OJS Universitas Achmad Yani Banjarmasin
Not a member yet
568 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PEMBUKTIAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA
Ketika seorang pelaku kejahatan teknologi diperiksa dalam hal penyelesaian perkara, KUHAP belum mengatur secara jelas mengenai pengaturan alat bukti elektornik sebagai alat bukti yang sah dalam melakukan pembuktian. Keefektifan pembuktian alat bukti elektronik sebagai alat bukti yang sah dalam sistem peradilan pidana menjadi tanggung jawab bersama para penegak hukum terutama penyidik dalam proses penyidikan sebagai garda terdepan dalam identifikasi alat bukti dalam sistem peradilan pidana. Penulisan penelitian ini mengkaji pokok permasalahan melalui metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundanng-undangan (Statute Approach) untuk menganalisis kasus berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach) untuk menjelaskan dan mengaitkan dengan teori-teori yang relevan yaitu menganalisis permasalahan dari sudut pandang atau menurut ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku, makalah, artikel, literatur, serta hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini. KUHAP belum mengatur secara tegas mengenai alat bukti elektronik yang sah. Mengacu pada ketentuan pembuktian yang diatur dalam KUHAP, harus ada alat penguji terhadap alat bukti elektronik sebagaimana yang diatur dalam UU No. 11 Tahun 2008 Jo UU No. 19 Tahun 2016 agar alat bukti tersebut dapat dinyatakan sah dan berlaku efektif di persidangan, sejajar sebagaimana alat bukti lainnya yang sah menurut KUHA
ANALISIS YURIDIS PENCATATAN PERKAWINAN BEDA AGAMA (Tinjauan Terhadap Pasal 35 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Administrasi Kependudukan)
Tujuan Penelitian mengetahui dan menganalisis tentang pengaturan pencatatan perkawinan beda agama, dan mengetahui dan menganalisis tentang akibat hukum perkawinan beda agama yang tidak dilakukan pencatatan. Jenis penelitian ini berupa penelitian hukum normatif. Pendekatan penelitian hukum ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konsep (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana di ubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 (UU Perkawinan) tidak mengatur mengenai pencatatan perkawinan beda agama. Naming dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana di ubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 (UU Adminduk) pada Pasal 35 huruf a dan Penjelasan Pasalnya menentukan bahwa perkawinan beda agama yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri dicatat di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berwenang. UU Perkawinan maupun UU Adminduk tidak mengatur tentang akibat hukum bagi perkawinan beda agama yang tidak tercatat. Namun ditinjau dari Pasal 6 ayat (2) KHI yang menentukan bahwa perkawinan yang tidak tercatat tidak mempunyai kekuatan hukum. Dengan ketentuan ini, maka perkawinan beda agama yang tidak tercatat juga tidak mempunyai kekuatan hukum yaitu tidak sah secara hukum administratif
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI KARET PROGRAM REGU RPBSK DAN USAHATANI KARET RAKYAT DI KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
This research aim to to comparison analyse of Rubber Effort Program RPBSK and People Rubber Effort Tanah Bumbu Regency South Kalimantan Province with revenue rubber effort variable, Rubber Area Tap, Crop Economic Age, Production and Rubber Revenue.
The results of the research showed that rubber area tap much better with RPBSK Program, Longer crop economic age, higher rubber production and higher rubber revenue with RPBSK compared to non-RPBSK program. Earnings obtained by farmer responder in one month equal to Rp. 11.427.510, compared to non RPBSK farmer earnings mean of Rp. 6.117.097,2
ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt) DI KELURAHAN LOKTABAT UTARA KECAMATAN BANJARBARU UTARA
This study aimed to determine the costs, production,revenue, and income of sweet corn in Loktabat utara village, Banjarbaru utara district. The method used in the reasearch is survey and observation method. . The sampling technique used purposive sampling method, so that 9 respondents were obtained. The results of this study showed that the average production of sweet corns in the loktabat utara village was 7.089 cobs/farmer or 6.262 kg/Ha. The everage explicit cost is Rp.1.236.856/ farmer. While The average revenue obtained is Rp.10.633.000/farmer. The everage income earned during one production process is Rp.9.379.000/farme
KONTRIBUSI TENAGA KERJA DALAM KELUARGA TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI LANDASAN ULIN UTARAKECAMATAN LIANG ANGGANG BANJARBARU
The purpose of this research is to know the revenue,the eksplicit cost ,income and , feasibility. This research was conducted in September - Desember 2022 at village Landasan Ulin Utara Banjarbaru regency. The Purposive sampling methode used was by observing 11 farmers in village Landasan Ulin Utara who planted cayenne pepper plant. The Average result of the revenue is Rp. Rp82.632.727/farmer., the average Eksplicit cost is Rp. 5.435.622,20/farmer, and Average income Rp. 77.197.105,08/farmer,contribution of labours in the family 6,85%/farmer. and From this result of development of farming cayenne pepper plant.We believe that it has good prospect and revenue, of the average income ,tecnicall and economically. The contribution of labors in the family can increase farmers’ income and it should be always optimize
IMPLIKASI HUKUM PERKAWINAN ANAK DI BAWAH UMUR MENURUT HUKUM YANG BERLAKU DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku perkawinan di bawah umur dan pihak-pihak yang terlibat, karena hal ini menyangkut kesehatan ibu dan keturunan yang dilahirkan dari perkawinan tersebut dan peningkatan pelayanan kesehatan. Untuk mengurangi terjadinya pernikahan di bawah umur, maka diperlukan peningkatan indikator dan ekonomi di masyarakat, karena salah satu faktor pencetus terjadinya pernikahan di bawah umur yang disebabkan oleh kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif. Untuk memperoleh data, dilakukan pendeskripsian secara menyeluruh dan sistematis tentang norma-norma hukum dan asas-asas hukum yang terkandung dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan pendekatan yuridis normatif, yang menitikberatkan pada kajian dokumen-dokumen dalam penelitian kepustakaan untuk mempelajari data sekunder yang dikumpulkan di lapangan. berupa bahan hukum yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Hasil Penelitian yaitu akibat hukum perkawinan di bawah umur adalah tidak sah tetapi berlaku terhadap anak yang dilahirkannya, mereka tetap mendapat jaminan dan perlindungan hukum yang diakui sebagai anak oleh orangtuanya. Hak Asasi setiap orangtua untuk review berkeluarga harus dapat dipertanggungjawabkan agar tidak melanggar hak-hak Anak yang dilahirkan Dari Perkawinan tersebut. Secara konstitusional Negara mewajibkan setiap orang tunduk pada pembatasan yang diatur dalam Undang-Undang. Bentuk perlindungan hukum terhadap kesehatan reproduksi perempuan dalam perkawinan di bawah umur dapat dilakukan dengan legalitas usia kawin, batas usia kawin dalam UU No 1 Tahun 1974 Tentang perkawinan, UU No 23 tahun 2002 Perlindungan Anak, dan UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehata
Kedudukan Wali Mujbir Dalam Perkawinan Menurut Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan
Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan meneliti tentang status hukum perkawinan atas kehendak wali mujbir terhadap anak perempuannya dan dampak perkawinan atas kehendak wali mujbir terhadap kehidupan rumah tangga.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Sumber bahan hukum yang digunakan berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang ddikumpulkan melalui studi Pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama menurut hukum Islam, wali mujbir berhak mengawinkan anak perempuannya tanpa persetujuan anaknya asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Status perkawinan atas kehendak wali mujbir yang memenuhi persyaratan adalah sah secara hukum agama, namun tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang. Kedua, perkawinan atas kehendak wali mujbir bisa berdampak positif atau berdampak negatif terhadap kehidupan rumah tangga
KEDUDUKAN DAN PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM IMPLEMENTASI PENGAWASAN TERHADAP ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA DI DESA BELAWANG KECAMATAN BELAWANG KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui dan memperoleh data mengenai pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam penyelenggaraan pemerintah di Desa Belawang, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala. 2) Mengetahui dan memperoleh data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam Implememntasi Pengawas Terhadap Administrasi Pemerintahan di Desa Belawang, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala. Untuk mencapai tujuan terebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1. Pelaksanaan tugas pokok BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa Belawang, Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan belum sepenuhnya dilakukan secara optimal karena hanya 3 tugas pokok yang dilaksanakan yaitu menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, membentuk panitia pemilihan kepala Desa dan proses pembahasan dan Penetapan Peraturan Desa bersama dengan Kepala Desa, dari 6 tugas pokok yang telah ditetapkan berdasarkan PP Nomor 72 Tahun 2005
Faktor Penyebab Rendahnya Minat Siswa Terhadap Materi Puisi Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar Negeri Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab rendahnya minat siswa dalam menulis puisi baru di SDN Banjarmasin. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar, kata-kata disusun dengan kalimat. Subjek dalam penelitian ini adalah 22 orang siswa. Alat penggali data dalam penelitian ini adalah wawancara dan alat penggali penunjang adalah observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa ada terdapat faktor penyebab utama rendahnya minat siswa terhadap materi puisi pada mata pelajaran bahasa Indonesia pada Sekolah Dasar Negeri Banjarmasin, Peneliti menemukan beberapa faktor penyebab rendahnya minat siswa terhadap materi puisi dilihat dari hasil wawancara terdapat faktor internal yaitu motivasi, perasaan dan minat. Sedangkan dari faktor eksternal yaitu motivasi orang tua, motivasi guru, lingkungan, bahan bacaan perpustakaan. Pada hasil observasi pertama rendahnya keterampilan menulis puisi siswa. Kedua model pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih konvensional yaitu sebatas ceramah dan pemberian tugas. Ketiga, kurangnya perhatian siswa terhadap penjelasan guru, kebanyakan siswa justru ribut dan berbicara sendiri ketika guru sedang menjelaskan materi. Kondisi keempat yang juga tidak mendukung pembelajaran keterampilan menulis puisi di kelas V yaitu minimnya penguasaan kosakata yang juga berdampak pada rendahnya keterampilan menulis puisi siswa sehingga siswa kesulitan mengungkapkan ide- ide mereka
Analisis Burnout Mahasiswa PGSD FKIP UAY Tahun Ajaran 2021/2022
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui burnout yang dialami oleh mahasiswa PGSD FKIP UAY Tahun Ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis data perentase untuk mengukur burnout mahasiswa. Ada 13 mahasiswa yang menjadi subyek dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah Burnout Asesmen Tool (BAT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 23,8% laki-laki tidak mengalami burnout, sebesar 15,38% mengalami burnout, dan 0% yang mengalami kecenderungan burnout, untuk wanita sebesar 30,77% tidak mengalami burnout, sebesar 7,69% mengalami burnout, sebesar 23,8% memiliki kecenderungan burnout. Secara umum dapat dikatakan bahwa ada 7 Mahasiswa (53,85%) yang tidak mengalami burnout, ada 3 Mahasiswa (23,,8%) yang mengalami bunrout, dan 3 Mahasiswa (23,8%) memiliki kcenderungan burnout