OJS Universitas Achmad Yani Banjarmasin
Not a member yet
568 research outputs found
Sort by
Implementasi Manajemen Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Di SMK Swasta Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi ketidak percayaan masyarakat terhadap nilai rapor yang diterima siswa, masyarakat menganggap sekolah hanya mampu memberikan nilai tinggi kepada siswa tanpa diiringi oleh kemampuan yang tinggi pula. Akibat sistem penilaian ini siswa tidak mengetahui dimana bakatnya, guru tidak jujur lagi dalam memberikan penilaian, dan orang tua tidak mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan anak dalam menguasai pelajaran. Penelitian ini di lakukan di SMK Swasta Banjarmasin, dengan metode penelitian Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data bersifat trianggulasi yaitu : observasi. Wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penetapan KKM di SMK Swasta Banjarmasin kurang memperhatikan aspek Kompleksitas, daya dukung dan Intake yang dimiliki SMK Swasta Banjarmasin, sehingga penetapan KKM di SMK Swasta Banjarmasin kurang bermutu. Rekomendasi dari penelitian ini adalah : 1) kepada Dinas Pendidikan agar melakukan evaluasi terhadap KKM yang ditetapkan oleh sekolah-sekolah. 2) guru harus memberikan nilai siswa secara objektif dan jujur sesuai dengan kemampuan siswa , agar siswa bisa mengetahui dimana kelebihan dan kekurangannya dalam menguasai pelajaran
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA POHON ANGKA PADA TK KARYA DI KUALA KAPUAS TAHUN PELAJARAN 2022 /2023
The results of the observation analysis of performance test results show that the ability torecognize numbers aged 5-6 years is still starting to develop (MB), because the score achieved was only51.70%, not reaching the minimum achievement standard of 76% or at least very well developed (BSB).(appendix F). Problem solving solution, using number tree media to improve the ability to recognizenumbers for young children aged 5-6 years at Karya Kindergarten in Kuala Kapuas. This classroom actionresearch uses the PTK (development) model (Suwardi, 2018: 35), each cycle consists of 4 stages, namely:action planning, action implementation, observation, reflection. The subjects of this research were 11people, consisting of 4 girls and 7 boys. Qualitative data was collected through observation sheets on theactivities of young students aged 5-6 years and the teacher\u27s abilities, while qualitative data on the ability torecognize numbers from early childhood children aged 5-6 years was collected through performance testson variations of observation sheets on the results of actions at the end of each cycle. The results of theresearch show that: (1) The ability to recognize numbers in early childhood 5-6, the percentage score forcycle III is 78.69% in the Very Good Development (BSB) category, increasing by a difference of 18.46% andthe category increasing Very Good Development (BSB). cycle III from start of development (MB) cycle II.(2) The qualitative change in support for teachers\u27 ability in cycle III was 79.41% in the good abilitycategory, an increase of 19.12%, the category increased in good in cycle III from sufficient in cycle II. (3)Qualitatively supported changes in the learning activity of students in cycle III were 81.02% in the verygood activeness category, an increase of 22.06%, the category increased very well in cycle III from faircycle II
PENJADWALAN PEMBANGUNAN WORKSHOP LAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM)
PDF
Dalam pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi, terdapat tiga unsur utama, yaitu biaya, mutu, dan waktu. Salah satu hasil dari- perencanaan adalah penjadwalan proyek yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, peralatan dan material serta rencana durasi dan progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek membantu menunjukkan hubungan setiap aktivitas dengan aktivitas lainnya dan terhadap keseluruhan proyek, mengidentifikasi hubungan yang harus didahulukan diantara aktivitas, serta menunjukkan perkiraan waktu yang realistis untuk setiap aktivitas.
Critical Path Method (CPM) adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total. Perhitungan dengan Critical Path Method (CPM) juga dapat menampilkan kegiatan pekerjaan yang ada lintasan kritis melalui network diagram atau jaringan kerja yang merupakan ciri khas Critical Path Method (CPM). Dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) pada kegiatan pekerjaan beton/struktur proyek pembangunan workshop las diketahui lintasan kritis terdapat pada kegiatan A, C, E, G, I, K, M, O, Q, dan durasi proyek sebelum dilakukan percepatan adalah 44 hari, dan durasi proyek setelah dilakukan percepatan dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) adalah 29 hari
SOSIALISASI DAMPAK DAN SANKSI PENYALAHGUNAAN NARKOBA : (Berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika)
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi termasuk Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Achmad Yani Banjarmasin. Kegiatan ini adalah untuk mentransfer ilmu Pengetahuan serta wawasan yang penting bagi masyarakat. Oleh karena itu maka tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat berupa Sosialisasi Dampak dan Sanksi Penyalahgunaan Narkoba berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ini adalah 1) Agar peserta mengetahui dampak atau bahaya penyalahguna narkoba, 2) Agar peserta mengetahui sanksi penyalahguna narkoba dan pengedar narkoba berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA SMA NEGERI 1 GAMBUT KABUPATEN BANJAR DENGAN PELATIHAN SABLON
PDF
Bidang pendidikan merupakan investasi dimana pembangunan ekonomi sangat erat hubungannya dengan berkepentingan. Sebagai salah satu bentuk komitmen Universitas Achmad Yani Banjarmasin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dalam melaksanakan Tri Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat, yang diantaranya adalah pelatihan keterampilan sablon bagi siswa/i SMA Negeri 1 Gambut. Pengabdian ini terlaksana dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan SMA Negeri 1 Gambut.
Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan agar dapat Meningkatkan keterampilan non akademik siswa SMA Negeri 1 Gambut Kabupaten Banjar yaitu keterampilan dalam paktik sablon manual. Di samping itu pengabdian ini juga bertujuan agar siswa/i memiliki kemampuan, spirit dan motivasi untuk bersaing baik di dunia kerja maupun membuka lapangan pekerjaan (berwiraswasta). Metode kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Tahapan kegiatan adalah 1) persiapan surat menyurat; 2) persiapan materi; 3) penyampaian materi; 4) praktik sablon; 5) pelaksanaan bimbingan; 6) pembuatan laporan.
Kesimpulan yang bisa diambil dari proses pelatihan ini adalah pelatihan sablon berisi materi teknologi tepat guna untuk meningkatkan keterampilan non akademi bagi siswa SMA Negeri 1 Gambut Kabupaten Banjar serta dapat menjadi wahana yang sangat dibutuhkan masyarakat umum, seperti halnya siswa SMA sebagai bekal untuk membuka wawasan workshop dan latihan membuat kreativitas sablon agar membuka keterampilan berwirausaha dan memberi manfaat di kemudian hari
Penyuluhan Pembuatan Kue Bawang Kepada Masyarakat Desa Tatah Layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar
Pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat ini di Desa Tatah Layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar dengan menggunakan metode kegiatan penyuluhan yang melibatkan anggota masyarakat Desa Tatah layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Metode pengabdian di berikan dengan cara ceramah, tanya jawab dan kuisioner. Ada dua aspek pembuatan kue bawang, Yaitu aspek teknis meliputi persiapan lokasi, bahan baku, alat dan pemasaran.Aspek finansial meliputi total biaya Rp.2.911.666/bulan, total penerimaan Rp. 7.700.000 /bulan, total pendapatan Rp.4.788.333 perbulan dan kelayakan sebesar 2,8
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Ayam Kampung (Gallus Domesticus) Skala Rumah Tangga Di Kwt Kampung Iwak Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan
Community Service with the Title Analysis of Household-Scale Village Chicken Livestock Business Income was carried out at KWT Kampung Iwak, North Banjarbaru District, Banjarbaru City in November 2022, using a case study method on Mrs. Maisaroh\u27s farm. The results obtained are the variable costs of free-range chicken farming for 1 harvest in 3 months of Rp. 1,229,583.32 and the cost of depreciation for 3 months is Rp. 105,249.99 so the income of free-range chicken farming for 1 harvest is Rp. 5,170,416.6
Keuntungan Usahatani Kunyit (Curcuma domestica Val) Di Desa Maniapun Pengaron Kabupaten Banjar
The purpose of this research is to know the revenue,the Total cost ,income and Profit. This research was conducted in Oktober– Desember 2023 at village Maniapun , Banjar regency. The sensus sampling methode used was by observing 9 farmers in village Maniapun who planted Turmeric plant.The Average land area 0,12/farmer,and Average result of the revenue is Rp. 3.013.888,89,/farmer, or Rp.25.115.740,75/Ha. The average Total cost is Rp. 1.216.035,29/farmer, and Average income profit Rp. 1.800.297,15/farmer, and From this result of development of farming Turmeric flant.We believe that it has good prospect and revenue, of the average profit income ,tecnicall,economically and increase in land are
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DAN MENEMPEL BAGI ANAK KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK TRISULA TAHUN PEMBELAJARAN 2022/2023
Based on observations made at Trisula Kindergarten, it was found that they were not able tocoordinate their fine motor skills, both holding stationery, matching, cutting and gluing properly.Sometimes children feel bored quickly because they are not able to do the tasks given Classroom ActionResearch is carried out with the aim of achieving the development of fine motor aspects of children throughmatching activities, making cow and sheep pens and making miniature farms. The subjects in the studywere children in group B with a total of 5 children. Which lasted for 3 cycles. The results obtained fromCycle I, Cycle II and Cycle III in improving children\u27s fine motor skills through cutting and gluingactivities, can display an overview of the abilities of 5 children, none of which developed as expected, inCycle I as many as 1 child or by 20% while in cycle II was 2 children or 40% and in cycle III it became 3children or 60% and 1 child developed very well or 20% so that children who were able to cut and stick(developed as expected) experienced an increase of 3 children or 60%. For very good DevelopmentalAbility which in cycle I did not exist in cycle II to 1 child or an increase of 20%
PENGARUH POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP DAYA JUANG SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola komunikasi orang tua terhadap daya juang siswa sekolah dasar. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di 13 sekolah dasar pontianak selatan berjumlah 758 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik proportionate stratified random sampling, berdasarkan hasil perhitungan maka sampel yang terpilih berjumlah 262 siswa kelas V. pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif berjenis Ex-Post Facto. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik komunikasi tidak langsung menggunakan alat penggali data angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.000 lebih kecil dari < probabilitas 0.05 dan ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pola komunikasi orang tua terhadap daya juang siswa sekolah dasar. Pengaruh pola komunikasi orang tua ter-hadap daya juang siswa adalah sebesar 14.1%