OJS Universitas Achmad Yani Banjarmasin
Not a member yet
568 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Literasi Sains Pada Materi Kemagnetan
Penelitian ini berawal dari rendahnya keterampilan literasi sains di Indonesia. Salah satu penyebabnya karena kurangnya ketersediaan bahan ajar berbasis literasi sains di Indonesia. Salah satu materi IPA yang dapat dikembangkan yaitu pada materi kemagnetan. Maka peneliti melakukan penelitian pengembangan bahan ajar berbasis literasi sains pada materi kemagnetan, yaitu dengan memasukkan 4 aspek literasi sains kedalam modul pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, keterbacaan, dan kepraktisan bahan ajar berbasis literasi sains pada materi kemagnetan yang dikembangkan. Prosedur penelitiaan ini dibagi menjadi 3 tahap, yaitu Define, Design, Development. Berdasarkan hasil dari 5 validator modul, untuk validasi tampilan mendapatkan persentase 86%, validasi soal mendapatkan persentase 87%, dan validasi isi mendapatkan persentase 87%. Berdasarkan hasil uji coba, uji coba keterbacaan modul pada uji perorangan mendapatkan persentase 96%, keterbacaan soal evaluasi pada uji perorangan dengan persentase 92%, keterbacaan modul pada uji kelompok kecil dengan persentase 91%, dan keterbacaan soal evaluasi pada uji kelompok kecil dengan persentase 92%. Hasil uji coba kepraktisan modul pada uji perorangan mendapatkan persentase 94%, dan kepraktisan modul pada uji kelompok kecil dengan persentase 87%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan modul IPA berbasis literasi sains valid, mudah dan sangat praktis
Meningkatkan Hasil Belajar Keterampilan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Role Playing Siswa Kelas 5 SDN Semangat Dalam 2 Barito Kuala
Ketuntasan masih belum dicapai untuk hasil belajar keterampilan berbicara. Salah satunya adalah siswa merasa kejenuhan karena kurangnya motivasi dalam pembelajaran, tidak percaya diri berbicara didepan umum dan Kepasifan yang menyebabkan pembelajaran kurang bermakna sehingga berimbas pada hasil belajar tidak maksimal. Untuk memotivasi, mengaktifkan dan membuat siswa percaya diri yaitu melalui model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing, digunakan dengan berkelompok melalui bermain drama dapat membuat siswa termotivasi, lebih aktif dan siswa lebih percaya diri berbicara kedepan kelas. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), setting di SDN Semangat Dalam 2 Barito Kuala, kelas 5 semester 2 berjumlah 23 siswa, terdiri dari 15 laki-laki dan 8 perempuan. Faktor yang diteliti adalah faktor guru, siswa, dan hasil belajar. Analisis data menggunakan data kualitatif, yaitu observasi saat proses pembelajaran berlangsung dan data kuantitatif, yaitu hasil belajar. Hasil penelitian menunjukan aktivitas guru Siklus 1 pertemuan 1 mencapai kategori baik dengan memperoleh skor 24 (75%) meningkat hingga memperoleh skor 31 (97%) pada akhir siklus 2. Aktivitas siswa juga meningkat pada setiap pertemuannya, untuk aktivitas siswa pada akhir siklus 2 pertemuan 2 mencapai persentase 85,8% dengan kategori sangat aktif. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan. Pada siklus 1 pertemuan pertama mencapai (39,1%) dan kedua (65,2%). Pada siklus 2 pertemuan 1 mencapai (82,6%), dan pertemuan 2 mencapai (100%). Disarankan kepada guru hendaknya menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Role Playing untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan berbicara siswa karena pelaksanaan model ini dapat memotivasi siswa lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta mampu merangsang minat siswa dalam pembelajaran
Pengembangan Modul IPA Berbasis Literasi Sains Pada Materi Sistem Pencernaan Manusia
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui validitas, keterbacaan dan kepraktisan modul. Penelitian ini menggunakan metode research and development (RnD) melalui model four-D (4D) modifikasi dengan subjek penelitian 10 orang peserta didik kelas VIII SMP/MTs. Prosedur penelitian ini meliputi tiga tahap, yaitu define, design dan develop. Berdasarkan hasil dari lima validator, modul mendapatkan persentase validitas isi modul 90%, validitas tampilan modul 89.58%, validitas aspek literasi sains dalam modul 93.88 %, validitas soal evaluasi dalam modul 93.90% dan validitas keterkaitan soal evaluasi modul dengan indikator literasi sains 91%. Ini artinya modul sangat valid. Keterbacaan modul berdasarkan hasil penelitian uji perorangan dan kelompok kecil berturut-turut memperoleh persentase sebesar 88% dan 92%, sedangkan keterbacaan soal evaluasi modul berdasarkan hasil penelitian uji kelompok kecil dan perorangan berturut-turut adalah sebesar 84% dan 90% yang berarti keterbacaan modul mudah. Kepraktisan modul berdasarkan hasil penelitian pada uji perorangan dan kelompok kecil berturut-turut adalah sebesar 90% dan 87.40% yang artinya modul sangat praktis
Upaya Kepala Sekolah Mengoptimalkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Di SDN Seberang Masjid 1 Banjarmasin
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis proses pembelajaran secara tatap muka terbatas, menggali informasi dari kepala sekolah dalam mengelola proses pembelajaran tatap muka terbatas, mengetahui kekurangan dan kelebihan pembelajaran tatap muka terbatas, dan mengetahui upaya dari kepala sekolah dalam mengoptimalkan proses pembelajaran tatap muka terbatas di SDN Seberang Masjid 1 Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini adalah dapat dilihat bahwa kepala sekolah sebagai orang yang bertanggung jawab akan keberhasilan dan berjalannya proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa di masa pandemi seperti saat ini dengan menggunakan sistem tatap muka terbatas, maka kepala sekolah sudah berupaya mengoptimalkan sistem tatap muka terbatas dengan beberapa cara yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, membagi jadwal masuk setiap kelas, mengadakan workshop dan KKG guru guna memberikan pemahaman dan strategi mengajar siswa dalam pembelajaran tatap muka terbatas, serta melakukan diskusi dengan guru dan orang tua siswa
Pembelajaran Fisika Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Keahlian Teknik Bangunan Berbasis Program Produktif Tahun Ajaran 2021/2022
Some of the weaknesses of Vocational High School (SMK) graduates are that they are less able to adapt to the development of science and technology, are difficult to be retrained, and are less able to develop themselves. Physics lessons as one of the adaptive program lessons are expected to contribute to overcoming these problems. The development of learning programs is carried out through the following stages: (1) analysis of the National Competency Standards (SKN) in the field of Building Engineering to obtain the characteristics required by a job; (2) analysis of the SMK curriculum to obtain a description of the competence of graduates; and (3) preparation and testing of learning programs. The results showed that physics learning based on productive programs gave direction to the implementation of active student learning, in guided experiments, discussing experimental results, answering questions, directing teachers as facilitators and providing a better impact than regular learning in increasing mastery of physics concepts. Based on the results of the study, it is suggested that the learning of SMK physics based on productive programs so that students know the benefits of physics, increase learning motivation, improve thinking skills, and self-development
PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMA NEGERI 10 PALANGKA RAYA
Conditions that cannot be stopped at this time, where development continues to occur without regardto ethics, morals, and human character,it is very necessary to play the role of various parties including andespecially the Christian Religious Education Teachers in controlling students who are carried away by thesedevelopments. Of course this requires the role of a teacher who is very serious to shape the character of studentswho are good and commendable. We realize that most of our students experience the problem of character crisis, where they are not controlled by the influence of the development of Science and Technology.However, we hope that with the role of Christian Religious Education Teachers, the concerns will be answered. Therefore, Christian Religious Education Teachers are expected to carry out their duties seriously in accordance with the goals of education and learning namely to form and create generations of noble, responsible and Christian characters
Kedudukan Hukum Perjanjian Terapeutik Ditinjau Dari Segi Pasal 1320 KUHPerdata
Hubungan antara dokter dengan pasien tidak sekedar hubungan medis, melainkan juga hubungan kontraktual apabila ditinjau dari kacamata hukum perdata yang dikenal dengan istilah terapeutik. Perjanjian terapeutik mempunyai karakter yang berbeda dengan perjanjian lainnya, karena objeknya bukan merupakan kesembuhan pasien, melainkan mencari upaya yang tepat untuk kesembuhan pasien sehingga perjanjian tersebut termasuk perikatan upaya (Inpanning Verbintenis). Perjanjian Terapeutik dibuat secara baku dalam bentuk formulir, sehingga perlu dipertanyakan apakah perjanjian terapeutik memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pasal 1320 KUHPerdata, terutama dari syarat sepakat. Oleh karena substansi perjanjian terapeutik hanya dirumuskan secara sepihak, dalam hal pihak dokter (rumah sakit). Status hukum perjanjian terapeutik perlu kejelasan secara yuridis normatif, mengingat apabila timbul persoalan atas pelaksanaan perjanjian tersebut, seperti terjadinya malpraktek tentunya menimbulkan konsekuensi hukum tertentu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah status hukum perjanjian terapeutik ditinjau dari segi Pasal 1320 KUHPerdata dan bagaimanakah akibat hukum pelanggaran terhadap perjanjian terapeutik ditinjau dari segi Pasal 1320 KUHPerdata. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini adalah penelitian hukum normatif atau doktrinal, penelitian ini didukung oleh bahan-bahan hukum berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konsep (conseptual approach), dan pendekatan sejarah (historical approach), sedangkan analisis penelitian dengan cara penafsiran asas-asas hukum, dengan kerangka berfikir deduktif-induktif sebagai suatu penjelasan dan interpretasi logis dan sistematis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian teraapeutik merupakan perikatan antara dokter dan tenaga Kesehatan dengan pasien yang berobjekan pelayanan medis atau upaya penyembuhan. Meskipun perjanjian terapeutik bersifat khusus, namun sebagai perjanjian maka harus memenuhi Pasal 1320 KUHPerdata sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1319 KUHPerdata. Oleh karena perjanjian terapeutik telah memenuhi Pasal 1320 KUHPerdata, maka berkedudukan sebagai perjanjian dan sah secara hukum. Akibat hukum pelanggaran terhadap perjanjian terapeutik, baik oleh dokter maupun pasien merupakan perbuatan wanprestasi. Oleh karena perjanjian terapeutik merupakan perjanjian dan sah secara hukum mengingat perjanjian tersebut telah memenuhi Pasal 1320 KUHPerdata
TINGKAT SUHU YANG BERBEDA TERHADAP LAMA WAKTU TETAS TELUR IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) DALAM AQUARIUM
The aim of this study was to determine the effect of different incubation temperature on hatching time Pangasius hypophthalmus Eggs. A completly randomized design is used this study with 3 different treatments and 3 replication. The treatments were A (27˚C), B (29˚C) and C (31˚C). The result of this study for each treatment A, B, and C indicated that average of hatching time were A 19.99 hours, B 19.08 hours and C 18.22 hours. Statistical analysis indicated that were significant differences among treatmen
Peran Guru Dalam Mengembangkan Karakter Kreativitas Saat Pembelajaran Jarak Jauh Di SDN Penggalaman 1
Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan karakter kreativitas siswa saat pembelajaran jarak jauh di SDN Penggalaman 1. Penelitian dilakukan di SDN Penggalaman 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian ini ialah studi kasus. Responden dalam penelitian ini sebanyak 6 (enam) orang guru kelas sebagai data utama. Untuk pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ternyata guru memiliki kendala dalam mengembangkan karakter kreativitas siswa saat pembelajaran jarak jauh. Kendala yang dialami guru ialah jaringan yang kadang-kadang tidak stabil untuk daerah perdesaan, borosnya paket kouta, penuhnya memori handphone karena tugas di kirim siswa melalui WhatsAppGrup (WAG), dan juga kurangnya pemahaman orang tua siswa tentang pelajaran dan teknologi. Karakter yang sering guru kembangkan ialah mengajak siswa untuk berdoa sebelum belajar, mengajak siswa untuk bisa mandiri dalam mengerjakan tugas yang guru berikan, menghimbau siswa untuk tepat waktu dalam mengirim tugas, mengajak siswa untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan. Kreativitas yang guru kembangkan seperti mengajak siswa untuk membuat seni kolase (tempel) tetapi menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar.Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan karakter kreativitas siswa saat pembelajaran jarak jauh di SDN Penggalaman 1. Penelitian dilakukan di SDN Penggalaman 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian ini ialah studi kasus. Responden dalam penelitian ini sebanyak 6 (enam) orang guru kelas sebagai data utama. Untuk pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ternyata guru memiliki kendala dalam mengembangkan karakter kreativitas siswa saat pembelajaran jarak jauh. Kendala yang dialami guru ialah jaringan yang kadang-kadang tidak stabil untuk daerah perdesaan, borosnya paket kouta, penuhnya memori handphone karena tugas di kirim siswa melalui WhatsAppGrup (WAG), dan juga kurangnya pemahaman orang tua siswa tentang pelajaran dan teknologi. Karakter yang sering guru kembangkan ialah mengajak siswa untuk berdoa sebelum belajar, mengajak siswa untuk bisa mandiri dalam mengerjakan tugas yang guru berikan, menghimbau siswa untuk tepat waktu dalam mengirim tugas, mengajak siswa untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan. Kreativitas yang guru kembangkan seperti mengajak siswa untuk membuat seni kolase (tempel) tetapi menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar
Metode Guru BK Dalam Mengatasi Masalah Penyesuaian Diri Pada Anak Berkebutuhan Khusus: (Studi Kasus pada Siswa dengan Autisme di SLB Harapan Bunda Banjarmasin)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode yang dilakukan guru BK dalam mengatasi permasalahan penyesuain diri pada siswa dengan autisme di SLB Harapan Bunda Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif (studi kasus). Subjek penelitian ialah guru BK dan siswa dengan autisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah penyesuaian diri siswa dengan autisme meliputi kurang mandiri, cenderung kaku, dan egosentris. Metode guru BK dalam mengatasi permasalahan penyesuaian diri subjek yaitu dengan metode bimbingan khusus. Metode bimbingan khusus dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu metode kelompok (metode ceramah, metode demonstrasi/ praktik, metode drill, dan karya wisata) dan metode individu (metode tanya jawab dan metode penugasan)