E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
2865 research outputs found
Sort by
(LITERARTURE REVIEW) PENGEMBANGAN SISTEM MANAJEMEN PENELITIAN PENDIDIKAN BERKELANJUTAN MELALUI KOLABORASI INTERNASIONAL
Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa yang menghadapi tantangan global, seperti ketidaksetaraan akses pendidikan, perubahan iklim, kemajuan teknologi, dan dampak sosial-ekonomi. Untuk menghadapi tantangan tersebut, inovasi dalam pengelolaan dan penerapan penelitian pendidikan sangat diperlukan. Salah satu pendekatan yang efektif adalah pengembangan sistem manajemen penelitian pendidikan berkelanjutan melalui kolaborasi internasional. Kolaborasi ini memungkinkan berbagai negara dan lembaga pendidikan bekerja sama untuk mengatasi masalah pendidikan secara lebih efektif. Dalam pengembangan sistem manajemen penelitian pendidikan, tujuan utamanya adalah menghasilkan penelitian yang tidak hanya relevan dan berkualitas, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif di berbagai negara dan memberikan dampak positif bagi masyarakat global. Kolaborasi internasional dalam penelitian pendidikan memiliki banyak manfaat, antara lain peningkatan kualitas penelitian melalui perspektif beragam, peningkatan kapasitas penelitian di negara berkembang, serta diseminasi hasil penelitian secara global. Beberapa bentuk kolaborasi internasional yang umum adalah program penelitian bersama, jaringan peneliti internasional, dan kemitraan pengembangan kapasitas. Selain itu, komponen penting dalam sistem manajemen penelitian pendidikan berkelanjutan mencakup perencanaan penelitian yang efektif, dengan melibatkan perencanaan dan kesepakatan antara negara-negara terkait mengenai tujuan, metodologi, dan sumber daya yang dibutuhkan. Melalui kolaborasi internasional, sistem manajemen penelitian pendidikan dapat lebih efektif dan berkelanjutan, memberikan solusi yang lebih komprehensif untuk tantangan pendidikan global
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN ONLINE MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL HIDAYAH TANAH MERAH
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi pandemi Covid-19 yang menuntut agar terlaksananya pembelajaran dilaksanakan secara online, hal ini menyebabkan peranan guru sangatlah penting. Permasalahan yang timbul inilah yang dapat menyebabkan kurang efesiennya proses pembelajaran online pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Perlunya dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam Problematika pembelajaan online pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Tanah Merah, upaya yang telah dilakukan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Tanah Merah dalam mengatasi problematika pembelajaran online. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Pada proses pelaksanaan pembelajaran online pada mata pelajaran bahasa Indonesia Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah mengalami beberapa masalah diantaranya masalah dalam penggunaan aplikasi pembelajaran, masalah kemampuan peserta didik dalam memahami pembelajaran dan masalah waktu; upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi problematika pembelajaran online mata pelajaran bahasa Indonesia. Pertama, menggunakan aplikasi yang mudah dipergunakan dan terkadang memberkan tugas di sekolah dan di kerjakan di rumah; kedua, selalu berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dalam pembelajaran dan perkembangan dari peserta didik
The Relationship Between Use of Active Learning Methods and Parental Involvement Learning on Student Achievement
Abstract
This study aims to investigate the relationship between the use of active learning methods and parental involvement in learning on student achievement at MAN 1 Tulungagung. Effective implementation of both factors could be a vital strategy in enhancing the quality of Islamic religious education and student achievement. Data were collected through questionnaires distributed to 74 teachers. The sampling technique employed the Isaac and Michael table with a 5% error rate, resulting in 62 samples from the total population. The data collection instrument was a Guttman scale questionnaire. Data analysis included validity and reliability tests, as well as linear and multiple regression analyses using SPSS software. The research findings indicate that the use of active learning methods significantly influences student achievement, with a beta coefficient of 0.42 and a t-value of 8.40 (p-value < 0.001). Parental involvement in religious education also significantly affects student achievement, with a beta coefficient of 0.38 and a t-value of 6.54 (p-value < 0.001). The combined use of active learning methods and parental involvement significantly impacts student achievement. Active learning methods have a beta coefficient of 0.35, while parental involvement in religious education has a beta coefficient of 0.28. Both variables show high significance (p-value < 0.001). This study contributes significantly to understanding the factors influencing student achievement in the context of Islamic religious education. Future research could explore diverse teaching methods, parental roles, and improved methods of measuring student achievement.
Keywords: Learning Methods, Parental involvement, Student Achievement
Eksplorasi Faktor Individu Peserta Didik dalam Pembelajaran Bahasa Kedua: Analisis Isi Buku Rod Ellis
Abstract
This study aims to comprehensively examine the impact of individual aspects on second language (L2) acquisition. The effectiveness of the teaching and learning process is significantly influenced by the cognitive, emotional, and motivational traits of learners. This study, based on chapter 10 of Rod Ellis's book Language Teaching Research and Language Pedagogy, seeks to investigate how elements such as language aptitude, working memory, language anxiety, and willingness to speak influence the effectiveness of teaching in second language (L2) learning. This study employs a qualitative methodology utilizing a literature review approach. Data is gathered and examined using content analysis techniques based on the Krippendorf framework. The study findings suggest that these individual variables have a major impact on learners' reactions to teaching, as well as the specific learning outcomes attained, particularly in certain instructional circumstances. These findings highlight the significance of an individualized pedagogical approach, wherein educators must take into account the distinctive attributes of each student in order to maximize the learning process and attain superior outcomes in second language acquisition. Keywords: Individual factors, Second language acquisition, Rod Ellis
Abstrak
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami secara mendalam peran faktor individu dalam pembelajaran bahasa kedua (L2), yang mana keberhasilan proses belajar-mengajar sangat dipengaruhi oleh karakteristik kognitif, afektif, dan motivasional peserta didik. Dengan merujuk pada bab 10 dari buku Language Teaching Research and Language Pedagogy karya Rod Ellis, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor seperti aptitude bahasa, memori kerja, kecemasan berbahasa, dan kesiapan untuk berkomunikasi memediasi efektivitas instruksi dalam pembelajaran L2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan dan dianalisis melalui teknik analisis isi berdasarkan kerangka Krippendorf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor individu ini secara signifikan memengaruhi respons peserta didik terhadap instruksi, serta hasil belajar yang dicapai, terutama dalam konteks instruksi yang spesifik. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pengajaran yang dipersonalisasi, di mana guru perlu mempertimbangkan karakteristik unik setiap peserta didik untuk mengoptimalkan proses pembelajaran dan mencapai hasil yang lebih baik dalam pembelajaran bahasa kedua.
Kata Kunci: Faktor Individu, Pembelajaran Bahasa Kedua, Rod Elli
Analisis Kandungan Fitokimia Makrofungi Jamur Kelapa Sawit (Volvariella volvaceae) Untuk Pencegahan Pertumbuhan Sel Kanker
Perkebunan kelapa sawit masih menjadi primadona bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Seiring dengan berkembangnya lahan perkebunan kelapa sawit maka akan berdampak dengan meningkatnya limbah produksi kelapa sawit tersebut. Salah satunya yaitu tandan kosong. Saat ini, tandan kosong mulai dimanfaatkan sebagai media tanam jamur kelapa sawit (Volvariella volvaceae). Manfaat jamur ini sebagai sumber gizi bagi manusia dan terdapat zat aktif fitokimia untuk antioksidan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya kandungan zat fitokimia pada jamur kelapa sawit (Volvariella volvaceae). Jenis penelitian ini ialah deskriptif eksploratif. Penelitian ini menggunakan sampel jamur kelapa sawit (Volvariella volvaceae) yang diuji kandungan senyawa aktif fitokimia menggunakan metode skrining. Hasil pengujian tersebut didapatkan hasil bahwa jamur Volvariella volvaceae mengandung senyawa aktif fitokimia berupa saponin (terdapat buih selama 1 menit), kuinon (terdapat warna merah), flavonoid (terdapat perubahan warna kuning hingga jingga di fase alkohol), fenolik (terdapat warna hijau violet), dan alkaloid (terdapat endapan merah bata dan putih). Kesimpulan penelitian ini ialah terdapat kandungan zat fitokimia pada jamur kelapa sawit (Volvariella volvaceae) berupa saponin, kuinon, flavonoid, fenolik, dan alkaloid.
Kata kunci: Perkebunan Kelapa Sawit, Jamur Kelapa Sawit (Volvariella volvaceae), Zat Fitokimia, Metode Skrinin
Pengaruh Alokasi Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Pada Dusun Sinar Harapan Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara)
Paradigma Psikologi Pendidikan: Tinjauan Filsafat Psikologi
Artikel ini membahas paradigma psikologi pendidikan ditinjau dari filsafat psikologi. Berangkat dari kesadaran akan pentingnya nilai-nilai filosofis seperti ontologi, epistemologi, dan aksiologi, penulis mengkaji keterkaitan antara perkembangan psikologi pendidikan dan kebutuhan kontekstual Indonesia yang berakar pada nilai-nilai Pancasila. Tujuannya adalah untuk menganalisis dasar keilmuan, prinsip manusia, dan penerapan teori psikologi pendidikan yang disesuaikan dengan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap referensi filsafat ilmu, psikologi pendidikan, dan nilai-nilai filosofis pendidikan Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi epistemologi Barat dan kearifan lokal dapat membentuk pendekatan psikologi pendidikan yang holistik, mencakup dimensi kognitif, afektif, spiritual, dan sosial. Kesimpulannya, penguatan landasan filosofis dalam psikologi pendidikan sangat penting untuk membentuk kurikulum, metode pembelajaran, dan kebijakan pendidikan yang relevan dengan tantangan lokal dan global
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Gerak dan Lagu Usia 5-6 Tahun Kelompok B di RA Ma’arif NU 003 Palaran
Penelitian ini meruapakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari prasiklus dan siklus I di RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda dengan subjek 15 anak Kelompok B. Penelitian ini melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sebesar 5% pada presentase 72% di prasiklus menjadi 77% di siklus I. Kesimpulannya, permainan meronce dapat meningkatkan konsentrasi pada anak. Selanjutnya, penelitian membahas relevansi dan pentingnya perkembangan motorik pada anak usia dini, dengan fokus pada aspek motorik kasar dan halus. Pembelajaran gerak dan lagu disoroti sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Dalam implementasinya, guru berperan penting dalam memberikan stimulus dan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak, khususnya dalam konteks gerak dan lagu. Pada tahap Metodologi, penelitian dilaksanakan di RA Ma’rif NU 003 Palaran Kelas B dengan 10 anak sebagai subjek. Siklus penelitian terdiri dari siklus 1 dan siklus 2, dengan empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan motorik kasar anak setelah penerapan metode gerak dan lagu. Hasil dan Pembahasan menunjukkan rata-rata skor motorik kasar anak meningkat dari 56,3% pada prasiklus menjadi 80,6% pada siklus 1. Siklus 2 menghasilkan peningkatan lebih lanjut, mencapai rata-rata 89%. Hal ini menunjukkan bahwa metode gerak dan lagu efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Refleksi pada siklus 1 mengidentifikasi keberhasilan dan area perbaikan, yang kemudian direspons dan disesuaikan pada siklus 2
Penggunaan Media Permainan Tradisional Tembak Tutus Untuk Meningkatkan Kognitif Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media permainan tradisional tembak tutus dan peningkatan kognitif anak kelompok abu bakar usia 4-5 tahun dalam penggunaan media permainan tradisional tembak tutus di RA Ar-Raudhah Desa Hampalit Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan MC Taggart; setiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Tempat penelitian dilaksanakan di RA Ar-Raudhah Desa Hampalit Kabupaten Katingan. Subjek penelitian anak kelompok abu bakar usia 4-5 tahun yang terdiri dari 13 anak. Tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kriteria keberhasilan penelitian sebesar 85%, untuk menentukan berhasilan atau tidak dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media permainan tradisional tembak tutus pada siklus I, perkembangan kognitif anak belum mencapai tingkat perkembangan yang optimal, diadakan perbaikan langkah-langkah penggunaan media permainan tradisional tembak tutus pada siklus II. Selanjutnya dalam perkembangan kognitif anak mengenal pola ABC, dan mengenal lambang huruf, serta menulis huruf yang telah dicontohkan belum berkembang secara optimal pada pra siklus diperoleh hasil sebesar 38,4%. Siklus I hasil rata-rata diperoleh sebesar 62,1%, tetapi belum mencapai indikator keberhasilan atau target yang harus dicapai sebesar 85%, sehingga dilanjutkan lagi pada siklus kedua menghasilkan rata-rata sebesar 93,7% dan kriteria penilaian berkembang sangat baik (BSB)
Tinjauan Hukum Positif terhadap Praktik Takaran Timbangan Jual Beli Bumbu Masak Di Pasar Induk Samarinda
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh aktivitas jual beli bumbu masak yang menjual bumbunya tidak sama rata pada saat pengemasan serta tidak sesuai aturan dalam Pasal 22 Undang-Undang No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dalam menakar timbangan atau tidak menggunakan alat ukur yang baku sesuai standar internasional. Tujuan dari penelitian ini agar peneliti dan pembaca dapat mengetahui bagaimana praktik takaran timbangan jual beli bumbu masak di pasar induk Samarinda. Apa yang melatarbelakangi penjual menggunakan alat tersebut untuk menakar bumbu masak. Serta apakah praktik takaran jual beli bumbu masak itu bertentangan dengan Hukum positif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Praktik takaran timbangan jual beli bumbu masak di pasar induk Samarinda merupakan jual beli bumbu masak yang menggunakan takaran sendok dalam menakar bumbunya, tanpa ditimbang terlebih dahulu, (2) Hal yang melatarbelakangi penjual untuk melakukan transaksi praktik takaran timbangan jual beli bumbu masak ini dikarenkan kurangnya pemahaman pedagang terhadap hukum positif di Indonesia. serta kebiasaan yang selalu dilakukan dan turun temurun oleh penjual bumbu masak di pasar induk Samarinda. Karena praktik takaran timbangan dengan menggunakan takaran sendok dilakukan lebih cepat dan mudah sehingga tidak memakan banyak waktu untuk membungkus serta dengan adanya unsur kepercayaan dan kerelaan antara penjual dan pembeli, (3) Praktik Takaran timbangan jual beli bumbu masak ini bertentangan dengan Pasal 22 Undang-Undang No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, serta dapat diberikan sangsi hukum sesuai ketentuan pidana pada Pasal 32 Undang-Undang No 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal