Repository UNSAP (Universitas Sebelas April)
Not a member yet
1145 research outputs found
Sort by
PENGARUH KOMPETENSI KERJA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) PADA POLRES SUMEDANG
Satuan Unit SPKT berupaya untuk memenuhi pelayanan yang baik kepada masyarakat. Satuan Unit SPKT mengembangkan kompetensi yang berintegrasi dengan tolak ukur penilaian kinerja berdasarkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki oleh setiap anggota kepolisian agar dapat mempermudah didalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara efektif yang dapat dijadikan dasar pengembangan sumber daya. Proses pengembangan tersebut dilakukan dengan diikutsertakannya anggota dalam setiap pelatihan yang diadakan oleh pihak Polres maupun Polda, dalam pengembangan kompetensi anggota dituntut untuk bisa menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat
KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUMEDANG DALAM PELAYANAN TRAYEK 37 ANGKUTAN PENUMPANG PEDESAAN
Fokus permasalahan penelitian ini adalah mengapa kinerja pegawai Dinas Perhubungan masih rendah dalam memberikan pelayanan trayek 37 angkutan penumpang pedesaan? Desain penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Informan penelitian ini adalah Kepala Bidang Angkutan, Kepala Sub Bagian Umum, Aset dan Kepegawaian serta staf pelaksana. Teknik pengumpulan data melalui kepustakaan dan studi lapangan dengan cara observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Prosedur pengolahan data dilakukan melalui reduksi, penyajian, kesimpulan dan gabungan. Hasil penelitian ini adalah kinerja pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang masih rendah dalam memberikan pelayanan trayek 37 angkutan penumpang pedesaan, karena berdasarkan dimensi kinerja pegawai menurut Sedarmayanti dengan alasan kualitas pekerjaan (terdapat kesalahan dari Buku Pelayanan yang memuat tentang tanggung jawab pegawai terhadap pelayanan (seperti keterlambatan pelayanan daftar ulang izin trayek yang seharusnya beres 1 hari pada kenyataannya lebih)), ketepatan waktu (sebagian pegawai masih kurang dalam memenuhi kehadiran, sehingga penyelesaian pekerjaan maupun pelayanan kurang tepat waktu (seperti masih adanya pegawai yang pada waktu istirahat menggunakan waktu yang cukup lama)), inisiatif (kurangnya kompensasi yang diberikan kepada pegawai, terutama insentif dan uang lembur yang bersifat dapat meningkatkan inisiatif kerja), kemampuan (hal yang dirasakan oleh penumpang adalah seringnya angkutan melakukan ngetem dan ketidaktahuan penumpang akan jadwal keberangkatan atau tiba trayek 37 angkutan penumpang pedesaan) dan komunikasi (kurangnya interaksi timbal balik yang direspon secara berbeda oleh setiap pegawai). Saran penelitian ini adalah Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang lebih meningkatkan perannya dalam peningkatan kinerja pegawai dalam memberikan kualitas pelayanan trayek 37 angkutan penumpang pedesaan khususnya dalam pengawasan kepada para supir yang masih ugal-ugalan karena kurangnya pengawasan. Hal ini bisa dilakukan dengan menugaskan pegawai di lokasi strategis sesuai dengan trayek angkutan yaitu di beberapa terminal dan halte serta dengan terwujudnya angkutan perdesaan yang nyaman, aman, tepat, dan hemat maka masyarakat akan lebih tertarik untuk menggunakan angkutan perdesaan dibandingkan harus naik kendaraan bermoto
PENGARUH PENGAWASAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI SMK PP NEGERI SUMEDANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengawasan kepala sekolah, efektivitas kerja pegawai, hubungan pengawasan kepala sekolah dengan efektivitas kerja pegawai, dan pengaruh pengawasan kepala sekolah terhadap efektivitas kerja pegawai di SMK PP Negeri Sumedang. Metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Variabel penelitian ini mengggunakan variabel bebas yaitu pengawasan kepala sekolah dan suatu variabel terikat yaitu efektivitas kerja pegawai. Adapun yang dijadikan populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai di SMK PP Negeri Sumedang yang berjumlah 32 orang. Metode yang digunakan Studi kepustakaan, Studi lapangan (Observasi dan Angket). Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan pengawasan kepala sekolah sebesar 87,29 % dari kriteria ideal dengan skor total 2514, efektivitas kerja pegawai sebesar 89,34 % dari kriteria ideal dengan skor total 2573, Hubungan antara pengawasan kepala sekolah dengan efektivitas kerja pegawai di SMK PP Negeri Sumedang sebesar 0,787 (memiliki hubungan kuat), berdasarkan uji signifikansi dinyatakan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara hubungan pengawasan kepala sekolah dengan efektivitas kerja pegawai di SMK PP Negeri Sumedang. Hasil pengujian bahwa thitung lebih besar dari ttabel yaitu 6,99 > 1,69552 artinya bahwa tidak ada hubungan hipotesis yang diajukan yaitu Ho: ρ= 0 yang artinya bahwa tidak ada hubungan yang positif. Dan Besarnya pengaruh pengawasan kepala sekolah terhadap efektivitas kerja pegawai di SMK PP Negeri Sumedang sebesar 61,9 % (memiliki pengaruh kuat) dan masih ada 38,1 % faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis. Pengawasan dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan-penyimpangan sehingga lebih bersifat mencegah (prefentive control). Dibandingkan dengan tindakan-tindakan pengawasan sesudah terjadinya penyimpangan, maka tujuan pengawasan adalah menjaga hasil pelaksanaa kegiatan sesuai dengan rencan
PENGARUH SOSIALISASI SISTEM INFORMASI E-MP (ELEKTRONIK MANAJEMEN PENYIDIKAN) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PENYIDIK PADA POLRES SUMEDANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosialisasi sistem informasi E- MP, produktivitas kerja penyidik, hubungan sosialisasi sistem informasi E-MP dengan produktivitas kerja penyidik dan pengaruh sosialisasi sistem informasi E- MP terhadap produktivitas kerja penyidik pada Polres Sumedang. Metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Variabel penelitian ini mengggunakan variabel bebas yaitu sosialisasi sistem informasi E-MP dan suatu variabel terikat yaitu produktivitas kerja penyidik. Adapun yang dijadikan populasi pada penelitian ini adalah anggota Satuan Unit Reskrim Polres Sumedang yang berjumlah 69 orang. Metode yang digunakan Studi kepustakaan, Studi lapangan (Observasi dan Angket). Berdasarkan hasil penelitian Pelaksanaan sosialisasi sistem informasi E- MP sebesar 88,32 % dari kriteria ideal dengan skor total 4266, produktivitas kerja penyidik sebesar 84,12 % dari kriteria ideal dengan skor total 5804, hubungan antara sosialisasi sistem informasi E-MP dengan produktivitas kerja penyidik sebesar 0,816 (memiliki hubungan sangat kuat), berdasarkan uji signifikansi dinyatakan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara hubungan sosialisasi sistem informasi E-MP dengan produktivitas kerja penyidik pada Polres Sumedang. Hasil pengujian bahwa thitung lebih besar dari ttabel yaitu 11,55 > 1,66757 artinya bahwa tidak ada hubungan hipotesis yang diajukan yaitu Ho : ρ = 0 yang artinya bahwa tidak ada hubungan yang positif. Dan besarnya pengaruh sosialisasi sistem informasi E-MP terhadap produktivitas kerja penyidik sebesar 66,6 % (memiliki pengaruh kuat) dan masih ada 33,4 % faktor lain adalah faktor- faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis. Untuk pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga perilaku manusia. Oleh karena itu, badan usaha harus dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan penyidik sehinga mencapai produktivitas kerja penyidik yang bai
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN ZAKAT DI KABUPATEN SUMEDANG
Zakat merupakan rukun Islam yang keempat dan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan bagi orang yang beragama Islam. Zakat memiliki pesan moral agar orang-orang kaya selalu menyadari tanggung jawabnya sebagai upaya ikut berkontribusi dalam melaksanakan keadilan ekonomi dan sosial. Zakat berfungsi membersihkan harta orang kaya dari hak orang lain yang wajib dikeluarkan. Zakat ini apabila dikelola dengan baik dan profesional tentu akan sangat berguna untuk pemberdayaan dan kesejahteraan umat (masyarakat). Pendekatan penelitian yang dilakukan ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode penelitian yaitu metode deskriptif. Melalui pengamatan secara langsung (observasi), wawancara, dan studi dokumentasi sebagai teknik utama pengumpulan datanya. Peneliti berusaha menggali informasi mengenai implementasi program pemberdayaan zakat pada BAZNAS di Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program pemberdayaan zakat pada BAZNAS Kabupaten Sumedang sudah dilaksanakan dengan baik, hanya saja belum efektif dan optimal. Tetapi permasalahan-permasalahan yang ada tersebut tidak menjadi hambatan yang menghalangi proses implementasi program pemberdayaan zakat di Kabupaten Sumedang. Adapun kesimpulan hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Organisasi, yaitu personel atau SDM yang kurang mumpuni, hal tersebut bisa diatasi dengan mengadakan pelatihan dan pengembangan. Sudah adanya pembentukan terhadap sumber daya, dan unit-unit, serta dalam metode atau cara sudah terlihat adanya penataan yang baik, (2) Interpretasi, yaitu sudah adanya perencanaan untuk setiap program pemberdayaan zakat pada BAZNAS di Kabupaten Sumedang, dan (3) Aplikasi, yaitu kurang optimalnya sosialisasi mengenai program pemberdayaan zakat mengakibatkan kurang optimalnya pengumpulan zakat di Kabupaten Sumedang. Penelitian ini mengharapkan BAZNAS Kabupaten Sumedang termasuk pegawai yaitu sebagai pihak yang mengelola zakat, harus dapat melaksanakan program-program untuk pemberdayaan zakat produktif, baik itu yang telah ditentukan oleh peraturan Perundang-undangan, maupun program pembinaan yang dikembangkan oleh BAZNAS Kabupaten Sumedang itu sendiri
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUMEDANG
Identifikasi masalah penelitian ini yaitu implementasi kebijakan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang belum baik yang dipengaruhi belum baiknya prestasi kerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yaitu metode statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Sampel penelitian sebanyak 37 orang yang merupakan pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan, dengan cara observasi langsung dan angket. Teknik analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, prosentase, uji korelasi, uji signifikansi serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini yaitu implementasi kebijakan termasuk kriteria sangat baik dengan prosentase mencapai 86,392 %, prestasi kerja pegawai termasuk kriteria sangat baik dengan prosentase mencapai 87,101 %, terdapat hubungan yang positif sebesar 0,602 termasuk kriteria kuat dan yang signifikan sebesar 4,462 dan terdapat pengaruh implementasi kebijakan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur sebesar 36,240 % terhadap prestasi kerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang. Saran penelitian ini diantaranya yaitu Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang seperti pelayanan berbasis online untuk bentuk pelayanan kepegawaian yang diperuntukkan untuk Aparatur Sipil Negara dalam bentuk E-Office (aplikasi mobile) supaya lebih mengoptimalkan kualitas kompetensi aparatur sipil Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumedan
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN HAJI DI KABUPATEN SUMEDANG
Haji merupakan salah satu rukum Islam sehingga merupakan kewajiban bagi negara untuk memfasilitasi umat dalam menjalankan. Oleh karena itu, implementasi kebijakan penyelenggaraan haji merupakan suatu kewajiban penting negara. Dengan demikian, tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan gambaran mengenai implementasi kebijakan penyelenggaraan haji di Kabupaten Sumedang. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Informan kunci penelitian ini berjumlah 4 orang terdiri dari Bupati Sumedang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Ketua Forum KBIH Kabupaten Sumedang dan Kasubag Agama, Pendidikan, Kebudayaan dan Kesehatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan, dengan cara observasi dan wawancara. Prosedur pengolahan data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan triangulasi. Hasil penelitian ini sesuai dengan fokus permasalahan yaitu implementasi kebijakan penyelenggaraan haji di Kabupaten Sumedang belum baik (komunikasi (belum baik, karena masyarakat harus menunggu ketika terjadi kesalahpahaman persyaratan haji yang kurang lengkap dikarenakan ketidakjelasan informasi yang diberikan pegawai), sumberdaya (baik, dalam hal penyediaan fasilitas sudah cukup memadai, dengan tersedianya ruang tunggu yang nyaman), watak atau perilaku (belum baik, dikarenakan masih kurangnya kemampuan pegawai untuk menerjemahkan pemikiran dan konsep penyelenggaraan haji yang rumit) dan struktur birokrasi (belum baik, karena lemahnya birokrasi, hal ini terlihat dari adanya prosedur yang kaku dan lamban dalam penyelenggaraan haji seperti proses yang berbelit-belit)). Saran penelitian ini diantaranya yaitu Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang disarankan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pegawai dengan mengirimkannya untuk mengikuti kegiatan penataran, kursus dan seminar
SPESIALISASI KERJA PEGAWAI PADA DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN SUMEDANG
Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui spesialisasi kerja pegawai pada dinas arsip dan perpustakaan kabupaten sumedang. Metode peneliti yang di gunakan adalah metode kualitatif. Teknik penentuan informanya adalah purvosive sampling dengan informan yang terdiri atas: Sub Bagian Umum Aset Dan Keuangan, Sub Bagian Program Dan Keuangan, Kabid Pemeliharaan Sarana Prasarana Arsip Dan Perpustakaan, Kasi Arsiparis Dan Staf Umum Aset Dan Keuangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Sementara prosedur pengolahan data dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display, data cocluction drawing/veryfication. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa belum dapat terlaksana dengan baik hal ini dapat dilihat dari belum sesuai dengan keahlian. Adapun faktor-faktor penghambat dalam spesialisasi kerja tersebut memiliki hambatan kurangnya sarana, Prasarana, masih kurangnya anggaran, prosedur aturan kerja yang belum baik, etos kerja. Upaya mengatasi faktor penghambat spesialisasi kerja dilakukan dengan meningkatkan sarana berupa adanya pengajuan anggaran, dengan cara memberikan pengarahan kepada para pegawai, diadakanya pembinaan kepada pegawai berupa pendidikan yang mengarah kepada pembentukan sikap pegawa
IMPLEMENTASI E-LEARNING DENGAN MODEL PACE BERBANTUAN MODUL BERBASIS MASALAH PADA KONDISI PANDEMIC COVID-19
Situasi pandemi Covid-19, membuat pemerintah memberikan anjuran untuk belajar di rumah, oleh sebab itu e-learning dijadikan sebagai alternatif pelaksanaan pembelajaran. Pada e-learning perlu ditetapkan tujuan pembelajaran, model pembelajaran serta media pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar. Oleh karena itu, digunakan model pembelajaran PACE berbantuan modul berbasis masalah dengan tujuan pembelajaran penalaran statistis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan e-learning dengan model PACE berbantuan modul berbasis masalah pada perkuliahan statistika dalam kondisi pandemic Covid-19 dan efectivitas dari dari e-learning dengan model PACE berbantuan modul berbasis masalah pada perkuliahan statistika terhadap penalaran statistis. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sampel 24 orang mahasiswa yang mengambil mata kuliah statistika penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan e-learning dengan model PACE berbantuan modul berbasis masalah pada perkuliahan statistika dalam kondisi pandemic Covid-19 dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana, dengan menggunakan aplikasi google classroom dan whatsapp sebagai media pembelajaran. Efektivitas model pembelajaran tersebut terhadap penalaran statistis adalah terbukti efektif, dimana rata-rata nilai penalaran statistis sebesar 74,58 dan peningkatan penalaran pada kategori sedang sebesar 54