OJS Universitas Achmad Yani Banjarmasin
Not a member yet
568 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK DI LAHAN TERBATAS PADA GAPOKTANHUT HIDUP MAKMUR DUSUN KATUNUN DESA TELAGA KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT
The goal of the service team is to fully convey the value of effective fish farming practices on restricted land through this socializing activity. The outreach to the Gapoktanhut Hidup Makmur group, a farmer group engaged in agricultural The outreach to the Gapoktanhut Hidup Makmur group, a farmer group engaged in agricultural shooting in the Dusun Katunun, Telaga Village, Pelaihari District, Tanah Laut Regency, which was attended by 14 persons and held on May 24 and 25, 2023, was the service approach used. located in the village of Katunun. The majority of the participants learned about Good Fish Cultivation Methods as a consequence of the socializing activities, and they were very attentive to the explanations offered by the service team. The partic- ipants\u27 reactions throughout the training were also excellen
Coping Stress Peserta Didik Dalam Menghadapi Pembelajaran Daring: Studi Kasus Pada Peserta Didik Kelas XII OTKP A Di SMK Negeri 1 Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara peserta didik dapat memahami dan mengatur stress pada dirinya dalam menghadapi pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Banjarbaru dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2022 sampai dengan selesai. Sumber data dalam penelitian ini adalah semua peserta didik dari kelas XII OTKP A di SMK Negeri 1 Banjarbaru yang berjumlah 36 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 36 peserta didik hanya ada 6 peserta didik yang tidak memiliki strategi dalam pembelajaran daring itu artinya lebih banyak peserta didik yang memiliki strategi tersendiri dalam menghadapi pembelajaran daring terutama dengan adanya dukungan sosial dari keluarga, teman dekat dan wali kelas serta para guru mata pelajaran yang bisa membuat peserta didik lebih giat, semangat serta percaya diri dalam mengikuti dan menyelesaikan tugas pada pembelajaran daring. Saran yang mungkin bermanfaat serta bisa direkomendasikan oleh peneliti antara lain sebagai berikut : Bagi peneliti, hal ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menjalankan penelitian yang lain dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi secara nyata dilapangan. Bagi peserta didik, alangkah lebih baik jika pada saat pembelajaran daring peserta didik bisa lebih memperhatikan pada saat guru memberikan materi dan penjelasan mengenai materi yang diajarkan. Sehingga jika kurang paham bisa bertanya kepada teman atau bahkan bertanya langsung kepada guru bersangkutan sehingga materi bisa dijelaskan kembali
Upaya Guru Bimbingan Konseling Dalam Mengatasi Bullying Di SMP Negeri 30 Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk bullying dan upaya guru bimbingan dan konseling SMP Negeri 30 Banjarmasindalam mengatasinya. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif. Pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisisnya menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk bullying di SMP Negeri 30 Banjarmasin yaitu, Verbal Bullying dan Physical Bullying. Adapun upaya guru bimbingan konseling dalam mengatasi kasus bullying menggunakan metode konseling individu yang dilakukan dengan lima tahap yaitu: tahap pertama: pemberian layanan konseling dalam bentuk teguran dan perintah tidak mengulangi, tahap kedua: sosialisasi dan pembuatan poster, tahap ketiga: pemberian punishment dalam bentuk membaca dan menghafal surat Al-Mulk untuk pelaku verbal bullying, surat Al-Waqi’ah untuk pelaku physical bullying, tahap keempat: pemanggilan orang tua siswa, tahap kelima: siswa dikeluarkan
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP): (Studi Kasus Pada SMAN 1 Karang Intan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) SMAN 1 Karang Intan sudah melaksanakan Kurikulum Merdeka. Mulai Juli 2022 dan Mengimplementasikan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) mulai tahun ajaran 2022-2023 untuk kelas X, kelas XI untuk fase E tahun ajaran 2023-2024. Adapun langkah-langkah SMAN 1 Karang Intan Kab Banjar dalam mengimplentasikan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) adalah (Pertama) Membentuk Komite pembelajaran (Kedua) Mengadakan IHT tentang Kurikulum Merdeka. IHT adalah pelatihan internal sekolah untuk meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidik. (Ketiga) Menganalisis Karakteritik Satuan Pendidikan yaitu SMAN 1 Karang Intan. (Keempat), Merumuskan visi dan visi serta Tujuan Sekolah sesuai dengan Karanteristik sekolah. (Kelima) Menyusun Organisasi Pembelajaran di sekolah, yang meliputi: Pengorganisasian Pembelajaran di Satuan Pendidikan, Menganalisis Kebutuhan untuk Mengorganisasi Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran: Mata Pelajaran. (Keenam) Merencanakan pembelajaran meliputi. Memahami Capaian Pembelajaran (CP), Merumuskan tujuan pembelajaran, Menyusun alur Tujuan pembelajaran, (Ketujuh) adanya Pendampingan dan Evaluasi serta pengembangkan Profesional.(Kedelapan) Mengadakan rapat dengan Tim pengembang Kurikulum Merdeka dalam mengimplementasikan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP (Kesembilan) Mendapatkan dukungan dan bimbingan dari Fasilitator Sekolah penggerak dan pengawas Pembina. Karena fasilitator berperan sebagai pendamping dan pendukung kepala sekolah penggerak, termasuk guru/pendidik, untuk mewujudkan dan Mengembangkan kurikulum operasional Satuan Pendidikan (KOSP) berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan SMAN 1 Karang Intan
PENERAPAN PERATURAN DAERAH NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEBERSIHAN, KEINDAHAN, KETERTIBAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP FENOMENA BADUT ANAK DI KOTA BANJARMASIN
Peningkatan pertumbuhan penduduk dan semakin berkembangnya Kota Banjarmasin dari tahun ke tahun maka berimbas pula dalam hal pekerjaan dan semakin banyak persaingan ditambah lagi pandemi covid-19 sehingga banyaknya pengangguran dan kesenjangan ekonomi yang tidak terbendung. Maka banyak anak bekerja sebagai pengamen, badut anak, dan pengemis guna membantu perekonomian keluarga mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan maraknya badut anak di jalanan Kota Banjarmasin dan upaya pemerintah untuk menertibkan badut anak berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, dan Kesehatan Lingkungan terhadap fenomena badut anak di Kota Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris. Sumber data dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian menggunakan langkah-langkah reduksi data dan verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maraknya badut anak di Kota Banjarmasin disebabkan karena faktor ekonomi untuk membantu orang tua mereka. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menertibkan badut anak berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, dan Kesehatan Lingkungan dalam Pasal 14 Ayat (3) Huruf A melalui razia secara berkala disepanjang jalan Kota Banjarmasin. Kemudian mereka dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarmasin untuk dilakukan pembinaan. Penertiban sudah dilaksanakan secara maksimal dan optimal, akan tetapi belum mampu mengurangi jumlah badut anak jalanan di Kota Banjarmasin. Beberapa kendala yang dihadapi dalam penerapan Peraturan Daerah tersebut dalam hal penertiban badut anak sifatnya masih umum dan tidak mengatur ketentuan sanksi pelanggaran terhadap Pasal 14 Ayat (3) Huruf A untuk badut ana
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE (TPS ) DIVARIASIKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK SISWA KELAS V SDN PASAYANGAN 3 MARTAPURA KABUPATEN BANJAR
the low student learning outcomes in class V SDN Pasayangan 3 Martapura on learning of IPS about the preparation of the independence of Indonesia, background research in done by using Think Pair and Share model varied with learning model Talking Stick. This study aims to improve learning outcomes, student activity and fix teacher activity. This study is an action research approach that uses quantitative. Setting research is class V SDN Pasayangan 3 Martapura school year 2019/2020. Data retrieval techniques acquired through: 1) observation (student activity and teacher activity), 2) test (learning outcomes). The result of this study is the aplication approach, can fix teacher activity, improve student activity and student learning outcomes in class V SDN Pasayangan 3 Martapura
Analisis Validitas Terhadap Pengembangan Bahan Ajar IPA Berbasis Literasi Sains Pada Materi Objek IPA Dan Pengamatannya
Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan kurangnya ruang peserta didik untuk mengimplementasikan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari, dan juga status literasi sains peserta didik Indonesia yang tergolong rendah, sehingga dilakukan pemgembangan pada sebuah bahan ajar menjadi bahan ajar berjenis modul yang berbasis literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan bahan ajar dinyatakan sangat baik dengan skor rata-rata validasi yaitu 3,60 Produk yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam hal mengembangkan kemampuan literasi sains peserta didik
Efektivitas Pembelajaran Tematik Dan Model Pembelajaran Role Playing Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Sekolah Dasar Negeri 2 Bangkal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran tematik dan model pembelajaran role playing terhadap hasil belajar siswa pada Sekolah Dasar Negeri 2 Bangkal tahun pelajaran 2021/2022. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sampel menggunakan teknik non probabiity sampling yaitu dengan sampling jenuh dimana sampel yang diambil adalah seluruh siswa kelas III. Jenis desain penelitian ini menggunakan metode Komparasi, yaitu membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran role playing. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai rata-rata dan uji t. Nilai rata-rata sebelum diterapkannya model pembelajaran role playing yaitu sebesar 77, sedangkan nilai rata-rata sesudah diterapkannya model pembelajaran role playing yaitu sebesar 88. Selanjutnya, hasil perhitungan dari uji t yaitu membandingkan besarnya “t” yang diperoleh dalam perhitungan (=6.29) dan besarnya “t” yang tercantum pada tabel nilai t (=1.72 dan =2.51) maka dapat diketahui bahwa lebih besar dari pada yaitu: 1.72 lebih kecil dari 6.29 lebih besar dari 2.51. Dari perhitungan tersebut, maka hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran role playing. Ke-simpulan yaitu secara meyakinkan dapat dikatakan model pembelajaran role playing menunjukkan efektivitas yang nyata; dalam artian model pembelajaran role playing dapat diandalkan sebagai model pembelajaran yang baik untuk meningkatkan hasil belajar sisw
Efektivitas Penggunaan Media Whatsapp Pada Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Di SD Negeri Paliat Kecamatan Kelua Kebupaten Tabalong
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana efektivitas penggunaan aplikasi whatsapp sebagai media pembelajaran daring di SD Negeri Paliat Kecamatan Kelua kabupaten Tabalong. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif metode deskriptif. Alat penggali data yang digunakan adalah kuesioner, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik pendalaman kajian (Verstegen). Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media whatsapp pada pembelajaran dalam jaringan (daring) di SD Negeri Paliat Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong telah memenuhi ciri-ciri sebagai media pembelajaran yang efektif yaitu bermanfaat dalam proses pembelajaran, berpengaruh positif terhadap hasil pembelajaran daring, dan berkesan bagi guru dan siswa. Oleh karena itu, penggunaan media whatsapp efektif dalam pembelajaran daring di SD Negeri Paliat Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong. Saat Pembelajaran daring hendaknya guru dan siswa menggunakan kartu perangkat handphone (HP) dengan sinyal yang stabil dan memilih lokasi dengan ketersediaan sinyal yang baik. Apabila terjadi hambatan dalam pembelajaran daring yang disebabkan oleh memori HP yang penuh, dapat diatasi dengan menghapus pesan yang sudah tidak penting pada whatsapp secara berkala. Cara lain yang dapat digunakan adalah memindahkan atau menyimpan file materi atau tugas pada kartu memori lain atau flashdisk
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 3 Guntung Manggis Kota Banjarbaru
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek kelas IV yang terindikasi mengalami kesulitan belajar matematika. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Simpulan hasil penelitian ini yaitu jenis kesulitan belajar yang dialami oleh siswa yaitu kesulitan dalam memahami dan memecahkan masalah dalam soal cerita. Faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi siswa kurang memiliki kemampuan dasar, motivasi belajar, dan kondisi tubuh sedangkan faktor eksternal meliputi penggunaan media atau alat peraga pembelajaran dan situasi keluarga. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran peneliti bagi guru agar mengajarkan matematika sesuai dengan teori belajar atau tidak mengajarkan matematika diluar materi yang diajarkan, juga menggunakan alat peraga agar memudahkan siswa memahami pelajaran matematika. Bagi siswa hendaknya belajar tidak hanya di sekolah tetapi juga membiasakan untuk selalu belajar pada saat di rumah dan memperbanyak latihan menjawab soal-soal matematika. Bagi orang tua hendaknya memperhatikan perkembangan belajar siswa dengan menjalin kerjasama dengan guru