Repository UNSAP (Universitas Sebelas April)
Not a member yet
    1145 research outputs found

    Model Kelanjutan Sistem Untuk Mengukur E-Government Pemerintah Daerah Di Indonesia

    Get PDF
    EC00202018871, 19 Juni 202

    EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI BERBASIS E-WARONG DI DESA MARGAMEKAR KECAMATAN SUMEDANG SELATAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengolah data, menganalisis, dan mengukur mengenai efektivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai Berbasis E-Warong di Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Adapun informan penelitian terdiri dari: Pengelola e-warong, penerima bantuan dusun 1, penerima bantuan dusun 2, penerima bantuan dusun 3, penerima bantuan dusun 4. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi. Wawancara mendalam dan dokumentasi, sementara teknik pengolahan data dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display, data conclucion drawing/verivication dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Efektivitas Program Bantuan Pangan  Non Tunai Berbasis E-Warong yang dilaksanakan di Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan belum berjalan dengan baik. Ketetapan sasaran program belum dapat dijalankan secara maksimal,karena masih ada yang tidak tepat sasaran, sosialisasi belum tersampaikan dengan baik kepada keluarga penerima manfaat,alat yang digunakan masih sangat terbatas. Faktor-faktor yang mengahambat dalam pelaksanaan program bantuan pangan non tunai berbasis e-warong ini yaitu, isi kebijkan sulit untuk dipahami dan sering adanya perubahan,  keterlambatan datanganya bantuan, kurangnya dukungan dari semua pihak. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan melakukan sosialisasi tentang isi kebijakan, isi kebijakan jelas, bantuan terjadwal setiap bulannya serta adanya dukungan dari semua piha

    PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN NIKAH (SIMKAH) BERBASIS WEBSITE TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN TOMO KABUPATEN SUMEDANG

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dan Efektivitas Kerja Pegawai, untuk mengetahui hubungan antara Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dan Efektivitas Kerja Pegawai, serta untuk mengetahui besarnya pengaruh Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dan Efektivitas Kerja Pegawai di Kantor Urusan Agama  Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif serta jenis statistik yang dipakai adalah statistik deskriptif dengan teknik sampling jenuh. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 26 orang responden. Analisis yang digunakan meliputi perhitungan prosentase, uji korelasi, uji signifikansi serta uji koefisien determinasi. Berdasarkan  hasil penelitian diketahui bahwa Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang berada pada kriteria sangat baik dengan hasil analisa mencapai 87,47%. Demikian juga dengan Efektivitas Kerja Pegawai pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang berada pada kriteria baik pula dengan hasil analisa mencapai 78,50%. Dari analisis korelasi didapat nilai korelasi sebesar 0,52 yang menunjukan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dan Efektivitas Kerja Pegawai. Dari hasil uji signifikansi didapat nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 2,6 > t tabel 1,96. Dari hasil analisis koefisien determinasi diketahui bahwa variabel Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) memberikan pengaruh terhadap Efektivitas Kerja Pegawai sebesar 27%

    ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTERISASI HAJI TERPADU (SISKOHAT) DALAM PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI DI KABUPATEN SUMEDANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat) dalam penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Sumedang. penelitian ini menggunkan metode deskriptif, yaitu metode salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting sosial atau yang dimaksud dengan eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti dengan fenomena yang diuji. Yang menjadi informan adalah Kepala Kantor, Kasi Pelayanan Haji dan Umrah, Pegawai unit Pelayanan Haji dan Umrah, dan Operator Siskohat. Berdasarkan hasil penelitian bahwa efektivitas sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat) dalam penyelenggaraan ibadah haji sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat hambatan yakni belum maksimalnya faktor pedukung pelayanan atau jaringan dari Siskohat, serta pemahaman masyarakat terhadap Siskohat. Strategi atau upaya agar efektivitas sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat) dalam penyelenggaraan ibadah haji dengan baik, adalah sebagai berikut : mengadakan kerjasama atau MOU dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas jaringan, Mengadakan diklat, bimtek atau pelatihan lainnya untuk meningkatkan integritas pegawai, serta bekerjasama dengan Penyuluh di KUA dan KBIH untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat atau calon jemaah haji. Saran yang diajukan agar efektivitas sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat) dalam penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan baik adalah sebagai berikut : meningkatkan kualitas jaringan siskohat agar meminimalisir hambatan yang ada. Selain itu perlu diadakannya sosialisasi menyeluruh bagi masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji di kabupaten Sumedang khususnya tentang pelayanan ibadah haji menggunakan Siskohat

    IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 58 TAHUN 2005 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (SIPKD) DI KECAMATAN CONGGEANG KABUPATEN SUMEDANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dengan menggunakan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) di Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif atau sering disebut dengan metode naturalistik, karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah dan lebih mudah dalam menyesuaikan dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapi di lapangan secara deskriptif. Yang menjadi informan adalah Camat, Sekretaris Camat, Kasubag Program dan Keuangan, Bendahara, dan Pelaksana Sistem/Operator Sistem. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa implementasi kebijakan tersebut sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat hambatan yakni kurangnya sumber-sumber pendukung seperti sarana dan prasarana maupun sumber daya manusia, serta pemahaman pelaksana yang belum optimal mengenai implementasi kebijakan tersebut. Upaya agar implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dengan menggunakan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) berjalan dengan baik adalah sebagai berikut: meningkatkan fasilitas atau sarana dan prasarana yang digunakan dalam implementasi kebijakan tersebut, memberikan study banding, motivasi atau dorongan terhadap pelaksana guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai implementasi kebijakan tersebut. Saran agar implementasi tersebut berjalan dengan baik adalah sebagai berikut: meningkatkan fasilitas atau sarana dan prasarana, adanya usaha yang keras dari para pelaksana kebijakan dalam melaksanakan tugas-tugas pengeimplementasian kebijakan tersebut, dan meningkatkan pemahaman bagi para pelaksana terkait kebijakan tersebut

    PENGARUH KOMUNIKASI INTERNAL TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN SUMEDANG

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Komunikasi Internal  terhadap  Efektivitas  Kerja  Pegawai  di  Dinas Arsip  dan  Perpustakaan Kabupaten   Sumedang.   Komunikasi   Internal   merupakan   suatu   upaya   yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan seseorang, organisasi, atau sistem dengan berdasarkan dukungan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya indikator- indikator yang telah ditentukan seperti sasaran, sosialisasi dan tujuan. Suatu organisasi mempunyai tujuan dan organisasi ada justru untuk melakukan aktivitas dalam mencapai tujuan tersebut. Metode  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis data deskriptif inferensial mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya dengan membuat kesimpulan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, dengan jumlah populasi 70 orang sehingga didapat jumlah sampel 70 orang responden. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Komunikasi Internal berada pada kriteria Cukup Baik dengan prosentase sebesar 67,51%. Sementara itu, Efektivitas Kerja Pegawai berada pada kriteria Cukup Baik dengan  prosentase sebesar 65,96%. Adapun hubungan Komunikasi Internal dengan Efektivitas Kerja Pegawai di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, diperoleh nilai koefisien sebesar 0,45, dalam kriteria Sedang. Dan pengaruh Komunikasi Internal dengan Efektivitas Kerja Pegawai di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang diperoleh nilai koefisien Determinasi sebesar 20,00%, sisanya sebesar 80,00% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti (faktor epsilon

    SLEMAN SMART REGENCY: SYNERGIC AND SIMULTANEOUS BUREAUCRATION REFORM IN SLEMAN REGENCY

    Get PDF
    This study aims to describe and analyze the development of SMART City sebagai reformasi birokrasi secara sinergis dan simultan di Kabupaten Sleman. A case study in Sleman Regency with triangulation of interviews, observation, and documentation in data collection technique. Data processing procedure with display, reduction, conclusion, and triangulation. The welfare state could prosper its people when the state was able to provide quality services. Quality services required bureaucratic reform, not just the professionalism of the state civil apparatus or simply the standard operating procedure, or only on the institutional. Total bureaucratic reform in which synergy and simultaneous institutional reformation, management, and human resource development were carried out. Total bureaucracy reform could be realized when the implementation of government both central and regional use information technology and telecommunications. Smart city was a real form of bureaucratic reform by utilizing information and communication technology. Smart city could improve the competitiveness of a region in all areas including the economic field.   &nbsp

    PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DAN SUMBER DAYA PERANGKAT DESA TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI KABUPATEN SUMEDANG

    Get PDF
    The low community participation in village development as a result of the still weak village apparatus and the role of leaders who have not been able to move all elements of society to develop the village. The success of village development in the South Sumedang District area is measured by how much community participation. Weak development in South Sumedang District as a result of the suboptimal role of the leadership of the village head and village apparatus in running village government. The purpose of this study is to measure how much influence the leadership of the village head and village apparatus resources on community participation in village development in Sumedang Selatan District Sumedang Regency. The method in this study is a quantitative method with a total sample of 88 respondents consisting of village heads, village officials and sub-district officials. The results showed the leadership of the village head and village apparatus resources significantly contributed to community participation in village development by 66.5% while the remaining 33.5% was an influence that came from other factors that could influence the success and lead of a village organization. The results of the study the authors recommend that all village officials included in the process of developing the competency of village officials also in every activity the whole community can be involved in a variety of village development activities both in terms of planning, implementation and reporting or auditing the results of activities in a transparent and accountable manner

    International Journal of Instruction

    Get PDF

    The Influence of Statistical Anxiety on Statistic Reasoning of Pre- service Mathematics Teachers

    Get PDF
    The large number of statistical data present in everyday life makes statistical reasoning an absolute ability possessed by students. Meanwhile, the statistical reasoning is influenced by various cognitive and non-cognitive factors. This study emphasizes the influence of non-cognitive factors, which are the statistical anxiety. The purpose of this study is to describe the statistical anxiety of pre-service mathematics teacher and the influence of statistical anxiety on statistical reasoning. This research method is a mixed-method with sample of 33 pre-service teachers who are taking basic statistics courses. The instrument used in this study is a statistical anxiety questionnaire developed by Earp (2007) and a statistical reasoning test developed by Chan et al (2016). The result showed that the statistical anxiety of pre-service mathematics teachers was in the moderate level on the aspects of taking the courses, studying and practicing; and was in the higher level on the aspect of the examination. Statistical anxiety levels on every aspect are equally good for both men and women. Statistical anxiety does not directly affect the ability of statistical reasoning and it can only impair 0.1% of the statistical reasoning ability. On reasoning indicators and statistical anxiety indicators, there are relevant results between the statistical anxiety experienced by the pre-service teachers on the indicator for developing conclusions based on mathematical solutions, explaining statistical findings, and interpreting statistics with indicators on statistical reasoning; they areanalyzing and interpreting data

    247

    full texts

    1,145

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNSAP (Universitas Sebelas April)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇