UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
Not a member yet
    4089 research outputs found

    PEMBERDAYAAN MITRA MELALUI PENYERAHAN ALAT DAN PELATIHAN TEKNOLOGI PRODUKSI DI DESA GLEMPANG

    Full text link
    Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kelompok ternak sapi perah dan kelompok ternak madu hutan di Desa Glempang melalui penerapan teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas mitra. Intervensi dilakukan melalui penyerahan alat perah susu sapi, alat pembuat yoghurt otomatis, alat pemeras madu, serta alat packaging madu otomatis, disertai pelatihan operasional secara langsung. Pendekatan deskriptif-partisipatif digunakan untuk memastikan transfer teknologi berjalan efektif dan keterampilan teknis mitra meningkat. Hasil awal menunjukkan bahwa kedua kelompok mitra lebih siap dalam mengoperasikan alat, mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, serta memperoleh mutu produk yang lebih konsisten. Kegiatan ini menjadi tahap awal menuju penguatan kemandirian ekonomi lokal melalui integrasi teknologi secara berkelanjutan

    MARKETING PROMOTION ASSISTANCE FOR TRADITIONAL HEALERS IN WONOSOBO IN DEALING WITH CANCER PATIENTS

    Full text link
    Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Pengobatan konvensional seperti kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan kerap menimbulkan efek samping yang berat, sehingga mendorong masyarakat mencari alternatif pendamping berupa Terapi Komplementer dan Alternatif (TKA) melalui pengobatan tradisional. Wonosobo memiliki potensi besar dalam pengembangan pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad) melalui peran aktif Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI). Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah lemahnya strategi promosi dan komunikasi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan promosi para pengobat tradisional di Griya Sehat Hudaya Bhakti, Wonosobo, melalui pelatihan pemasaran digital berbasis media sosial. Metode yang digunakan ialah pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, perencanaan, dan pelatihan pembuatan video promosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusiasme pengobat tradisional terhadap penggunaan media sosial sebagai sarana promosi edukatif dan etis. Implikasinya, strategi promosi digital berbasis konten edukatif dan testimoni dinilai efektif untuk memperluas jangkauan, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat eksistensi pengobatan tradisional di era digital

    PENGARUH PENERAPAN ANDRAGOGI, SELF- REGULATED LEARNING, DAN LITERASI MEMBACA TERHADAP PEMANFAATAN BLENDED LEARNING BERBASIS LMS PADA CALON GURU PENGGERAK REGULER DI PROVINSI NTT [THE EFFECT OF ANDRAGOGY APPLICATION, SELF-REGULATED LEARNING, AND READING LITERACY TO THE USE OF LMS- BASED BLENDED LEARNING ON CALON GURU PENGGERAK REGULAR OF THE NINTH BATCH IN NTT PROVINCE]

    Full text link
    Research on the utilization of LMS-based blended learning and the implementation of andragogy in the Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) program for Calon Guru Penggerak (CGP) remains limited, particularly in East Nusa Tenggara (NTT) Province. As of 2023, this program has graduated eight cohorts of Guru Penggerak. However, the failure rate has increased over the last three cohorts. This study aims to analyze the influence of andragogy implementation, self-regulated learning (SRL), and reading literacy on the utilization of LMS-based blended learning among the ninth cohort of regular CGP in NTT Province. This research involved 152 respondents from 13 districts and one municipality in NTT. The findings indicate that for the ninth cohort of regular CGP in NTT Province: (1) andragogy implementation significantly influences the utilization of LMS-based blended learning; (2) SRL does not have a significant effect on the utilization of LMS-based blended learning; (3) reading literacy has a significant effect on the utilization of LMS-based blended learning; and (4) collectively, andragogy implementation, SRL, and reading literacy influence the utilization of LMS-based blended learning.  Abstrak Bahasa Indonesia Penelitian mengenai pemanfaatan blended learning berbasis LMS serta implementasi andragogi dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) bagi Calon Guru Penggerak (CGP) masih sangat terbatas, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga tahun 2023, program ini telah meluluskan delapan angkatan guru penggerak. Namun, dalam tiga angkatan terakhir, tingkat ketidaklulusan mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan andragogi, Self-Regulated Learning (SRL), dan literasi membaca terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS pada CGP reguler angkatan kesembilan di Provinsi NTT. Penelitian ini melibatkan 152 responden yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kotamadya di Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada CGP reguler angkatan kesembilan di Provinsi NTT: (1) penerapan andragogi berpengaruh terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS; (2) SRL tidak berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS; (3) literasi membaca berpengaruh terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS; dan (4) secara simultan, penerapan andragogi, SRL, dan literasi membaca berpengaruh terhadap pemanfaatan blended learning berbasis LMS

    Pengembangan dan Perancangan Alat Potong Sayur dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD): [Vegetable Cutting Tools Development and Design Using Quality Function Deployment (QFD) Method]

    Full text link
    Technology can help household chores. One household task involves manual cutting of vegetables. The concept of vegetable cutting tool’s design and development is driven by the need to reduce injuries and increase productivity for users. The research’s objective is to design and develop a vegetable cutting tool using the Quality Function Deployment (QFD) method. The limitations of the problems in QFD are the creation of the House of Quality , parts deployment, and product development and design is on phases 0, 1, 2, and 3. Phase 0 generates a mission statement for the vegetable cutting tool. Phase 1 creates assessments for the HoQ. Phase 2 produces design representations. Phase 3 designs the prototype. First step of HoQ is gathering feedback on customer needs based on feature, performance, and ergonomic aspects. The Voice of Customer results in six variable WHATs and seven HOWs. The HoQ shows three main priorities for product design and  development: short user steps, blade sharpness, and automation of the tool. Parts deployment identifies critical components in the design of the tool, including the main frame, tool automation, and blade. Subsequently, the vegetables cutting tool’s prototype is designed. Prototype shows difference in ergonomic and shorter user step. Bahasa Indonesia Abstract: Teknologi dapat membantu manusia menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Salah satu pekerjaan rumah tangga yaitu pemotongan sayur yang manual. Gagasan pengembangan dan perancangan alat potong sayur dilandasi oleh kebutuhan pengurangan cedera serta meningkatkan produktivitas kerja bagi penggunanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merancang dan mengembangkan produk alat potong sayur menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Pembatasan masalah penelitian pada QFD dilakukan penyusunan House of Quality, parts deployment, serta pada pengembangan dan perancangan produk berfokus pada fase 0, 1, 2, dan 3. Fase 0 menghasilkan mission statement alat potong sayur. Fase 1 menghasilkan penilaian penyusunan HoQ. Fase 2 menghasilkan penggambaran desain. Fase 3 berfokus perancangan prototype. Penyusunan awal HoQ adalah mendapatkan suara kebutuhan pelanggan yang didasarkan aspek fitur, performansi dan ergonomi. Pengumpulan VoC menghasilkan enam variabel WHATs dan tujuh HOWs. Hasil HoQ mendapatkan tiga prioritas utama dalam pengembangan dan perancangan produk yaitu langkah penggunaan singkat, ketajaman pisau, dan otomatisasi alat potong sayur. Parts deployment mengidentifikasi komponen kritis dalam perancangan alat potong sayur yaitu kerangka utama, otomatisasi alat, dan pisau pemotong. Lalu, dilanjutkan perancangan prototype alat potong sayur. Prototype memberikan pengembangan yang terlihat pada aspek ergonomi dan langkah penggunaan alat singkat

    Efek Edible Coating dengan Penambahan Ekstrak Daun Jati pada Mutu Daging Sapi Segar: [Effect of Edible Coating with Addition of Teak Leaf Extract on The Quality of Fresh Beef]

    Full text link
    Beef is one of perishable food because it has the availability of complete nutrition. Storage at low temperatur could slow down quality degradation. Edible coating is a method that has been proven capable of protecting and inhibiting damage to food products. The addition of antimicrobial compounds can be an alternative in increasing the durability and quality of food during storage. Red teak leaves, Chinese teak leaves and Dutch teak leaves are known to have active compounds that can act as antibacterial. This study aims to study the effect of adding different types of teak leaf extract as an additive to the edible coating on the quality of beef stored at refrigerator temperatures. Each ethanol extract of teak leaves will be seen its antibacterial activity based on inhibition zones produced using the well diffusion method, MIC (Minimum Inhibitory Concentration) and MBC (Minimum Bactericidal Concentration) at concentrations of 1, 2, and 3%. Red teak leaves have the ability to produce the best inhibition zone diameter between the two other types of teak leaves at 3% extract concentration can produce inhibition zone diameter of 14.85 ± 0.05 mm against Escherichia coli bacteria and 12.93 ± 0.55 mm against Staphylococcus aureus bacteria. Edible coating with the addition of 3% red teak leaf extract is known to be able to maintain the quality of beef until the storage time of the 9th day at refrigerator temperature (chilling) based on parameters of pH, color (lightness and hue value) and total plate count (TPC). Bahasa Indonesia Abstract: Daging sapi merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan karena memiliki ketersediaan nutrisi yang lengkap. Salah satu cara untuk memperlambat penurunan mutu daging sapi yaitu dengan penyimpanan suhu rendah. Edible coating merupakan metode yang telah terbukti mampu melindungi dan menghambat kerusakan produk pangan. Penambahan senyawa anti mikroba dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan daya tahan dan kualitas bahan pangan selama penyimpanan. Daun jati Merah, daun jati Cina dan daun jati Belanda diketahui memiliki senyawa aktif yang dapat berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek dari penambahan ekstrak daun jati dengan jenis yang berbeda sebagai bahan tambahan pada edible coating terhadap mutu daging sapi yang disimpan pada suhu refrigerator. Setiap ekstrak daun jati akan dilihat aktivitas antibakterinya berdasarkan zona hambat yang dihasilkan menggunakan metode difusi sumur, nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) pada konsentrasi 1, 2, dan 3%.  Daun jati Merah memiliki kemampuan menghasilkan diameter zona hambat yang paling baik diantara kedua jenis daun jati lainnya pada konsentrasi ekstrak 3% dapat menghasilkan diameter zona hambat sebesar 14,85 ± 0,05 mm terhadap bakteri Escherichia coli dan 12,93 ± 0,55 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Edible coating dengan penambahan ekstrak daun jati Merah 3% diketahui mampu mempertahankan mutu daging sapi hingga waktu penyimpanan hari ke-9 pada suhu chilling (refrigerator) berdasarkan parameter mutu pH, warna (lightness dan nilai Hue) dan total plate count (TPC)

    Factors Influencing Mosquito Nest Eradication in Dengue Hemorrhagic Fever Prevention

    Full text link
    Dengue hemorrhagic fever (DHF) poses a significant public health in Indonesia. Despite government efforts to control disease vectors, the rising population density and mobility in Tangerang Regency have contributed to the rapid spread of DHF. This highlights the urgent need to eradicate mosquito nests for outbreak management and prevention. This study aims to identify risk factors associated with mosquito nest eradication in the Tangerang Regency. A cross-sectional design was used, with 400 participants selected through convenience sampling. Data were analyzed using logistic regression. The results of the multivariate analysis revealed age (p-value = 0.012), knowledge (p-value = 0.001), and support from healthcare workers (p-value = 0.003) as variables linked to mosquito nests eradication. Knowledge was the most dominant variable (OR = 5.857); individuals with low knowledge levels were 5.8 times less likely to engage in mosquito nest eradication compared to those with high knowledge after being controlled for age and support from health workers. These findings underscore the urgency of addressing these risk factors. Nurses can play a key role by providing health education to the community, emphasizing the importance of regularly draining and cleaning water containers, covering water storage, and reusing or recycling waste to reduce mosquito breeding sites

    Smart Virtual Reality–Artificial Intelligence for Improving Vulva Hygiene Knowledge and Attitudes among Early Adolescents Girls: Smart VR-AI untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Awal Mengenai Kebersihan Vulva

    No full text
    Vulva hygiene is a crucial yet often overlooked aspect of adolescent reproductive health, and early adolescents often lack engaging and effective educational media. Smart Virtual Reality–Artificial Intelligence (VR–AI) based education provides an immersive and personalized learning experience, which has the potential to improve health literacy more effectively than conventional approaches. This study aimed to evaluate the effectiveness of VR–AI–based education in improving knowledge and attitudes related to vulva hygiene among early adolescent girls. A quasi-experimental nonequivalent pretest–posttest control group design was conducted at a public elementary school in Purwakarta, Indonesia, involving 35 female students aged 10–13 years, divided into intervention (n=18) and control (n=17) groups. The intervention group received a 3-minute VR–AI educational video via VR headsets, while the control group received a conventional lecture with equivalent duration and content. Knowledge and attitudes were measured using validated questionnaires and analyzed with parametric and nonparametric tests at a significance level of α=0.05. Both groups experienced significant improvements in knowledge (intervention: p<0.001; control: p=0.003) and attitudes (intervention: p=0.001; control: p=0.010). Post-test attitudes were significantly higher in the intervention group compared with the control group (p=0.014), although knowledge did not differ significantly (p=0.075). VR–AI–based education enhances positive attitudes and represents a beneficial approach to adolescent reproductive health promotion. Schools are encouraged to integrate VR–AI media as a complementary strategy to strengthen the effectiveness and long-term sustainability of health education programs.Kebersihan vulva adalah aspek kesehatan reproduksi yang penting namun sering diabaikan, dan remaja awal seringkali memiliki akses terbatas ke pendidikan yang menarik dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan berbasis Virtual Reality-Artificial Intelligence (VR-AI) dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kebersihan vulva di kalangan remaja awal. Desain kelompok kontrol pretest-posttest nonequivalent quasi-experimental dilakukan di sebuah sekolah dasar negeri di Purwakarta, Indonesia, yang melibatkan 35 siswa perempuan berusia 10-13 tahun, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=18) dan kontrol (n=17). Kelompok intervensi menerima video VR-AI berdurasi 3 menit melalui headset VR, sedangkan kelompok kontrol menerima kuliah konvensional. Pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner yang divalidasi dan dianalisis dengan uji parametrik dan nonparametrik dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kedua kelompok (intervensi: p<0,001; kontrol: p=0,003) dan sikap (intervensi: p=0,001; kontrol: p=0,010). Sikap pasca-tes secara signifikan lebih tinggi pada kelompok intervensi daripada pada kelompok kontrol (p=0,014), sedangkan perbedaan pengetahuan tidak signifikan (p=0,075). Pendidikan berbasis VR-AI secara efektif menumbuhkan sikap positif dan mendukung promosi kesehatan reproduksi remaja. Sekolah direkomendasikan untuk mengintegrasikan media VR-AI sebagai strategi pelengkap metode konvensional untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program pendidikan kesehatan

    EKSPLORASI KESULITAN SISWA: ANALISIS PEMAHAMAN KONSEPTUAL TENTANG PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL [EXPLORING STUDENT DIFFICULTIES: ANALYSIS OF CONCEPTUAL UNDERSTANDING OF TWO-VARIABLE LINEAR INEQUALITIES]

    Full text link
    This study employed a descriptive qualitative approach to analyze high school students’ conceptual understanding of Two-Variable Linear Inequality (PtLDV) problems. Conceptual understanding constitutes a core component of mathematical proficiency. Three students were selected through purposive sampling based on their problem-solving abilities. Data were collected using written tests, interviews, and documentation. The instruments were designed to measure three indicators of conceptual understanding: (1) the ability to restate concepts, (2) the capacity to present concepts through multiple mathematical representations, and (3) the ability to apply concepts or algorithms in problem-solving contexts. Data analysis followed the Miles and Huberman model. The findings indicate that two students demonstrated a high level of conceptual understanding, meeting all indicators, whereas one student exhibited a low level of understanding, particularly in relation to problem context and mathematical modeling. These results underscore the need to design adaptive learning strategies to support students with conceptual gaps and suggest that future studies using mixed-methods designs may yield deeper insights into this issue. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis pemahaman konseptual siswa sekolah menengah atas tentang masalah Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (PtLDV). Pemahaman konseptual merupakan landasan kemahiran matematika. Tiga siswa dipilih sebagai subjek dengan menggunakan purposive sampling berdasarkan kemampuan pemecahan masalah. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen disusun untuk menilai tiga indikator pemahaman konseptual: (1) kemampuan menyatakan ulang konsep, (2) keterampilan menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis, dan (3) kompetensi menerapkan konsep atau algoritma untuk pemecahan masalah. Model Miles dan Huberman digunakan sebagai panduan dalam proses analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua siswa mencapai tingkat pemahaman yang tinggi, memenuhi semua indikator konseptual. Sebaliknya, satu siswa menunjukkan tingkat pemahaman yang rendah, menunjukkan kesulitan khusus dengan konteks masalah dan pemodelan matematika. Temuan ini menyoroti pentingnya merancang strategi pembelajaran adaptif untuk membantu siswa dengan kesenjangan pemahaman dan menyarankan agar pendekatan metode campuran dalam penelitian di masa depan dapat memberikan eksplorasi yang lebih mendalam tentang masalah ini

    Anugerah Umum: Sebuah Usulan Integrasi Iman dan Ilmu Menurut Abraham Kuyper

    Full text link
    Ada banyak variasi relasi antara iman dan ilmu pengetahuan. Yang umum diketahui pembagian dari Ian G. Barbour dengan empat kategorinya. Artikel ini fokus pada salah satu kategorinya yaitu integrasi. Menggunakan metode penelitian literatur, artikel ini difokuskan pada konsep teologi anugerah umum (common grace) Abraham Kuyper, sebagai kerangka melakukan integrasi antara iman dan ilmu. Sebagai hasilnya, beberapa prinsip usulan untuk integrasi iman dan ilmu. Pertama-tama ditunjukkan bahwa integrasi iman dan ilmu sesungguhnya terjadi dalam diri integrator itu sendiri, melalui pengalamannya dengan Allah yang menganugerahkan iman, dan iman itu yang membawanya kepada kecintaan serta pencarian akan ilmu pengetahuan yang sejati. Selanjutnya, anugerah umum juga membawa integrator untuk menghargai nature sebagai anugerah Allah, bahkan tanpa alergi menggunakan ilmu dari mereka yang unregenerate. Lalu dibagian akhir, ditunjukkan bagaimana integrasi membawa kemuliaan bagi Allah

    Visualisasi Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Perempuan melalui Poster Ilustrasi

    Full text link
    Kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan seakan menjadi rahasia umum dalam masyarakat kontemporer. Berlindung dibalik budaya patriarkis, perempuan dianggap inferior dari pria, dan menjadi subjek atas opresi dan eksploitasi. Penelitian ini mengeksplorasi peran budaya patriarki dalam kekerasan dalam rumah tangga yang dialami perempuan melalui visualisasi dalam bentuk poster ilustrasi yang memberikan pandangan sarkasme terhadap fenomena tersebut. Studi ini dilakukan menurut metodologi Double Diamond untuk proses perancangan poster, dan bertumpu pada studi literatur sebagai landasan teoritis. Karya yang dihasilkan tidak hanya mengkritik kekerasan dalam rumah tangga yang dialami perempuan, namun mendorong kepekaan masyarakat terhadap fenomena tersebut. Rekomendasi dari makalah ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pendidikan dan kampanye visual yang efektif, serta implementasi kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan penegakan hukum yang tegas. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan intervensi berbasis media yang lebih efektif dalam menantang narasi patriarki dan mempromosikan kesetaraan gender secara holistik

    3,097

    full texts

    4,089

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇