Repository UNSAP (Universitas Sebelas April)
Not a member yet
1145 research outputs found
Sort by
Pengawasan Penggunaan Air Tanah di Wilayah Perkotaan Kabupaten Sumedang
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Air Tanah, di antaranya menyatakan bahwa setiap pengelolaan air tanah harus memiliki izin. Namun dalam implementasinya terjadi pelanggaran aturan dan lemahnya penegakkan sanksi. Kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya bagaimana pemanfaatan air tanah yang baik berdasarkan aturan yang ditetapkan merupakan kendala yang menyebabkan upaya menjaga kestabilan ketersediaan air tanah. Hal tersebut dapat menyebabkan penggunaan air tanah semakin tidak terkendali. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji mengenai pengawasan penggunaan air tanah di Wilayah Perkotaan Kabupaten Sumedang. Penelitian ini difokuskan kepada bagaimana konsep pengawasan terhadap penggunaan air tanah. Melalui metode analisis deskripsi, dengan merekap data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang diperoleh. Kemudian dilakukan reduksi terhadap rekapan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi.
 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN METACOGNITIVE SCAFFOLDING BERBANTUAN CALCULUS SOLVED!
Kesulitan dalam berpikir kritis matematis disebabkan karena kurangnya keterlibatan proses berpikir siswa dalam pembelajaran, sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir belajar. Oleh karena itu, sebagai guru harus memberikan bantuan secara efektif kepada siswa agar mampu meningkatkan kemampuan berpikirnya terhadap tantangan-tantangan persoalan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan dan interaksi antara siswa yang mendapatkan pembelajaran pendekatan metacognitive scaffolding berbantuan Calculus Solved! dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari keseluruhan dan kemampuan awal siswa. Metode dan desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dan the nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi di sebuah SMA Negeri di Kabupaten Sumedang dan dua dari kelas XI diambil sebagai sampel. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis dengan materi Integral. Hasil penelitian menunjukkan ditinjau dari keseluruhan, kategori tengah, dan kategori bawah, peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapatkan pendekatan metacognitive scaffolding berbantuan Calculus Solved! lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, sedangkan jika ditinjau dari kategori atas tidak terdapat perbedaan peningkatan antara berpikir kritis matematis siswa yang mendapatkan pendekatan metacognitive scaffolding berbantuan Calculus Solved! dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Terdapat interaksi antara faktor pembelajaran yangdiberikan dengan faktor kategori kemampuan awal siswa terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa
PERAN PENDIDIKAN MATEMATIKAUNTUK MEWUJUDKAN LIFE SKILL DAN MENGEMBANGKAN KARAKTER BANGSA
Life skill adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Karakter seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Usaha untuk mempersiapkan generasi muda agar dapat melangsungkan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan dilakukan melalui pendidikan life skill dan pendidikan karakter bangsa, yang pada dasarnya bertujuan mengembalikan pendidikan pada fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi siswa untuk menghadapi peranannya di masa datang. Pendidikan life skill dan karakter bangsa dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran yang ada dalam kurikulum. Matematika mempunyai karakteristik sebagai ilmu tentang pola dan hubungan, cara berpikir, seni, bahasa, dan alat. Melalui aktivitas matematik dapat dikembangkan kecerdasan, potensi diri dan kerampilan berpikir logis, berpikir kritis, analitis, membuat prediksi dan kesimpulan, serta keterampilan memecahkan masalah. Selain itu dapat dibentuk kekuatan spiritual keagamaan, sifat tekun, cermat, kerja keras, jujur, disiplin, dan efisien. Semua ini mendukung life skill dan mengembangkan karakter bangsa. Guru-guru yang berdedikasi dan profesional, disertai dukungan kepala sekolah dan pemimpin pendidikan sangat menentukan atas keberhasilan pendidikan life skill ini
Apresiasi Cerita Rakyat sebagai Upaya Memperkuat Karakter Siswa dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0
Kemajuan dunia teknologi sudah memasuki era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 merupakan optimalisasi kemajuan teknologi dengan mengubah cara kerja manusia menjadi digitalisasi. Revolusi industri tentu saja harus diimbangi dengan revolusi mental guna mempersiapkan para pengguna yang berkarakter dan berkemajuan. Di sekolah, guru harus memberikan penguatan penguatan kepada siswa tentang dampak revolusi industri 4.0 agar karakter mereka tidak luntur serta mempunyai visi untuk maju. Cerita rakyat merupakan tradisi lisan yang diwariskan oleh para leluhur secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam cerita rakyat banyak memuat tentang sejarah, adat istiadat, pandangan hidup, politik, kepemimpinan, dan cita-cita (keinginan). Cerita rakyat berfungsi sebagai media pendidikan dan sarana hiburan guna menumbuhkan kecerdasan emosional dan sosial siswa serta dapat dijadikan sarana untuk memperkuat karakter siswa. Tujuan penulisan makalah ini untuk menguraikan kebermanfaatan apresiasi cerita rakyat bagi penguatan karakter siswa. Hal tersebut dimaksudkan bahwa kenyataan dilapangan saat ini apresiasi masyarakat khususnya siswa terhadap cerita rakyat mengalami penurunan karena tergeser oleh cerita-cerita modern. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif.
 
UNSUR PENOKOHAN DALAM KUMPULAN CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI SEBAGAI PENYUSUNAN BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sebuah karya sastra dalam mendukung peserta didik untuk mengembangkan empat kemampuan berbahasanya. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik pada cerpen khususnya unsur penokohan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan sebuah pendekatan kajian sastra secara ekspresif untuk menganalisis unsur ekstrinsiknya. Teknik penelitian dalam melaksanakan analisis adalah dengan menggunakan teknik analisis teks yang peneliti gunakan untuk menganalisis unsur intrinsik dalam cerpen, serta studi dokumentasi untuk mendapatkan riwayat hidup pengarang.
Berdasarkan hasil analisis, setiap unsur nama yang terdapat dalam ke-13 cerpen yang ada menggunakan nama-nama yang sangat identik dengan penduduk desa, khusunya yang tinggal di daerah Jawa. Ini sangat berpengaruh terhadap penokohan yang ada pada setiap cerita. Yakni dalam penggambaran karakter dan pekerjaan tokoh. Unsur penokohan tersebut sangat berkaitan erat dengan unsur intrinsik yang lain. Semua unsur pendukung dalam penokohan yang menggambarkan kehidupan dan masalah sosial di pedesaan ini, tidak terlepas dari latar belakang pengarang, yakni Ahmad Tohari yang lahir dan besar di sebuah desa di bagian tengah pulau Jawa. Sehingga hampir semua tema yang diangkat dalam cerpen pada kumpulan ini menceritakan tentang permasalahan sosial masyarakat ekonomi rendah yang kebanyakan hidup di pedesaan
Calibration and field application of passive sampling for episodic exposure to polar organic pesticides in streams
Rainfall-triggered runoff is a major driver of pesticide input in streams. Only few studies have examined the suitability of passive sampling to quantify such episodic exposures. In this study, we used Empore(TM) styrene-divinylbenzene reverse phase sulfonated disks (SDB disks) and event-driven water samples (EDS) to assess exposure to 15 fungicides and 4 insecticides in 17 streams in a German vineyard area during 4 rainfall events. We also conducted a microcosm experiment to determine the SDB-disk sampling rates and provide a free-software solution to derive sampling rates under time-variable exposure. Sampling rates ranged from 0.26 to 0.77 L d(-1) and time-weighted average (TWA) concentrations from 0.05 to 2.11 mu g/L. The 2 sampling systems were in good agreement and EDS exceeded TWA concentrations on average by a factor of 3. Our study demonstrates that passive sampling is suitable to quantify episodic exposures from polar organic pesticides. (C) 2014 Elsevier Ltd. All rights reserved.ECOTO
Mild synthesis of mercaptonitriles from vinyl nitriles and their cyclization reactions
Thiol-ene addition of thioacetic acid A is widely used in the synthesis of thiols from vinyl precursors, but so far has not been conducted on non-conjugated vinyl nitriles. The challenge when vinyl nitriles are used is to selectively conduct the thiol-ene addition, while avoiding the nucleophilic addition of A to the nitrile group. We have found that vinyl nitriles give selective UV-induced thiol-ene addition in the presence of photoinitiators as long as a stoichiometric amount of A to the vinyl group and sterically unhindered vinyls are used. In contrast, when a sterically hindered vinyl is used, the nucleophilic addition of the nitrile is favoured. The prepared mercaptonitriles can easily undergo cyclization reactions in basic and acidic conditions as well as in the presence of silica gel. This illustrates the high reactivity of nitriles towards thiol addition. 1,2-Ethanedithiol B is presented as an alternative reagent to A as it allows conversion of vinyl nitriles directly into mercaptonitriles under mild and non-acidic reaction conditions.UPNUE
ANALISIS KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB TERHADAP TUGAS PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya disiplin dan tanggung jawab siswa terhadap tugas yang diberikan oleh guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cimalaka sebanyak 42 siswa yang diambil 25% dari jumlah populasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa siswa SMP Negeri 2 Cimalaka mempunyai sikap baik terhadap tugas bahasa Indonesia. Mereka mengkategorikan bahasa Indonesia sebagai pelajaran yang menarik serta bermanfaat untuk dipelajari. Cara siswa mengerjakan tugas bahasa Indonesia yaitu dengan cara mengerjakan sesuai dengan intruksi guru (57,1%), sendiri tanpa bantuan orang lain (57,1%), dengan melihat google (57,1%), melihat dari buku paket (76,2%), dan mengerjakan dari yang paling mudah terlebih dahulu (62%). Faktor penyebab siswa terlambat atau tidak mengerjakan tugas, yaitu yang pertama faktor internal siswa karena badan cape dan sakit (59,5%) sehingga siswa menjadi lupa, malas, dan yang kedua faktor eksternal yaitu siswa sulit berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas jika lingkungan sekitar tidak tenang dan berisik (40,5%), sibuk berorganisasi, dan bermain bersama teman. Faktor fisik dan faktor lingkungan sangat penting dalam belajar, karena dengan fisik yang kuat dan lingkungan yang tenang akan membuat siswa berkonsentrasi dalam belajar