Repository Universitas Komputer Indonesia
Not a member yet
70114 research outputs found
Sort by
Redevelopment Stasiun Garut Kota Berkonsep Contextual Juxstaposition Berbasis Paradigma Berkelanjutan dalam Era Budaya Digital
Pertemuan 13 Animation Effect
Pemrograman Web 1
Materi ini membahas mengenai cara
menampilkan tulisan atau gambar dengan animasi yang ada dalam w3cs
Transformasi Laplace
Sistem Linier
Penggunaan Transformasi Laplace untuk menganalisis sistem LT
Pertemuan 14:navigation Tab Dan Java Script
Aplikasi IT-1 (Web Program)
Navigasi Tab adalah cara untuk menavigasi di sekitar situs web. Biasanya,
navigasi tab menggunakan tombol navigasi (tab) yang disusun bersama
dengan tab yang dipilih atau disorot
Pertemuan 15. Integrasi Program
Komputer Aplikasi E-Commerce
materi ini membahas bagaimana meng-integrasikan semua modul program yang pernah dibuat kedalam sebuah Menu, untuk memudahkan pengelolaan data selanjutny
Smart Cluster Housing Monitoring with ESP32, ESP-Mesh and Django
The purpose of this study is to create a monitoring system for cluster housing. The method used in this research was experimental. Monitoring carried out in this system was installed and tested on ten houses. This system used an ESP-MESH for communication between ESP32 boards in residential areas. The process of sending data to the online server used two ESP32 boards that function as a mesh server and a gateway for data transmission. The data sent is in the form of data from ultrasonic sensors, PIR1 and PIR2 sensors, Flame sensors, Gas sensors, and Photos. The photo result was taking by ESP32CAM when the system detects an intruder. When something bad happens, such as fire detection, intruders, and gas leaks, residents will receive text and image notifications through the LINE application. The head of security will also get notifications via the web application. The web application is built using the Django framework. The results of this study are a monitoring system for cluster housing using ESP32, ESP-MESH, and Django. Based on the test results, this system has been running well by the initial objectives
THE EXPANSION AND SPATIAL PATTERN OF SHOPPING AND TOURISM SERVICES FACILITIES IN NORTH BANDUNG REGION, INDONESIA
This study aims to identify the expansion and spatial patterns of shopping and tourism services facilities and evaluate whether the locations are aligned with the spatial plan map of the North Bandung region. The research was conducted by taking inventory of shopping and tourism services facilities in 2010, 2012, 2014, 2016, and 2018. The locations were plotted into maps to calculate each point's spatial pattern for each period using the nearest neighbor analysis method. The 2018 map was overlaid with a spatial plan map to identify whether the existing location aligns with the regional plan. The first results were the expansion and spatial pattern maps of shopping North Bandung area for 2010, 2012, 2014, 2016, and 2018; that show the broadest expansion of shopping facility in 2018 with a clustered pattern. The second results were expansion, and spatial pattern maps of tourism service facilities in the same period show that since 2014 the expansion started with clustered patterns. The evaluation results show that only convenience stores were located in protected areas, but all tourist service facilities were located in these locations. This finding is essential for local governments in monitoring spatial use
Family Entrepreneurship in Ornamental Plants During Covid-19 Outbreak
This study aims to analyse business conditions in the ornamental plants managed by family entrepreneurs during the Covid-19 outbreak. A case study was conducted in Cihideung Village, West Java Province, the centre of ornamental plants business. This research used a descriptive qualitative on SWOT analysis. Observation and interviews were used as the primary data collection techniques while literature review was used as the secondary data collection. SWOT analysis was used to identify the problem by systematically identifying various factors to formulate a business strategy (SO, ST, WO and WT strategies). The sampling method was done by purposive sampling as one of the non-randomized methods. The respondents were ten families who are running the ornamental plants business. The primary data were obtained by interviewing the respondents and observing them directly at the research site. The results of this study indicated that family entrepreneurship in ornamental plants could survive during the Covid-19 outbreak. Even some of them experienced an increase in income. It is closely related to the people’s green lifestyle during the pandemic since the current condition creates the awareness to maintain the balance of nature. In conclusion, family entrepreneurs can survive if they implement right strategies by expanding distribution network, maintaining quality, creating better management and technology utilisation
Pidana Mati Di Indonesia Teori, Regulasi dan Aplikasi
Hukuman mati masih menjadi perdebatan yang tak
kunjung selesai hingga saat ini, penerapan pidana mati
merupakan upaya dalam mewujudkan penegakan hukum.
Pada dasarnya, seorang pelaku suatu tindak pidana harus
dikenakan suatu akibat hukum. Akibat hukum itu pada
umumnya berupa pidana. Terdapat 2 (dua) pandangan terhadap
penerapan pidana mati tersebut yaitu ada yang pro dan ada
yang kontra, dimana kedua pandangan tersebut memiliki alasan
yang sama-sama kuat dalam mempertahankan argumen dan
alasannya.
Indonesia sebagai negara hukum, sebagaimana diatur
dalam UUD 1945, setidaknya menimbulkan dua konsekuensi.
Pertama menjunjung tinggi hak asasi manusia dan menjamin
persamaan kedudukan warga negara di dalam hukum dan
pemerintahan serta wajib menjunjung tinggi hukum dan
pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Kedua,
menjunjung tinggi asas peradilan yang bebas, dalam arti tidak
tunduk kepada kekuasaan lain yang manapun.1 Oleh karena itu,
kebijakan kriminal terkait sanksi penerapan pidana mati
merupakan hal yang sangat penting dalam konsep pemidanaan.
Berdasarkan hal tersebut, maka bagaimana penerapan hukuman
mati ditinjau dari teori, regulasi serta aplikasinya.
Sebelum lebih jauh membahas sanksi pidana mati,
alangkah baiknya terlebih dahulu memahami apa itu tindak
pidana. Seperti halnya suatu sistem yang bekerja tentu ada
standar prosedur dan mekanisme serta tata cara dan tata kelola
yang harus dilakukan oleh orang yang berwenang sehingga
adanya fungsi peran, yang mana hal tersebut untuk mencapai
tujuan. Pembangunan sistem hukum pidana secara menyeluruh
yang meliputi pembangunan kultur, struktur dan substansi hukum pidana. Jelaslah bahwa kebijakan hukum pidana (penal
policy) menduduki posisi yang sangat strategis dalam
pengembanganan hukum pidana modern.2
Konsep social engineering tidak boleh berhenti pada
penciptaan peraturan hukum tertulis karena hukum tertulis
seperti itu selalu mengalami keterbatasan. Konsep ini
memerlukan peranan aparat penegak hukum yang profesional,
untuk memberi jiwa pada kalimat-kalimat tertulis dalam
peraturan perundang-undangan. Aparat hukum, khususnya
hakim harus mampu menggali nilai-nilai hukum yang hidup
dalam masyarakat, seperti diamanatkan dalam Pasal 27
Undang-Undang No. 14 Tahun 1970 tentang KetentuanKetenuan Pokok Kekuasaan Kehaiman dan kemudian
menggunakan nilai-nilai yang baik dalam rangka
menerjemahkan ketentuan hukum yang berlaku.3
Sejalan dengan hal tersebut, Nawawi Arief menyatakan,
mengingat demikian banyaknya instansi (struktur
kelembagaan) dan pejabat (kewenangan) yang terkait di bidang
penegakan hukum, maka perlu dilakukan reformasi, khususnya
yang terkait dengan peninjauan dan penataan kembali seluruh
struktur kekuasaan atau kewenangan penegakan hukum.
Hambatan dan keberhasilan penegakan hukum pidana tentunya
tidak terlepas dari reformasi terhadap struktur hukum bahkan
juga di bidang peraturan perundang-undangan (substansi
hukum) dan budaya hukum.4
Berbicara mengenai sistem hukum, menurut Lawrence M.
Friedman, bahwa sistem hukum itu harus memenuhi 3
komponen, yaitu struktur (structure), substansi (subtance), dan
kultur hukum (legal culture). Pertama sistem hukum mempunyai
struktur, dalam hal ini sistem hukum terus berubah, namun
bagian-bagian sistem itu berubah dalam kecepatan yang berbeda
dan setiap bagian berubah tidak secepat bagian tertentu lainnya. Ada pola panjang yang berkesinambungan. Struktur sistem
hukum, dengan kata lain adalah kerangka atau rangkaian,
bagian yang tetap bertahan, bagian yang memberi semacam
bentuk dan batasan terhadap keseluruhan. Kedua sistem hukum
mempunyai substansi, yang dimaksud dengan substansi adalah
aturan, norma, dan pola perilaku manusia yang nyata dalam
sistem hukum. ketiga, sistem hukum mempunyai kultur (budaya
hukum) adalah sikap manusia terhadap hukum dan sistem
hukum, di dalamnya terdapat kepercayaan, nilai, pemikiran
serta harapannya.5
Apabila dihubungkan dengan konsep hukum progresif,
maka pemidanaan dalam bentuk pidana mati perlu dikaji
kembali. Hukum progresif yang merupakan pemikiran
perkembangan hukum yang digagas oleh Satjipto Raharjo,
berpandangan bahwa hukum dibentuk untuk manusia bukan
manusia untuk hukum, sehingga hukum buatan manusia
seharusnya tidak mereduksi kemuliaan dan hormat sebatas
yang dikatakan dalam undang-undan
Analisis Persepsi Mahasiswa Akuntansi Unikom Tentang Muatan Etika Dalam Pengajaran Akuntansi Keuangan
PerkembanganIdunia globalisasiI sekarangI ini Itelah Imembawa Ipengaruh Iyang besar
dalamI sistem Ipendidikan Iakuntansi. BanyaknyaI tekhnologiI yang berkembangI
sekarang iniI sepertiI internet, Ikomputerisasi Idan Isebagainya Isangat memudahkan
seorang mahasiswaI dalamI mengembangkanI ilmuI pengetahuannya. Namun, tekhnologiI
yang semakinI berkembang Itersebut Ibukanlah Ijaminan Ibagi duniaI pendidikanI untuk
berhasil danI mencapai Ihasil Iyang Imaksimal. HalIini sangat Itergantung Idari Ikonsistensi
dunia pendidikanI diI Indonesia ituI sendiri. Di Indonesia, Ihampir Isemua Imata kuliahI
akuntansi keuanganI tidak Imemasukkan secara Ieksplisit Iisu-isu Ietika Idalam IRencana
Pembelajaran SemesterI (RPS). OlehI karena ituI penelitian Iini Imelakukan Ieksperimen
untuk Imemperoleh buktiI empirik Iapakah Ipemberian Imuatan etikaI yang Idiintegrasikan
dalam Iperkuliahan akuntansiI keuangan Iberpengaruh Ipada Ipersepsi Ietika Imahasiswa.
DariI hasil Ianalisis data yangI telah Idikumpulkan Imelalui kuesionerI dan hasilI uji
Hipotesis, Imaka Idapat disimpulkan bahwa terdapat Iperbedaan Isignifikan Ipersepsi mahasiswa Iakuntansi Iterhadap etikaI penyusunanI laporanI keuangan Idi IUniversitas
IKomputer IndonesiaI antara Imahasiswa jenjangI S1 dan Ijenjang D3