OJS Universitas Achmad Yani Banjarmasin
Not a member yet
568 research outputs found
Sort by
PENDAPATAN USAHA PENGOLAHAN TANAMAN SAGU DENGAN SISTEM SEMI MODERN DI DESA PEMAKUAN KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR
The purpose of this research to know the revenue, the explicit cost and revenue of sago plant with semi modern processin
PENYELESAIAN KREDIT MACET PERBANKAN MELALUI JALUR NON LITIGASI DAN LITIGASI
Kredit macet merupakan resiko yang terkandung dalam setiap pemberian kredit oleh bankkepada nasabahnya. Resiko tersebut berupa keadaan di mana kredit tidak dapat kembalitepat pada waktunya (wanprestasi).Praktik penyelesaian masalah kredit macet pada prinsipnya diawali dengan upaya -upayadari bank sebagai pihak kreditur dengan berbagai cara antara lain dengan melakukanpenagihan langsung oleh bank kepada debitur yang bersangkutan atau mengupayakan agardebitur menjual agunan kreditnya sendiri untuk pelunasan kreditnya di bank. Apabilapenyelesaian sebagaimana tersebut diatas tidak berhasil dilaksanakan, pada umumnyaupaya yang dilakukan bank dilakukan melalui prosedur hukum.Penelitian ini menggunakan metode normatif yaitu mengkaji tentang proses penyelesaiansengketa antara debitur dengan kreditur atas permasalahan sengketa kredit macet.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah hukum yang dapat digunakan untukmenyelesaikan sengketa kredit macet yang terjadi antara kreditur dengan debitur.Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa dalam Kompilasi Hukum Islam meyatakanbahwa penyelesaian sengketa di perbankan yang disebabkan adanya kredit macet dapatdilakukan dengan dua cara, yaitu jalur litugasi dan jalur non litigasi
PROSEDUR PENANGANAN TERHADAP PEMBERI GADAI SAHAM YANG MELAKUKAN WANPRESTASI
Saham sebagai modal dasar Perseroan termasuk kategori benda bergerak, sehingga secara otomatis memebrikan hak kebendaan, yaitu hak yang memberikan kekuasaan langsung atas suatu benda yang dapat dipertahankan terhadap setiap orang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketentuan eksekusi terhadap gadai saham akibat wanprestasi dan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap pemberi gadai saham yang dirugikan atas pelaksanaan eksekusi.Metode penelitian yang digunakan adalah metode normatif. Sumber data dipilih secara deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka. Analisis hasil penelitian dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan terhadap pemberi gadai saham yang wanprestasi yang dilakukan melalui parate eksekusi menurut pasal 1155 KUHPerdata pada prinsipnya melalui pelelangan umum, kecuali ada perjanjian antara pemberi gadai saham dengan penerima gadai saham, maka eksekusi dapat dilakukan secara di bawah tangan tanpa melalui pelelangan umum, seperti halnya kasus eksekusi gadai saham oleh Deutsche Bank terhadap PT. Swabara Mining Beckect. Oleh karena pasal 1155 KUHPerdata bersifat fakultatif yang berlakunya dapat dikesampingkan dengan perjanjian, Pemberi gadai saham maupun pihak ketiga yang berkepentingan kurang mendapatkan perlindungan hukum terhadap haknya kalau eksekusi gadai saham menurut pasal 1156 KUHPerdata dilakukan melalui mekanisme permohonan. Karena pemberi gadai saham tidak dimintai keterangannya di sidang pengadilan, dan seharusnya menggunakan gugatan
APPLYING THE DISCOVERY LEARNING TO IMPROVE LEARNERS’ READING COMPREHENSION THROUGH ONLINE DICTIONARY APPLICATION
Discovery learning approaches, in particular, are designed to engage students in inquiry through which, guided by the teacher and materials, they "discover" the intended content. Still, the tension remains, for example, in moments when students make discoveries other than as intended The choosing of word in dictionary influences the meaning of comprehending the text by the students. In dictionary, there are so many meanings in one word. It based on the context that we have to use to comprehend a text. The discussion starts with the condition of nowadays, there are two kinds of dictionary named printed and online dictionary. These two kinds of dictionary can help the students to improve their comprehension to understand a text. Besides using the dictionary, the students needed to discover the learning process by them in choosing the word showed by the online dictionary to be used in comprehend a certain text. This journal concentrates in improving the comprehension of the text of students’ using online dictionary and discovery learning
OPTIK PLURALISME HUKUM DALAM PENYELESAIAN KONFLIK SUMBER DAYA ALAM DI INDONESIA
Kekayaan sumber daya alam di Indonesia mempunyai peranan penting dalam memenuhihajat hidup orang banyak, karena itu pengelolaannya harus dikuasai oleh Negara untukmemberi nilai tambah secara nyata bagi perekonomian nasional dalam usaha mencapaikemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan.Pengelolaan sumber daya alam dilakukan dan dikelola dengan berasaskan keberpihakanpada kepentingan bangsa dan keseimbangan (kesatuan ekonomi), selain dengan asasmanfaat, efisiensi berkeadilan, partisipatif, transparansi, akuntabilitas, berkelanjutan danberwawasan lingkungan. Dalam praktiknya, pengelolaan sumber daya alam di Indonesia,terkadang telah menimbulkan permasalahan-permasalahan yang tentunya hal-hal tersebutdapat menggganggu tujuan pengelolaan kegiatan pertambangan itu sendiri, yakni sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang meneliti tentang penyelesaiankonflik di bidang sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanaproses yang dapat dilakukan oleh masyarakat jika terjadi konflik di bidang sumber dayaalam di indonesia.Hasil dari penelitian ini berupa pengetahuan tentang politik hukum pengelolaan SDA diIndonesia yang mana rekonstruksinya berbasis pada kearifan lokal dan hukum adat.Sehingga yang harus ditempuh oleh para penegak hukum harus menganut idiologipluralisme hukum. hal ini bertujuan agar dapat menghargai, dan mengakui sertamengakomodasi akses, kepentingan, hak-hak, dan kearifan masyarakat adat dalampengelolaan sumber daya alam di Indonesia
URGENSI PEMBENTUKAN LEMBAGA PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DALAM RANGKA MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PERUSAKAN HUTAN DI INDONESIA
Perusakan hutan merupakan perbuatan melanggar hukum yang jika dilihat dari aspek lingkungan mengakibatkan rusaknya kelestarian hutan yang selanjutnya akan menimbulkan bencana alam yang dahsyat, selain itu rusaknya hutan Indonesia juga menyumbang pemanasan global. Sedangkan jika dilihat dari aspek ekonomi, perusakan hutan mengakibatkan kerugian Negara. Perusakan hutan yang telah merongrong kelestarian hutan dan keseimbangan ekologi dunia merupakan bentuk kejahatan yang harus dituntaskan. Dampaknya sangat dahsyat terhadap kelangsungan fungsi hutan penyangga ekosistem bumi secara lintas teritori dan lintas generasi. Dengan demikian kegiatan pembalakan liar juga dapat dikategorikan sebagai keejahatan yang luar biasa. Dalam rangka pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan di Indonesia, pada tanggal 06 Agustus 2013 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan di sahkan. Undang-undang ini merupakan instrumen hukum baru dalam penegakan hukum perkara kehutanan khususnya perkara perusakan hutan dimana undang-undang sebelumnya dianggap tidak mampu meakomodir keinginan masyarakat dan pemerintah dalam menindak pelaku perusakan hutan. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan mengamanatkan membentuk lembaga yang dianggap mampu mengatasi permasalahan kerusakan hutan secara terpusat. Semenjak lahirnya Lembaga Pencegahan Pemberantasan Perusakan Hutan, penanganan dan penegakan hukum semua perkara perusakan hutan yang terorganisasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini menjadi kewenangan lembaga ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi dasar pertimbangan perlunya pembentukan Lembaga Pencegahan Pemberantasan Perusakan Hutan untuk menanggulangi tindak pidana perusakan hutan di Indonesia dan bagaimana peran dan mekanisme penangangan perkara perusakan hutan melalui Lembaga Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan dalam sistem penyidikan yang terpadu di sektor kehutanan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini adalah penelitian hukum normatif atau doktrinal, penelitian ini didukung oleh bahan-bahan hukum berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konsep (conseptual approach), dan pendekatan sejarah (historical approach), sedangkan analisis penelitian dengan cara penafsiran asas-asas hukum, dengan kerangka berfikir deduktif-induktif sebagai suatu penjelasan dan interpretasi logis dan sistematis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dasar pertimbangan perlunya pembentukan lembaga pencegahan pemberantasan perusakan hutan untuk menanggulangi tindak pidana perusakan hutan adalah bahwa telah terjadi perusakan hutan di Indonesia yang disebabkan oleh pemanfaatan hutan dan penggunaan kawasan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perusakan hutan terutama berupa pembalakan liar, penambangan tanpa izin, dan perkebunan tanpa izin telah menimbulkan kerugian negara, kerusakan kehidupan sosial budaya dan lingkungan hidup, serta meningkatkan pemanasan global yang telah menjadi isu nasional, regional, dan internasional. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan mengamanatkan membetuk lembaga yang dianggap mampu mengatasi permasalah kerusakan hutan secara terpusat. Sejak terbentuknya Lembaga Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan, penanganan semua tindak pidana perusakan hutan yang terorganisasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini menjadi kewenangan lembaga ini. . Lembaga Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan nantinya berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang terdiri atas unsur Kehutanan, Kepolisian, Kejaksaan, dan unsur terkait lainnya. Selain memiliki fungsi penegakan hukum, lembaga ini juga memiliki fungsi koordinasi dan supervisi. Lembaga ini dapat membentuk satuan tugas yang melaksanakan upaya hukum sampai pada tingkat penuntutan layaknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Peran dan mekanisme penangangan perkara perusakan hutan sebagaimana amanah Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan melalui Lembaga Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan dalam sistem penyidikan yang terpadu di sektor kehutanan, maka penanganan tindak pidana perusakan hutan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, perlu adanya sinergisitas dengan berbagai lembaga yang menangani sektor-sektor terkait untuk mendukung penegakan hukum. Pengintegrasian system peradilan pidana diwujudkan dalam sinkroniasasi antar lembaga penegak hukum dengan mewujudkan system peradilan pidana yang terpadu. Besarnya kewenangan yang dimiliki oleh Lembaga Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan aparat penegak hukum membuka potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya sistem integritas yang kuat. Sistem tersebut dibentuk melalui adanya seleksi melalui tim terpadu yang independen pada level pimpinan sampai pelaksana lapangan. Pengawasan internal termasuk pelaporan dan dukungan terhadap proses penegakan hukum yang efektif (misalnya anggaran dan sarana prasarana). Untuk peningkatan kapasitas perlu dibentuk jaksa, penyidik dan hakim khusus sumber daya alam serta lingkungan hidup. Proses tersebut dapat dimulai dari proses sertifikasi dan pelatihan intensif (pelatihan secara selektif dan khusus), guna membentuk kesepahaman tentang makna filosofis, sosiologis dan yuridis atas perusakan hutan
Peningkatan Mutu Pembelajaran dan Prestasi Belajar Siswa Pada Bidang Studi Matematika dan Kendalanya Di Sekolah
The high student learning outcomes reflect the quality of the organization of learning in the school concerned. Thas way every school is required to be to improve student learning outcomes as a mirror of success in the implementation of teaching and learning process so far. In this case school need to make varios preparations and improvement in order create an effective learning situation and easily accepted by student so that in the end can provide the desired results. In reality in class not necessarily many who understand and understand about the subject matter of mathematics provided by the teacher, if there is even limited to a few people not the whole class that undersand. This is obstacle in the learning Mathimatics, student get saturated faster so that thier concentration is split, because a calculation is more difficult to memorize than sentence paragraph
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, AND REVIEW (SQ3R), SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI BERANGAS TIMUR 1
Reading is a basic ability that can be used by students in elementary school, so students can read the writing well, correctly, and quickly, can provide reading content. The fact that the ability to read fast from grade 1 students of SDN Berangas Timur 1 in Alalak District, Barito Kuala District, is still very lacking, and very difficult. The method used in this study is Classroom Action Research which is a form of focusing on reflective research by carrying out teaching actions in order to improve or enhance forms of professional learning in the classroom. The results showed that through the learning model Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R), it could make the activities and abilities of teachers to be better in implementing reading learning in class I SDN Berangas Timur 1. This is evident from: (1) the teacher activity score of the first cycle of the 1st meeting was 57 good enough categories, the second meeting was 76.4 in the good category, in the second cycle the 1st meeting was 90.3 in the very good category, and 2nd meeting was 94.4 very good categories. (2) The learning model of Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R), can increase students\u27 activities in learning to read, this is proven by the student activity score of the first cycle of the 1st meeting at 60.9 categories, good enough, 2nd meeting totaling 76.4 good categories, second cycle meeting 1 was 87.6 very good category, and second meeting was 95.3 very good category. (3) Survey Model, Question, Read, Recite, And Review (SQ3R), can improve the reading ability of first grade students, as proven by individual students\u27 reading ability in the first cycle of the 1st meeting. the average is able to read 20.35 words, the second meeting on average is able to read 24.53 words, the second cycle of the first meeting is able to read 28.41 words, and the second meeting the average student is able to read 34 , 24 words. (4) Percentage of learning completeness, cycle 1 of the 1st meeting was completed 64.71%, 2nd meeting was completed 94.12%, cycle II of the 1st and 2nd meetings was 100% complete, and the results exceeded the indicators predetermined success. Based on these results, this study was declared successful. Thus the dissemination of the learning model Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R), can be used as an alternative to improve students\u27 reading abilit
Strategi Pemasaran Dengan Analisis SWOT Pada PT. Delta Abadi Sentosa ( Studi Kasus Pada Dealer Suzuki Delta Martapura )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamanyang ada di Dealer Suzuki Delta Martapura sehingga dapat merumuskan strategi yang tepatdalam pengambilan keputusan pada kegiatan pemasaran. Analisis ini dilakukan dengan observasi serta wawancara kepada kepala cabang Suzuki Delta Abadi Martapura sebagai sumber yang paling banyak mengetahui keadaan perusahaan. selain observasi dan wawancara, penulis juga memberikan kuesioner terhadap 10 karyawan Dealer Suzuki Delta Martapura sebagai pelengkap untuk penilaian skor Bobot sedangkan penilaian rating dilakukan oleh penulis sendiri berdasarkan obeservasi dan wawancara sehingga dapat ditentukan nilai bobot dan rating untuk tabel EFAS dan tabel IFAS kemudian dapat disimpulkanstategi dengan matrik SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai skor pada tabel EFAS sebesar 2,47 dimana skor padafaktor peluang 1,11 dan skor pada faktor ancaman 1,36 sedangkan nilai skor pada tabel IFAS sebesar 2,63 dimana skor pada faktor keluatan 1,41 dan skor pada faktor kelemahan 1,22. Skor tertinggi pada faktor ekternal yaitu ancaman dan skor tertingi pada faktor internal yaitu kekuatan. Walaupun perusahaan memiliki ancaman dari faktor eksternal namun perusahaan masih memiliki kekuatan pada faktor internal sehingga perusahaan berada pada posisi yang stabil
PENGARUH ENDORSER “DEWI SANDRA” TERHADAP PEMBENTUKAN BRAND IMAGE PADA IKLAN PRODUK KOSMETIK WARDAH DI BANJARMASIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh endorser Dewi Sandra yang terdiri dari Trustworthiness, Expertise, Attractiveness, Respect,dan Similarity secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap brand image pada iklan produk Kosmetik Wardah di Banjarmasin.Serta untuk mengetahui variabel mana yang paling dominan.Jenis penelitian ini adalah eksplanatori, menggunakan teknik sampel jenuh dengan sampel 60 mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNLAM. Analisis data yang digunakan yaitu uji instrumen penelitian, uji validitas, uji reliabilitas dan regresi linear berganda dengan alat bantu IBM SPSSstatistics 21.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (H1)Endorser Dewi Sandra berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Brand Image melalui variabel yang terdiri dari Trustworthiness, Expertise, Attractiveness, Respect,dan Similarity. (H2) Endorser Dewi Sandra berpengaruh secara parsial terhadap Brand Image hanya variabel Trustworthiness, sedangkan variabel lain yakni Expertise, Attractiveness, Respect,dan Similaritytidak berpengaruh secara parsial terhadap kinerja. (H3) Trustworthiness merupakan variabel paling dominan. Dari hasil ke lima variabel hanya variabel Trustworthiness yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image, dengan demikian hanya variabel ini yang mampu menjelaskan pengaruh terhadap Brand Image