Repository UNSAP (Universitas Sebelas April)
Not a member yet
1145 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM KUNCI OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)
Perkembangan teknologi dibuat untuk menunjang kebutuhan manusia agar lebih praktis dalam kehidupan salah satunya dalam bidang rumah tangga. Hal inilah yang mendasari penelitian ini. Dengan menggunakan NodeMCU sebagai mikrokontroller untuk sistem Smart Home berbasis IOT. Dengan dibuatnya sistem Smart Home berbasis IOT ini diharapkan bisa nilai efisiensi dan nilai keamanan dirumah – rumah. Pada penelitian ini NodeMCU diimplementasikan sebagai mikrokontroller pada sistem Smart Home. Sistem ini di rancang dengan menggunakan Aplikasi Blynk sebagai media input ataupun notifikasi pada sistem ini. Ketika input password di kirim lalu pembacaaan data input oleh program untuk diverifikasi. Jika verifikasi tidak berhasil maka sistem tidak merespon dilanjutkan dengan memprogram ulang input password, jika verifikasi berhasil maka Bliynk akan merespon lalu mengirimkan sinyal input ke mikrokontroller untuk di proses, setelah diproses mikrokontroller akan mengirimkan sinyal output (On/Off) untuk dikirimkan ke relay yang mana akan diteruskan ke komponen output (Solenoid Doorlock, lampu LED). Dengan menerapkan sistem Smart Home berbasis IOT ini maka kita bisa memanfaatkan teknologi yang ada. Pada sistem Smart Home berberbasis IOT ini juga aman karena hanya orang-orang yang memiliki aksses tertentu yang dapat mengontrol rumah seperti membuka kunci pintu dan menyalakan lampu dari jarak jauh
ANALYSIS OF THE VULNERABILITY OF MICRO AND SMALL ENTERPRISE DUE TO THE COVID-19 PANDEMIC IN SUMEDANG REGENCY
Micro and small enterprises (MSEs) are most vulnerable to the Covid-19 pandemic. Many MSEs in Sumedang Regency are less adaptive when there are social restrictions so that their turnover decreases and some even close their businesses. A proper policy from the Sumedang Regency government is needed to overcome this problem, one of which is through a vulnerability analysis so that it can be seen which areas are most prone to the Covid-19 pandemic, especially from the socio-economic aspects related to MSEs. This study uses a spatial-based quantitative descriptive method with scoring techniques on each determining variable in the vulnerability analysis adopted from the Intergovernmental Panel for Climate Change (IPCC). The data used is Potensi Desa (village potential) in 2018 and 2019 as well as some supporting data from related agencies. The results of the vulnerability analysis show that there is one sub-district with a very high level of vulnerability, namely Jatinangor District, due to the large number of MSEs and most of the livelihoods of its population from sectors affected by social restrictions due to the Covid-19 pandemic such as industry, trade and services. Efforts that can be made to increase resilience to the Covid-19 pandemic at the regional level are by increasing adaptive capacity, especially encouraging economic activity at the village level through increasing Villlage-owned enterprises (BUMDES) business units and business scale, expanding internet signal coverage, and encouraging the expansion of the goods delivery service network
The K-Nearest Neighbor Algorithm for the Classification of Internet Users in Rural Campus
Internet users can be classified based on their activities so that these activities can determine their behavior. One of these classification methods can be done using the K- Nearest Neighbor Algorithm. The purpose of this study was to classify the characteristics of students in accessing the internet using wi-fi in rural campuses. This study involved 60 students as respondents from rural campuses, of which 40 respondents came from the Informatics Engineering group, 18 respondents from Information Systems, and two respondents from Information Management. The classification of user characteristics is based on the study program, the device used, and the application accessed. While the results obtained show that as many as 25 students who use rural campus Wi-Fi access are used to learn to use browsers in search applications, and 5 other students are used to search for news. In addition, 27 other students use Wi-fi for entertainment, and the last three students use Wi-fi for everything, be it learning, entertainment, and new
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROSES PEMBANGUNAN DI KECAMATAN GANEAS KABUPATEN SUMEDANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Implementasi Kebijakan Musrenbang terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Proses Pembangunan di Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan dua metode pengumpulan data yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan. Untuk penyebaran angket dilakukan kepada penyelenggara dan peserta Musrenbang Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang yang berjumlah 49 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Implementasi Kebijakan Musrenbang di Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang yaitu sebesar 84,64%. Selanjutnya Partisipasi Masyarakat dalam Proses Pembangunan di Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang yaitu sebesar 84,53%. Berdasarkan uji korelasi diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif dan sangat kuat antara Implementasi Kebijakan Musrenbang dengan Partisipasi Masyarakat dalam Proses Pembangunan di Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang dengan koefisien korelasi sebesar 0,819. Adapun Pengaruh Implementasi Kebijakan Musrenbang terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Proses Pembangunan di Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang berdasarkan uji determinasi berada pada kategori kuat dengan koefisien determinasi sebesar 0,671 atau jika dipersentasekan sebesar 67,1%. Sedangkan sisanya sebesar 32,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN PADA UPTD PEMADAM KEBAKARAN WILAYAH SUMEDANG KOTA KABUPATEN SUMEDANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Kebijakan Tentang Standar Pelayanan Minimal Penanggulangan Bencana Kebakaran, faktor-faktor yang menjadi penghambat keberhasilan implementasi kebijakan serta upaya-upaya untuk mengatasi hambatan Implementasi Kebijakan tersebut Pada UPTD Pemadam Kebakaran Wilayah Sumedang Kota Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam penyusunan Skripsi ini adalah Metode Penelitian Kualitatif, dengan variabel mandiri yaitu implementasi kebijakan. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, informan dalm penelitian ini yaitu Kepala Bidang Pengendalian Operasional, Kepala UPTD Wilayah Sumedang Kota, Kepala Pasukan Damkar, Ketua Regu Damkar, Pasukan Damkar. Dalam menganalisis data, menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data, Conclution Drawing/ Verification, dan Trianggulasi serta Validasi Data. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi yang kemudian dilakukan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa Implementasi Kebijakan Tentang Standar Pelayanan Minimal Penanggulangan Bencana Kebakaran Pada UPTD Pemadam Kebakaran Wilayah Sumedang Kota Kabupaten Sumedang dapat dikatakan cukup baik, meskipun ada beberapa indikator yang masih memerlukan peningkatan serta dukungan dari semua pihak, baik dari masyarakat maupun pemerintah. Saran yang disampaikan dalam rangka untuk meningkatkan pelaksanaan atau penerapan Standar Pelayanan Minimal Penanggulangan Bencana Kebakaran antara lain menyelenggarakan kegiatan khusus secara berkala untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan maupun keterampilan pasukan pemadam kebakaran baik dari pihak UPTD maupun dari masyarakat yang dalam hal ini satuan relawan kebakara
STRATEGI DALAM MENINGKATKAN SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH PADA DISPARBUDPORA KABUPATEN SUMEDANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendapatkan data dan informasi objektif mengenai Strategi dalam Meningkatkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik penentuan informan penelitian yaitu purposive sampling. Dengan informan penelitian, yaitu Bidang Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Pariwisata dan Program. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu studi kepustakaan, studi lapangan (observasi, wawancara dan dokumentasi) dan triangulasi. Sementara prosedur pengolahan data dalam penelitian ini, yaitu data reduction, data display, data conclucion drawing/verification. Strategi dalam Meningkatkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sumedang sudah terlaksana cukup baik, hal ini dapat dilihat pada pelaksanaan program di masa pandemi Covid-19 dilakukan secara virtual, namun tidak mengubah esensi dari tujuan dan sasaran kegiatan yang dimaksud agar tetap sesuai dengan program yang sudah ditentukan. Meskipun terdapat faktor penghambat, namun telah dilakukan upaya untuk mengatasi hambatan terebut. Saran yang penulis ajukan dalam penelitian ini yaitu untuk kemajuan pariwisata, promosi bisa dilakukan melalui kaum milenial seperti mahasiswa, kaum intelektual dan media digital, meningkatkan koordinasi untuk setiap kegiatan yang akan dilaksnakan baik intern maupun ekster
The Effects of Lean and Agile Management on Work Effectiveness and Efficiency: A Case Study of Administration Public Service Department in Sumedang, Indonesia
The purpose of this study is to determine whether there is an effect between lean and agile management towards work effectiveness and work efficiency and their impact on service performance. This study uses a quantitative method with the number of respondents as many as 50 employees. To obtain the data, the structural approach to Equation Model (SEM) is used. The results show that lean and agile management had a significant positive effect on service performance, work effectiveness, and work efficiency at the Sumedang Civil Service Department
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN BADAN USAHA MILIK DESA DI KABUPATEN SUMEDANG
It is a descriptive study with a qualitative approach. The research site was conducted on Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Sumedang, Data is collected through interviews, observation, and documentation. The validity test of data using data triangulation techniques. Data is qualitative and analyzed to get a deduction. The study then USES program implementation theory and coaching theory as a guide in carrying out the study. The purpose ofthis study is to describe the implementation of the BUMDes development program and the factors that affect the implementation of the BUMDes development program. Research shows that implementation of the bumdes programme conducted by the associated SKPD, can the researchers conclude that it has been carried out well but not optimal through program socialization, monitoring and evaluation, directing the utilization of natural resource potential has produced quite good output, this can be seen from theincreasing number of BUMDes data which shows the graph has increased from basic to developing categories. The inhibiting factor lies in the distribution of information between SKPD and village officials, and village officials and managers, which creates information disguise. there are overlapping assignments and responsibilities that hinder reporting, as well as the lack of an effective coordinationforum which causes aspirations to be less conveyed. Efforts to overcome these obstacles are by involving BUMDes managers in receiving information in the form of socialization organized by the Department, creating a BUMDes application that can input every report and evaluation
EFEKTIVITAS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN SUMEDANG
The purpose of this study was to determine whether or not the implementation of Competency-based training at the Department of Manpower and Transmigration in Sumedang Regency was effective, to find out what obstacles were faced, and to find out what efforts should be made to overcome the obstacles faced in the effectiveness of competency-based training. In this study, the method used is qualitative research methods with an inductive descriptive approach. The technique of determining research informants is purposive sampling. With research informants, namely the head of the field of training institutional development, section of training institute coaching, section of certification, competence and apprenticeship. Data collection techniques used are literature study and field study consisting of observation, interviews, and documentation. Meanwhile, the data processing techniques used are data reduction, data presentation, conclusion drawing verification, and triangulation. The results showed that the effectiveness of Competency-Based Training at the Manpower and Transmigration Office of Sumedang Regency was not yet effective because the training system had not been implemented properly. There are several obstacles faced in effectiveness, namely the number of employees who do not know competency-based training. The large number of employees who do not have special skills and still lack of provision of employee training and lack of awareness of employees of the importance of providing training to improve skills.
 
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENERAPAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DI DESA SURIAMEDAL KECAMATAN SURIAN KABUPATEN SUMEDANG
Metode yang dilakukan dalam penyusunan laporan ini adalah metode kualitatif (natural setting) dengan jenis deskriptif. Penentuan sasaran diambil dengan menggunakan teknik sampling bertujuan (purposive sampling) dimana ojbeknya adalah pelaksana kebijakan tersebut dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah empat orang yaitu Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua lumbung dan Anggota kelompok tani. Teknik pengumpulan data melalui study kepustakaan, study lapangan (observasi, wawancara mendalam dokumentasi) dan Triangulasi. Sedangkan prosedur pengolahan data ditempuh dengan mengacu pada operasi dasar mengutip dari model Mailes dan Huberman yang dikutip oleh Sugiono (2020: 134). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menemukan bahwa Implementasi kebijakan Penerapan Lumbung Pangan Masyarakat Di Desa Suriamedal Kecamatan Surian Kabupaten Sumedang masih cukup rendah. Hal ini terlihat dari beberapa hambatan. Hambatan-hambatan Implementasi Kebijakan Penerapan Lumbung Pangan Masyarakat Di Desa Suriamedal Kecamatan Surian Kabupaten Sumedang sebagai berikut: Kurangnya sosialisasi mengenai penerapan lumbung kepada masyarakat,pengaruh kondisi lingkunga,kurangnya koordinasi dan Kurangnya partisipiasi masyarakatnya mengenai lumbung tersebut. Upaya-upaya untuk menanggulangi hambatan tersebut adalah: Meningkatakan sosialisasi kepada masyarakat akan adanya penerapan lumbung, meningkatkan stabilitas Lingkungan (ekonomi,sosial,geogratis dan politik), menciptakan koordinasi yang baik, dan meningkatkan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas