Repository UNSAP (Universitas Sebelas April)
Not a member yet
1145 research outputs found
Sort by
PENERAPAN SISTEM KEAMANAN JARINGAN KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE DHCP SNOOPING DAN VLAN
Jaringan komputer dan internet merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh kebanyakan orang, seperti pada perusahaan, instansi pemerintahan. Dengan adanya jaringan komputer dan internet dapat membantu penggunanya dalam berbagai hal. Salah satu contohnya adalah untuk membantu pekerjaan manusia seperti pada perusahaan, instansi pemerintahan maupun pribadi. Desa Cijambu merupakan intansi pemerintahan yang terletak di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang yang mana telah memiliki suatu jaringan komputer disertai dengan jaringan internet. Penggunaan jaringan komputer ini bertujuan untuk membantu aparat pemerintah Desa untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kemampuan komunikasi data untuk mengakses informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi Desa tersebut. Namun saat ini jaringan tersebut belum termanage dengan baik sehingga mengakibatkan adanya celah serangan yang dilakukan network attacker. Seperti jenis serangan Man In The Middle (MITM) dengan menggunakan DHCP Rogue. Adanya suatu manajemen jaringan yang baik dan menerapkan metode keamanan jaringan komputer, akan dapat membantu aparat desa dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan aman. Apalagi untuk sebuah instansi pemerintahan seperti Desa Cijambu, yang memiliki aset atau data-data yang sangat penting untuk dijaga. Untuk itu pada penelitian ini rancangan jaringan VLAN dan metode keamanan jaringan DHCP Snooping akan diterapkan. Dengan penggunaan rancangan jaringan VLAN dapat meningkatkan manajemen jaringan, pengguna dapat saling terhubung dan berbagi data tidak perlu bergantung pada internet. Penggunaan metode keamanan DHCP Snooping, membantu meningkatkan keamanan jaringan komputer. Mencegah serangan Man In The Middle menggunakan DHCP Rogue. Metode keamanan DHCP Snooping ini terbukti dapat memfilter dan tidak memberikan ijin server palsu untuk memberikan layanan IP kepada klien
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 7 TAHUN 2012 PASAL 6 (C) TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN MENGENAI PENYELAMATAN DAN PELESTARIAN DOKUMEN/ARSIP DAERAH DI DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN SUMEDANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan peraturan daerah kabupaten sumedang nomor 7 tahun 2012 pasal 6 (c) tentang penyelenggaraan kearsipan mengenai penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik penentuan informannya adalah purposive sampling dengan informan yang terdiri atas: Kepala Sub Bagian Program dan Keuangan, Kepala Bidang Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Arsip dan Perpustakaan, Kepala Bidang Akuisisi Dokumen Kearsipan, Kepala Seksi Akuisisi. Teknik pengumpulan data yang digunakanyaitu studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi dan trianggulasi. Sementara prosedur pengolahan data dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display, data conclucion drawing/verification. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa telah berjalan dengan baik namun belum maksimal hal tersebut terlihat dari beberapa faktor seperti kurangnya kecukupan fasilitas, Kondisi Lingkungan yang kurang efektif, dan kurangnya kepedulian masyarakat. Adapun faktor-faktor penghambat dalam implementasi kebijakan tersebut memiliki beberapa hambatan yaitu sosialisasi, sumber daya manusia, anggaran/biaya, peralatan, tingkat pendidikan pegawai. Upaya mengatasi Faktor Penghambat Implementasi Kebijakan seperti melaksanakan sosialisasi, menberikan pembinaan pada sumber daya manusia, mengajukan permohonan bantuan anggaran/biaya dan peralatan, Memberikan pembinaan dan meningkatkan pendidikan pegawai
ANALISIS PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DAERAH DI KABUPATEN SUMEDANG
Utilization of information technology used in providing public services to the community, especially in food security using the internet through information networks. By utilizing this ICT, it can be used to analyze the condition of food in each region, help the public find out information about food security, and be used to manage the distribution of food products and display market information. This study aims to determine how the use of information technology in improving regional food security in the Department of Fisheries and Livestock, Sumedang Regency. This research was conducted using qualitative methods. Data collection techniques were carried out through library research and field studies which included: observation, interviews, documentation studies, and triangulation. Determination of samples/informants in this study was carried out using purposive sampling as many as 4 people. While the data processing procedures used data analysis model Miles and Huberman. The final result of this study concludes that the use of information technology in improving regional food security has been implemented well but not yet optimal. This can be seen from several things, namely the lack of maximum facilities and infrastructure provided to employees, no special application that regulates food, lack of knowledge and ability of employees in using ICT, limited social media accounts owned by the office in providing information about food to the public.
 
TEACHER PERFORMANCE ON STUDENT LEARNING MOTIVATION IN EFFORTS TO IMPROVE THE QUALITY OF EDUCATION at MTs DARUL HIKMAH, SUMEDANG
Learnin
PENDIDIKAN WIRAUSAHA BAGI MASYARAKAT SEKITAR PEMBANGUNAN WADUK JATIGEDE
Pembangunan Waduk Jatigede memiliki berbagai tujuan (multipurpose) yang ujungnya diperuntukan bagi kesejahteraan masyarakat. Tujuan pembangunan Waduk Jatigede antara lain adalah pengendalian air, pembangkit tenaga listrik dan pariwisata. Melalui pembangunan waduk Jatigede ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh berbagai keuntungan (multibenefit) antara lain tertanganinya masalah kekeringan dan banjir di wilayah pantura Jawa Barat, meningkatnya produksi padi sebagai stok pangan regional dan nasional, bertambahnya pembangkit tenaga listrik, penyediaan air baku, serta membuka peluang lapangan usaha dan lapangan kerja. Namun, dibalik manfaat dan keuntungan yang didapatkan dari pembangunan Waduk Jatigede terdapat juga dampak negatifnya, diantaranya timbulnya dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar proyek pembangunan. Salah satu dampak sosial ekonomi yang timbul adalah adanya perubahan dan atau hilangnya mata pencaharian penduduk sebagai akibat dari berubahnya lingkungan fisik dan fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi area genangan waduk. Salah satu alternatif solusi untuk mengatasi dampak sosial ekonomi tersebut adalah dengan merubah mindset masyarakat agraris menjadi masyarakat yang memiliki jiwa entrepreneur yang mampu mengembangkan kecakapan hidupnya melalui pendidikan dan pelatihan wirausah
KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM KEGIATAN PEMBANGUNAN DI DESA SUKAGALIH KECAMATAN SUMEDANG SELATAN KABUPATEN SUMEDANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendapatkan data serta informasi yang objektif mengenai komunikasi organisasi dalam kegiatan pembangunan, hambatan serta upayanya di Desa Sukagalih Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi analisis kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan langkah-langkah observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan dokumentasi. Sedangkan prosedur pengolahan data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Informan dalam penelitian ini ditentukan menggunakan metode purposive sampling yaitu sebanyak 6 orang. Dari penelitian ini diperoleh hasil yakni didapatinya faktor-faktor yang menunjang komunikasi organisasi dalam kegiatan pembangunan di Desa Sukagalih Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang yaitu adanya komunikasi internal (vertikal, horizontal dan diagonal) dan komunikasi eksternal (komunikasi dari organisasi kepada khalayak dan komunikasi dari khalayak kepada organisasi) secara keseluruhan komunikasi organisasi dalam kegiatan pembangunan di Desa Sukagalih dapat dikatakan cukup baik. Namun didapatinya permasalahan mengenai komunikasi organisasi dalam kegiatan pembangunan di Desa Sukagalih, yakni kurangnya kejelasan pengarahan yang diberikan kepala desa, sering terjadi perbedaan pendapat, kurang efektifnya penyampaian informasi yang diterima oleh masyarakat, belum terciptanya komunikasi yang nyaman antara aparatur pemerintah desa dengan RT/RW dan peserta Musrenbang masih didominasi oleh perangkat Desa dan kelompok elit. Upaya untuk mengatasi hambatan komunikasi organisasi dalam kegiatan pembangunan di Desa Sukagalih diantaranya: melengkapi peralatan dan perlengkapan di Desa Sukagalih agar bisa menunjang untuk kegiatan yang dilakukan pihak Desa, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa, menambah frekuensi komunikasi dan mengurangi perbedaan paham diantara sesama pegawai di lingkungan Des
Kolaboratif Governance Dalam Penanggulangan Covid-19 Di Wilayah Kabupaten Lingga
The government has continued to undertake intensive measures to combat COVID-19 since the beginning of March 2020 to lower the pace of COVID-19 spread. Based on preliminary findings, there is a collaborative approach in Lingga Regency that has not been fully utilized, with indications of a lack of material assistance in addressing the needs of facilities and infrastructure from every village in the regency. The goal of this study is to look into "Collaborative Governance in the Lingga Regency in Combating COVID-19." This study used a qualitative method with a descriptive approach as the research method. According to the findings, the Starting Condition is characterized by adequate resources; the Collaborative Process is characterized by an interactive discourse, growing trust, dedication to the process, and mutual understanding; and the End State is characterized by a lack of resources. Facilitative Leadership is characterized by a large number of facilities and infrastructure that may meet current needs but are underutilized; The Lingga Regency administration has done an excellent job with institutional design, which includes participation, the role of external parties, and policy regulations. Meanwhile, financial indications that stymie collaboration, such as the fact that small company aid is not particularly controlled, and public view that there is still suspicion in Covid-19 and a refusal to be vaccinated, can stymie the current partnership proces
PENDIDIKAN TENTANG KESADARAN HUKUM BAGI ANAK BERMASALAH HUKUM DI LAPAS
Problems faced in optimizing the quality of "Education for Learners in Tangerang correctional institution" today is the contradiction between the values of hope (das sollen) with the values of reality (das Sein), and the dominant factor affecting the quality of the "Education students in Tangerang correctional institution ", is a factor of the input instrument of education. Qualitative study, this study aims to find patterns of education in accordance with the legal awareness education for students penitentiary child. The research process was conducted based on the qualitative method, which is natural, descriptive, inductive, and discover the meaning of a phenomenon. Educator Qualifications research results that have a faithful and devoted personality, friendly, full of tenderness, acting as a parent, insightful, and empathy, positive impact on the development process; Development Planning combines the Bottom Up Top Down; Approach and method that combines coaching and religious functionalist models, through: the example (example), habituation and training, creation of favorable situation, discipline, implementing worship deeply, accelerate the process of coaching, Evaluation of Education in Prison, the need to involve the role students, families, and communities, thus serving as a feed back to the improvement of the quality of coaching in priso
Pendidikan Anak Didik Lapas: Paradigma Baru dalam membangun Stigma Positif Masyarakat pada Anak yang berkonflik hukum
Enhancing the Usability of Information Systems Internal Quality Assurance Systems: Recently Formed Universities Study
It was found that the implementation of quality education is a reaction to a number of changes in circumstances related to changes in context related to the distribution of student profiles, the internalization of higher education and the job market, the emergence of the workforce and students, dissatisfaction from workers and students, pressure due to limited funds, and demands for accountability to institutions. Sebelas April University has implemented Information Systems Internal Quality Assurance Systems to avoid these problems. The purpose of this study was to analyze and determine the Usability factor in Information Systems Internal Quality Assurance Systems at Sebelas April University, which was recently formed. The measurement model used is the Usability Model from Nielsen\u27s. The results obtained from the evaluation of the Internal Quality Assurance System for Information Systems that refer to the Nielse