Journal Portal - Universitas Islam Indonesia
Not a member yet
15271 research outputs found
Sort by
Do profit-and-loss sharing and regional growth buffer credit risk in Islamic rural banks?
Purpose – This study investigates how credit risk, profit-and-loss sharing (PLS) financing, and regional economic growth shape the profitability of Islamic rural banks in Indonesia and whether PLS portfolios and local conditions buffer the adverse effect of non-performing financing (NPF) on profitability through a moderating effect.Methodology – The analysis uses a balanced panel of 135 Islamic Rural Banks (IRBs) for 2019–2024, combining bank-level data with Gross Regional Domestic Product (GRDP) per capita growth. Fixed-effects panel regressions with two- and three-way interactions between NPF, PLS measures (total PLS, mudharabah, musharakah), and regional growth were estimated, controlling for size, capital adequacy, efficiency, funding structure, and time effects.Findings – The results demonstrate a robust negative association between non-performing financing (NPF) and return on assets (ROA). Mudharabah-based profit-and-loss sharing (PLS), rather than aggregate PLS or Musharakah alone, attenuates the impact of NPF. Similarly, higher regional growth weakens the marginal effect of credit risk. A negative and significant triple interaction indicates that Mudharabah intensity and favorable regional growth act as substitutes rather than complements, with the strongest mitigation of the NPF effect observed at low to moderate levels of both variables.Implications – The evidence suggests that IRB managers and regulators should calibrate PLS portfolios for regional macroeconomic conditions. Understanding local growth environments can guide the PLS configurations that are most appropriate for promotion within supervisory areas.Originality – This study is among the first to jointly examine the roles of PLS contract composition and regional economic growth in the credit-risk–profitability nexus of IRBs, showing how risk-sharing finance and local business cycles interact in shaping Islamic bank performance
Do ESG practices and intellectual capital drive financial performance? panel evidence from Indonesian public firms
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja keuangan perusahaan publik di Indonesia selama periode 2016–2022. Kinerja ESG diukur menggunakan skor ESG Refinitiv, sedangkan IC dihitung melalui model Value Added Intellectual Coefficient (VAIC). Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q untuk merepresentasikan penilaian pasar terhadap nilai perusahaan. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model, berdasarkan hasil uji pemilihan model yang menunjukkan kesesuaian model terhadap karakteristik data. Sampel penelitian terdiri atas 35 perusahaan yang memiliki kelengkapan data secara konsisten, sehingga menghasilkan total 245 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG, baik secara agregat maupun pada masing-masing dimensinya (lingkungan, sosial, dan tata kelola), tidak berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Hal ini menandakan bahwa faktor keberlanjutan belum menjadi determinan utama dalam penilaian pasar. Sebaliknya, Intellectual Capital terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin’s Q, yang mengindikasikan bahwa efektivitas pengelolaan aset tidak berwujud lebih diapresiasi oleh investor dibandingkan inisiatif keberlanjutan. Variabel kontrol menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan, sedangkan profitabilitas dan leverage tidak memengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat literatur mengenai determinan nilai perusahaan di pasar negara berkembang dengan menunjukkan bahwa modal intelektual merupakan faktor strategis yang lebih diperhatikan pasar dibandingkan ESG. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memprioritaskan pengembangan modal intelektual sebagai strategi peningkatan nilai pasar, serta bagi regulator untuk mendorong peningkatan kualitas, relevansi, dan kedalaman pelaporan ESG agar mampu memberikan sinyal yang lebih kuat bagi investor
Deteksi suap di lembaga sektor publik Indonesia: analisis multigrup
Pada lembaga sektor publik, suap masih menjadi sebuah fenomena yang masih sulit untuk dikendalikan. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir saja, suap yang terjadi di lembaga sektor publik (utamanya di Indonesia), masih tergolong sebagai salah satu jenis tindakan korupsi yang paling banyak terjadi, apabila dibandingkan dengan jenis tindakan korupsi lainnya. Maka dari itu, penelitian yang berfokus untuk mengeksplorasi berbagai faktor yang dapat meningkatkan kualitas proses pendeteksian fraud, utamanya tindakan suap, masih sangat dibutuhkan hingga saat ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama, untuk menganalisis secara empiris pengaruh dari faktor pengalaman, sebagai variabel yang diyakini dapat memoderasi hubungan antara audit forensik, dan audit investigasi terhadap proses pendeteksian suap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Survei dipilih sebagai metode, dengan kuesioner yang turut digunakan dalam rangka untuk memperoleh data utama pada penelitian ini. Adapun sebanyak 199 responden, yaitu auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia, diketahui telah mengisi secara lengkap setiap item pertanyaan kuesioner pada penelitian ini. Sementara itu, efek moderasi atas faktor pengalaman pada penelitian in, akan diuji dengan menggunakan smith-satterthwaite test. Hasil dari penelitian ini, membuktikan secara empiris bahwa faktor pengalaman ternyata belum terbukti sebagai variabel moderasi dalam proses pendeteksian suap. Hal ini menegaskan bahwa, kualitas pendeteksian suap melalui audit forensik/investigasi tidak terlalu dipengaruhi faktor pengalaman. Melainkan oleh faktor lainnya
Model konseptual: determinan efektivitas pajak pada emiten non-keuangan Di BEI
Kajian ini berfokus pada identifikasi faktor yang mempengaruhi efektivitas pajak perusahaan, di mana akan di lihat dari sektor perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini secara khusus mengulas peranan teknologi blockchain, koneksi politik, serta struktur kepemilikan institusional dan manajerial dalam menentukan tingkat efektivitas pajak perusahaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu model konseptual yang mampu menjelaskan bagaimana penerapan teknologi blockchain berpotensi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perpajakan, sementara koneksi politik serta struktur kepemilikan dipandang dapat mempengaruhi kebijakan dan keputusan pajak yang diambil oleh perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan konseptual, dengan tahapan meliputi pengumpulan literatur yang relevan, identifikasi variabel-variabel utama, serta penyusunan model berdasarkan landasan teori agensi dan teori ketergantungan sumber daya. Melalui pendekatan ini, akan menghasilkan bahwa blockchain dapat meningkatkan transparansi, kualitas pelaporan, dan efektivitas pajak. Koneksi politik mampu mempengaruhi kebijakan dan dapat melemahkan kepatuhan pajak. Sementara, kepemilikan institusional bisa memperkuat monitoring dan meningkatkan kepatuhan pajak, dan kepemilikan manajerial akan berdampak dua arah (positif dan negatif). Sehingga, model akhir akan menjadi efektivitas pajak ditentukan oleh interaksi teknologi, politik, dan struktur kepemilikan
The digital disruption: unraveling the impact of digital sharia banking transformation on organizational culture and employee engagement
The Indonesian Sharia banking sector stands at a critical juncture, mandated by regulators to significantly increase its market share amidst intense competition from conventional and Islamic FinTech. While digital transformation (DT) is hailed as the pathway to growth, its high failure rate is often attributed to neglected human factors. This study investigates the human element of DT within the unique, values-based context of Sharia banking. A cross-sectional quantitative study was conducted, collecting data via a structured online questionnaire from 293 employees of a major Indonesian Sharia bank undergoing corporate-wide digital transformation. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 3. The findings provide robust, empirical evidence that the positive impact of digital transformation on employee engagement is not direct but is fully mediated by the development of a digital-ready organizational culture. This study makes a distinct contribution by demonstrating that in Sharia banks where culture is intrinsically linked to Sharia principles like maslaha (public interest) and ta'awun (cooperation) strategic investment in cultivating a supportive, adaptive culture is not merely beneficial but is a prerequisite for unlocking employee engagement and achieving successful digital modernization
FENOMENA KESEJAHTERAAN GURU AGAMA YANG RENDAH DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH
Penelitian ini mengkaji fenomena rendahnya kesejahteraan guru agama di Indonesia melalui perspektif Maqasid Syari‘ah. Meskipun pemerintah telah berupaya meningkatkan tunjangan, sebagian besar guru agama non-PNS masih menerima kompensasi yang tidak memadai, jauh di bawah standar hidup layak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesejahteraan guru agama berdasarkan lima tujuan utama Maqasid Syari‘ah, yaitu: pemeliharaan agama (hifz din), jiwa (hifz nafs), akal (hifz ‘aql), keturunan (hifz nasl), dan harta (hifz mal). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, data diperoleh dari al-Qur’an, hadis, karya ulama klasik dan kontemporer, serta laporan resmi Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan ekonomi yang dialami guru agama tidak hanya memengaruhi kesejahteraan material mereka, tetapi juga mengganggu kapasitas spiritual, intelektual, dan sosialnya. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip dasar hukum Islam mengenai keadilan dan martabat manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru bukan sekadar persoalan administratif, melainkan kewajiban moral dan teologis yang sejalan dengan tujuan Maqasid syari‘ah dalam mewujudkan keadilan (‘adl) dan kemaslahatan umum (maslahah) dalam pendidikan Islam
SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) BERBASIS WEB PADA SDIT MTA SUKOHARJO
Penerimaan siswa baru merupakan salah satu kegiatan strategis dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Seiring perkembangan teknologi informasi, proses penerimaan siswa baru dituntut untuk berjalan lebih efektif, efisien, dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem informasi penerimaan siswa baru berbasis web di SDIT MTA Sukoharjo, meliputi proses pelaksanaan, keuntungan yang diperoleh, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi berbasis web mampu mempermudah pendataan calon siswa, meminimalisir kesalahan administrasi, serta meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. Faktor pendukung utama meliputi ketersediaan jaringan internet, perangkat keras yang memadai, dan sumber daya manusia yang kompeten, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan literasi digital sebagian orang tua. Dengan demikian, sistem informasi penerimaan siswa baru berbasis web memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan administrasi di SDIT MTA Sukoharjo
Gold investment behaviour among Muslim generational cohorts
Purpose – This study examines how financial attitude, behavior, knowledge, literacy, financial socialization, and subjective norms influence individuals’ intention to invest in gold across Generations X, Y, and Z. Grounded in Islamic Management principles, it positions gold as a Shariah-compliant asset aligned with ethical wealth creation and prudent risk management. This study contributes to Islamic wealth management by exploring how intergenerational dynamics shape ethical investment behavior.Methodology – A quantitative approach was employed using a structured questionnaire distributed to 360 respondents from three generations in Malaysia, with most participants being residents of Indonesia. The data collected were analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM)Findings – The results indicated that the measurement model met the recommended reliability and validity standards. Financial attitude, behavior, and knowledge positively enhance financial literacy, which, along with financial attitudes, financial knowledge, financial socialization, and subjective norms, significantly shape gold investment intention. Generational differences were evident: Gen Z’s intention was strongly driven by financial knowledge and social expectations; Gen Y was influenced mainly by financial attitude; and Gen X relied more on financial socialization and subjective norms. The overall model demonstrated strong predictive and explanatory power.Implications – This study emphasizes the mediating role of financial literacy and identifies the distinct generational drivers of investment intention. Insights support targeted financial education and tailored strategies to engage each generation, including policy initiatives promoting inclusive gold-based financial instruments.Originality – This study offers a generationally segmented perspective on the determinants of investment intention, underscoring diverse financial decision-making processes and providing practical guidance for policymakers, educators, and the investment industry
Dimorfisme Tulang Panggul dan Perkiraan Jenis Kelamin pada Kerangka: Arah Masa Depan dalam Literatur Antropologi Forensik: Sebuah Tinjauan Pustaka
Tulang panggul memiliki fungsi fisiologis yang menghasilkan perbedaan morfologi signifikan antara laki-laki dan perempuan, suatu fenomena yang dikenal sebagai dimorfisme seksual. Dalam lingkup antropologi forensik, karakteristik dimorfisme ini menjadi aspek fundamental dalam diagnosis penentuan jenis kelamin biologis. Secara konvensional, evaluasi fitur dimorfis dilakukan menggunakan metode non-metris melalui pengamatan makroskopis langsung, namun saat ini telah terjadi pergeseran paradigma penelitian menuju metode metris yang lebih objektif. Selain itu, integrasi algoritma machine learning pada metode non-metri
Kata kunci: ds kini semakin lazim diterapkan guna mencapai tingkat akurasi estimasi yang lebih presisi. Artikel ini mengulas fitur-fitur anatomis panggul yang menunjukkan dimorfisme, transformasi metodologi dari pendekatan kualitatif ke kuantitatif, serta arah perkembangan penelitian yang berimplikasi pada praktik antropologi forensik modern.imorfisme seksual; tulang panggul; perkiraan jenis kelamin; antropologi forensik; machine learning; metode metris
Formulasi dan Uji Evaluasi Sediaan Patch Transdermal Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val) dengan Penambahan Ekstrak Buah Lada Hitam (Piper nigrum L) Sebagai Bioehancer
Latar Belakang: Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) mengandung senyawa kurkumin yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan analgesik, namun penghantaran transdermal sering terkendala oleh rendahnya laju penetrasi menembus stratum korneum. Oleh karena itu, diperlukan strategi formulasi menggunakan bioenhancer alami, seperti ekstrak buah lada hitam (Piper nigrum L) yang mengandung piperin, untuk meningkatkan absorpsi perkutan zat aktif dalam sediaan patch.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menentukan sediaan patch transdermal ekstrak rimpang kunyit terbaik dengan variasi konsentrasi bioenhancer ekstrak buah lada hitam yang mampu meningkatkan penetrasi kurkumin secara optimal.
Metode: Sediaan patch diformulasikan dalam tiga variasi: F1 (tanpa bioenhancer), F2 (bioenhancer ekstrak lada hitam 5%), dan F3 (bioenhancer ekstrak lada hitam 10%). Evaluasi sediaan meliputi uji mutu fisik (organoleptis, pH, keseragaman bobot, ketebalan, ketahanan lipat) serta uji penetrasi in vitro menggunakan metode difusi Franz untuk mengukur profil permeasi.
Hasil: Seluruh formula memenuhi persyaratan standar mutu fisik sediaan topikal. Hasil uji difusi Franz menunjukkan bahwa F3 (konsentrasi bioenhancer 10%) memberikan profil penetrasi paling unggul dibandingkan formula lainnya, dengan nilai jumlah kumulatif terpermeasi sebesar 62,626 μg/cm² dan nilai fluks mencapai 112,397 μg/cm².jam.
Simpulan: Penambahan ekstrak buah lada hitam berfungsi efektif sebagai bioenhancer dalam sediaan patch transdermal ekstrak kunyit, di mana konsentrasi 10% terbukti sebagai formula terbaik dalam meningkatkan laju penetrasi obat.
Kata kunci: patch transdermal; bioenhancer; Curcuma domestica Val; Piper nigrum L; uji difusi Franz; penetrasi obat