E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
2865 research outputs found
Sort by
Pengaruh Budaya Kerja Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Baznas Provinsi Kalimantan Timur
The human resources within an institution play an important role in determining its success. To improve employee performance, namely by providing work culture and compensation. With a good work culture and compensation, employee performance will also increase. By implementing work culture and compensation, HR will improve performance for the goals to be achieved. This research aims to determine the influence of work culture and compensation on performance at Baznas East Kalimantan Province.
This type of research is quantitative research. The method used is causal associative. Making employees who work at Baznas East Kalimantan Province the population in this research with a total of 18 people. The sampling technique uses a saturated sample technique, where the total population is 18 people. The data sources in this research were obtained from primary data from questionnaires and secondary data in the form of journals, other literature and sources related to the problems studied. Data collection was carried out using questionnaires and literature studies and using a Likert Scale as the measurement scale. Data analysis techniques include research instrument testing (validity test, reliability test), classic assumption test consisting of (normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and linearity test) multiple regression analysis test, hypothesis testing consisting of (t test, f test ) and coefficient of determination test (R²).
Based on the research results, it is known that the work culture variable has a significant effect on employee performance. Meanwhile, the Compensation variable has no significant effect on Employee Performance. The percentage of influence exerted by the Work Culture (X1) Compensation (X2) Employee Performance (Y) is 35.5% while the remaining 65.5% is influenced by other factors not included in this research
Kontribusi Nyata Mahasiswa Kkn Uinsi dalam Program Keagamaan di Kelurahan Teritip
This service scientific article entitled "The Real Contribution of UINSI KKN Students in Religious Programs in Teritip Subdistrict" is a form of service carried out by 7 students from different faculties, namely the Sharia Faculty, Tarbiah and Teacher Training Faculty, Islamic Economics and Business Faculty and Ushuluddin Faculty Adab and Da'wah. This service activity emphasizes religious programs for 42 days, starting from July 13 to August 23 2023. In this scientific journal article, UINSI KKN uses a qualitative approach with descriptive methods. The data collection process involves direct field observation and describing KKN activities or programs that have been implemented in Teritip Village
Mengukur Kemajuan Desa: Profil Desa Tanjung Batu Sebagai Indikator Pembangunan Lokal
This article aims to measure village progress using the village profile as an indicator of local development. Village development is an effort or series of efforts carried out consciously by a village for planned growth and change towards modernity. The essence of development is to build society as a whole, in order to achieve people's welfare. Therefore an effective tool is needed to measure their progress. A village profile is a tool used to comprehensively describe the characteristics and conditions of a village. This article will discuss how village profiles can be used as indicators of local development by identifying various key factors that reflect economic, social and environmental development in villages.In this article, we will discuss data collection for village profiles, including information about education, health, facilities and infrastructure, livelihoods of village residents, as well as environmental aspects such as environmental sustainability, sustainability of natural resources and human resources. In addition, we will also discuss how this data can be analyzed and used to measure village progress over time. By using village profiles as indicators of local development, we can ensure that available resources are used efficiently to improve the quality of life of village residents and encourage sustainable economic growth
TINJAUAN HUKUM KELUARGA TERHADAP FENOMENA KEKHAWATIRAN PARA JANDA UNTUK MENIKAH KEMBALI
Pertimbangan dari para janda yang khawatir untuk menikah kembali, sering muncul dan dihubungkan dengan adanya kekhawatiran dalam menghadapi situasi yang pernah terjadi yaitu kegagalan pada pernikahan sebelumnya, yang wanita khawatirkan adalah pikiran-pikiran apakah kebahagiaan yang mereka inginkan dapat tercapai setelah menikah kembali. Maka dari kasus tersebut dapat dipahami bahwa masih banyak para janda yang khawatir untuk menikah kembali padahal menikah kembali ini telah diatur dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris normatif dengan analisis deksriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang peneliti gunakan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) faktor yang melatarbelakangi kekhawatiran para janda untuk menikah kembali didasari oleh faktor internal dan eksternal. 2) Tinjauan hukum keluarga terhadap fenomena kekhawatiran para janda untuk menikah kembali sebagai berikut ini: bagi wanita janda yang memilih tidak menikah karena khawatir akan rasa trauma atau kesulitan dalam hal emosional itu hukumnya makruh. Selanjutnya bagi wanita janda yang memilih tidak menikah kembali sehingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan biologisnya secara sah, maka hukumnya wajib menikah kembali. Selanjutnya bagi wanita janda yang memilih untuk tidak menikah lagi dan menjadi orang tua tunggal yang hanya fokus mencari nafkah untuk anak-anaknya, maka hukum untuk menikah kembali ialah mubah. Adapun bagi wanita janda yang tidak mendapat izin dari anak-anaknya sehingga tidak menikah kembali itu hukumnya mubah. Selanjutnya hukum dari faktor stigma sosial yang ada di masyarakat untuk menikah kembali ialah sunnah
Pelatihan Comunication Skill Kampung Inggris di Desa Pampang
Desa Budaya Pampang adalah desa adat yang paling mudah diakses dari Ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Di sana traveler bisa belajar soal suku Dayak. Desa Budaya Pampang terletak di pinggir Kota samarinda tepatnya 23 kilometer dari Pusat Kota Samarinda. Desa Adat Pampang sangat dekat dari Bandara APT Pranoto Samarinda. Setiap Hari minggu siang, Desa Adat Pampang menampilkan Pentas Seni berupa atraksi Seni Tari tradisional Khas Suku Dayak Kenyah. Acara pentas Seni ini selalu ramai didatangi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tidak lengkap jika datang ke Kota Samarinda, tapi belum mengunjungi Desa Adat Pampang. Menikmati Pampang tidak cukup hanya melalui atraksi budayanya saja. Masyarakat Adat Pampang memiliki satu pesona yang belum banyak orang ketahui, yaitu Sungai Pampang yang eksotis. Berbagai macam penampilan suku Dayak Pampang ini sangat menarik beberapa wisatawan baik local maupun wisatawan asing. Adanya beberapa wisatawan asing yang datang untuk menikmati beberapa macam budaya khas Kalimantan ini terkendala dalam komunikasi dengan para wisatawan. Penguasaan Bahasa asing sangat penting untuk memandu wisatawan untuk menikmati indahnya Desa Pampang
Pendampingan Pembelajaran Dua Kurikulum Yang Berbeda Dalam 1 Sekolah
Pendidikan modern sering kali dihadapkan pada kebutuhan untuk mengatasi tantangan global dan keanekaragaman peserta didik. Salah satu pendekatan yang diadopsi oleh beberapa lembaga pendidikan adalah penerapan pembelajaran dua kurikulum yang berbeda dalam satu sekolah. Penelitian ini mengeksplorasi konsep pembelajaran dua kurikulum yang berbeda dalam satu sekolah, menganalisis dampaknya terhadap pengalaman belajar peserta didik, interaksi antar guru, serta tantangan dan manfaat yang terkait. Dengan merangkum literatur terkait, penelitian ini mengidentifikasi beberapa keuntungan seperti peningkatan akses ke pengetahuan beragam, pilihan yang lebih luas untuk peserta didik dengan kebutuhan belajar yang beragam, dan peningkatan kerjasama antara guru. Namun, terdapat juga tantangan seperti integrasi materi antar kurikulum, manajemen waktu bagi guru, dan evaluasi yang adil terhadap prestasi peserta didik. Penelitian ini menunjukkan perlunya perencanaan dan pengelolaan yang matang, serta komunikasi yang efektif di antara semua pemangku kepentingan untuk memastikan keberhasilan implementasi pendekatan pembelajaran ini. Dalam menghadapi dinamika pendidikan masa depan, pemahaman mendalam tentang implikasi dan manfaat dari pembelajaran dua kurikulum dalam satu sekolah akan membantu lembaga pendidikan dalam mengembangkan strategi yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang luas dan kualitas pembelajaran yang optima
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI UINSI SAMARINDA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara religiusitas dan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Perilaku seksual pranikah di kalangan remaja menjadi perhatian serius, terutama di tengah perubahan sosial yang pesat. Religiusitas dianggap sebagai faktor penting dalam mengendalikan perilaku seksual, namun penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang bervariasi. Dengan menggunakan metode korelasional dan kuesioner sebagai alat pengumpulan data, penelitian ini melibatkan mahasiswa UINSI Samarinda sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara religiusitas dan perilaku seksual pranikah, dengan nilai korelasi -0,316. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, semakin rendah kecenderungannya untuk terlibat dalam perilaku seksual pranikah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk perilaku sosial yang sehat dan menjaga moralitas di kalangan mahasiswa, serta menunjukkan bahwa faktor eksternal lain juga berpengaruh pada perilaku seksual pranikah
MEMETAKAN REALITAS ILAHI: FILSAFAT ILMU SEBAGAI LENSA UNTUK MEMAHAMI DINAMIKA RELASI ANTARAGAMA DI DUNIA DIGITAL
Kajian ini mengeksplorasi dinamika relasi antaragama di dunia digital melalui lensa filsafat ilmu, dengan fokus pada pemetaan realitas ilahi sebagai inti pengalaman religius. Menggunakan analisis wacana kritis yang diperkaya dengan kerangka intersubjektivitas dan fenomenologi teknologi, penelitian ini menganalisis 150 unit konten digital dari platform X, YouTube, dan Instagram (2020–2025). Temuan menunjukkan bahwa platform digital merekonstruksi epistemologi religius melalui algoritma dan estetika naratif, menghasilkan pola konvergensi (pluralisme) dan divergensi (eksklusivisme) dalam narasi antaragama. Realitas ilahi, meskipun diekspresikan secara kreatif, terancam oleh komodifikasi dan fragmentasi akibat logika kapitalisme data. Filsafat ilmu memungkinkan refleksi kritis terhadap determinisme teknologi, menyoroti perlunya pendekatan inklusif untuk mengamplifikasi narasi minoritas dan memajukan dialog antaragama yang etis. Dengan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan studi agama, sosiologi digital, dan etika komunikasi, kajian ini merumuskan strategi praktis untuk koeksistensi religius yang harmonis, seperti literasi epistemologis dan konten kolaboratif lintas agama. Kajian ini menegaskan bahwa sinergi antara teknologi dan spiritualitas dapat memperkaya pengalaman akan realitas ilahi, asalkan didukung oleh refleksi kritis dan komitmen terhadap pluralisme
Towards a Holistic Halal Certification Self-Declare System: An Analysis of Maqasid al-Sharīʿah-Based Approaches in Indonesia and Malaysia
Despite the transparent and legal-compliant implementation of the Halal certification system in Indonesia and Malaysia, there are obstacles in practice, such as quality control and supervision for Halal-certified products. Therefore, it is necessary to implement a comprehensive Halal certification system founded on Maqasid al-Sharīʿah. This study employs normative-doctrinal legal research to provide recommendations for resolving issues associated with implementing the Halal certification system in Indonesia and Malaysia. It reveals that both Indonesia and Malaysia have institutions tasked with administering the Halal certification system; in Indonesia, it is administered by Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (Halal Product Guarantee Organizing Agency or BPJPH), and in Malaysia, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Department of Islamic Development Malaysia or JAKIM). Quality control and supervision are obstacles to implementing Halal certification in Indonesia and Malaysia, particularly self-declaration. Due to the misuse of Halal labels and the incorporation of non-submitted materials and products, rigorous oversight is necessary for the products that acquired Halal certificates using this scheme. Business actors lack knowledge and comprehension of the Halal guarantee system, which prompts them to implement the objectives of Halal certification. Adopting Maqasid al-Sharīʿah is necessary to put in place a Halal certification system that prioritizes business actors' awareness of the goals of Halal certification, which include the preservation of religion, life, the mind, ancestry, and property. Moreover, this preservation aligns with the goal of Halal certification's contribution to spiritual and worship strength
Navigating Early Marriages: A Methodological Breakthrough in Family Resilience Measurement
This article explores early marriage in Madura. Early marriage causes psychological problems and physical and material losses that are not in line with the purpose of family formation in Islam. Using a mixed method approach, this article utilizes questionnaires, interviews, observations, and documentation obtained using Structural Equation Modeling with the Partial Least Square approach equipped with qualitative analysis. The achievement of family formation goals is measured using Maqāsid Al-Usrah indicators by Jamal Al-Din 'Atiyah Muhammad. The measurement results indicate that early marriage families in the Madura Muslim community achieve family formation goals to ensure human life continuity, regulate male-female relationships, maintain lineage clarity, and preserve religiosity within the family. At a methodological level, this research contributes to various models for measuring family resilience in establishing and building a family. Based on reliability and validity tests, all indicators of maqāsid al-usrah’s Jamal Al-Din ‘Atiyah Muhammad are declared valid and reliable so that they can be used to measure the achievement of family formation goals in other subjects in further research studies