E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
2865 research outputs found
Sort by
The Problems in Implementing the Independent Learning Curriculum at the Motivator School of Sambaliung Elementary School
The Merdeka Curriculum is an educational program for primary and secondary school students that focuses on instilling national ideals and encouraging pupils to think critically, creatively, independently, and socially intelligently. In order to successfully implement the Merdeka Curriculum, this study seeks to offer ideas and actions that can be implemented in that direction. The focus of this study is on SD Negeri 005 Sambaliung's (one of the Mover Schools) endeavors to determine the barriers to, and solutions to, implementing the Merdeka Curriculum, as well as the learning strategies put in place to achieve these goals. The principal, VP of curriculum, teachers, and students are the subjects of this descriptive qualitative study. To ensure that the data collected is reliable and comprehensive, this study relies on observation, interviews, and recording. Data analysis involved sorting, reducing, presenting, and drawing conclusions. The results of the study found that the obstacles faced by related educators include the preparation of teaching tools that are not optimal, limited internet networks and lack of infrastructure. However, concrete efforts continue to be made by the Principal and educators at SD Negeri 005 Sambaliung such as the implementation of coaching clinics for educators and education personnel, aligning local knowledge, and utilizing open spaces
Implementation of the Demonstration Method in Science Learning at SDN Srikaton
Efektivitas atau kegagalan temuan ditentukan oleh pendekatan pembelajaran yang digunakan. Pendekatan demonstrasi merupakan strategi efektif yang sering dilakukan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi bagaimana pembelajaran IPA kelas VI SDN 02 Srikaton menggunakan teknik demonstratif. Temuan didasarkan pada strategi penelitian kualitatif deskriptif. Percakapan, observasi, dan catatan merupakan andalan dalam proses pengumpulan data. Penelitian ini menunjukkan bahwa SDN 02 Srikaton belum mengikuti teori yang ada saat menerapkan metode demonstrasi. Pada langkah ketiga menurut teori Heriyanto 2012, guru hendaknya melakukan demonstrasi jika bahan ajar masih baru dan belum pernah digunakan. Sama seperti sebelumnya, instruktur dapat memilih seorang murid untuk dipamerkan kepada teman-temannya. Namun tahap pertama ini dilakukan oleh instruktur. Selama tahap ini, guru menyapa, menanyakan kabar siswa, memverifikasi kehadiran, dan mengizinkan siswa meninjau kembali apa yang telah mereka pelajari sebelumnya. Heriyanto (2012) mengemukakan bahwa sebelum melaksanakan proses demonstrasi, tahap keempat adalah menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran. Di sini sekali lagi tindakan yang dilakukan pendidik dalam menggunakan pendekatan demonstratif tidak sesuai dengan gagasan yang dikemukakan Hariyanto (2012). Karena langkah pertama dalam menjadikan ruang kelas sebagai tempat belajar yang baik adalah memastikan semua orang merasa nyaman di sana. Tantangan dalam melaksanakan pendekatan demonstrasi mencakup kurangnya waktu dan infrastruktur.
 
Syntactic Analysis of Qowaid Harfu Maa in the Qur'an Surah Al-Kahfi
Kajian sintaksis terhadap Al-Quran merupakan salah satu bidang yang menarik untuk dieksplorasi, terutama dalam konteks analisis qowaid harfu maa. QS. Al-Kahfi menjadi salah satu fokus utama dalam analisis ini karena terdapat ayat-ayat yang memuat konstruksi bahasa yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan qowaid harfu maa dalam QS. Al-Kahfi dengan pendekatan sintaksis. Metode analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan sintaksis, dimana ayat-ayat yang memuat konstruksi harfu maa dianalisis secara mendalam dari segi struktur kalimat, hubungan antarklausa, dan makna yang tersirat. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan harfu maa dalam QS. Al-Kahfi sangatlah beragam dan memiliki kedalaman makna yang mendalam. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis isi karena dipelajari berdasarkan analisis data yang dilakukan peneliti tanpa menggunakan metode statistik. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan Kitab Terjemah Tafsir Jalalain, Aplikasi الباحث القرآني dan ayat-ayat dari surat Al-Kahfi yang bermakna harfu maa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam QS. Al-Kahfi terdapat harfu maa isim yang mengandung harfu Maa Isim Maushul terdapat 19 lafadz, harfu Maa Isim Istifham terdapat 1 lafadz, harfu Maa Isim Syartiyah terdapat 1 lafadz, dan harfu Maa Isim Masdariyah terdapat 3 lafadz serta Maa harfu yang mengandung Maa Nafi terdapat 14 lafadz dan Maa Zaidahterdapat 2 lafadz. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih lanjut tentang struktur bahasa Arab dalam Al-Quran serta mendukung perkembangan metodologi analisis sintaksis dalam kajian Al-Quran
The Effect of Animated Video Media on Student Learning Outcomes in Economic Activities Material at Elementary School
Pembelajaran tanpa penggunaan media mengakibatkan siswa merasa bosan dan enggan dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan mata pelajaran IPS. Nyatanya pengaplikasian media oleh pendidik sebatas hanya dengan media gambar saja serta belum menggunakan media berbasis teknologi. Hal tersebut menghasilkan perolehan hasil belajar siswa rendah. Maka diperlukan media pembelajaran yang menyenangkan salah satunya media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video animasi video animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi kegiatan ekonomi di kelas V sekolah dasar; untuk mengetahui perbedaan pengaruh media video animasi dengan media gambar konvensional terhadap hasil belajar siswa pada materi kegiatan ekonomi di kelas v sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Sukamulya dan Cibodas 01 sebanyak 70 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 2 kelas, yakni kelas eksperimen dan kontrol yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Penelitian dilakukan selama 6 pertemuan, masing-masing 3 kali pertemuan pada setiap kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, terbukti melalui hasil uji beda rata-rata kelas eksperimen yang menggunakan media video mengalami peningkatan yang lebih besar dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan media konvensional (gambar). Selain itu juga dibuktikan melalui hasil uji N-Gain bahwa media video animasi lebih baik secara signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan media konvensional (gambar)
Dinamika Islam Tradisional di Kalimantan Timur: Implikasinya Terhadap Pendidikan Nilai dalam Masyarakat Multikurtural
Islam is a universal religion with the ability to persist and adapt to changing contexts of space and time. The diversity of religious practices observed by communities in various regions further emphasizes the pluralistic religious culture in Indonesia. One such region with distinct religious traditions is East Kalimantan. This study aims to describe the religious practices of the Muslim community in East Kalimantan and analyze Islam's perspective on these traditions. Various religious traditions still preserved as a form of cultural heritage include birth ceremonies, the commemoration of the Prophet's birthday (Maulid Nabi), wedding rituals, expressions of praise for the Prophet through Hadrah, and rituals associated with death. Studies on these religious traditions show that Islam possesses a perfect, comprehensive, and flexible nature. As a complete religion, Islam not only encompasses the teachings given to the prophets and previous communities but also provides comprehensive guidelines relevant to various aspects of human life across different contexts of space and time
Desain Pendidikan Karakter Islami melalui Model Keteladanan Rasulullah di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda Padangan Bojonegoro
Program pendidikan yang diterapkan di Indonesia salah satunya adalah pendidikan karakter dengan tujuan untuk membentuk watak, moral dan perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai ataupun norma-norma yang menjadi ciri khas kultur bangsa Indonesia. Untuk itu perlu adanya penguatan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dan aktivitas sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menginterpretasikan desain pendidikan karakter Islami melalui model keteladanan Rasulullah pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain pendidikan karakter Islami dilaksanakan dalam upaya mengimplementasikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah melalui sifat wajib bagi rasul dalam pembelajaran Akidah Akhlak, baik secara klasikal maupun kegiatan di luar kelas. Sifat tersebut adalah shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah telah direncanakan sejak penyusunan visi, misi, dan tujuan madrasah. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sistem berjenjang mulai dari kegiatan Penilaian Harian, Penilaian Tengah Semester, Penilaian Akhir Tahun, dan Ujian Madrasah
Analisis Implementasi Kebijakan dan Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam di SDN 013 Palaran
Kebijakan pendidikan Islam yang diimplementasikan tentu merupakan hal yang kompleks, sehingga pelaksanaannya harus terus dipantau dan dievaluasi agar berjalan lancar. Adanya faktor-faktor komunikasi, sumber daya manusia, disposisi, dan struktur di dalam sekolah dapat menyebabkan implementasi kebijakan pendidikan Islam tidak berjalan lancar, termasuk di lingkungan SDN 013 Palaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pendidikan Islam dan strategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di SDN 013 Palaran. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dihasilkan dari data wawancara, kemudian dianalisis dengan tahapan kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kebijakan pendidikan Islam di SDN 013 diimplementasikan melalui pembelajaran PAI BP berdasarkan kurikulum merdeka, yang didukung dengan program-program lainnya di luar pembelajaran. Strategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di SDN 013 akan melibatkan seluruh civitas academica beserta orang tua siswa untuk memaksimalkan kebijakan pendidikan Islam di sekolah
Exploring the Potential of Multi-AI (Artificial Intelligence) Integration as an Islamic Education Learning Media Instrument
The emergence of Artificial Intelligence (AI) in digital technology is seen as a symbol of progress, convenience, and intelligence, but also perceived by some as a source of concern, anxiety, and fear. However, AI can be optimized to support human tasks, including developing learning media for Islamic Religious Education (PAI). Many AI tools are freely accessible, making them highly potential educational resources. This study aims to explore the potential of AI as a tool for developing learning media in the context of Islamic education. This research employs a library research approach, analyzing data through data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal several AI-based tools suitable for developing learning media, including Google Sites, Quizizz, ChatGPT, and DALL-E 2. Google Sites can be used to create customizable, user-friendly educational websites. Quizizz is an interactive quiz platform, featuring real-time scoring and engagement tools. ChatGPT functions as a medium for brainstorming, providing feedback, and enhancing student learning, though its use requires proper guidance to avoid misuse. Lastly, DALL-E 2 can generate visual content based on textual descriptions. These four tools can be integrated within a single platform—Google Sites—to create a cohesive and interactive learning experience
Determination of the Minimum Age Limit for Marriage: Balancing Legal Supremacy and the Objectives of Sharia in Indonesian Marriage Law
Based on the new Indonesian marriage law provision, marriage is only permitted if the man and woman have reached the age of 19 years. Since then, a relatively high violation of marriage law has occurred, marked by the practice of early marriages for children. Thus, the function of law as a tool of social engineering and a means of order does not work well. The research is a normative legal study that utilized the State of Law Theory, the Law Protection Theory, and the Maqāṣid Sharia to analyze the loophole in Indonesian marriage law provisions on minimum age of marriage, application for an early age marriage, officialization of unregistered early age marriage, and their practice in the Religious Court. This study reveals that the law supremacy of lowering the minimum age of marriage has the noble purpose of safeguarding religion (hifẓ al-din) through marriage at the appropriate age, the soul (hifẓ al-nafs) from the threat of death through children marriage, the mind (hifẓ al-aql) through the provision of opportunities for higher education, the offspring (hifẓ al-nasl) from the threat of stunting and miscarriages, and property (hifẓ al-māl) from the threat of poverty as a result of children being denied their right to an education. Therefore, upholding the primacy of benefit (maṣlahat) and rejecting damage is the desired outcome of the legislation limiting the age of marriage. By increasing the minimum marriage age, Indonesian law has created a breakthrough in unifying the state and Islamic legal norms, with one of its sources being 'urf (customs or practices of a society)
Communication Patterns in Equipping Foster Children to Face the Challenges of the 5.0 Era (Case Study: Seroja Children's Social Rehabilitation Service Center, Bone Regency)
This research examines the communication patterns of caregivers in equipping foster children to face the challenges of the 4.0 era at the Seroja Children's Social Rehabilitation Service Center (PPRSA), Bone Regency, South Sulawesi. The aim of this research is to determine the communication patterns used by caregivers to equip foster children to face the 4.0 era as well as the supporting and inhibiting factors in the training process. Communication patterns are the focus of research in this paper. This research uses field research methods where subjects are researched through interviews, observation and documentation. Using cybernetic theory, researchers examine the relationship between communication patterns and the training process towards the 4.0 era. The qualitative descriptive analysis method was used to analyze the data collected from the research. The results of the research show that there are four patterns of caregiver communication in equipping caregivers for the 4.0 era, namely a) wheel pattern, b) star pattern, c) individual communication, and d) group communication. 2) Factors that support the process of providing foster children include availability Wifi facilities and proximity to foster children. Meanwhile, the factors that hinder this process are the lack of Smartphone facilities so they have to take turns using them. The research is expected to be able to contribute to the development of communication science in the future.