Repository UNSAP (Universitas Sebelas April)
Not a member yet
1145 research outputs found
Sort by
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN KUALITAS MANGGA GEDONG GINCU TERBAIK DENGAN MENERAPKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS
Sebagai negara yang memiliki iklim tropis, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tumbuh disana. Gedong Gincu merupakan banyak tersebar di kabupaten Sumedang, khususnya tersebar di daerah Desa Jembarwangi. Mangga Gedong Gincu termasuk salah satu keanekaragaman hayati di Indonesia. Gedong Gincu merupakan banyak tersebar di kabupaten Sumedang, khususnya tersebar di daerah Desa Jembarwangi. Dalam menentukan kualitas Gedong Gincu biasanya dilakukan secara manual. Dengan fakta bahwa hari ini pemanfaatan Teknologi Informasi sudah merambah kemana-mana, maka dari itu demi membantu untuk menentukan kualitas Gedong Gincu terbaik di buatlah sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mendukung keputusan. Sistem pendukung keputusan ini dapat dipakai sebagai alat ketika keputusan tidak bisa dengan proses manual, maka digunakanlah sistem ini agar dapat mendapatkan hasil terbaik. Sistem ini dipakai untuk memecahkan persoalan yang rumit. Selain itu sistem pendukung ini bisa mendapatkan solusi yang cepat dan bisa diandalkan. Sistem pendukung keputusan ini dibuat dengan memanfaatkan metode analytical hierarchy process. Metode analytical hierarchy process dipakai ketika proses pengambilan keputusannya sedangkan dalam perancangan sistemnya menggunakan metode prototype. Penelitian ini menghasilkan sebuah website sistem pendukung keputusan yang di dalamnya dapat melakukan input kriteria, subkriteria, alternatif, dan melakukan proses penghitungan dengan metode analytical hierarchy process. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam membangun sistem pendukung keputusan berbasis komputer dalam menentukan kualitas Gedong Gincu terbaik terdapat beberapa langkah dimulai dari identifikasi kriteria penilaian, mengembangkan model dari metode yang ada, pembuatan atau perancangan sistem, dan terakhir validasi dan evaluasi. Untuk sarannya, sistem pendukung keputusan harus selalu relevan dengan perkembangan dan perubahan yang ada dalam industri Gedong Gincu. Penelitian ini diharapkan untuk mampu membantu dalam menentukan kualitas Gedong Gincu terbaik
Capacity Building in Improving the Performance of Village-Owned Enterprises in Sumedang Regency
The study aims to analyze the building capacity in improving the performance of Village-Owned Enterprises in Sumedang Regency. The product of this study was the Manual for Capacity Building in Improving the Performance of Village- Owned Enterprises in Sumedang Regency. Based on tools and criteria of measurements as village head support, cashflow, managerial professionalism, financial reporting, service quality, employee development, customer maintenance, profit and development funding, the Village-Owned Enterprises in Sumedang Regency were mostly low performers, only 20 media. Through interviews and FDGs with managers, experts, village counselors, regional device, a strategy of capacity building to improve the performance of Village-Owned Enterprises, first, counseling to low-performing village-owned enterprises; secondly, mentoring to village-Owned enterprises performed moderately; and third, the empowerment to a high-performance village-owned enterprise. Capacity building of Village-Owned Enterprises was done by developing institutional capacity, management, and human resources.
 
Implementasi Kebijakan Pembebasan Biaya Kesehatan Dasar
This study aims to analisys the role organization communication in implementing public policy of free-cost of basic health service. The result indicate that organization communication role for depending in implementing public policy successfull and become trigger other critical factor of implementing policy succesfull, as like resource, bureaucratic structure, and disposition or attitude. Quality of information media, information accessibility, information fidelity, information spreading, information load is urgent to implementing public policy successful.
 
Strategies for energy-efficient frontal polymerisation processing and microstructural evaluation of fibre reinforced composites
Liquid composite moulding methods are widely applied for manufacturing of fibre reinforced polymer (FRP) composites and consist of two main stages: impregnation of fibrous reinforcements by a liquid monomer resin and curing of this resin. This thesis work proposes strategies towards the optimisation of both process stages. First an UV-flow freezing method for the microstructural characterisation of dynamic infiltrating flows was optimised by finetuning
of the resin formulation and experimental procedure. The method allowed for in-situ photopolymerisation of flow patterns characteristic for viscous-dominated, equilibrated and capillary-dominated regimes. X-ray micro-computed tomography analysis enabled high resolution volumetric imaging and quantification of the saturation levels of the characteristic flow patterns.
Frontal polymerisation offers unmatched reductions in energy demand and time for curing of FRPs. Current resin systems are incapable of overcoming the excessive heat uptakes by fibrous reinforcements and are hence limited to fibre volume fractions (Vfs) well-below the desired 55% or more. Optimisation of the resin composition and mould configuration allowed for control of the governing heat balance while a defined processing window related this
balance to the possibility of forming a self-sustaining polymerisation front but maximum Vfs remained limited by the heat loss to the fibres. Bridging of the Vf gap was achieved via a novel self-catalysed frontal polymerisation approach where a sacrificial resin channel in thermal contact with the FRP ensures enough pre-heating and catalyses the frontal polymerisation process. FRPs were produced with Vfs up to the 60% range, increasing the current maxima by 15-20%, at an energy demand reduced by >99.5% compared to conventional oven-curing. Mechanical properties of the FRPs were comparable to those of traditional carbon FRPs while its glass transition temperature of 177.6±9.3°C was 18.5°C higher. To further evaluate process windows and the role of the mould, reinforcement and resin parameters, finite difference models were developed by derivation of descriptive reaction-kinetics models that were calibrated and validated to experimental temperature recordings. The latter procedure allowed for accurate approximations of front velocities and temperature profiles and slightly overestimated peak temperatures. Application of the model to a series of case studies allowed for complementary insights on the role of the processing conditions and the occurrence of thermal instabilities. The combined strategies proposed in this work are believed to pave the way towards the energy-efficient production of FRPs by means of liquid composite moulding with an improved understanding on ongoing phenomena during resin infiltration.LPA
Assessing use of power point by teacher candidates in teaching mathematics
The use of PowerPoint technology in the classroom has become very popular today because it is considered to enhance teaching quality. However, its use is not free from criticism with the emergence of phrases such as \u27PowerPoint is Evil\u27 and \u27Death by PowerPoint\u27. Mathematics and teaching-learning mathematics have certain characteristics. Hence, the creation and execution of presentation in the class with PowerPoint format requires certain handling as well. This study intends to explore students\u27 perceptions and teachers\u27 judgments on the use of PowerPoint in mathematics teaching by teacher candidates. Participants in this study were 14 math teacher candidates, 5 math teachers, and 421 students of two vocational high schools. The student questionnaire result shows that with PowerPoint presentations, in general, students are motivated and helped to learn math, value the management of slide shows quite well, but tend to only listen to the teacher during the learning process, and feel that sometimes lessons are easier with PowerPoint, sometimes not. Teachers\u27 observation result shows that most of the teacher candidates are good enough in organizing subject matter and slides of presentations
PENINGKATAN MINAT BACA DALAM MEMBENTUK BUDAYA BACA MASYARAKAT MADANI
Membaca merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang memiliki peranan penting dalam menunjang kemajuan hidup manusia. Rendahnya minat, kegemaran, dan kebiasaan membaca masyarakat dapat menjadi salah satu factor penyebab terpuruknya tingkat kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, untuk menuju masyarakat madani yang terbuka dan pluralistik diperlukan kebiasaan dan budaya membaca yang tinggi. Hal ini perlu diwujudkan, karena melalui tradisi membaca yang tinggi akan mendukung akselerasi kecerdasan dan pencerahan kehidupan masyarakat suatu bangsa
Pengaruh Penggunaan Media Pemebelajaran Tangram Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Temtis pada Materi Luas dan Keliling bangun Datar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan dan tanpa menggunakan media tangram pada materi luas dan keliling bangun datar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuasi eksperimen dengan nonequivalent pretest-posttest control group design dengan teknik pengumpulan data tes yang berbentuk pretes dan postes. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas III SDN Jatihurip tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 54. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji t’ diperoleh , karena berada di daerah penolakan , maka ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan media tangram dengan siswa yang mendapat pembelajaran tanpa menggunakan media tangram pada materi luas dan keliling bangun datar. Siswa yang mendapat pembelajaran dengan media tangram memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis yang lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya tanpa media tangram
Improving The Function of The Prabu Geusan Ulun Museum in Sumedang Regency as A Tourist A! raction for Historical and Cultural Education
The museum of Prabu Geusan Ulun Sumedang has been in existence since 1950. However, its existence has not been recognized widely among members of society, including among Sumedang community. To solve the problem, it is important to do some eff orts for improving the a# raction of the museum by increasing its functions, not only as a place of storing ancient objects, but also as a tourist destination for history and cultural educations. To obtain this goal, a qualitative research has been conducted, in which its collecting data was undertaken directly in the fi eld by observations, interviews, and documentation with a digital camera. From the research, it can be concluded that improving the functions of the Prabu Geusan Ulun museum as a tourist a# raction is need to be done by developing the supporting system of the museum. These include providing several media such as booklets and website, making labels for the museum objects, and developing museum activities. All of these activities lead to the ability of the museum as a tourist destination of history and culture educations
KAJIAN NOVEL ARUNIKA TERAKHIR KARYA IPUL SAE MENGGUNAKAN PENDEKATAN ENKLITIK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakseimbangan apresiasi sastra, apresiasi sastra hanya difokuskan pada kajian sastra menggunakan pendekatan objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri sendiri sehingga terkesan tidak lengkap. Melalui pendekatan enklitik, apresiasi sastra dalam penelitian ini menggunakan dua buah pendekatan yang digunakan secara bersamaan, menggabungkan pendekatan objektif dan ekspresif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae, gambaran sosiologi pengarang, pengaruh aspek sosiologi pengarang terhadap unsur intrinsik, dan prosedur penerapan pendekatan enklitik dalam kajian sastra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik penelitian menggunakan teknik analisis teks dan wawancara. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa Ipul Sae merupakan seseorang yang aktif di bidang lingkungan, pendidikan, literasi, sosial, dan seni. Pengarang berasal dari Kabupaten Sumeadang, pada 2016 pengarang mendirikan sebuah taman bacaan yang diberi nama Panti Baca Ceria. Buku pertamanya berjudul Kata Benda dan buku kedua berjudul Arunika Terakhir. Novel ini menarik untuk diteliti karena bergenre fiksi dan di dalamnya tercermin imajinasi, kreativitas, dan realitas yang dialami pengarang. Dalam novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae masalah yang diangkat dalam cerita adalah perjuangan menyelamatkan lingkungan dari keserakahan manusia, kehidupan manusia dan makhluk lain di dunia yang saling berdampingan, kesadaran manusia akan lingkungan tempat tinggalnya. Tokoh utama bernama Varsha Eka Saptarangi, berlatar tahun 2080 di sebuah kota bernama Medalion. Penerapkan pendekatan enklitik dengan mengaitkan data pertama berupa sosiologi pengarang dan data kedua berupa unsur intrinsuk novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae sehingga diperoleh keterkaitan antara latar belakang pengarang yang merupakan seorang laki-laki berasal dari Kabupaten Sumedang dengan pemilihan nama tokoh, karakter tokoh, latar tempat, tema cerita yang diangkat, dan cara penyelesaian konflik dalam novel. Pengarang bergerak di bidang lingkungan sehingga berpengaruh terhadap tema cerita yang diangkat, dan amanat yang disampaikan. Pengarang memunculkan nilai-nilai tradisional yang masih dianut oleh masyarakat sunda berkaitan dengan kegemaran pengarang yang sangat menyukai kesenian tradisional.