UTP Repository (Universitas Tunas Pembangunan)
Not a member yet
2010 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA-KAKI, KESEIMBANGAN DINAMIS, DAN KEKUATAN OTOT PUNGGUNG DENGAN KETEPATAN SHOOTING BOLA PADA PEMAIN PUTRA UMUR 14-15 TAHUN KLUB SSB PUTRA KARANGAWEN TAHUN 2023
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara koordinasi mata kaki dengan ketepatan shooting dalam permainan sepakbola pada pemain putra usia 14-15 Tahun Klub SSB Putra Karangawen Tahun 2023. (2) Hubungan antara keseimbangan dinamis dengan ketepatan shooting dalam permainan sepakbola pada pemain putra usia 14-15 Tahun Klub SSB Putra Karangawen Tahun 2023. (3) Hubungan antara kekuatan otot punggung dengan ketepatan shooting dalam permainan sepakbola pada pemain putra usia 14-15 Tahun Klub SSB Putra Karangawen Tahun 2023. (4) Hubungan antara koordinasi mata kaki, keseimbangan dinamis dan kekuatan otot punggung dengan ketepatan shooting dalam permainan sepakbola pada pemain putra usia 14-15 Tahun Klub SSB Putra Karangawen Tahun 2023.
Penelitian ini dilaksanakan di SSB Putra Karangawen dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni Tahun 2023. Dalam penelitian ini variabel bebas disebut juga sebagai prediktor dan variabel terikat yang disebut juga sebagai kriterium. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik tes dan pengukuran. Adapun jenis tes yang digunakan adalah: (1) Tes dan pengukuran koordinasi mata-kaki dengan Soccer Wall Voley Test (Kirkendall, Gruber & Johnson, 1980:247-248). (2) Tes dan pengukuran keseimbangan dinamis menggunakan tes modifikasi bass test (Ismiyarti, 2008: 51-53). (3) Tes dan pengukuran kekuatan otot punggung mwnggunakan Back Dynamometer (Ismaryati, 2008: 100). (4) Tes dan pengukuran kemampuan shooting (plooyer, 2005 : 152-157). Petunjuk peleksanaan masing-masing tes terlampir.
Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka simpulan yang dapat diperoleh adalah: (1) Ada hubungan yang signifikan antara koordinasi mata kaki dengan ketepatan shooting, rhitung = 0.423 > rtabel 5% = 0,361. (2) Ada hubungan yang signifikan antara keseimbangan dinamis dengan ketepatan shooting, rhitung = 0.482 > rtabel 5% = 0,361. (3) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot punggung dengan ketepatan shooting dari r tabel, rhitung = 0.432 rtabel5 % pada taraf signifikansi 5% sebesar 0.361 dan F0 sebesar 6.0382 > ftabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,89
Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Teknik Permainan untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi pada Siswa Kelas XI Kecantikan 1 SMK N 4 Surakarta
Salah satu tugas perkembangan siswa SMK adalah mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dengan teman sebaya dan orang lain, baik secara individu maupun kelompok. Kemampuan komunikasi siswa dapat dibangun salah satunya dengan pemberian permainan, dan permainan pun dapat memberikan pengalaman berharga kepada siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik permainan dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan teknik diskusi dalam bimbingan kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI SMK N 4 Surakarta
Gejala yang nampak yaitu: siswa menunjukkan sikap yang tidak baik seperti tidak memperhatikan saat guru sedang mengajar, mengerjakan tugas asal-asalan, kemudian sibuk berbicara sendiri di dalam kelas, dapat dilihat dari perilaku siswa saat diberikan kesempatan untuk bertanya terhadap materi atau tugas yang dibahas mereka lebih banyak diam, dan tidak ada usaha bersaing dengan temannya di kelas. Perilaku yang dimunculkan oleh para siswa adalah pencerminan dari mereka yang kurang memiliki motivasi belajar sehingga akan berdampak buruk terhadap nilai yang diperolehnya dalam belajar.
Penelitian ini menggunakan Experimen dengan design penelitian one group pre-test post-test pendekatan kuantitatif.. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI SMK N 4 Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini terdiri atas teknik analisis data dan interpretasi data. Berdasarkan hasil analisis hasil pre test dan post test, yang sebelumnya siswa memperoleh perlakuan berupa bimbingan kelompok dengan teknik permainan diperoleh persentase rata-rata sebesar 59,23% termasuk dalam kategori rendah dan setelah mendapatkan bimbingan kelompok dengan teknik permainan presentase rata-ratanya meningkat menjadi 86,45% yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi, dengan demikian terjadi peningkatan sebesar 27,22%.
Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan SPSS 20 dengan uji t diperoleh nilai t-
hitung yang diperoleh, lebih kecil dari pada t tabel, atau (2.592 > 2.045) maka Ho ditolak, artinya bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan terhadap peningkatan ketrampilan komunikasi siswa efektif pada siswa kelas XI KECANTIKAN SMK N 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2022-2023.
PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN PASSING ATAS 2 METER DAN PASSING ATAS 3 METER TERHADAP KEMAMPUAN PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA ATLET PUTRA USIA 13-16 TAHUN CLUB BOLA VOLI ASRI KALIJAMBE SRAGEN TAHUN 2021
Tujuan penelitian untuk mengetahui Perbedaan Pengaruh Metode Latihan
Passing Atas 2 Meter Dan Latihan Passing Atas 3 Meter Terhadap Kemampuan
Passing Atas Dalam Permainan Bolavoli Pada Atlet Putra Usia 13-16 Tahun Club
Bola Voli Asri Kalijambe Sragen Tahun 2021, dan jika ada perbedaan maka untuk
mengetahui mana yang lebih baik antara Metode Latihan Passing Atas 2 Meter
Dan Latihan Passing Atas 3 Meter Terhadap Kemampuan Passing Atas Dalam
Permainan Bolavoli Pada Atlet Putra Usia 13-16 Tahun Club Bola Voli Asri
Kalijambe Sragen Tahun 2021.
Sampel penelitian adalah Pada Atlet Putra Usia 13-16 Tahun Club Bola
Voli Asri Kalijambe Sragen dengan jumlah 30 siswa. Pengambilan sampel
menggunakan teknik Porpusive Sampling. Variabel penelitian ini yaitu Hasil
Kemampuan Passing Atas dengan Metode Latihan Passing Atas 2 Meter Dan
Latihan Passing Atas 3 Meter sebagai variabel bebas serta hasil peningkatan
Kemampuan Passing Atas variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan
pretest-posttest design. Tes untuk mengetahui Kemampuan Passing Atas
menggunakan tes Ketepatan Passing Atas menggunakan petunjuk pelaksanaan tes
dari Nur Hasan (2001: 157). Metode analisis data penelitian menggunakan rumus
t-test yang diperhitungkan menggunakan rumus pendek.
Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Ada perbedaan pengaruh
yang signifikan antara Metode Latihan Passing Atas 2 Meter Dan Latihan Passing
Atas 3 Meter Terhadap Kemampuan Passing atas Dalam Permainan Bolavoli
Pada Atlet Putra Usia 13-16 Tahun Club Bola Voli Asri Kalijambe Sragen Tahun
2021. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing-masing
kelompok yaitu thitung = 5.86 lebih besar dari pada ttabel = 2,145 dengan taraf
signifikasi 5%. (2) Metode Latihan Passing Atas 2 Meter lebih baik pengaruhnya
daripada metode Latihan Passing Atas 3 Meter Terhadap Kemampuan Passing
atas Dalam Permainan Bolavoli Pada Atlet Putra Usia 13-16 Tahun Club Bola
Voli Asri Kalijambe Sragen Tahun 2021. Berdasarkan persentase peningkatan
kemampuan Passing atas dalam permainan bolavoli menunjukkan bahwa
kelompok 1 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan Metode Latihan Passing
Atas 2 Meter) adalah 23.45% > kelompok 2 (kelompok yang mendapat Latihan
Passing Atas 3 Meter ) adalah 22.90%
PERBEDAAN METODE LATIHAN BENCH PRESS DAN PUSH UP TERHADAP HASIL FREE THROW BOLA BASKET PADA PEMAIN PUTRA BOLA BASKET KELOMPOK UMUR 12-15 TAHUN KLUB DOLPIN BOLA BASKET KLATEN
Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan metode latihan bench press dan push up terhadap hasil free throw bola basket pada pemain putra bola basket kelompok umur 12-15 tahun klub dolpin bola basket klaten, dan jika ada perbedaan maka untuk mengetahui mana yang lebih baik antara hasil free throw bolabasket dengan metode latihan bench press dan push up terhadap hasil free throw bolabasket pada pemain putra bolabasket kelompok umur 12-15 tahun klub dolpin bola basket klaten.
Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan sampel penelitian ini adalah klub dolpin bola basket klaten yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive Sampling. Variabel penelitian ini yaitu hasil free throw bolabasket dengan metode latihan bench press dan push up sebagai variabel bebas serta free throw bolabasket variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data hasil free throw bolabasket menggunakan tes free throw bolabasket (baterai test dari AAHPERD Basket Ball Test Manual dari Johnson & Nelson, 1986:275-279). Metode analisis data penelitian menggunakan rumus t-test yang diperhitungkan menggunakan rumus pendek.
Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara dengan metode latihan bench press dan push up terhadap terhadap hasil free throw bolabasket pada pemain putra bolabasket kelompok umur 12-15 tahun klub dolpin bola basket klaten. Hal ini dibuktikan dari hasil penghitungan tes akhir masing-masing kelompok yaitu thitung = 3.2208 lebih besar dari pada ttabel = 2,145 dengan taraf signifikasi 5%. (2) metode latihan push up lebih baik pengaruhnya dari pada metode latihan bench press terhadap hasil free throw bolabasket pada pemain putra bolabasket kelompok umur 12-15 tahun klub dolpin bola basket klaten. Berdasarkan persentase hasil free throw bolabasket menunjukkan bahwa kelompok 1 (kelompok yang mendapat perlakuan dengan metode latihan bench press) adalah 18.863% < kelompok 2 (kelompok yang mendapat perlakuan metode latihan push up) adalah 19.226%
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN TENDANGAN MENGGUNAKAN SASARAN TETAP DAN BERUBAH TERHADAP AKURASI TENDANGAN PENALTI PADA ATLET PUTRA USIA 7-10 TAHUN SSB BATURAN UNITED COLOMADU KARANGANYAR TAHUN 2023
Tujuan penelitian untuk mengetahui (1). Adakah Perbedaan Pengaruh Latihan Tendangan Menggunakan Sasaran Tetap Dan Berubah Terhadap Akurasi Tendangan Penalti Pada Atlet Putra Usia 7-10 Tahun SSB Baturan United Colomadu Karanganyar Tahun 2023? (2) Manakah yang lebih baik pengaruhnya antara Latihan Tendangan Penalti Menggunakan Sasaran Tetap Dan Berubah Terhadap Akurasi Tendangan Penalti Pada Atlet Putra Usia 7-10 Tahun SSB Baturan United Colomadu Karanganyar Tahun 2023
Populasi dalam penelitian adalah pada siswa SSB Baturan United Colomadu Karanganyar tahun 2023 yang berjumlah 30. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah pada siswa SSB Baturan United Colomadu Karanganyar tahun 2023. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 siswa putra Variabel penelitian ini yaitu latihan Akurasi tendangan pinalti dengan Metode latihan Tetap dan Metode latihan berubah sebagai variabel bebas serta tendangan pinalti ke gawang variabel terikat. Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest design. Tes untuk mengetahui ketepatan pinalti ke gawang menggunakan “Tes Instrumen tes menembak bola kesasaran (Agus Maria Novianto, 2006:38).Metode analisis data penelitian menggunakan rumus t-test yang diperhitungkan menggunakan rumus pendek.
Hasil analisis data maka simpulan diperoleh: (1) Ada pengaruh yang signifikan antara latihan tendangan penalti menggunakan sasaran tetap dan latihan tendangan penalti menggunakan sasaran berubah terhadap akurasi tendangan penalti pada atlet putra usia 7-10 tahun SSB Baturan United Colomadu Karanganyar Tahun 2023 di colomadu hal ini dibuktikan dari hasil latihan tendangan menggunakan sasaran tetap yang awalnya 11,40 menjadi 16,90 perbedaan mean sebesar 5,50. Dengan menggunakan uji t diperoleh thitung = 8,73 ≥ ttabel = 2,262 sehingga hasilnya adalah beda signifikan sedangkan pad hasil latihan menggunakan sasaran berubah yang awalnya 11,20 menjadi 13,70 perbedaan sebesar 2,50. Dengan menggunakan uji t diperoleh thitung = 2,358 ≥ ttabel = 2,262 sehingga hasilnya beda signifikan. (2) Pada kedua kelompok tersebut sama-sama ada pengaruh yang signifikan, namun kelompok eksperimen yang melakukan latihan tendangan penalti menggunakan sasaran tetap memiliki hasil yang lebih tinggi yaitu 16,90 dibandingkan kelompok kontrol yang melakukan latihan tendangan penalti menggunakan sasaran berubah yaitu 13,70 perbedaan 3,20. Dengan menggunakan uji t diperoleh thitung = 2,54 ≥ ttabel =2,262 sehingga hasilnya beda signifikan
IDENTIFIKASI DAN PERBAIKAN JARINGAN IRIGASI COLO TIMUR KABUPATEN SUKOHARJO (STUDI KASUS: SALURAN SEKUNDER AMBIL – AMBIL)
Bangunan irigasi yang baik seharusnya dapat befungsi secara optimal dangan mempertimbangkan tingkat efektifitas pengelolaan air, jika perawatan bangunan irigasi tidak dilaksanakan secara rutin dan berkala maka akan berdampak pada fungsi utama jaringan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi, mendapatkan solusi upaya perbaikan mengenai kerusakan Saluran Sekunder Ambil-ambil pada daerah Irigasi Colo Timur di Kabupaten Sukoharjo, serta mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk rehabilitasi. Metode yang digunakna dalam penelitian ini yaitu, pengamatan, wawancara, studi pustaka, dan pengumpulan data tertulis di lapangan. Hasil penelitian meliputi identifikasi terhadap kerusakan Saluran Sekunder Ambil- ambil diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu; Kerusakan ringan, antara lain pembersihan vegetasi pada sekitar saluran dan keretakan pada saluran. Kerusakan sedang, antara lain pengecatan pintu air dan penggantian pelat katub kayu dengan pelat katub baja Kerusakan berat, antara lain sedimentasi dan kerusakan pada saluran. Upaya perbaikan atau penanganan kerusakan Saluran Sekunder Ambil- ambil yaitu: Pembersihan vegetasi di sekitar Saluran Sekunder Ambil- ambil Pengecatan 8 pintu air pada Saluran Sekunder Ambil- ambil, Penggantian pelat katub pintu air pada B.Am 5 Saluran Sekunder Ambil- ambil, Pendangkalan oleh sedimentasi Saluran Sekunder Ambil- ambil pada B.Am 4 (1303 m s/d 2041 m), Penanganan kerusakan berat, Penggantian dinding dan lantai dengan U- Gutter pada Saluran Sekunder Ambil- ambil B.Am 4 (1 m s/d 764 m). Dan Rencana Anggaran Biaya perbaikan Saluran Sekunder Ambil- ambil sebesar Rp 1.501.832.685,00
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG MIXEDUSE MALL DAN APARTEMEN DELAPAN LANTAI DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DI KABUPATEN KARANGANYAR
Perencanaan pembangunan apartemen dan mall di kawasan multifungsi
yang terpadu dan saling terhubung atau disebut mixed-use memberikan nuansa
hunian impian yang aman, nyaman, serta ramah lingkungan di Kabupaten
Karanganyar. Dengan mengacu peraturan SNI yang berlaku perencanaan ini
bertujuan untuk merancang struktur bangunan agar mampu menahan beban
gempa berdasarkan peta respons spektrum percepatan gempa wilayah Kabupaten
Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah dengan metode Sistem Rangka Pemikul
Momen Khusus (SRPMK) menggunakan SAP 2000 V.22. Dalam merencanakan
bangunan gedung yang kuat namun memiliki fungsi kegunaan yang maksimal,
ternyata tidak luput dari kegagalan struktur akibat perencanaan struktur yang rumit,
sehingga struktur memiliki potensi keretakan dan kegagalan struktur sebagian besar
akibat beban gempa. Mutu bahan untuk penulangan struktur beton bertulang dengan
kuat tekan (fc’) = 35 MPa, fy = 240 MPa untuk tulangan polos, dan fy = 400 MPa
untuk tulangan ulir. Perhitungan perencanaan struktur pelat atap dengan tebal 10 cm
, plat lantai dengan tebal 12 cm , sloof dengan ukuran 50/35, balok induk dengan
ukuran 60/35, balok anak dengan ukuran 40/35, kolom 1 dengan ukuran 85/85
utama, kolom 2 dengan ukuran 75/75, dinding geser dengan tebal 250 mm,
boredpile diameter 80 cm, kedalaman pondasi 6,2 m, tiang 4 buah, pilecap dengan
panjang dan lebar 3,2 m/3,2 m, tebal pilecap 800 mm
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA DELAPAN LANTAI DI KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS
Pertumbuhan penduduk kota Sukoharjo yang pesat dan meningkatnya nilai jual tanah serta lahan yang semakin sempit maka, pembangunan rumah susun menjadi pemenuhan kebutuhan tempat tinggal.“Perencanaan Struktur Gedung Rusunawa Delapan Lantai di Kabupaten Sukoharjo bertujuan untuk merencanakan suatu bangunan tingkat tinggi, yang kuat terhadap beban-beban yang bekerja mengacu pada peraturan SNI dan analisis perencanaan menggunakan program SAP 2000V22. Desain gedung rusunawa dipergunakan sebagai tempat parkir dan tempat tempat tinggal dengan ukuran 3x6. Struktur yang ditinjau meliputi struktur atas, dan struktur bawah. Struktur gedung menggunakan (SRMPK) dan dinding geser. Mutu bahan untuk penulangan struktur beton bertulang (fc) 35 Mpa, (fyd) 400 Mpa tulangan ulir, (fyp) 240 Mpa tulangan polos. Perencanaan struktur pelat atap tebal 10 cm, tulangan plat lantai tebal 12 cm , sloof dengan ukuran 50/25 , balok induk dengan ukuran 60/30 , balok anak dengan ukuran 40/25, kolom 1 dengan ukuran 90/90, kolom 2 dengan ukuran 80/80 , dinding geser tebal 250 mm, borepile 80 cm, kedalaman 20 m, tiang 2 buah, pilecap dengan ukuran 1,6 m/3,2 m, tebal 800 mm
ANALISIS IMBANGAN AIR PADA DAERAH IRIGASI NGASEM KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH
Bendung Ngasem merupakan bendung tetap yang berada di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Daerah Irigasi Ngasem memiliki luas 153 ha yang masuk pengelola wilayah Gandul. Seiring berjalannya waktu perlu adanya penyegaran pola tanam yang sesui supaya kebutuhan dan ketersediaan air dapat imbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui imbangan air pada Daerah Irigasi Ngasem yaitu dengan membandingkan kebutuhan air dengan ketersediaan air. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan dengan pengamatan secara langsung. Tahapan analisis dimulai dengan penyusuran jaringan irigasi untuk mengetahui permasalahan yang ada pada jaringan irigasi selanjutnya pengumpulan data sekunder pada lokasi terkait. Data sekunder tersebut didapat dari BPSDA Bengawan Solo. Tahap analisis imbangan air yaitu dengan membandingkan kebutuhan air dengan ketersediaan air irigasi. Berdasarkan hasil analisis pada imbangan air pada irigasi Ngasem yaitu didapat ketersediaan air rata-rata tahunan sebesar 0.12 m3/detik. Kebutuhan air maksimum didapat nilai sebesar 0.40 m3/detik pada bulan Juli II masa tanam Padi II. Untuk imbangan air pada DI Ngasem didapatkan nilai kekurangan air sebesar 67% dan yang tercukupi sebesar 33%. Berdasarkan hasil yang didapat maka kesimpulannya pada daerah irigasi Ngasem cenderung mrngalami kekurangan air, untuk mengatasi kekurangan air tersebut petani sekitar memanfaatkan sumber air baru yaitu berupa sumur bor