UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
Not a member yet
4089 research outputs found
Sort by
Comparative Effectiveness of SGLT2 Inhibitors and GLP-1 Receptor Agonists in Heart Failure: A Systematic Review
Background: Heart failure (HF) affects over 64 million individuals globally and is associated with high morbidity and mortality, particularly in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). Sodium-glucose co-transporter 2 (SGLT2) inhibitors and glucagon-like peptide-1 receptor agonists (GLP-1 RAs) are emerging therapies with reported cardiovascular benefits. However, their comparative efficacy in HF-specific outcomes remains unclear. This systematic review aimed to assess and compare the safety and efficacy of SGLT2 inhibitors and GLP-1 RAs in patients with HF.
Methods: We systematically searched PubMed, EMBASE, and Scopus up to 1 May 2025 for randomized controlled trials (RCTs) evaluating SGLT2 inhibitors or GLP-1 RAs in adults with HF. Primary outcomes included all-cause and cardiovascular mortality; secondary outcomes included HF hospitalization and major adverse cardiovascular events (MACE). Risk of bias was assessed using the Cochrane RoB 2 tool and certainty of evidence with the GRADE approach.
Result: Fourteen RCTs comprising 30,867 patients (52.2% female; 63.2% with T2DM) were included. SGLT2 inhibitors significantly reduced cardiovascular mortality (RR: 0.85, 95% CI: 0.78–0.93, p < 0.001, I² = 14%), all-cause mortality (RR: 0.88, 95% CI: 0.81–0.95, p = 0.002, I² = 21%), and HF hospitalizations (RR: 0.72, 95% CI: 0.67–0.77, p < 0.001, I² = 0%). GLP-1 RAs did not demonstrate significant effects on these outcomes. Overall risk of bias was low to moderate; GRADE certainty ranged from moderate to high.
Conclusions: SGLT2 inhibitors provide consistent reductions in mortality and hospitalization in HF patients across glycemic statuses. GLP-1 RAs showed limited benefit in HF-specific outcomes, supporting the preferential use of SGLT2 inhibitors in HF treatment strategies
TOURIST ATTITUDES AS A FORMATION OF ELECTRONIC WORD-OF-MOUTH INTENTION AND VISIT INTENTION BUILT BY PERCEPTION OF SOCIAL MEDIA CONTENT AND PERCEPTION OF CITY IMAGE
Garut is one of the regions in West Java that has a lot of tourism potential. However, the number of tourists visiting Garut in 2014–2023 has not fully reached its target. This study aims to examine the effect of the perception of social media content and perception of city image on tourist attitude and their impact on electronic word-of-mouth (e-WOM) intentions and visit intentions. The study used a quantitative approach. The population is domestic tourists from outside Garut, who are in the provinces of West Java, Jakarta, and Banten, who in the last 3-6 months have travelled and are over 18 years old. We took the sample using the convenience sampling technique, then followed it up with snowball sampling to target 220 respondents. Data were processed using Structural Equation Modelling. This study found that perceptions of social media content and perceptions of city image affect tourist attitude. Tourists' attitude affects e-WOM intentions and visit intentions. E-WOM intentions affects visit intentions. Tourist attitude mediate the effect of perceptions of social media content and perceptions of city image on both e-WOM intentions and visit intentions. The managerial implication is that the efforts to generate tourist visit intentions are through strengthening their attitude built by perceptions of the city's image, and by encouraging their intention to actively participate in e-WOM activities related to tourism in Garut, supported by designing more attractive social media content.
ABSTRAK DALAM BAHASA INDONESIA
Garut merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki banyak potensi wisata. Namun, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Garut dalam kurun waktu 2014-2023 belum sepenuhnya mencapai target. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi atas konten media sosial dan persepsi atas citra kota terhadap sikap wisatawan serta dampaknya terhadap niat melakukan Electronic Word-of-Mouth (e-WOM) dan niat berkunjung wisatawan ke Kota Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah wisatawan nusantara dari luar Garut, yang berada di provinsi Jawa Barat, DKJ Jakarta, dan Banten, yang dalam 3-6 bulan terakhir pernah melakukan perjalanan wisata, dan berusia di atas 18 tahun. Sampel diambil dengan menggunakan teknik convenience sampling yang dilanjutkan dengan snowball sampling dengan target 220 responden. Data diolah dengan menggunakan Structural Equation Modeling. Temuan mengungkapkan bahwa persepsi atas konten media sosial dan persepsi atas citra kota memengaruhi sikap wisatawan. Sikap wisatawan memengaruhi niat melakukan e-WOM dan niat berkunjung. Niat melakukan e-WOM memengaruhi niat berkunjung. Sikap wisatawan memediasi pengaruh persepsi atas konten media sosial dan persepsi atas citra kota, baik terhadap niat melakukan e-WOM maupun terhadap niat berkunjung. Implikasi manajerial dari penelitian ini bahwa upaya yang dapat dilakukan oleh pengelola destinasi wisata di Garut untuk membangkitkan niat berkunjung wisatawan, adalah melalui penguatan sikap yang dibangun oleh persepsi atas citra kota, serta dengan mendorong niat mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan e-WOM terkait wisata di Garut, yang ditunjang dengan merancang konten media sosial yang lebih menarik
english
Financial reports are the primary means of collaborative a company's financial data to sponsors, including shareholders, stockholders, and the government. These reports describe a company's performance and assets in financial terms, and serve as an important accountability tool, exclusively for public firms that have high transparency obligations. This Paper intentions to analytically investigate the aspects that affect the timeliness of company financial reporting, with a focus on the integration of earnings management as a mediating variable. This study analyses 81 oil and gas companies registered on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2023. testing the effect of leverage, profitability, and auditor quality on the timeliness of financial reporting, with earnings management as a mediating factor as the novelty. The outcomes discovered that leverage and profitability pointedly affect earnings management, while auditor quality does not. Furthermore, leverage, profitability, auditor quality, and earnings management significantly affect the timeliness of financial reporting. Earnings management mediates the relationship between leverage and profitability on timeliness, but does not mediate the relationship between auditor quality and timeliness. The results provide valuable insights for stakeholders, management, and regulators, emphasizing the role of earnings management in shaping timely financial reporting. This study supports companies in refining internal reporting policies and assists regulators in developing policies to improve transparency and accountability in the capital market, particularly in the oil and gas sector.
ABSTRAK DALAM BAHASA INDONESIA
Laporan keuangan adalah media utama untuk memberikan informasi keuangan perusahaan untuk para pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, investor, dan pemerintah. Laporan-laporan ini menggambarkan kinerja dan aset perusahaan dalam bentuk finansial, dan berfungsi sebagai alat akuntabilitas yang penting, terutama bagi perusahaan publik yang memiliki kewajiban transparansi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara empiris faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan, dengan fokus pada integrasi manajemen laba sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menganalisis 81 perusahaan minyak dan gas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2019 hingga 2023. pengujian pengaruh leverage, profitabilitas, dan kualitas auditor terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan, dengan manajemen laba faktor mediasi sebagai Kebaruannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa leverage dan profitabilitas secara signifikan mempengaruhi manajemen laba, sedangkan kualitas auditor tidak. Lebih lanjut, leverage, profitabilitas, kualitas auditor, dan manajemen laba secara signifikan mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. Manajemen laba memediasi hubungan antara leverage dan profitabilitas terhadap ketepatan waktu, tetapi tidak memediasi hubungan antara kualitas auditor dan ketepatan waktu. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pemangku kepentingan, manajemen, dan regulator, yang menekankan peran manajemen laba dalam membentuk pelaporan keuangan yang tepat waktu. Studi ini mendukung perusahaan dalam menyempurnakan kebijakan pelaporan internal dan membantu regulator dalam mengembangkan kebijakan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di pasar modal, khususnya di sektor minyak dan gas.Laporan keuangan adalah sarana utama untuk mengkomunikasikan informasi keuangan perusahaan kepada para pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, investor, dan pemerintah. Laporan-laporan ini menggambarkan kinerja dan aset perusahaan dalam bentuk finansial, dan berfungsi sebagai alat akuntabilitas yang penting, terutama bagi perusahaan publik yang memiliki kewajiban transparansi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi secara empiris faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan, dengan fokus pada integrasi manajemen laba sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menganalisis 81 perusahaan minyak dan gas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2019 hingga 2023. pengujian pengaruh leverage, profitabilitas, dan kualitas auditor terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan, dengan manajemen laba faktor mediasi sebagai Kebaruannya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa leverage dan profitabilitas secara signifikan mempengaruhi manajemen laba, sedangkan kualitas auditor tidak. Lebih lanjut, leverage, profitabilitas, kualitas auditor, dan manajemen laba secara signifikan mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. Manajemen laba memediasi hubungan antara leverage dan profitabilitas terhadap ketepatan waktu, tetapi tidak memediasi hubungan antara kualitas auditor dan ketepatan waktu. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga bagi para pemangku kepentingan, manajemen, dan regulator, yang menekankan peran manajemen laba dalam membentuk pelaporan keuangan yang tepat waktu. Studi ini mendukung perusahaan dalam menyempurnakan kebijakan pelaporan internal dan membantu regulator dalam mengembangkan kebijakan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di pasar modal, khususnya di sektor minyak dan gas
FROM RECRUITMENT TO RETENTION: STRATEGIC MARKETING COMMUNICATION FOR HIGHER EDUCATION MANAGEMENT IN VIETNAM
This research investigates the dynamics of marketing communication (marcom) within Vietnamese universities, focusing on the balance between student recruitment and stakeholder engagement. The study aims to identify the key marcom activities, channels, and messaging strategies employed, assess the performance indicators and evaluation metrics, and explore how universities engage with stakeholders beyond prospective students. An in-depth interview approach was employed, involving ten representatives from higher education institutions in Vietnam. The findings reveal that Vietnamese universities predominantly focus their marcom efforts on student recruitment, with a combination of digital marketing and traditional methods like open days and school visits. Enrollment figures and digital metrics are the primary performance indicators used to assess effectiveness. However, the study highlights a lack of comprehensive communication strategies that encompass broader institutional goals and stakeholder engagement. The need for a balanced approach and alignment with institutional values is emphasized to enhance overall institutional competitiveness, support strategic planning, and contribute to education management practices.
Abstrak dalam Bahasa Indonesia
Penelitian ini mengkaji dinamika komunikasi pemasaran (marketing communication / marcom) di universitas-universitas Vietnam, dengan fokus pada keseimbangan antara perekrutan mahasiswa dan keterlibatan pemangku kepentingan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas, saluran, dan strategi pesan utama yang digunakan dalam marcom; menilai indikator kinerja dan metrik evaluasi; serta mengeksplorasi bagaimana universitas menjalin hubungan dengan pemangku kepentingan selain calon mahasiswa. Pendekatan wawancara mendalam digunakan dalam penelitian ini, melibatkan sepuluh perwakilan dari institusi pendidikan tinggi di Vietnam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa universitas di Vietnam secara dominan memfokuskan upaya marcom pada perekrutan mahasiswa, dengan memanfaatkan kombinasi pemasaran digital dan metode tradisional seperti open day dan kunjungan ke sekolah. Angka pendaftaran dan metrik digital menjadi indikator kinerja utama yang digunakan untuk menilai efektivitas. Namun, penelitian ini menyoroti kurangnya strategi komunikasi yang komprehensif yang mencakup tujuan kelembagaan yang lebih luas serta keterlibatan pemangku kepentingan. Kebutuhan akan pendekatan yang seimbang dan selaras dengan nilai-nilai institusi ditekankan guna meningkatkan daya saing kelembagaan secara keseluruhan, mendukung perencanaan strategis, dan berkontribusi pada praktik manajemen pendidikan
THE EFFECT OF FLEXIBILITY EXERCISE ON FATIGUE SCORE AND BLOOD PRESSURE IN HEMODIALYSIS PATIENTS AT HOSPITAL X, SERANG DISTRICT
Chronic kidney failure is becoming increasingly common and rising annually. Patients in stage five require hemodialysis or kidney transplantation due to the risk of blood pressure instability and fatigue. This study aimed to analyze the effect of flexibility exercise on reducing fatigue scores and blood pressure in hemodialysis patients at "X" Hospital, Serang Regency. A quasi-experimental pretest-posttest design was conducted from August to September 2024, involving 28 participants in the intervention group and 28 in the control group. The participants were selected using purposive sampling to ensure they met specific inclusion criteria relevant to the study. The intervention lasted for four weeks, utilizing the Fatigue Severity Scale (FSS) questionnaire and blood pressure measurements as research instruments. At baseline, most participants in both groups had severe fatigue (intervention: 85.7%; control: 92.9%) and hypertension (systolic: severe in 78.6% vs. 82.1%; diastolic: mild in 100% vs. 96.4%). Post-intervention, the exercise group showed significant reductions in fatigue (p=0.001) and systolic blood pressure (p=0.001), but not in diastolic blood pressure (p=0.599). The control group showeed no significant changes (fatigue: p=0.117; systolic: p=0.085; diastolic: p=0.225). Logistic regression indicated that flexibility exercise, occupation, and dialysis duration significantly influenced reductions in fatigue and systolic pressure (p<0.05), while gender and education did not (p>0.05). The intervention reduced fatigue by 71% (OR: 9.954; p=0.016) and systolic hypertension likelihood by 4-fold (p=0.003) compared to controls. The flexibility exercise intervention resulted in a 71% reduction in fatigue (OR = 9.954; p = 0.016) and significantly increased the likelihood of systolic blood pressure improvement by a factor of four compared to the control group (OR = 4.012; p = 0.003). Flexibility exercise is thus effective in reducing fatigue and blood pressure in hemodialysis patients. Further research is recommended to investigate external factors, such as social support, psychological conditions, and lifestyle influences to better understand the health outcomes of hemodialysis patients.Gagal ginjal kronik semakin umum terjadi dan meningkat setiap tahunnya. Pasien pada stadium lima memerlukan hemodialisis atau transplantasi ginjal karena risiko ketidakstabilan tekanan darah dan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan fleksibilitas terhadap penurunan skor kelelahan dan tekanan darah pada pasien hemodialisis di RSUD “X” Kabupaten Serang. Desain penelitian quasi eksperimen pretest-posttest dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2024 dengan melibatkan 28 partisipan pada kelompok intervensi dan 28 partisipan pada kelompok kontrol. Intervensi berlangsung selama empat minggu dengan menggunakan kuesioner FSS dan pengukuran tekanan darah sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi terdapat penurunan kelelahan dan tekanan darah yang signifikan pada kelompok intervensi (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa latihan fleksibilitas, pekerjaan, dan lama hemodialisis berpengaruh terhadap penurunan kelelahan dan tekanan darah sistolik (p<0,05), sedangkan jenis kelamin dan pendidikan tidak berpengaruh signifikan (p>0,05). Latihan fleksibilitas mengurangi kelelahan hingga 71% (p=0,016) dan menurunkan tekanan darah dengan kemungkinan empat kali lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p=0,003). Dengan demikian, latihan fleksibilitas efektif dalam mengurangi kelelahan dan tekanan darah pada pasien hemodialisis
BIBLIOMETRIC ANALYSIS OF MATHEMATICS EDUCATION APPLICATIONS INDEXED IN SCOPUS USING R STUDIO
This study aims to analyze the development of publications related to the creation of educational applications for mathematics teachers using R Studio. The method employed in this study is bibliometric analysis combined with a literature review of articles indexed in Scopus. Publication data were collected through Scopus.com to obtain articles from journals indexed by Scopus. A total of 2,389 relevant articles from 2018 to 2023 on mathematics education applications were analyzed. The findings indicate that research on the development of educational applications for mathematics teachers has been conducted and is growing. The number of related studies increased steadily from 2018 to 2022 but declined in 2023. The significant rise in publications up to 2022 reflects a strong interest in educational technology for mathematics, while the decline in 2023 presents new opportunities for research in emerging innovations such as artificial intelligence and adaptive learning. These findings may serve as a reference for application developers and educators in designing more effective mathematics learning tools and in encouraging the integration of technology into the curriculum. Further exploration is needed regarding the effectiveness of cutting-edge technologybased applications, disparities in access, and teacher training to ensure inclusive and sustainable implementation.
BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan publikasi terkait pengembangan aplikasi pendidikan bagi guru matematika menggunakan R Studio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bibliometrik dan tinjauan pustaka dari artikel Indeks Scopus. Data publikasi dikumpulkan menggunakan Scopus.com untuk mendapatkan data artikel dalam jurnal yang terindeks oleh Scopus. Data diperoleh dari sebanyak 2389 artikel yang relevan dari tahun 2018 hingga 2023 untuk aplikasi pendidikan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah dilakukan penelitian terkait pengembangan aplikasi pendidikan bagi guru matematika. Pengembangan penelitian telah meningkat dari tahun 2018 hingga 2022 dan menurun pada tahun 2023. Peningkatan signifikan publikasi hingga 2022 mengindikasikan minat yang tinggi terhadap teknologi pendidikan matematika, sementara penurunan pada 2023 membuka peluang penelitian baru terkait inovasi terkini seperti AI dan pembelajaran adaptif. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengembang aplikasi dan pendidik dalam merancang alat pembelajaran matematika yang lebih efektif serta mendorong integrasi teknologi dalam kurikulum. Perlunya eksplorasi lebih mendalam mengenai efektivitas aplikasi berbasis teknologi mutakhir, kesenjangan akses, dan pelatihan guru untuk memastikan penerapan yang inklusif dan berkelanjutan
BERPIKIR SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL SEGITIGA DITINJAU DARI GEOMETRIC HABITS OF MIND [MIDDLE SCHOOL STUDENTS' THINKING IN SOLVING TRIANGLE PROBLEMS FROM THE PERSPECTIVE OF GEOMETRIC HABITS OF MIND]
Understanding student thinking is important, especially regarding triangle material as it is a basic concept in geometry that forms the foundation for advanced geometry learning. The purpose of this research is to analyze junior high school students' thinking in solving triangle problems based on the Geometric Habits of Mind (GHoM) framework. In other words, this research identifies the GHoM components that emerge when junior high school students solve triangle problems. This research was conducted from November 2024 to January 2025 at MTsN 2 Kediri City. The research approach used was qualitative. The research subjects were ten eighth-grade students. The research instruments were triangle test questions, interview guidelines, GHoM indicator rubrics, recording devices, and notebooks. The results showed that the ability of reasoning with relationships was the most achieved GHoM indicator among the subjects, followed by balancing exploration and reflection.
BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pemahaman terkait berpikir siswa penting, terutama materi segitiga karena merupakan konsep dasar dalam geometri yang menjadi fondasi bagi pembelajaran geometri lanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berpikir siswa SMP dalam menyelesaikan soal segitiga berdasarkan kerangka Geometric Habits of Mind (GHoM). Dengan kata lain, penelitian ini mengidentifikasi komponen-komponen GHoM yang muncul ketika siswa SMP menyelesaikan soal segitiga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai Januari 2025 di MTsN 2 Kota Kediri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian adalah sepuluh siswa kelas VIII. Instrumen penelitian ini adalah instrumen soal tes segitiga, pedoman wawancara, rubrik indikator GHoM, alat perekam, dan buku catatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan reasoning with relationships merupakan indikator GHoM yang paling banyak tercapai pada subjek, diikuti oleh balancing exploration and reflection
GENDER DAN IDENTITAS MATEMATIS: STUDI KOMPARATIF PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA [GENDER AND MATHEMATICAL IDENTITY: A COMPARATIVE STUDY AMONG MATHEMATICS EDUCATION STUDENTS]
Research on mathematical identity has increasingly gained attention within the field of mathematics education. However, studies examining the mathematical identity of prospective mathematics teachers, particularly in relation to gender differences, remain limited. This study aims to investigate whether mathematical identity differs between male and female prospective mathematics teachers, focusing on aspects of interest, recognition, competence, performance, and beliefs about mathematics. A quantitative approach was employed using a questionnaire to collect data, which were analyzed using the Mann–Whitney statistical test. The findings indicate significant gender-based differences in the mathematical identity of prospective mathematics teachers across all measured components. These results provide a foundation for mathematics educators to consider instructional models that can positively shape and support the development of mathematical identity among future mathematics teachers.
BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian tentang identitas matematis mulai menjadi perhatian peneliti di bidang pendidikan matematika. Sayangnya, masih belum banyak peneliti yang membahas tentang identitas matematis calon guru matematika dengan perbedaan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah identitas matematis mahasiswa calon guru matematika berbeda untuk gender yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan minat, rekognisi, kompetensi, kinerja, dan keyakinan terhadap matematika. Penelitian kuantitatif dengan menggunakan angket digunakan untuk memperoleh data yang kemudian dianalisis menggunakan uji statistika Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan identitas matematika mahasiswa calon guru matematika pada gender yang berbeda, meliputi setiap komponen identitas matematis. Hasil penelitian ini menjadi dasar bagi guru atau pendidik matematika untuk mempertimbangkan model pembelajaran yang memberikan pengaruh positif pada pembentukan identitas matematis mahasiswa calon guru matematika
Dari Teks ke Konteks: Menerjemahkan 1 Petrus 5:1-4 dalam Praktik Kepemimpinan Kristen di Indonesia yang Plural
Abstrak
Tulisan ini berupaya memberikan satu tawaran praktis tentang kepemimpinan Kristen di tengah pluralitas Indonesia yang ditinjau dari teks 1 Petrus 5:1-4. Latar belakang penelitian ini dilakukan karena terjadinya berbagai tindakan yang merugikan di tengah-tengah bangsa Indonesia dalam berbagai interaksi sosial-politik masyarakat yang ditengarai akibat dari pluralitas bangsa Indonesia. Konflik sosial-politik masyarakat Indonesia kemungkinan salah satunya terjadi karena krisis kepemimpinan di Indonesia. Sementara itu, kepemimpinan Kristen diyakini sebagai alat yang mampu memberikan jawaban atas krisis kepemimpinan yang terjadi di Indonesia dengan prinsip-prinsip kebenaran dalam kepemimpinan Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika khususnya pada teks 1 Petrus 5:1-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen memberikan tawaran praktis yang realistis dan dapat diimplementasikan dalam konteks Indonesia yang plural. Terdapat empat karakteristik yang ditawarkan dalam kepemimpinan Kristen berdasarkan hermeneutika dari teks 1 Petrus 5:1-4 yang dapat diterapkan pada konteks pluralitas Indonesia.
Abstract
This paper attempts to provide a practical offer on Christian leadership during Indonesian plurality which is reviewed from the text of 1 Peter 5: 1-4. The background of this research is due to the occurrence of various detrimental actions amid the Indonesian nation in various socio-political interactions that are suspected to be the result of the plurality of the Indonesian nation. The socio-political conflicts of the Indonesian people may have occurred due to the leadership crisis in Indonesia. Meanwhile, Christian leadership is believed to be a tool that can provide answers to the leadership crisis that occurs in Indonesia with the principles of truth in Christian leadership. This research uses a hermeneutic approach, especially in the text of 1 Peter 5:1-4. The results show that Christian leadership provides a practical offer that is realistic and can be implemented in the context of plural Indonesia. There are four characteristics offered in Christian leadership based on the hermeneutics of the text of 1 Peter 5:1-4 that can be applied in the context of Indonesian plurality
Dialog Evangelikal-Ekumenikal: Integrasi Gerakan Kekristenan dalam Membangun Demokrasi Indonesia
This paper offers a concept of integrating Christian movements—particularly evangelical and ecumenical—as a form of participation in strengthening Indonesia’s democracy, which is currently in decline. The weakening of public participation and the fragmentation of political institutions signal a democratic crisis that demands active involvement from civil society, including religious organizations. However, history shows that the gap between theological approaches and social praxis within evangelical and ecumenical movements has undermined their potential to drive social transformation. Drawing from Paulo Freire’s thought on education as dialogue and liberating praxis, this paper argues that there is an opportunity for integration between evangelical and ecumenical movements through a collaborative approach referred to as the Dialogue Porch. This approach is understood as a reflective and practical space that integrates critical reflection and transformative action across Christian traditions. Using a qualitative method with a literature study approach, this paper demonstrates that evangelical-ecumenical collaboration can contribute to strengthening democratic values through three forms of praxis: contextual political education, inter-tradition discussion forums, and the revitalization of the Gospel in public life.
Tulisan ini menawarkan sebuah gagasan untuk mengasah nurani dan menegakkan demokrasi di tengah realitas kemunduran demokrasi di Indonesia yang ditandai dengan melemahnya partisipasi publik dan fragmentasi kelembagaan politik. Sejarah gerakan kekristenan di Indonesia turut berkontribusi terhadap dinamika ini melalui kesenjangan antara dua arus utama, yaitu evangelikal dan ekumenikal. Bertolak dari pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan sebagai dialog dan praksis pembebasan yang memanusiakan manusia, tulisan ini menegaskan bahwa terdapat peluang integrasi gerakan evangelikal-ekumenikal melalui kolaborasi di dalam gagasan Teras Dialog di tengah kepelbagaian kedua gerakan kekristenan di Indonesia. Gagasan ini diejawantahkan secara konkret melalui tiga praksis utama: pendidikan politik, forum diskusi lintas tradisi, dan revitalisasi Injil dalam kehidupan publik