFDM disinyalir dapat lebih menghemat bandwidth komunikasi karena membagi bandwidth lebar menjadi spektrum yang sempit (sub-carrier) dan saling overlap. Sebagai akibat, transfer data akan lebih cepat dibandingkan PTM. Pada penelitian sebelumnya, penulis telah berhasil mendesain sistem low-cost VLC dengan modulasi digital 1-PWM (3,3 kbps) dan 2-PWM (6,2 kbps). Motivasi dari penelitian ini adalah menigkatkan laju data dengan menggunakan OFDM. Modulasi binary shift-keying modulation (BPSK) dipilih sebagai Mapper. Adapun hardware sistem VLC, penulis memanfaatkan penelitian yang sebelumnya sehingga penelitian ini sebatas proof-of-concept (POC) untuk membuktikan bahwa modulasi BPSK lebih cepat daripada 1-PWM dan 2-PWM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa modulasi BPSK memiliki kecepatan dua kali lipat dibandingkan 2-PWM, yakni 13.4 kbps. Pengujian lain yang dilakukan adalah pengukuran Bit-error-rate (BER) dengan variasi jarak kanal optik dan sudut penerimaan
Pengembangan instrumen penilaian portofolio berbasis multiple intelligence untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kelayakan, dan efektivitas penggunaan instrumen penilaian portofolio berbasis multiple intelligence untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa SMA/MA. Prosedur pengembangan menggunakan model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Hasil penelitian: (1) karakteristik instrumen memiliki tingkat kesukaran pada kisaran -2,00 sampai +1,41 dengan reliabilitas pada kisaran 0,00 sampai 0,97; (2) instrumen dikatakan layak ditinjau dari validitas isi, empiris, dan reliabilitas; (3) hasil pengukuran kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 4 Yogyakarta berada pada kategori sedang dan tinggi dengan kisaran sebesar 34,7% - 65,3% dan 72,2% - 78,8%, dapat dikatakatan instrumen efektif untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa; (4) hasil pengukuran sikap ilmiah siswa berada pada kategori sedang dan tinggi dengan kisaran sebesar 36% - 66% dan 71% - 94%, dapat dikatakan instrumen efektif untuk mengukur sikap ilmiah siswa.
Developing portfolio assessment based on multiple intelligence instrument for measuring critical thinking skills and scientific attitudes
Abstract
This development research aims to find out characteristics, feasibility, and effevtiveness of portfolio assessment based on multiple intelligence instrument for measuring critical thinking skills and scientific attitudes. This developmental study refers to the model suggested by Thiagarajan which is define, design, develop, and disseminate. The results show that: (1) the characteristics of instrumen have good difficulty level -2,00 untill +1,41 and reliability 0,00 untill 0,97; (2) instrumen is feasible in terms of the contents and empirical validity, and reliabily; (3) the measurement of students\u27s critical thinking skills are in the medium and high category 34,7% - 65,3% and 72,2% - 78,8%, so that an effective instrument used to measure students\u27s critical thinking skills; (4) the measurement of students\u27s scientific attitudes are in the medium and high category 36% - 65,3% and 71% - 94%, so that an effective instrument used to measure students\u27s scientific attitudes
The development of science comic to improve student\u27s understanding in elementary school
This study aims to: (1) understand the steps of science comic development for grade V elementary school students, (2) understand the feasibility of comic science from learning aspect, materials aspect, and instructional media aspect, (3) understand the effectiveness of science comics to increase students understanding in elementary school. This is a research and development by using ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Product validation tests are carried out by material experts, learning experts, media experts, teacher response, and students respond. Product implementation is conducted on the grade V students of Muhammadiyah Ngijon 1 elementary school. Data collection is used questionnaire and test. The results showed that the assessment from media experts is 81.25 (high feasibility); from the science, material expert is 85.00 (high feasibility); from learning experts is 93.18 (high feasibility). Teachers and students in the small group obtained a value of 97.50 (high feasibility) and in large group trials obtained a value of 94.58 (high feasibility). The effectiveness of science comic is tested by Wilcoxon signed test and the result of Z value at -3.903 on the asimp significance of 0.000 on two-tailed test. The tets result show that the significance value is smaller than alpha (0.05); then it can be concluded that Ho is rejected and Ha accepted . It means that there are differences in students\u27 understanding of pre-test and post-test in science learning, so it can be concluded that science comis is effective to improve the understandin
Flipbook berbasis literasi Islam: Pengembangan media pembelajaran fisika dengan 3D pageflip professional
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan serta mengetahui kelayakan dan kemenarikan media pembelajaran fisika berbasis literasi Islam yang dikembangkan dengan menggunakan software 3D pageflip professional. Media yang dikembangkan berupa flipbook untuk materi dinamika partikel. Hasil prapenelitian yang dilakukan di beberapa SMA terutama di MA menunjukkan bahwa perlu dikembangkan media pembelajaran berbasis literasi Islam ini. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan yang dilakukan sesuai tahapan model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran fisika berbasis literasi Islam yang sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika SMA/MA.
Flipbook based on Islamic literacy: The development of physics learning media using 3D pageflip professional
Abstract
This study aims to develop and determine the feasibility and attractiveness of Islamic literacy-based physics learning media developed using professional pageflip 3D software. The media developed is a flipbook for particle dynamics material. The results of pre-research conducted in several high schools, especially in MA, show that it is necessary to develop this Islamic literacy-based learning media. This type of research is development research carried out according to the stages of the ADDIE development model (analyze, design, development, implementation, and evaluation). This study resulted in Islamic literacy-based physics learning media that was very feasible and very interesting to use as a medium of physics learning for SMA / MA
Regional-potential-based plantation vocation education analysis in East Kalimantan Province
This study aims do provide plantation vocation education facilities in accordance with the needs of the plantation labor market for several years to come.This was a quantitative study analyzing secondary data and setting the plantation vocation education needs by first making a projection of the population comprising the age group of 16-18 years in East Kalimantan Province.The research conclusions show: East Kalimantan Province need plantation vocation Education. The projection of plantation workers in East Kalimantan Province for 5 years to come from 2015 to 2019 on the whole experiences an increase in the needs for plantation workers continuously. In relation to the results of the projection for plantation workers in East Kalimantan Province for 5 years to come, the needs for vocational education in plantation in the province increase continuously