Repository UNSAP (Universitas Sebelas April)
Not a member yet
    1145 research outputs found

    OPINI-KOMPETENSI SEORANG PEMIMPIN

    No full text
        &nbsp

    The Potency Of Metacognitive Learning To Foster Mathematical Logical Thinking

    Get PDF
    The ability of thinking logically needs to be developed due to the fact that it is an essential basic skill. Logical thinking affects that giving reason must be true, and that a sequence of assumptions is based on the high truth value. Mathematics is a subject that functions to train students to think logically. The understanding of logic will help students to arrange the proof that support through process to finally arrive at a conclusion. Currently, metacognition is viewed as an essential element of learning. It refers to someone knowledge of processes and the result itself or of that connected to the process. Metacognition is needed when student solves the task that needs argumentation and logical understanding. In order to help student to skillful think logically, mathematics learning must be designed as such so that the condition will raise the skill of metacognitive acts

    NILAI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

    No full text
    Kearifan lokal merupakan suatu gagasan konsepstual yang hidup dalam masyarakat, tumbuh dan berkembang secara terus menerus dalam kesadaran masyarakat dari yang sifatnya berkaitan dengan kehidupan yang sakral sampai dengan yang biasa-biasa saja. Kearifan lokal dapat diartikan nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam suatu masyarakat. Untuk   mengetahui kearifan lokal di suatu wilayah maka kita harus bisa memahami nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam wilayah tersebut. Keberagaman budaya Indonesia merupakan modal besar membangun bangsa. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dan mengandung kearifan lokal. Kearifan lokal tersebut perlu dijaga dan dilestarikan sebagai manifestasi yang sangat berharga. Nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal tentu saja akan berdampak baik bagi generasi penerusnya. Nilai-nili tersebut dapat dipelajari atau diinformasikan melalui lembaga pendidikan. Di sekolah dasar (SD), nilai-nilai kearifan dapat diinformasikan melalui pembelajaran sastra. Materi pembelajaran sastra di SD sebaiknya berbasis kearifan lokal seperti cerita-cerita rakyat. Cerita-cerita tersebut tentu saja memiliki nilai-nilai positif bagi anak SD sebagai bahan bagi pengembangan maupun pedoman dalam hidupnya. Nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan leluhur kita seperti budaya gotong royong, saling menghormati dan sopan santun merupakan contoh kecil dari kearifan lokal. Oleh karena itu, kita wajib menggali nilai-nilai kearifan lokal yang ada agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman sebagai ciri khas bangsa Indonesia

    PERAN SASTRA ANAK DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR

    No full text
    Sastra memiliki peran sangat penting dalam pembentukan karakter. Hal tersebut disebabkan karena sastra pada dasarnya menyampaikan nilai-nilai kehidupan. Begitu pula dengan sastra anak yang dapat dijadikan sebagai pondasi awal pembentukan karakter. Sastra anak dapat berfungsi sebagai pengembang kemampuan anak pada aspek koqnitif, afektif, dan psikomotor. Pengetahuan tidak cukup untuk membentuk karakter anak. Pengetahuan harus disertai dengan sikap terbaik sehingga melahirkan kecintaan anak untuk melakukan sebuah aktivitas yang baik. Pendidikan karakter harus menjadi bagian dari seluruh aktivitas sekolah, terutama pembelajaran di kelas. Pembelajaran secara integrated (terpadu), yaitu mengintegrasikan tumbuhnya nilai-nilai moral dalam pembelajaran sastra. Guru harus mengarahkan siswa dalam proses membaca karya sastra agar dapat menemukan nilai-nilai positif dari karya sastra tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pemanfaatan secara ekspresif karya sastra sebagai media pendidikan karakter dapat ditempuh dengan cara mengelola emosi, perasaan, semangat, pemikiran, ide, wawasan, gagasan, dan pandangan siswa ke dalam bentuk kreativitas menulis karya sastra dan bermain drama, teater, atau film. Siswa dibimbing untuk mengaktualisasi diri dalam dunia karya sastra dalam rangka membentuk karakter diri yang kuat

    Membumikan Filsafat Ilmu, Membangun Metodologi Penelitian

    No full text
        &nbsp

    PENERAPAN ICE BREAKING GUNA MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR MAHASISWA

    Get PDF
      Aktivitas ice breaking yang menarik bisa menjadi pemecah suasana dalam mengatasi kebosanan mahasiswa dalam belajar. Permainan ice breaking yang menyenangkan dapat memperkuat koneksi, meningkatkan komunikasi yang lebih baik, dan menciptakan suasana yang lebih santai. Permainan Ice Breaking yang menyenangkan biasanya digunakan di beberapa tempat. Salah satunya Ketika dilaksanakannya pembelajaran di kampus. Ice breaking dapat memecahkan kebekuan suasana menjadi lebih asyik dan dapat meningkatkan kualitas kekompakan mahasiswa didalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan ice breaking dalam pembelajaran mahasiswa dikelas. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Data yang di peroleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan dosen dalam melaksanakan pembelajaran rutin tiap minggunya sehingga dosen bisa melihat dan membandingkan ketika pembelajaran dengan menyelipkan teknik ice breaking atau sebaliknya

    Synthèse de quelques esters aliphatiques et aromatiques.

    No full text
    SCGCDIPLOMES; 17; ICO; . Consultable sur demande à la Bibliothèque de l'EPFL / Offered in consultation at the EPFL library

    Algorithmes probabilistes et étude des solutions visitées

    No full text
    ROSOTravail de semestr

    FACTORS INFLUENCING CREATIVE THINKING IN PROBLEM-SOLVING

    Get PDF
    Creativity is one of the essential components of 21st-century education. Someone is said to be creative if they can think creatively. So creative thinking becomes one of the focuses in mathematics education. However, some research shows students\u27 creative thinking in solving problems is still low. Therefore, analyzing what factors affect creative thinking in solving problems is necessary. The research was conducted on 7th-semester students who have taken transformation geometry courses with qualitative research methods. The data is retrieved using tests, interviews, and study documents. The analysis showed that factors that influence creative thinking in solving problems include learning conducted by the learning model, teaching materials used, academic ability, and non-cognitive factors such as students\u27 attitude towards learning and test questions and confidence in their abilitie

    247

    full texts

    1,145

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNSAP (Universitas Sebelas April)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇